Dan Nirvana akan
Menjadi Lebih Baik
Ketimbang The Melvins!
Setelah berselancar kesana kemari di
dunia maya, saya menemukan artikel pertama yang
memperkenalkan Nirvana ke masyarakat luas. Artikel
ini dimuat di fanzine Backlash(*) yang berbasis di
Seattle, Washington, Amerika Serikat. Fanzine ini
diurus seorang perempuan bernama Dawn Anderson.
Dawn agaknya jeli dengan bakat besar
Kurt Cobain. Saat artikel ini diterbitkan pada
September 1988, Nirvana –yang baru memiliki single
pertama dengan dua lagu– untuk pertama kali tampil
di acara Sub Pop. Kurt baru berusia 21 tahun waktu
itu. Namun, Nirvana batal tampil karena mereka masih
gugup.
Dari artikel ini, Dawn sudah
menangkap spritualitas musik Nirvana. Spritualitas
ini kemudian melekat dalam diri Nirvana dan
terus-menerus dibicarakan orang di seluruh dunia.
Dan yang paling penting, Dawn sudah mencium gelagat
band anak bawang bernama Nirvana bakal lebih besar
ketimbang jagoan Seattle saat itu, The Melvins.
Saya menerjemahkan artikel ini secara
kasar dan menambahkan sejumlah catatan kaki. Yuk,
kita simak, bagaimana Nirvana sewaktu mereka masih
“di bumi”.
Bisa Jadi Setan dan Bisa Jadi Tuhan,
Tapi Sudah Pasti Bukan Manusia
(Oleh Dawn Anderson)
Ah, Aberdeen –sebuah kota di mana tak
ada yang bisa dilakukan selain menenggak fish-beer[i]
dan memuja setan. The Melvins[ii] berasal
dari Aberdeen. Ingat, kan? Sekarang beberapa fans
The Melvins mulai menggeber kocokan gitar yang berat
dan mempesona ala band itu. Mereka menyebut diri
mereka Nirvana, sebuah nama yang bisa berarti “ada
dan tiada”. Jika Anda tidak memahami nama ini, Anda
bisa mengambil kursus di bidang agama-agama dunia,
atau Anda bisa menyaksikan pemunculan Nirvana yang
berikutnya di kota yang lebih besar.
Maha guru Nirvana, Kurt Cobain
tinggal di Olympia[iii] saat ini. Namun
ia pertama mencoba gaya kocokan gitar The
Melvins/Soundgarden di kota itu (Aberdeen), termasuk
mempelajari semua yang ia ketahui dengan menonton
latihan The Melvins. Terus-menerus.
“Gue udah lebih dari seratus kali
ngelihat latihan Melvins,” kata Cobain.
“Gue nyupirin mobil van mereka saat
tur. Semua orang membenci mereka. Dan gue
menggunakan kartu nama yang sama dengan Matt (Matt
Lukin –basis Melvin terdahulu), kita nyaris kayak
orang nikah.”
Nirvana, yang terdiri dari Kurt
Cobain pada posisi gitar & vokal, Krist Novoselic
pada bass, dan Chad Channing di posisi drum, masih
tergolong band baru. Tapi jalan yang mereka pilih
membuat mereka begitu cepat menjadi pengikut Buddha,
atau paling tidak Bodhisattvas[iv], di
komunitas musik rock-suram dari wilayah Northwest.
Sejak sejumlah orang mulai berpikir
Backlash adalah panduan konsumen (seperti
novel!), rasanya saya agak sia-sia memberi tahu
tentang band ini jika Anda tidak menyukai The
Melvins. Atau jika Anda tidak menyukai The Melvins
tapi menganggap musik Leadbelly[v] tidak
termasuk dalam pembahasan ini, Anda sudah pasti
tidak menyukai Nirvana. Namun, penting juga untuk
menekankan bahwa kelompok ini bukan band kloningan
The Melvins atau Leadbelly.
Grup ini bersiap melakukan sesuatu
yang mematikan dalam penulisan lagu dan, beresiko
dianggap menghina tuhan. Tapi saya yakin, dengan
latihan keras, Nirvana akan menjadi…lebih baik
ketimbang the Melvins!
“Ketakutan utama kita pada permulaan
ini adalah orang akan berpikir kami hanya penerus
Melvins secara totok,” kata Cobain.
Sebenarnya, bisa saja anggapan itu
menjadi keuntungan untuk band ini. Namun Nirvana
merekam sebuah demo-tape yang bisa memecah
telinga dan dengan segera menggetarkan bibir setiap
pencandu suara bising di kota ini sebagai harapan
besar aliran grunge masa depan…dan ini mungkin tidak
akan menyakiti Melvins Dale yang duduk di kursi
penggebuk drum (sebelum Channing bergabung).
Seharusnya, penampilan pertama band
ini dengan nama Nirvana di Sub Pop Sunday[vi]
di Vogue. Tapi mereka tak siap.
“Kita grogi,” kata Cobain. “Ini nggak
kayak yang terlihat di pertunjukan yang sebenarnya.
Kita merasa seperti dihakimi, setiap orang orang
punya papan nilai. Ditambah lagi gue sakit. Gue
muntah-muntah hari ini. Excuse yang keren
kan?!”
“Kita sudah punya beberapa lagu yang
diputar di radio,” tambah Krist. “Semua orang
ngomongin kita. Itu jadi tekanan banget.”
Sayang,
Cobain
gugup sebelum naik panggung malam
ini.
Tapi saya sudah menyaksikan mereka
dua kali dan mereka semakin kompak. Mereka akan
menjadi band yang bisa merubah semua penonton
menjadi manusia zombie berkepala kacang polong
semata-mata hanya dengan kekasaran (ini adalah
pujian).
Satu-satunya kritik saya adalah Kurt
tidak bernyanyi sebaik yang ia lakukan di dalam
rekamannya sejak ia memainkan gitar sambil
bernyanyi. Tapi saya yakin dia pasti bisa
mengatasinya. Nah, sekarang waktunya, rasakan salah
satu single band pendatang baru Sub Pop,
dengan satu lagu mereka sendiri dan cover
laguShocking Blue[vii],
‘Love Buzz’.
Dan jangan alihkan kuping anda dari
Aberdeen, sebab kota yang hening itu adalah tempat
berlatih para Setan.
(Sumber: Backlash - September 1988)
Catatan kaki:
[i]
Sejenis bir yang
terbuat dari ikan. Jepang adalah salah satu produsen
bir jenis ini. Yang menarik, pagi setelah bom atom
dijatuhkan sekutu di Hiroshima pada Perang Dunia II,
Tosa Kuroshio, bos produsen bir ikan Jepang
menyatakan produknya meledak di pasaran.
[ii]
Band
hardcore-punk yang terbentuk di Aberdeen, Seattle,
Washington, pada 1983. Band yang beranggotakan tetap
Buzz Osborne (gitar-vokal) dan Dale Crover (bass)
ini memiliki dua penggebuk drum. Mereka dikenal
sebagai “The Godfather of Grunge Music”.
[iii] Kurt
tinggal di Olympia, Washington, pada periode pra-Nirvana.
Di tempat itu ia kerap mengunjungi konser musik dan
mengencani seorang perempuan bernama Tracy Marander.
[iv]
Bodhisattva
dalam ajaran Buddha adalah mahkluk yang
mendedikasikan hidupnya untuk kebahagiaan manusia di
alam semesta sebelum menuju Nirvana. Bodhisattva
juga berarti mengambil jalan hidup seperti Buddha.
Dari artikel ini, tampak Dawn Anderson menganggap
Nirvana sebagai musisi yang spiritual; bermain musik
layaknya orang yang tengah menjalani hidup seperti
Buddha.
[v]
Leadbelly adalah
pemusik yang hidup di Louisiana pada 1888-1949. Ia
dikenal sebagai pemusik yang mencampur musik folk
amerika dan blues. Sikapnya yang temperamental
menyebabkan dia tiga kali dijebloskan ke dalam
penjara sepanjang hidupnya. Pada 1915, dia ditangkap
atas tuduhan kepemilikan senjata api dan
keterlibatan dalam sebuah geng. Tiga tahun berselang
ia kembali masuk bui karena membunuh temannya
sendiri akibat masalah perempuan –ia bebas pada
1925. Pada 1930, Leadbelly kembali mendekam di
penjara karena percobaan pembunuhan –menusuk pria
kulit putih dalam satu perkelahian. Leadbelly
merupakan salah satu inspirasi Kurt Cobain. “Where
did You Sleep Last Night” merupakan lagu ciptaan
Leadbelly yang dibawakan Kurt secara impresif dalam
konser MTV Unplugged di New York, 1994.
[vi]
Sub Pop adalah
label rekaman independen yang berawal dari fanzine
yang dikelola Bruce Pavitt. Pavitt mendirikan Sub
Pop sebagai label rekaman pada 1986 di Seattle. Sub
Pop tercatat sebagai label rekaman yang berada di
balik kejayaan grunge dan Seattle Sound. Sub Pop
mengorbitkan sejumlah band grunge seperti Sonic
Youth, The Melvins, Sound Garden, Green River,
Mudhoney. Sub Pop Sunday adalah panggung unjuk gigi
musisi keluaran Sub Pop. Sejak kesuksesasan Nirvana,
49 persen saham Sub Pop dimiliki oleh Warner Music.
[vii] Shocking
Blue merupakan band rock asal Hague, Belanda, yang
berdiri pada 1967. Salah satu yang membuat band ini
istimewa karena suara vokalis perempuan Mariska
Veres. Shocking Blue dianggap satu-satunya band dari
luar daratan Amerika Serikat dan Inggris yang setara
dengan band rock n roll dari daratan di era kejayaan
Flower Generation seperti The Beatles, Jimi Hendrix,
Jefferson Airplane, dan Rolling Stones. Hits
terbesar mereka, ‘Venus’, menduduki posisi pertama
chart Billboard pada Februari 1970.
Pada 1973, penjualan
rekaman mereka mencapai 13,5 juta di seluruh dunia.
Band ini bubar pada 1974. Mariska Veres meninggal
akibat kanker pada usia 59 tahun pada 2 Desember
2006.
(*)
Backlash adalah fanzine
yang dikelola Dawn Anderson dan terbit selama
1987-1991. Dawn sendiri adalah seorang penikmat
musik dan penulis. Backlash memuat scene musik rock
underground dari Seattle yang berciri khas distorsi
kotor dan tebal. Dawn semula menulis di majalah
musik bulanan berbasis di Seattle, The Rocket. Ia
mendirikan Backlash untuk mempublikasi musik
underground Seattle yang tak tersentuh The Rocket.
Backlash memuat band
punk, metal, underground rock, grunge –sebelum
dikenal sebagai grunge–, dan sejumlah kelompok
hip-hop lokal. Backlash juga dikenang sebagai media
massa pertama yang memperkenalkan Nirvana.
Pada 1991, Backlash
berhenti terbit seiring dengan meledaknya Nirvana.
Salah satu penggemar Dawn menganggap keputusan Dawn
menghentikan Backlash karena ia merasa sudah
melaksanakan tugasnya dan Nirvana tak memerlukan
buah tangannya lagi untuk populer.
TRIVIA
Plang ini didirikan pada 2005. Ini menjadi
semacam gerbang “selamat datang” ke kota Aberdeen –kampung halaman kurt
cobain. Alogan selamat datang menggunakan judul lagu Nirvana ‘Come as
You are’. Ini dilakukan untuk mengenang bakat besar yang hidup di
Aberdeen, Kurt Donald Cobain.
The Melvins
Bodhisatva Avalokiteshvara. Salah satu
bodhisattva yang terkenal
di kalangan umat Buddha.
Leadbelly
Shocking Blue
Salah satu sampul Fanzine Backlash yang
menjadikan Nirvana sebagai headline.