RECOMMENDED GET The STUFF  DOWNLOAD  STREAMING BURN-BABY-BURN!

 MORE REVIEW

Lantlôs - .Neon CD

(PROPHECY Productions, 2010)

 

Tracklist:

1. Minusmensch
2. These Nights Were Ours
3. Pulse/Surreal
4. Neige de Mars
5. Coma
6. Neon

Iblis adalah businessman paling sukses dan Donald Trump [seorang wirausahawan, pebisnis, pemilik reality show The Apprentice, dll asal Amerika Serikat-red] adalah pecundang di depannya. Okelah, Trump sukses menjelma sebagai icon yang disembah oleh maniak reality show. Namun, tak pernah masuk akal untuk menyejajarkan Iblis dan Trump dalam satu tingkatan. Karena di muka iblis, sekali lagi, Trump hanyalah pecundang kelas teri. Tak ada yang bisa mengimbangi otak kreatif iblis yang super mega canggih.

Ini buktinya. Ketika black metal, salah satu produknya mulai terseret masuk fase self-parody, Iblis segera memutar otak guna membuat black metal lebih ‘trendy’ dan bersahabat alih-alih kolot, orthodox atau kadang [terdengar] amatir. Maka, muncul lah sekelompok legiun black metal yang bersedia membuka diri guna merangkum elemen musik lain semacam Art Rock [Enslaved, dkk], Post Punk [Livelover, Circle of Ouroboros], hip-hop [Manes, Kkoagula] dan pastinya musik yang lagi ngetren sekarang, Post Rock.

Lantlôs dengan albumnya, ".Neon" adalah inkarnasi nomor sekian dari fusi black metal dan post rock. ".Neon" mengambil kerangka [depressive] black metal yang ringan lantas membalutnya dengan kulit mulus dan pesona serta postur post-rock. Yup, Lantlôs pantas dikotakan [jika memang ini tendensi manusia] dengan Alcest, Caina, serta Airs. Bedanya, ".Neon" terdengar sebagai jawaban atas Alcest yang terlalu lembut, Amesoeurs yang condong ke post punk atau Caina yang gagal menyuguhkan transisi yang apik dari post rock ke lo-fi inspired black metal passage.

Bagaimanapun, apa yang ditetak Lantlôs bukan suatu yang groundbreaking atau avantgarde [dalam arti forward thinking bukan genre blending]. Itulah sebabnya saya bisa tegas mengelompok Lantlos bersama sejawatnya di atas. Hanya saja, apa yang terdengar dalam ".Neon" adalah sebuah penyempurnaan jika tidak bisa disebut sebuah kompromi musikal yang manis.

Lantlôs juga menjajakan black metal yang mengalun beriringan dengan post rock/shoegaze. Cetak biru musik Lantlôs yang ideal ditemukan dalam ‘Pulse/Surreal’. Komposisi membariskan riff post yang mengepung lembut, vokal harsh black metal yang tidak istimewa namun decent, jazzy bass line yang staccato serta clean vocal yang memendarkan pesona [clean] vokal Anathema, Maudlin of The Well atau Between The Buried And Me. Seperti yang saya katakan, tak ada yang baru kecuali transisi yang tidak dipaksakan dari tiap-tiap elemennya yang membuat album ini bernyawa. Transisi inilah yang ".Neon" menjelma menjadi album multi ruang yang membaur bukan menyekat.

Inilah option segar yang disodorkan pada kita karena iblis tahu bahwa pembakaran gereja dan NSBM (National Socialist Black Metal) terlalu segmented dan kontekstual. Inilah corong pesan iblis alternatif sejak ‘Melodic Black Metal’ makin mirip kondom sekali pakai dan ‘Depressive Black Metal’ makin kacangan [Hold on! I don’t mean Shining here]. Inilah album yang membuat black metal berterima di kalangan hipster penggemar post rock atau emotive prog rock fan dan menukar pencitraan usang black metal dengan citra baru yang lebih, ya katakan saja, popish.

Ajektiva popish mungkin haram digandengkan dengan black metal. Sayangnya, tabu ini sudah dibongkar dalam ".Neon". Seperti zat adiktif yang dibungkus serupa permen, black metal pun bisa terdengar positif. Bukankah ".Neon" adalah artefak pembuktian bahwa iblis tak hanya kreatif namun juga pandai dalam memasarkan produknya?

Jadi, kapan kita ke pesugihan untuk mencari inovasi bisnis paling bernas kawan? [Inerciatic  Manneken]

 
NB: Review ini hanya berfungsi optimal saat anda berbaik hati mengamini bahwa semua yang berbau iblis dalam Black Metal bukanlah gimmick belaka.

posted: July '10.