TULISAN

[Redaksi "The Best Newsletter in the World"]

 

Persetan Seni Murahan!

 

Kami telah membaca beberapa teori valid seni rupa. Banyak hal-hal yang tidak terduga telah kami temukan. Kami, yang tidak terbiasa dengan seni murahan, telah amat tertolong karena adanya fakta-fakta ini. Kalian semua yang masih menjalankan seni-seni dangkal lagi murahan, lebih baik pergilah dari dunia seni sekarang juga! Berikut beberapa tips agar karya seni yang anda ciptakan tidak terlihat murahan (dirangkum dari 35.866 buku teori seni rupa dunia).

 

1. Apabila bentuk karya berupa lukisan, karya tersebut dilukis dengan material berharga mahal.

Kuas dan kanvas seperti Winsor and Newton adalah benda mewah bagi kebanyakan pelukis-pelukis lokal (khususnya Indonesia). Mereka kebanyakan menggunakan material yang bersifat generik. Hasilnya, lukisan mereka tidak tahan lama dan berharga murah. Bingkai lukisan pun jangan sampai luput. Model klasik yang dilukis plus cat emas menghiasi sekitarnya adalah pilihan yang bagus agar karya lukisan anda tidak murahan.

Konsep sehebat apapun yang ditawarkan sang pelukis, apabila dieksekusi melalui material yang murahan, maka konsep tersebut sama dangkalnya dengan semua seniman idiot yang menggambar karyanya pas untuk dimasukkan ke anus babi yang tidak mandi selama 360 hari.

 

2. Apabila bentuk karya berupa instalasi, karya tersebut harus fungsional.

Sejak era Dada (nama seniman, jangan pikir payudara-red), banyak seniman yang keren-kerenan menggulirkan konsep via instalasi yang pada akhirnya malah mengotorkan galeri; atau parahnya membuat galeri terlihat seperti kandang babi yang tidak mandi selama 360 hari. Menurut teori yang digulirkan Matthias Rewod (yang merupakan anak presiden Nikaragua era 60-an bernama Kabuso Terkirew), seniman yang seperti itu hanya memajang benda-benda apa yang mereka miliki di rumah, namun tidak terpakai.

Reword menggulirkan teori itu atas latar belakang sifat environmentalisnya yang tidak ingin membiarkan benda-benda yang dijudulkan estetik itu tidak terpakai. Maka, apabila anda adalah seorang seniman instalasi, pikirkan ini! Anda meletakkan lampu taman besar berwarna merah jambu. Ya, pamerkan saja karya tersebut di tengah taman. Jangan masukkan ke galeri! Galeri hanya layak diisi dengan karya seni yang mahal dan eksklusif! Instalasi hanya bentuk arogan sang seniman, namun tidak ada memiliki fungsi sama sekali! Fuck installation art!

 

3. Karya sudah disahihkan oleh kurator terkenal.

Ini wajib. Guliran konsep yang anda haturkan seberbahaya Fluxus? Atau eksekusi karya anda sekontroversial Dada? Atau proses karya anda semenakjubkan Michaelangelo? Anda akan tetap terlihat seperti idiot apabila karya-karya yang telah anda ciptakan tidak disahihkan oleh kurator-kurator terkenal di galeri terkenal di kota anda!

Yang saat ini harus “anda” (para seniman yang selama ini menciptakan karya-karya murahan) lakukan adalah dekatkan diri anda ke kurator-kurator tersebut. Curi pandangan dia mengenai “seni yang bagus” dan “seni yang tidak bagus”. Saya pun yakin, tips yang “penulis” berikan juga akan disebut kurator-kurator itu. Setelah itu, katakan padanya kalau dalam waktu dekat anda akan berpameran. Buat ia mendukung karya-karya anda. Mintalah ia untuk menulis karya-karya anda. Satu kata pujian dari tulisannya akan membuat karya anda tidak murahan lagi.

Teori menjilat kurator ini pertama kali digulirkan oleh Takko Lopala (sepupu presiden Nikaragua era 60-an) dan efektif dilakukan oleh seniman-seniman pelacur tahun 60-an di Amerika seperti Traqal Morahhub (keturunan Turki kulon) dan Raymond Jowpott (sepupu jauh presiden Nikaragua era 60-an). Kedua seniman yang sempat mengalami kejadian pahit di awal karirnya tersebut (seluruh karyanya sempat dimasukkan ke dalam anus babi yang tidak mandi selama 360 hari), kini menjadi orang terkaya di dunia sesudah presiden Nikaragua era 60-an!

 

4. Tempatkan karya anda di galeri!

Jangan pedulikan gerakan seni yang membebaskan formalismenya dengan meletakkan karya seni selain di galeri! Itu adalah keidiotan yang dungu layaknya anus babi yang tidak pernah mandi selama 360 hari! Karya anda akan terlihat bergengsi dan berharga mahal ketika diletakan di galeri. Apalagi ketiga poin di atas telah anda jalankan.

Galeri adalah tempat yang mampu menaikkan harga karya seni anda. Anda cuma membaca satu halaman Mein Kampf dan membuat karya itu? Tak masalah! Anda tidak akan terlihat dangkal dan moron, asal pengeksekusiannya di dalam galeri! Di galeri pula anda akan dapat bertemu dengan kurator-kurator hebat (yang siap anda jilat), socialities, hipsters, dan band-band aneh yang tidak menjual namun dengan label keren bernama “art”! Dari lingkungan anda yang menarik itulah maka imej anda pun diam-diam akan terdongkrak sebagai seniman keren dan peka jaman.

 

Sebenarnya ada masih banyak tips lagi mengenai seni yang tidak murahan ini, namun kami memutuskan untuk segera keluar dari wilayah seni rupa mengingat dunia ini penuh intrik dan idiokrasi yang menjadi format di dalamnya. Maka, mulai sekarang, “penulis” dinyatakan sebagai media anti seni! FUCK ART!

.