RECOMMENDED GET The STUFF  DOWNLOAD  STREAMING BURN BABY BURN!

 CATEGORIES

back to menu
 

Buat band/record/label kirimkan rilisan/ produk kalian untuk kami resensi di sini.

EFEK RUMAH KACA - Kamar Gelap CD

(AKSARA Records, 2008)

 

Tracklist:

1. Tubuhmu Membiru… Tragis
2. Kau dan Aku Menuju Ruang Hampa
3. Mosi Tidak Percaya
4. Lagu Kesepian
5. Hujan Jangan Marah
6. Kenalakan Remaja di Era Informatika
7. Menjadi Indonesia
8. Kamar Gelap
9. Jangan Bakar Buku
10. Banyak Asap di Sana
11. Laki-Laki Pemalu
12. Balerina

Mungkin saya tidak akan simak EFEK RUMAH KACA (ERK) bila bukan singgel pertama kalinya yang saya dengar itu "Cinta Melulu". Prasangka sentimentil yang tertuju pada band pop lokal yang "begitu-begitu aja", akhirnya tertampar balik saat kami menyimak sesi liriknya. Simak bait seperti ini: "Apa memang karena kuping Melayu / Suka mendayu-mendayu". Atau yang lebih telak lagi: "Atas nama pasar semuanya begitu klise/banal". Woho, sindiran keras untuk band apapun di alam semesta yang "menjual dirinya" pada industri musik.

Singgungan serupa juga tersirat di tembang "Jatuh Cinta itu Biasa Saja". Bahwasanya, bila sepasang insan menjalin asmara itu lumrah, jadi ngga usah lebay lah. Apalagi sampai dramatisir seperti elegi band-band pop cengeng. Dan masih banyak pesan masif (non-cinta) lainnya yang itu semua ada di album pertama ERK. Yah, setidaknya sedikit flashback mengapa saya ingin simak ERK. Maka wajar bila band ini sempat diperbincangkan di scene indie, khususnya pop. Karena ERK memang band pop yang esensial.

Bagi yang sudah simak album pertama ERK, tentu kami mengharapkan ekspektasi lebih di album barunya "Kamar Gelap". Singgel pertama dari album ini "Kenalakan Remaja di Era Informatika". Dengan nada riang & centil, lagu ini  seakan mencubit kawula muda atas maraknya penyebaran video-video cabul melalui handphone.

Namun singgel tersebut bukan indentitas tepat untuk musik ERK yang lebih dikenal pop "gelap". Setidaknya lagu tersebut menunjukan karya ERK kini lebih ekstrovert dibanding album pertma yang introvert. Kualitas suara instrumen & vokal pun lebih baik.

Lagu pertama membius paling lama, durasi mendekati 7 menit. Beberapa trak gelap seperti "Lagu Kesepian", "Jangan Bakar Buku", "Kamar Gelap" sudah cukup membuat saya terbuai. Kekuatan lirik ERK masih dipertahankan yang memotret kondisi sosial sekitar.

Untuk penggarapan kover "Kamar Gelap", ERK berkola-borasi dengan salah satu fotografer Jogjakarta, Angki Purbandono. Dengan kemasan digipack cd, tersedia 6 lembar postcard yang setiap sisinya merupakan foto artistik representasi 12 lagu ERK versi Angki. Plus secarik lipatan kertas berisi lirik. Saya justru tertarik karya Angki di sisi inlay kover bergambar sebuah wajah yang membuat orang me-reka-reka pertama kali melihatnya. Namun, bila kalian perhatikan secara detil, rupa itu adalah gabungan ketiga personil ERK. Jadi, wajah itu bukanlah dari Cholil, Adrian, atau Akbar. Tapi itulah wajah Efek Rumah Kaca. Woho... mantap!

Rasanya, tidak berlebihan bila saya memuji album ini "keren".  Saya simak Efek Rumah Kaca!

posted: April 09.

DEADSQUAD - Horror Vision CD

(ROTTREVORE Records, 2009)

 

Tracklist:
1. Pasukan Mati
2. Dimensi Keterasingan
3. Sermon of Deception
4. Dominasi Belati
5. Hiperbola Dogma Monoteis
6. Manufaktur Replika Baptis
7. Arise (Sepultura cover)
8. Horror Vision

God blast!!! Akhirnya kami menemukan lagi mahakarya baru yang nantinya menjadi klasik. Memang, DEADSQUAD (DS) boleh tergolong "newcomer" di scene death metal. Namun bila sebuah band terdiri dari formasi talenta tinggi, apa kalian siap menandingi???

Yah, walau ada saja olokan pada band ini dengan sebutan "death metal seleb", puufff! Mungkin karena 2 pusaka gitarnya itu dipegang oleh 2 musisi famous Indonesia, yaitu: Stevie Item (ANDRA & The BACKBONE) dan Coki Bollemeyer (NETRAL). Ah, kami sih ngga peduli yang namanya formalitas selama punya "jari tengah". Mari singkirkan pandangan-pandangan sentimentil sempit, dan coba menilai objektif. Kalo memang sebuah band layak untuk dipuji, ya puji saja. Begitupun kami memuji band ini. Harusnya, "kalian" bangga dong kalo ternyata dibalik musisi-musisi cengeng Indonesia masih ada memiliki karya yang jauh dari anggapan cemen.

Simak bagaimana Stevie mendominasi rancangan lagu yang kejam & brutal. Kalau dalam strategi perang, lima pasukan mati dari barak kegelapan ini seperti maju terus pantang mundur. Hampir di setiap lagunya menghindari refrain. Coba renung sejenak, bila hidung kalian terus dihajar tanpa diberi kesempatan untuk bernapas... Woho!!! Pasti nonjok segernya! Hehehe.

Layaknya band teknikal yang sarat komposisi njlimet namun tertata rapi. Ritme-nya pun diukir dengan sayatan melodi yang indah dari jurus-jurus mahir kedua gitarisnya secara bergantian. Hingga mampu meyelipkan part jazzy atau solo klasik tanpa terdengar "maksa". Brilian!

Kehadiran DS kembali mengingatkan saya pada sensasi pertama kali mendengar SIKSAKUBUR album "Eye Cry". Hey, saya tidak bilang sama musiknya tapi sensasinya, you stupid! Entah hanya suges (atau mungkin ada benarnya) karena pada kursi dram dijabat oleh mantan dramer sekaligus pendiri SK itu.

Sedang tema yang diangkat tentang kegelapan, nihilis, teologis, dengan guratan vokal tipikal rough. Saya lebih tertarik dengan lirik-lirik bahasa Indonesia yang dikemas metafor sarkas. Ini pun juga mengingatkan saya pada band FORGOTTEN dengan liriknya yang terkenal sarkastis.

Album yang awalnya berniat EP dirilis tepat saat DS menjadi band pembuka godz of pure American metal LAMB OF GOD pada 9 Maret kemarin. Tentu itu sangat membantu pada reputasi mereka. Dari 8 lagu yang terampung, terdapat 1 lagu kover "Arise" yang sejatinya milik tuhan thrash metal SEPULTURA. Entah alasan apa yang membuat DS mendaur lagu tersebut dalam versi death metal, tetap saja ngga representatif. Kalau memang ingin menganggap sebagai tribut, simpan saja di rilisan lain seperti kompilasi atau album tribut, gituh.

Nilai minusnya buat saya ada pada grafis sampul. Dari musikal yang dirancang luar biasa hanya dikemas dengan kover yang sangat-sangat biasa, bila tidak ingin disebut jelek. Itulah mengapa saya masih enggan memberi 5 bintang pada resensi ini. Namun bila kalian tipikal yang peduli esensi, tentunya secarik sampul bukan pertim-bangan penting. Dan ROTTREVORE sebagai label death metal eksklus**t kemungkinan bakal menang banyak, setelah punya SIKSAKUBUR dan FORGOTTEN hehehe...

Tanpa menghasut kalian untuk menjadi musrik, tapi percayalah saya... Ini rilisan death metal terbaik 2009!

posted: Maret 09.

V/A SYNCHRONIZE - Session One CD

(DEMAJORS, 2009)

 

Tracklist:
1. Santamonica -Bobsessed

2. Soulvibe - Go Fast for Your Soul
3. Mocca - Lucky Me
4. Sore - Hitman

5. White Shoes & The Couples Company - Topstar
6. Zeke & The Popo - Manderlay
7. Aditya - Love Will Find You
8. Efek Rumah Kaca - Jatuh Cinta itu Biasa Saja (Altillery)
9. Anda - Sebuah Pesan
10. Pure Saturday - Tutur Gelap
11. Agrikulture - The Last Chorus of...
12.
Ape On The Roof - Psssh!

13. Sister Duke - Wanna Make (Remix)

Pada dasarnya, SYNCHRONIZE merupakan acara regular setiap bulan di Plaza Indonesia Entertainment X'nter (atau biasa disebut Plaza "eX") yang menampilkan band-band indie pilihan. Dalam rangka merayakan "hari jadi" eX yang ke-5 tahun, SYNCHRONIZE hadir dalam format festival selama 3 hari berturut-turut (13, 14, 15 Februari 2009) sekaligus meluncurkan kompilasi cd SYNCHRONIZE "Session One" ini. Baik acara maupun kompilasinya, SYNCHRONIZE dimeriahkan oleh 13 musisi indie kenamaan di tanah air, yaitu: APE ON The ROOF, MOCCA, ZEKE And The POPO, EFEK RUMAH KACA, SISTER DUKE, ADITYA, SORE, WHITE SHOES & The COUPLE COMPANY, PURE SATURDAY, SANTAMONICA, ANDA, SOULVIBE, AGRIKULTURE.

Dengan kemasan digipack yang terlihat tebal, saya kira kompilasi ini berisi dobel cd. Ternyata cuma 1 cd saja, ditambah sebuah booklet serta tumpukan 13 postcard masing-masing band, lengkap dengan seluruh tanda tangan personil (versi cetakan tentunya-red ). Pokoknya secara packaging sudah memuaskan dahaga. Sayangnya, kredit titel di booklet hanya sekelumit info band/artis tanpa melampirkan liriknya. Padahal setiap musisi yang berpartisipasi menghadirkan satu lagu baru atau versi remix yang tidak terdapat dalam album masing-masing band. Singkatnya, eksklusif lah! Kompilasi pun juga dicetak sangat terbatas, 1000 kopi only. Bahkan, untuk mendapatkannya kalian harus mengunjungi plaza eX yang terletak di kawasan Thamrin, Jakarta dan tanyakan pada Information desk eX lantai 1. Semoga saja belum kehabisan.

Well, mungkin ada baiknya bila proyek kompilasi bagus DEMAJORS ini dirilis secara nasional. Jadi, penikmat indie dimanapun bisa merasakan suguhan yang mantap ini. Titel "Session One" menandakan kalau kompilasi ini bersifat periodikal, artinya akan ada sesi-sesi selanjutnya. Yes, kita tunggu saja!

posted: Februari 09.

TESTAMENT - The Formation of Damnation CD

(CSA Records/NUCLEAR BLAST, 2008)

 

Tracklist:

1. For the Glory of…

2. More Than Meets the Eye

3. The Evil Has Land

4. The Formation of Damnation

5. Dangers of the Faithless

6. The Persecuted Won’t Forget

7. Henchmen Ride

8. Killing Season

9. Afterlife

10. F.E.A.R.

11. Leave Me Forever

 

Yang namanya ben legendaris bakal tetap punya tempat di hati fans-nya. Namun, ngga menjamin setiap rilisannya tetap bermutu tinggi. Band sebesar Metallica aja pernah mengalami masa anjlok lewat beberapa album terakhirnya. Lalu, bagaimana dengan Testament lewat album terbaru "The Formation of Damnation" (FoD)? Apalagi mereka sempat rehat 7 tahun dari album sebelumnya, "First Strike Still Deadly" (2001)...

Rasa kekhawatiran tersebut boleh kalian buang jauh-jauh. Buktinya Testament tetap menyajikan karya yang masterpiece. Sebagai refrensi pelekat, majalah metal dunia METAL HAMMER pernah menasbihkan album FoD ini sebagai "album of the year" pada 2008. Eits! Sekarang udah 2009 ya?! hehehe… Maklum, promosinya juga telat.

Untuk mengintisarikannya, FoD adalah hantaran kalian menuju revival thrash/heavy metal '80-an. Fenomenalnya lagi, di album FoD Testament hadir dengan format klasik. Kembalinya Alex Skolnick yang menjabat pada solo-solo melodius. Sementara Eric Peterson masih memberi warna kental riff-riff yang thrashy, juga catchy. Meski komposisinya juga mengingatkan kami pada album-album awal Metallica. Terutama karakter vokal Chuck Billy yang membuatnya dibanding-bandingkan dengan James Hetfield (vokalis Metallica). Namun varian vokal Chuck juga dihadirkan pada trak ke-4 (yang judulnya sama seperti titel album ini), dengan teknik growl sebagaimana pernah ia lakukan pada album "The Gathering" (1999). Untuk memaksimalkan rekaman Testament yang ke-12 ini, proses mixing ditangani oleh Andy Sneap (Machine Head, Cradle Of Filth, Trivium, dll).

Selain mengemas musikal yang serius, wacana yang dituangkan juga sama seriusnya. Seperti lagu "The Evil Has Landed", adalah gambaran menakutkan atas runtuhnya menara kembar WTC akibat serangan teroris pada 2001 silam. Kemudian "Killing Season" yang merupakan refleksi mereka akan kejamnya perang. Lagu ini terinspirasi dari komunikasi mereka dengan prajurit Amerika di medan perang. Maka, bolehlah kami percaya kalau penjualan album ini (kabarnya) juga didonasikan untuk Greenpeace. Wow, esensial!

Seharusnya band yang terbentuk sejak 1983 ini punya planning terbang ke Indonesia pada September 2008 lalu. Sayang, jadwal tersebut mesti di-skip dulu. Tapi kalian masih bisa bermabuk dengan album FoD yang dirilis ulang format cd oleh CSA Records sebagai pemegang lisensi resmi NUCLEAR BLAST di Indonesia.

posted: Februari 09.

MALEVOLENT CREATION - Doomsday X CD

(CSA Records/NUCLEAR BLAST, 2008)

 

Tracklist:

1. Cauterized

2. Culture of Doubt

3. Deliver My Enemy

4. Archaic

5. Buried in a Nameless Grave

6. Dawn of Defeat

7. Prelude to Doomsday

8. Upon Their Cross

9. Strength in Numbers

10. Hollowed

11. Unleash Hell

12. Bio-Terror

 

Nah, yang satu ini masih sepaket dengan rilisan CSA Record di atas yang juga lisensi NUCLEAR BLAST. Masih sama-sama band legendaris, dan sama-sama…metal!!! "Doomsday X" adalah sebuah album pembuktian eksistensi. Meski sudah larut selama 2 dekade, MALEVOLENT CREATION (MC) masih mampu menajamkan taringnya. Seperti halnya Testament yang hadir dengan format klasik, di album ke-10 ini MC juga menghadirkan kembali "si anak hilang" Brett Hoffman (vokal), serta Dave Culross (dram) dan Jason Blachowitz (bass) yang pernah mengisi posisi yang sama di album-album MC era 90-an.

"Doomsday X" masih memiliki ciri khas death metal murni yang dibalut blasting dram. Trak pertama "Cauterized" membuka dengan tempo yang thrasy dan mulai di part tengah lagu sang dramer menghentak dengan agresifnya. Perlakuan yang sama pada lagu-lagu lain, Culross mantan dramer SUFFOCATION ini seringkali menyemburkan hyperblast secara membabi buta serta gedikan dopel pedalnya yang rapat. Ancungan jempol layak dikedepankan mengingat para 'orang tua' ini dengan umurnya mendekati 50 tahun masih mengandalkan tempo cepat. Simak komposisi agresifnya di lagu "Archaic". Gitaris tamu Mick Thompson dari SLIPKNOT juga hadir mengisi solo ke-2 lagu "Deliver my Enemy". Selain itu, di lagu terakhir "Bio-Terror" Kyle Symons turut berpatisipasi pada paduan vokal. Kyle adalah vokalis MC pengganti Brett yang hengkang setelah album "Envenomed" (2000). Album yang berisi 12 lagu ini juga dilengkapi sebuah lagu instrumental, "Prelude to Doomsday" dengan lengkingan gitar yang menghantui di sana-sini. So, bila anda seorang fanatis scene Floridan death metal dan masih mencari 'blue print' dari kejayaan death metal awal 90-an, maka album "Doomsday X" jawabannya.

Hey, kabar bagus buat kalian death metal maniac... Kalo Testament telah saja membatalkan tur-nya ke Indonesia, justru MC telah siap merancangkan tur-nya ke Indonesia pada 21 & 22 Maret 2009. So, segeralah menabung untuk menyaksikan mereka. Dan juga, dapatkan CD mereka ini supaya kalian nanti bisa singalong bersama petuah-petuah metal itu.

posted: Februari 09.

FALL OUT BOY - Folie à Deux CD

(ISLAND, 2008)

Di saat-saat ingin menikmati sebuah album baru dari band favorit, tentunya kita akan berharap "lebih" (bahkan berlebihan) dari album-album sebelumnya. Namun gimana bila hasrat itu terbayar dengan rasa "biasa"...? Dan, begitulah kesan saya saat menyimak 13 lagu di album baru FALL OUT BOY (FOB), "Folie à Deux". Mood saya bertempo datar-datar saja. Hey, saya memilih kata "biasa" bukan berarti lagu-lagu baru FOB itu ngga bagus alias jelek. Mungkin itu mispersepsi sampean aja... Setelah disimak berulang kali, rasanya mulai membaik. Hanya, pesonanya tidak seperti saya mendapati single-single di "Infinity on High" (2007) atau "From Under the Cork Tree" (2005).

Single pertama dari album ini, "I Don’t Care" mengingatkan saya pada model lagu Marilyn Manson. Apalagi bila hidup kalian diberi kesempatan mendengarkan versi Machine Shop remix-nya...wahh, klop banget! Tapi gimana dengan "What a Catch, Donnie" yang bernada pop sendu? Dan biasanya, yang model-model begini bakal menjadi "hit" nantinya. (Mengingat mereka berada dalam kubangan industri musik.) Di akhir part lagu ini beberapa vokalis tamu turut menyanyikan beberapa bait single-single terdahulunya. Sedangkan vokalis tamu Brendon Urie (Panic At The Disco) yang pernah mengisi di salah satu lagu "From Under..." mendapat kehormatan untuk mengisi (lagi) di lagu "20 Dollar Nose Bleed". Tapi, lagu ini juga mengingatkan saya dengan konsep barunya PATD yang bernuansa ala The Beatles itu.

Well, setiap band tentu berusaha menunjukan progresnya pada setiap materi terbaru. Hanya saja untuk FOB kali ini saya tidak menemukan dimana letaknya. Kecuali gaya lirikal yang masih terkemas unik & sarkastik. Kalau sudah hardcore mereka menjadi glamour, setidaknya saya bisa enjoy dengan bagian rock-nya. Tapi bila itu semua telah pudar, baiknya saya mencari stuff lain untuk didengar.

Di akhir kesimpulan, saya hanya teringat ungkapan icon band ini (sang bassis), Pete Wenz; "Saya tak berjudi dengan uang, tapi dengan band saya". Yahh kita lihat saja nanti, apa FOB bakal menang banyak atau jatuh bangkrut.

posted: December 08.

BEHEMOTH - Ezkaton [EP] CD

(METAL BLADE Records, 2008)

Band black metal tertua di Polandia ini hampir tiap tahunnya merilis rekaman -meski beberapa hadir dalam kemasan EP (baca: mini album yang hanya menghadirkan beberapa lagu baru, ditambah lagu-lagu cover atau live). Namun bayangkan, bila band ini sudah terbentuk 1991 silam, sudah berapa banyak daftar diskografinya berjejer?! Bahkan (sekitar) sebulan sebelum EP ini diedarkan METAL BLADE Recs, BEHEMOTH baru saja merilis album live "At the Arena ov Aion (Live Apostasy)" oleh REGAIN Recs pada 16 Oktober kemarin.

Di EP ini hanya tersedia satu lagu baru "Qadosh", versi (rekaman) baru "Chant For Ezkaton 2000 e.v.", serta 2 lagu cover (dari MASTERS HAMMER "Jama Pekel" dan RAMONES "I'm Not Jesus"), ditambah 3 live songs saat mereka show di Belanda. [Kira-kira materi show BEHEMOTH di Indonesia bakal dijadiin bonus rilisan selanjutnya ngga ya?! -red] Yang membuat saya curious pada EP ini hanyalah cover song RAMONES. Gimana jadinya sebuah band turbo black metal harus menyadur ulang lagu band punk rock legendaris New York itu. Kontroversial sekali terdengarnya bukan?! Namun tidak bila alasan Nergal cs. mengkover lagu ini berasaskan sisi lirikal yang rebel & gelap. Hasilnya, secara musikal BEHEMOTH seperti memainkan band-band old hardcore/punk NYC dengan sound yang modern. Yah, rekaman 27 menitan ini rasanya lumayan, meski tak banyak materi baru bisa dinikmati.

posted November 08.

MISERY INDEX - Traitors CD

(RELAPSE Records, 2008)

Maryland's death/grinder troops return! Emang ngga bisa disangkal lagi, band sempalan DYING FETUS ini terus menghadirkan karya-karya terbaiknya. Terbukti, hampir setiap rilisannya penuh pujian-pujian masif dari para reviewer dimanapun berada. Setelah merilis EP "Hang 'em High" dan split CDEP dengan MUMAKIL tahun kemarin, pada 30 September 2008 MISERY INDEX (MI) kembali mempersembahkan album (penuh) ketiganya yang (masih) dirilis RELAPSE Records. Album kali ini berisi 11 lagu dalam durasi 37 menitan. Masih meramu antara death metal dengan grinding parts, dibalut dengan elemen-elemen groovy dari hardcore. Trak pertama "We Never Come in Peace" dimulai sebagai prelude menuju lagu selanjutnya, "Theocracy". Di akhir sesi "Theocracy" MI coba membius dengan sayatan-sayatan melodius ala The Black Dahlia Murder. Ada satu lagu rekaman ulang, "Ruling Class Cancelled" dengan beking vokal Tomas Lindberg (ex-AT THE GATES). Sementara di lagu kedelapan "The Arbiter", elemen punknya lebih kuat yang part awal lagu ini mengingatkan saya pada single MI terdahulu "The Great Depression" di album pertama "Retaliate" (Nuclear Blast, 2003). Sedang di urutan kesepuluh, "Thrown Into the Sun" adalah lagu MI yang paling bertempo lambat.

Sebenarnya, tak ada sesuatu "yang baru" dalam album baru MI. Beberapa instrumen sejenis pernah terjadi di rilisan-rilisan MI sebelumnya. Harusnya, saya bisa merasakan sensasi lebih seperti pertama kali mendengar album "Discordia" (Relapse, 2006). Bahkan kalau boleh memilih, saya masih menjagokan album keduanya itu. Yah, setidaknya pada sound rekaman kali ini memang lebih "ideal" untuk karakter musik MI. Itu semua berkat campur tangan Kurt Ballou (CONVERGE) dalam menangai hal engineering sekaligus produser bagi album "Traitors". Di wilayah lirik, Jason Netherton cs. masih mengkritisi soal kebobrokan sistem dan pemerintahan yang disampaikan lugas dan keras. Sampul artworknya aja sudah merepresentasikan dengan kuat.

Sebagai koleksi tambahan, selain merilis album baru, MI juga merilis album digital "Dead Sam Walking" (yahh, bisa dibilang album b-sides & rare tracks gitulah-red) berformat mp3 yang HANYA bisa kamu dapati lewat iTunes. Informasi detilnya, kunjungi langsung myspace atau situs resmi MI.

posted: Oktober 08.

Avenged Sevenfold - Live in the LBC/Diamonds in the Rough DVD/CD

(WARNER BROS Records, 2008)

WARNER BROS Records lagi-lagi memberi "kejutan" dari rockers muda California, Amerika Avenged Sevenfold (A7X). Album yang dirilis 16 September kemarin terdapat 2 keping CD. Yang pertama format DVD berisi konser A7X di LBC (Long Beach, CA), dan satunya lagi CD audio "Diamonds in the Rough" yang berisi lagu-lagu rare & bonus. Makanya kedua titel rilisan ini digabung. Lebih detilnya, mari kita telusuri satu persatu.

Sebelumnya, A7X pernah merilis DVD "All Excess" tahun lalu yang berkonten dokumenter selama karir A7X ditambah 4 lagu live performance-nya. Tapi DVD kali ini adalah full video pertama konser A7X yang dishoot pada Maret 2008. Tentunya footage dipilih dari shownya yang paling heboh, paling seru, serta selling points lainnya. Mungkin bila saya prediksikan, sekitar 10.000 penonton (atau lebih) berjubal di konser LBC ini. Lagu "Critical Acclaim" membuka pertunjukan, dengan dentingan piano nuansa gothic di part awal lagunya. Editing gambar yang profesional membuat video ini terasa nyaman untuk terus disimak. Well, kalau boleh komentar, konser A7X ini sebenarnya standar saja, layaknya sebuah konser band rock/heavy metal pada umumnya. Stylenya pun tak banyak mencolok kecuali heavy tattoos para personilnya yang nge-rock bangget. Apalagi gitaris kidal Zacky yang memakai kemeja putih dengan pasangan celana panjang hitam plus dasi kupu-kupunya, malah kelihatan mirip OB (office boy-red) hahaha. Penampilan yang paling sensasional di konser ini ada di lagu kelima, "Scream" yang menampilkan para penari erotis dengan busana pakaian dalam. Wow! Bila saya yang menyaksikan langsung, tentu pertunjukan ini yang paling berkesan buat saya. Oh ya, mereka juga mengcover lagu "Walk" milik band heavy metal legendaris PANTERA. Di sesi lagu ini vokalis M. Shadow meminta salah satu penonton naik ke panggung untuk menyanyikannya. Dari 12 lagu yang dipersembahkan, setlist lagu lebih didominasi dari materi "City of Evil" (2005) dan "Avenged Sevenfold" (2007). Kecuali lagu "Unholy Confessions" yang satu-satunya dicomot dari "Waking the Fallen" (2003). Sampai akhirnya pentas ditutup lewat "A Little Piece of Heaven", sebuah lagu yang berelemen broadway show tunes lengkap dengan brass section serta orkestranya. Mengagumkan!

Sehabis menyaksikan video konser yang berdurasi 66 menitan, kamu juga bisa menikmati CD rekaman. Format CD ini bukanlah versi audio dari live A7X di LBC, melainkan rekaman lagu-lagu baru mereka -yang rumornya CD ini dianggap album ke-5 A7X (total 11 lagu). Track pertama "Demons" adalah representasi yang keren dari 7 lagu barunya. Materi baru masih follow up dari kedua album sebelumnya yang membuat  band ini sukses di wilayah mainstream. Sisanya, ada 2 cover songs dari IRON MAIDEN ("Flash of the Blade") dan PANTERA ("Walk"). Sedangkan 2 lagu terakhir ("Almost Easy" [Cla mix] dan "Afterlife" [Alternate version]) sudah ada dalam album "Avenged Sevenfold" (2007). So, kurang apalagi...tambahkan rilisan ini sebagai koleksi kalian.

posted: September 08.

Page: 1 | 2 |