Knowledge is Weapon... Use Your Minda!

 TULISAN

MAU YANG ‘ORI’?

Seorang kurator memesan ayam goreng di gerai KFC. Pelayan bertanya, “Mau yang original atau crispy?” Kurator menjawab, “Jaman sekarang sudah nggak ada yang original.”

Bagi saya, anekdot itu terdengar crispy. Berbeda dengan KFC yang menamakan paha ayam gorengnya dengan sebutan “drum stick”, yang di-copy-paste dari istilah untuk tongkat pemukul drum, dan karena itu terdengar original? Sementara KFC semakin jitu ketika perbedaan original dan crispy terdapat hanya pada kulitnya.

Copy paste adalah keseharian, peradaban. Orisinilitas yang 100% pun dianggap tak pernah diciptakan manusia, konon sudah sejak lama. Kata “orisinil” jadi hanya bisa ada ketika yang dimaksud adalah penciptaan sesuatu yang baru berkat pemikiran modifikasi kombinasi “penggabungan-penggabungan” dan, atau, karena pengaruh lainnya – entah sadar atau bawah sadar. Bisa juga itu adalah revisi. Atau bagi yang “relijius”, teorinya dalah: Tuhan sudah menyediakan segala ide, manusia yang merangkainya. Mungkin cuma penjual HP dan onderdil mobil yang masih suka mengklaim dengan bangga akan orisinilitas sambil menawarkan pada konsumennya, “Mau yang ori?”

BAHAYA LATEN INTERNET BAGI OTAK

Pada 1970, Pemerintah Amerika Serikat mencanangkan tahun tersebut sebagai tahun dimulainya Dekade Membaca. Membuat Gedung Putih ikut sibuk mengalokasikan sejumlah Dana Federal untuk mendukung berbagai usaha yang dapat mengenalkan warganya mengenal seni membaca sejak dini. 

Berbagai klub membaca dan kursus membaca pun jadi marak. Sekolah-sekolah dan fakultas juga mulai mengadakan pelatihan membaca bagi anak didiknya. Bahwa yang tengah dilakukan Amerika saat itu adalah mengoptimalkan kemampuan membaca dengan baik, dan dengannya pengetahuan mereka bakal terbentuk dengan baik pula. 

Tapi kini semuanya mulai berubah. Seiring meningkatnya konsumsi kaum muda Amerika akan internet, mereka mulai mengkhawatirkan tumbuh-suburnya benih-benih anti-intelektualisme sebagai akibat dari perkembangan teknologi internet yang pesat belakangan ini. 

Apa pasal? Rupa-rupanya, mereka menyadari bahwa ada yang tengah berubah dari cara mereka membaca secara tradisional dalam bentuk cetakan, dengan membaca ketika sedang online di internet.

Bagi siapapun yang ingin kontribusi tulisan berupa Artikel, Opini, Literatur, dsb, silahkan kirim ke redaksi via surat elektronik: info@jurnallica.com

(Tulis "WRITING" pada subject imel)