Seorang kurator memesan ayam goreng di gerai KFC.
Pelayan bertanya, “Mau yang original atau
crispy?” Kurator menjawab, “Jaman sekarang sudah
nggak ada yang original.”
Bagi
saya, anekdot itu terdengar crispy. Berbeda
dengan KFC yang menamakan paha ayam gorengnya dengan
sebutan “drum stick”, yang di-copy-paste
dari istilah untuk tongkat pemukul drum, dan karena
itu terdengar original? Sementara KFC semakin
jitu ketika perbedaan original dan crispy
terdapat hanya pada kulitnya.
Copy paste
adalah keseharian, peradaban. Orisinilitas yang 100%
pun dianggap tak pernah diciptakan manusia, konon
sudah sejak lama. Kata “orisinil” jadi hanya bisa
ada ketika yang dimaksud adalah penciptaan sesuatu
yang baru berkat pemikiran modifikasi kombinasi
“penggabungan-penggabungan” dan, atau, karena
pengaruh lainnya – entah sadar atau bawah sadar.
Bisa juga itu adalah revisi. Atau bagi yang “relijius”,
teorinya dalah: Tuhan sudah menyediakan segala ide,
manusia yang merangkainya. Mungkin cuma penjual HP
dan onderdil mobil yang masih suka mengklaim dengan
bangga akan orisinilitas sambil menawarkan pada
konsumennya, “Mau yang ori?”
BAHAYA
LATEN INTERNET BAGI OTAK
Pada 1970, Pemerintah Amerika Serikat mencanangkan
tahun tersebut sebagai tahun dimulainya Dekade
Membaca. Membuat Gedung Putih ikut sibuk
mengalokasikan sejumlah Dana Federal untuk mendukung
berbagai usaha yang dapat mengenalkan warganya
mengenal seni membaca sejak dini.
Berbagai klub membaca dan kursus membaca pun jadi
marak. Sekolah-sekolah dan fakultas juga mulai
mengadakan pelatihan membaca bagi anak didiknya.
Bahwa yang tengah dilakukan Amerika saat itu adalah
mengoptimalkan kemampuan membaca dengan baik, dan
dengannya pengetahuan mereka bakal terbentuk dengan
baik pula.
Tapi kini semuanya mulai berubah. Seiring
meningkatnya konsumsi kaum muda Amerika akan
internet, mereka mulai mengkhawatirkan
tumbuh-suburnya benih-benih anti-intelektualisme
sebagai akibat dari perkembangan teknologi internet
yang pesat belakangan ini.
Apa pasal? Rupa-rupanya, mereka menyadari bahwa ada
yang tengah berubah dari cara mereka membaca secara
tradisional dalam bentuk cetakan, dengan membaca
ketika sedang online di internet.
Bagi siapapun yang ingin
kontribusi tulisan berupa Artikel, Opini, Literatur, dsb, silahkan kirim ke
redaksi via surat elektronik: info@jurnallica.com