Buat band/record/label kirimkan
rilisan/ produk kalian untuk
kami resensi di sini.
EFEK
RUMAH KACA - Kamar Gelap CD
(AKSARA Records, 2008)
Tracklist:
1. Tubuhmu Membiru… Tragis
2. Kau dan Aku Menuju Ruang Hampa
3. Mosi Tidak Percaya
4. Lagu Kesepian
5. Hujan Jangan Marah
6. Kenalakan Remaja di Era Informatika
7. Menjadi Indonesia
8. Kamar Gelap
9. Jangan Bakar Buku
10. Banyak Asap di Sana
11. Laki-Laki Pemalu
12. Balerina
Mungkin
saya tidak akan simak EFEK RUMAH KACA (ERK) bila bukan singgel pertama
kalinya yang saya dengar itu "Cinta Melulu". Prasangka
sentimentil yang tertuju pada band pop lokal yang "begitu-begitu aja",
akhirnya tertampar balik saat kami menyimak sesi liriknya. Simak bait seperti ini: "Apa memang karena kuping Melayu / Suka
mendayu-mendayu". Atau yang lebih telak lagi: "Atas nama pasar
semuanya begitu klise/banal". Woho, sindiran keras untuk band
apapun di
alam semesta yang "menjual dirinya" pada industri musik.
Singgungan serupa juga tersirat di tembang "Jatuh Cinta itu Biasa Saja".
Bahwasanya, bila sepasang insan menjalin asmara itu lumrah, jadi ngga usah lebay lah.
Apalagi sampai dramatisir seperti elegi band-band pop cengeng. Dan masih banyak pesan masif
(non-cinta)
lainnya yang itu semua ada di album pertama ERK. Yah, setidaknya
sedikit flashback mengapa saya ingin simak ERK. Maka wajar bila
band ini sempat diperbincangkan di scene indie, khususnya pop. Karena
ERK memang band pop yang esensial.
Bagi yang sudah simak album pertama ERK, tentu kami mengharapkan
ekspektasi lebih di album barunya "Kamar Gelap". Singgel
pertama dari album ini "Kenalakan Remaja di Era Informatika".
Dengan nada riang & centil, lagu ini seakan mencubit kawula muda atas
maraknya penyebaran
video-video cabul melalui handphone.
Namun singgel
tersebut bukan indentitas tepat untuk musik ERK yang lebih dikenal pop "gelap".
Setidaknya lagu tersebut menunjukan karya ERK kini lebih ekstrovert dibanding album pertma yang
introvert. Kualitas suara instrumen & vokal pun lebih baik.
Lagu pertama membius paling
lama, durasi mendekati 7 menit. Beberapa trak gelap seperti "Lagu Kesepian", "Jangan
Bakar Buku", "Kamar Gelap" sudah cukup membuat saya terbuai. Kekuatan lirik ERK masih
dipertahankan yang memotret kondisi sosial sekitar.
Untuk penggarapan kover "Kamar
Gelap", ERK
berkola-borasi dengan salah satu fotografer Jogjakarta, Angki Purbandono. Dengan kemasan digipack
cd, tersedia 6 lembar postcard yang setiap sisinya merupakan foto artistik
representasi 12 lagu ERK versi Angki. Plus secarik lipatan kertas berisi
lirik. Saya justru tertarik karya Angki di
sisi inlay kover bergambar sebuah wajah yang membuat orang me-reka-reka
pertama kali melihatnya. Namun, bila kalian perhatikan secara detil,
rupa itu
adalah
gabungan ketiga personil ERK. Jadi, wajah itu bukanlah dari Cholil, Adrian,
atau Akbar. Tapi itulah wajah Efek Rumah Kaca. Woho... mantap!
Rasanya, tidak
berlebihan bila saya memuji album ini "keren". Saya simak Efek Rumah Kaca!
posted: April 09.
DEADSQUAD - Horror VisionCD
(ROTTREVORE Records, 2009)
Tracklist:
1. Pasukan Mati
2. Dimensi Keterasingan
3. Sermon of Deception
4. Dominasi Belati
5. Hiperbola Dogma Monoteis
6. Manufaktur Replika Baptis
7. Arise (Sepultura cover)
8. Horror Vision
God
blast!!! Akhirnya kami menemukan lagi
mahakarya baru yang nantinya menjadi klasik. Memang, DEADSQUAD (DS)
boleh tergolong "newcomer" di scene death metal. Namun bila
sebuah band terdiri dari formasi talenta tinggi, apa kalian siap
menandingi???
Yah, walau ada saja olokan pada band ini dengan sebutan "death metal seleb",
puufff! Mungkin
karena 2 pusaka gitarnya itu dipegang
oleh 2 musisi famous Indonesia, yaitu: Stevie Item (ANDRA
& The BACKBONE) dan Coki Bollemeyer (NETRAL). Ah, kami sih ngga
peduli yang namanya formalitas selama punya "jari tengah".
Mari singkirkan pandangan-pandangan sentimentil sempit,
dan coba menilai objektif. Kalo memang sebuah band layak untuk dipuji, ya puji saja.
Begitupun kami memuji band ini. Harusnya,
"kalian" bangga dong kalo ternyata dibalik musisi-musisi
cengeng Indonesia masih ada memiliki karya yang jauh dari anggapan cemen.
Simak bagaimana Stevie mendominasi rancangan
lagu
yang kejam & brutal. Kalau dalam strategi
perang, lima pasukan mati
dari barak kegelapan ini seperti maju terus pantang mundur. Hampir di
setiap lagunya menghindari refrain.
Coba renung sejenak, bila hidung kalian terus dihajar tanpa diberi
kesempatan untuk bernapas... Woho!!! Pasti nonjok
segernya! Hehehe.
Layaknya band
teknikal yang sarat komposisi njlimet namun tertata rapi. Ritme-nya
pun diukir dengan sayatan melodi yang indah dari jurus-jurus mahir
kedua gitarisnya secara
bergantian. Hingga mampu meyelipkan part jazzy atau solo klasik tanpa
terdengar "maksa". Brilian!
Kehadiran DS kembali
mengingatkan saya pada sensasi pertama kali mendengar SIKSAKUBUR
album "Eye Cry". Hey, saya tidak bilang sama musiknya tapi
sensasinya, you stupid! Entah hanya suges (atau mungkin ada benarnya) karena
pada kursi dram dijabat oleh mantan
dramer sekaligus pendiri SK itu.
Sedang tema yang diangkat
tentang kegelapan,
nihilis, teologis, dengan guratan vokal tipikal rough. Saya lebih
tertarik dengan lirik-lirik bahasa Indonesia yang dikemas metafor sarkas. Ini pun
juga mengingatkan saya
pada band FORGOTTEN dengan liriknya yang terkenal sarkastis.
Album yang awalnya berniat
EP dirilis tepat saat DS menjadi band pembuka godz of pure American
metal LAMB OF GOD pada 9 Maret kemarin. Tentu itu sangat
membantu pada reputasi mereka. Dari 8 lagu yang terampung, terdapat 1
lagu kover
"Arise" yang sejatinya milik tuhan thrash metal SEPULTURA.
Entah alasan apa yang membuat DS mendaur lagu tersebut dalam versi death
metal, tetap saja ngga representatif. Kalau memang ingin menganggap
sebagai
tribut, simpan saja di rilisan lain seperti kompilasi atau album tribut,
gituh.
Nilai minusnya buat saya ada pada grafis
sampul. Dari
musikal yang dirancang luar biasa hanya dikemas dengan kover yang sangat-sangat biasa,
bila tidak ingin disebut jelek. Itulah mengapa saya masih enggan memberi
5 bintang pada resensi ini. Namun bila kalian tipikal yang peduli esensi, tentunya
secarik sampul
bukan pertim-bangan penting. Dan ROTTREVORE sebagai label
death metal eksklus**t kemungkinan bakal menang banyak, setelah punya
SIKSAKUBUR dan FORGOTTEN hehehe...
Tanpa menghasut
kalian untuk menjadi musrik, tapi percayalah saya... Ini rilisan death metal
terbaik 2009!
posted:
Maret 09.
V/A SYNCHRONIZE - Session OneCD
(DEMAJORS, 2009)
Tracklist:
1. Santamonica -Bobsessed
2. Soulvibe - Go Fast for Your Soul
3. Mocca - Lucky Me
4. Sore - Hitman
5.
White Shoes & The Couples Company - Topstar
6. Zeke & The Popo - Manderlay
7. Aditya - Love Will Find You
8. Efek Rumah Kaca - Jatuh Cinta itu Biasa Saja (Altillery)
9. Anda - Sebuah Pesan
10. Pure Saturday - Tutur Gelap
11. Agrikulture - The Last Chorus of...
12.
Ape On The Roof -
Psssh!
13. Sister Duke -
Wanna Make (Remix)
Pada dasarnya, SYNCHRONIZE merupakan acara
regular setiap bulan di Plaza Indonesia Entertainment X'nter (atau biasa
disebut Plaza "eX") yang menampilkan band-band indie
pilihan. Dalam rangka merayakan "hari jadi" eX yang ke-5 tahun,
SYNCHRONIZE hadir dalam format festival selama 3 hari berturut-turut (13, 14,
15 Februari 2009) sekaligus meluncurkan kompilasi cd SYNCHRONIZE
"Session One" ini. Baik acara maupun kompilasinya,
SYNCHRONIZE dimeriahkan oleh 13 musisi indie kenamaan di tanah
air, yaitu:
APE ON The ROOF, MOCCA, ZEKE And The POPO, EFEK RUMAH KACA, SISTER DUKE,
ADITYA, SORE, WHITE SHOES & The COUPLE COMPANY, PURE SATURDAY,
SANTAMONICA, ANDA, SOULVIBE, AGRIKULTURE.
Dengan
kemasan digipack yang terlihat tebal, saya kira kompilasi ini berisi
dobel cd. Ternyata cuma 1 cd saja, ditambah sebuah booklet serta tumpukan 13 postcard
masing-masing band, lengkap dengan seluruh tanda tangan personil (versi cetakan tentunya-red). Pokoknya
secara packaging sudah memuaskan dahaga. Sayangnya, kredit titel di booklet hanya sekelumit info band/artis tanpa
melampirkan
liriknya. Padahal setiap musisi yang berpartisipasi menghadirkan satu lagu baru atau versi remix
yang tidak terdapat dalam album masing-masing band. Singkatnya, eksklusif
lah!
Kompilasi pun juga dicetak sangat terbatas, 1000 kopi only.
Bahkan, untuk mendapatkannya kalian harus mengunjungi plaza eX yang terletak di kawasan Thamrin,
Jakarta dan tanyakan pada
Information desk eX lantai 1. Semoga saja belum kehabisan.
Well, mungkin ada
baiknya bila proyek kompilasi bagus DEMAJORS ini dirilis secara nasional.
Jadi, penikmat indie dimanapun bisa merasakan suguhan yang mantap ini.
Titel "Session One" menandakan kalau kompilasi ini bersifat periodikal, artinya akan ada sesi-sesi
selanjutnya. Yes, kita tunggu saja!
posted:
Februari 09.
TESTAMENT
- The Formation of Damnation CD
(CSA
Records/NUCLEAR BLAST, 2008)
Tracklist:
1. For the Glory of…
2. More Than Meets the Eye
3. The Evil Has Land
4.
The Formation of Damnation
5. Dangers of the Faithless
6. The Persecuted Won’t Forget
7. Henchmen Ride
8. Killing Season
9. Afterlife
10. F.E.A.R.
11. Leave Me Forever
Yang namanya ben legendaris bakal tetap punya
tempat di hati fans-nya. Namun, ngga menjamin setiap rilisannya tetap
bermutu tinggi. Band sebesar Metallica aja pernah
mengalami masa anjlok lewat beberapa album terakhirnya. Lalu, bagaimana
dengan
Testament lewat album terbaru "The Formation of Damnation" (FoD)? Apalagi mereka sempat rehat 7 tahun dari
album sebelumnya, "First Strike Still Deadly" (2001)...
Rasa kekhawatiran tersebut
boleh kalian buang jauh-jauh. Buktinya Testament tetap menyajikan karya
yang masterpiece. Sebagai refrensi pelekat, majalah metal dunia METAL HAMMER pernah menasbihkan album
FoD ini sebagai "album of the year" pada 2008. Eits! Sekarang udah 2009 ya?!
hehehe… Maklum, promosinya juga telat.
Untuk mengintisarikannya, FoD adalah hantaran kalian
menuju revival thrash/heavy metal '80-an. Fenomenalnya lagi, di
album FoD Testament hadir dengan format klasik. Kembalinya Alex Skolnick
yang menjabat pada
solo-solo melodius. Sementara Eric Peterson masih memberi warna
kental riff-riff yang thrashy, juga catchy. Meski komposisinya
juga mengingatkan kami pada album-album awal Metallica. Terutama karakter vokal Chuck Billy yang membuatnya
dibanding-bandingkan dengan James Hetfield (vokalis Metallica). Namun varian vokal Chuck juga dihadirkan pada
trak ke-4 (yang judulnya sama seperti titel album ini), dengan teknik growl
sebagaimana pernah ia lakukan pada album "The Gathering" (1999).
Untuk memaksimalkan rekaman
Testament yang ke-12 ini,
proses mixing ditangani oleh Andy Sneap (Machine Head, Cradle Of Filth, Trivium,
dll).
Selain mengemas musikal yang serius, wacana yang dituangkan
juga
sama
seriusnya. Seperti lagu "The Evil Has Landed", adalah gambaran menakutkan atas
runtuhnya menara kembar WTC akibat serangan teroris pada 2001 silam.
Kemudian "Killing Season" yang merupakan refleksi mereka akan
kejamnya perang. Lagu ini terinspirasi dari komunikasi mereka dengan
prajurit Amerika di medan perang. Maka, bolehlah
kami percaya kalau penjualan album ini (kabarnya) juga didonasikan untuk Greenpeace.
Wow, esensial!
Seharusnya
band yang terbentuk sejak 1983 ini punya planning terbang ke Indonesia
pada September
2008 lalu. Sayang, jadwal tersebut mesti di-skip dulu. Tapi kalian masih bisa bermabuk dengan
album FoD yang
dirilis ulang format cd oleh CSA Records sebagai pemegang lisensi resmi
NUCLEAR BLAST di Indonesia.
posted:
Februari 09.
MALEVOLENT
CREATION - Doomsday X CD
(CSA Records/NUCLEAR BLAST, 2008)
Tracklist:
1. Cauterized
2. Culture of Doubt
3. Deliver My Enemy
4.
Archaic
5. Buried in a Nameless Grave
6. Dawn of Defeat
7. Prelude to Doomsday
8. Upon Their Cross
9. Strength in Numbers
10. Hollowed
11. Unleash Hell
12. Bio-Terror
Nah,
yang satu ini masih sepaket dengan rilisan CSA Record di atas yang juga lisensi
NUCLEAR BLAST. Masih sama-sama band legendaris, dan sama-sama…metal!!!
"Doomsday X"
adalah sebuah album pembuktian eksistensi. Meski sudah larut selama
2 dekade, MALEVOLENT CREATION (MC) masih mampu
menajamkan taringnya. Seperti halnya Testament yang hadir dengan format klasik,
di album ke-10 ini MC juga menghadirkan kembali "si anak hilang" Brett
Hoffman (vokal), serta Dave Culross (dram) dan Jason
Blachowitz (bass) yang pernah mengisi posisi yang sama di album-album
MC era 90-an.
"Doomsday X" masih memiliki ciri khas death metal murni
yang dibalut blasting dram.
Trak pertama "Cauterized" membuka dengan tempo yang
thrasy dan mulai di part tengah lagu sang dramer menghentak dengan
agresifnya.
Perlakuan yang sama pada lagu-lagu lain, Culross mantan dramer
SUFFOCATION ini seringkali menyemburkan hyperblast secara membabi
buta serta gedikan dopel pedalnya yang rapat. Ancungan jempol layak dikedepankan mengingat para 'orang tua' ini
dengan umurnya mendekati 50 tahun masih
mengandalkan tempo cepat. Simak komposisi agresifnya di lagu "Archaic".
Gitaris tamu Mick
Thompson dari SLIPKNOT juga hadir mengisi solo ke-2
lagu "Deliver my Enemy". Selain itu, di lagu terakhir "Bio-Terror"Kyle Symons turut berpatisipasi pada paduan vokal. Kyle adalah
vokalis MC pengganti Brett yang hengkang setelah album "Envenomed"
(2000). Album yang berisi 12 lagu
ini juga
dilengkapi
sebuah lagu instrumental, "Prelude to Doomsday" dengan lengkingan gitar
yang
menghantui di sana-sini. So, bila anda seorang fanatis scene Floridan
death metal dan masih mencari 'blue print' dari kejayaan death metal
awal 90-an, maka album "Doomsday X" jawabannya.
Hey,
kabar bagus buat kalian death metal maniac... Kalo Testament telah saja membatalkan tur-nya ke Indonesia,
justru MC telah siap merancangkan tur-nya ke Indonesia pada 21 & 22 Maret 2009.
So, segeralah menabung untuk menyaksikan mereka. Dan juga, dapatkan CD
mereka ini supaya kalian nanti bisa singalong bersama
petuah-petuah metal itu.
posted:
Februari 09.
FALL OUT BOY - Folie à Deux CD
(ISLAND,
2008)
Di
saat-saat ingin menikmati sebuah album baru dari band favorit, tentunya
kita akan berharap "lebih" (bahkan berlebihan) dari album-album
sebelumnya. Namun gimana bila hasrat itu terbayar dengan rasa "biasa"...?
Dan, begitulah kesan saya saat menyimak 13 lagu di
album baru FALL OUT BOY (FOB), "Folie à Deux".
Mood saya bertempo datar-datar saja. Hey, saya memilih kata "biasa" bukan berarti lagu-lagu baru FOB itu ngga bagus alias jelek.
Mungkin itu
mispersepsi sampean aja... Setelah disimak berulang kali, rasanya
mulai membaik. Hanya, pesonanya tidak seperti saya mendapati
single-single di "Infinity on High" (2007) atau "From Under
the Cork Tree" (2005).
Single pertama dari album ini,
"I Don’t
Care" mengingatkan saya pada model lagu Marilyn Manson. Apalagi bila
hidup kalian diberi kesempatan mendengarkan versi Machine Shop remix-nya...wahh,
klop banget! Tapi gimana dengan "What a Catch, Donnie"
yang bernada pop sendu?
Dan biasanya,
yang model-model begini bakal menjadi "hit" nantinya. (Mengingat mereka
berada
dalam kubangan industri musik.) Di akhir part lagu ini beberapa vokalis
tamu turut menyanyikan beberapa bait single-single terdahulunya. Sedangkan
vokalis tamu
Brendon Urie (Panic At The Disco) yang pernah mengisi di salah satu
lagu "From Under..." mendapat kehormatan untuk mengisi
(lagi) di lagu "20 Dollar Nose Bleed". Tapi,
lagu ini juga mengingatkan saya
dengan konsep barunya PATD yang bernuansa ala The Beatles itu.
Well, setiap
band tentu berusaha menunjukan progresnya pada setiap materi terbaru. Hanya
saja untuk FOB kali ini saya tidak menemukan dimana letaknya. Kecuali
gaya
lirikal yang masih terkemas unik & sarkastik. Kalau sudah
hardcore mereka menjadi glamour, setidaknya saya bisa enjoy
dengan bagian
rock-nya. Tapi bila itu semua telah pudar, baiknya saya mencari stuff
lain untuk didengar.
Di akhir
kesimpulan, saya hanya teringat ungkapan icon band ini (sang
bassis), Pete Wenz; "Saya tak berjudi dengan uang, tapi dengan
band saya". Yahh kita lihat saja nanti, apa FOB bakal menang banyak atau jatuh bangkrut.
posted:
December 08.
BEHEMOTH
- Ezkaton [EP] CD
(METAL BLADE
Records,
2008)
Band
black metal tertua di Polandia ini hampir tiap tahunnya merilis rekaman
-meski beberapa hadir dalam kemasan EP (baca: mini album yang hanya
menghadirkan beberapa lagu baru, ditambah lagu-lagu cover atau
live). Namun bayangkan, bila band ini sudah terbentuk 1991 silam,
sudah berapa banyak daftar diskografinya berjejer?! Bahkan (sekitar)
sebulan sebelum EP ini diedarkan
METAL BLADE Recs, BEHEMOTH baru saja merilis album live
"At the Arena ov Aion (Live Apostasy)" oleh REGAIN Recs
pada 16 Oktober kemarin.
Di EP ini hanya tersedia satu lagu baru "Qadosh",
versi (rekaman) baru "Chant For Ezkaton 2000 e.v.", serta 2 lagu
cover (dari
MASTERS HAMMER"Jama Pekel" dan RAMONES"I'm Not
Jesus"), ditambah 3 live songs saat mereka show di
Belanda. [Kira-kira materi show BEHEMOTH di Indonesia bakal dijadiin
bonus rilisan selanjutnya ngga ya?! -red]
Yang membuat saya curious pada EP ini hanyalah cover song
RAMONES. Gimana jadinya sebuah band turbo black metal harus menyadur
ulang lagu band punk rock legendaris New York itu. Kontroversial sekali
terdengarnya bukan?! Namun tidak bila alasan Nergal cs. mengkover lagu
ini berasaskan sisi lirikal yang rebel & gelap. Hasilnya, secara
musikal BEHEMOTH seperti memainkan band-band old hardcore/punk NYC dengan
sound yang modern. Yah, rekaman 27 menitan ini rasanya lumayan, meski tak
banyak materi baru bisa dinikmati.
posted November 08.
MISERY INDEX
- Traitors
CD
(RELAPSE
Records,
2008)
Maryland's death/grinder troops return! Emang ngga bisa disangkal
lagi, band sempalan DYING FETUS ini terus menghadirkan karya-karya
terbaiknya. Terbukti, hampir setiap rilisannya penuh pujian-pujian masif
dari para reviewer dimanapun berada. Setelah merilis EP "Hang
'em High" dan split CDEP dengan MUMAKIL tahun kemarin, pada
30 September 2008 MISERY INDEX (MI) kembali mempersembahkan album (penuh)
ketiganya yang (masih) dirilis RELAPSE Records. Album kali ini
berisi 11 lagu dalam durasi 37 menitan. Masih meramu antara death metal
dengan
grinding parts, dibalut dengan elemen-elemen groovy dari hardcore.
Trak pertama "We Never Come in Peace" dimulai sebagai prelude
menuju lagu selanjutnya, "Theocracy". Di akhir sesi
"Theocracy" MI coba membius dengan sayatan-sayatan melodius ala The
Black Dahlia Murder. Ada satu lagu rekaman ulang, "Ruling Class
Cancelled" dengan beking vokal Tomas Lindberg
(ex-AT THE GATES). Sementara di lagu kedelapan "The Arbiter",
elemen punknya lebih kuat yang part awal lagu ini mengingatkan
saya pada single MI terdahulu "The Great Depression"
di album pertama "Retaliate" (Nuclear Blast, 2003). Sedang
di urutan kesepuluh, "Thrown Into the Sun" adalah lagu
MI yang
paling bertempo lambat.
Sebenarnya, tak ada sesuatu "yang baru" dalam
album baru MI. Beberapa instrumen sejenis pernah terjadi di
rilisan-rilisan MI sebelumnya. Harusnya, saya bisa merasakan sensasi
lebih seperti pertama kali mendengar album "Discordia"
(Relapse, 2006). Bahkan kalau boleh memilih, saya masih menjagokan
album keduanya itu. Yah, setidaknya pada sound rekaman kali ini memang
lebih "ideal" untuk karakter musik MI. Itu semua berkat campur tangan
Kurt Ballou (CONVERGE) dalam menangai hal engineering
sekaligus produser bagi album "Traitors". Di wilayah
lirik, Jason Netherton cs. masih mengkritisi soal kebobrokan
sistem dan pemerintahan yang disampaikan lugas dan keras. Sampul
artworknya aja sudah merepresentasikan dengan kuat.
Sebagai koleksi tambahan, selain merilis album baru, MI juga merilis
album digital "Dead Sam Walking" (yahh, bisa dibilang album
b-sides & rare tracks gitulah-red) berformat mp3 yang
HANYA bisa kamu dapati lewat
iTunes. Informasi detilnya, kunjungi langsung
myspace
atau
situs resmi
MI.
posted: Oktober
08.
Avenged Sevenfold
- Live in the LBC/Diamonds in the Rough
DVD/CD
(WARNER BROS Records, 2008)
WARNER
BROS Records lagi-lagi memberi "kejutan" dari rockers muda
California, Amerika Avenged
Sevenfold
(A7X). Album yang dirilis 16 September kemarin terdapat 2 keping CD.
Yang pertama format DVD berisi konser A7X di LBC (Long Beach, CA), dan
satunya lagi CD audio "Diamonds in the Rough" yang berisi
lagu-lagu rare
& bonus. Makanya kedua titel rilisan ini digabung. Lebih detilnya,
mari kita telusuri satu persatu.
Sebelumnya, A7X pernah merilis DVD "All Excess"
tahun lalu yang
berkonten dokumenter selama karir A7X ditambah 4 lagu live performance-nya. Tapi DVD kali ini adalah
full video pertama konser A7X yang dishoot pada Maret 2008.
Tentunya footage dipilih dari shownya yang paling heboh, paling
seru, serta selling points lainnya. Mungkin bila saya
prediksikan, sekitar 10.000 penonton (atau lebih) berjubal di konser LBC
ini. Lagu "Critical Acclaim" membuka pertunjukan, dengan
dentingan piano nuansa gothic di part awal lagunya. Editing gambar yang profesional membuat video ini terasa nyaman untuk terus disimak.
Well, kalau boleh komentar, konser A7X ini sebenarnya standar saja,
layaknya sebuah konser band rock/heavy metal pada umumnya. Stylenya pun tak
banyak mencolok kecuali heavy tattoos para personilnya yang nge-rock
bangget. Apalagi gitaris kidal Zacky yang memakai kemeja putih
dengan pasangan celana panjang hitam plus dasi kupu-kupunya, malah
kelihatan mirip OB (office boy-red) hahaha.
Penampilan yang paling sensasional di konser ini ada di lagu kelima,
"Scream"
yang menampilkan para penari erotis dengan busana pakaian dalam. Wow! Bila
saya yang menyaksikan langsung, tentu pertunjukan ini yang paling
berkesan buat saya.
Oh ya, mereka juga mengcover lagu "Walk" milik band heavy metal
legendaris PANTERA. Di sesi lagu ini vokalis M. Shadow
meminta salah satu penonton naik ke panggung untuk menyanyikannya. Dari
12 lagu yang dipersembahkan, setlist lagu lebih didominasi dari
materi
"City of Evil" (2005) dan "Avenged Sevenfold" (2007). Kecuali
lagu "Unholy Confessions" yang satu-satunya dicomot dari
"Waking the Fallen" (2003). Sampai akhirnya pentas ditutup lewat "A
Little Piece of Heaven", sebuah lagu yang berelemen broadway show
tunes lengkap dengan brass section serta orkestranya. Mengagumkan!
Sehabis menyaksikan video konser yang berdurasi 66 menitan, kamu juga
bisa menikmati CD rekaman. Format CD ini bukanlah versi audio dari live
A7X di LBC, melainkan rekaman lagu-lagu baru mereka -yang rumornya CD
ini dianggap album ke-5 A7X (total 11 lagu). Track pertama "Demons"
adalah representasi yang keren dari 7 lagu barunya. Materi baru masih
follow up dari kedua album sebelumnya yang membuat band ini
sukses di wilayah mainstream. Sisanya, ada 2 cover songs dari
IRON MAIDEN ("Flash of the Blade") dan PANTERA ("Walk").
Sedangkan 2 lagu terakhir ("Almost Easy" [Cla mix] dan
"Afterlife" [Alternate version]) sudah ada dalam album "Avenged
Sevenfold"
(2007). So, kurang apalagi...tambahkan rilisan ini sebagai
koleksi kalian.