1. One
2. The Broken
3. Guns of Summer
4. Here We Are Juggernaut
5. Far
6. This Shattered Symphony
7. World of Lines
8. Made Out of Nothing (All That I Am)
9. Pearl of the Stars
10. In the Flame of Error
11. When Skeletons Live
12. The Black Rainbow
Jika (dan
hanya jika)
Anda penggemar Star
Wars
atau fan sejati Coheed
and
Cambria
(CaC),
maka Year
of
the
Black Rainbow,
rilisan tergress Claudio Sanchez dkk, akan bisa dinikmati dengan mudah.
Tak susah untuk menggelari Year
of
the
Black Rainbow
sebagai rilisan yang hit or miss. Setelah dua seri pemuncak saga
The Amory Wars [Good Apollo Im
Burning Star I dan II], Year
of
the
Black Rainbow
seperti mengkhianati nuansa retro-prog ataupun proto-metal
yang kental di dua pendahulunya. Kontan, siapapun yang mengira
CaC
adalah avatar selanjutnya dari Giddy Lee dan konco-konconya segera lari
tunggang langgang. Claudio Sanchez, mastermind di balik semua
konsep
CaC,
seperti berkata lantang pada penggemarnya:
Fuck you, kami lebih patuh pada sabda George Lucas daripada
pujianmu.
Maka lahirlah sebuah album yang ditetak dengan logika penceritaan Lucas.
Year
of
the
Black Rainbow
sejajar dengan trilogi prequel Star Wars yang digurat oleh George
Lucas. Baik Claudio maupun Lucas sepakat bahwa prequel tak selama
selalu lebih proto dari lakon utama. Maka, jika Lucas memperkenalkan
lightsaber yang lebih menyala serta yoda yang selincah guru salah
satu tokoh Saint Seiya, Claudio menerjemahkan logika Lucas
tersebut dalam sebuah album dengan sound yang terdengar modern alih-alih
retro. Year
of
the
Black Rainbow
lebih mirip sebuah lompatan sound dari allussion musik 70-80an
menuju sebuah saga musikal abad 21.
Ini inti masalahnya: Year
of
the
Black Rainbow
terdengar saudara tiri dari semua album CaC.
Sejatinya, album ini tak jauh beda hanya saja bungkusnya lian dari yang
lain. Walaupun anda tidak akan berdosa sedikitpun jika mengatakan ada
beberapa elemen baru dalam album ini. "Guns
of
Summer"
misalnya,
menawarkan riffing kompleks dan drumming rumit yang tak
pernah terdengar di album
CaC
lainnya. Komposisi ini seakan lahir kelatahan kronis Chriss Pennie
bermain komposisi yang mathy walaupun, well, hasilnya
lebih nyerempet Battles daripada The Dillinger Escape Plan, orkes
lawasnya. Entahlah, apakah Chriss juga yang bertanggung jawab dibalik
masuknya porsi bebunyian elektronik yang lebih besar [Jangan lupa ia
masih bercokol di DEP pada masa Miss
Machine]
hingga album ini terdengar lebih "futuristik".
Bisa jadi, ini adalah sublimasi alter ego Claudio yang lebih elektronik,
"The
Freedom Prize Fighter",
yang tiba mencuat. Detil-detil inilah yang saya, dengan rendah hati
sembari nekad, sandingkan dengan lightsaber yang lebih sakti,
tata aksi yang lebih detil dan Master Yoda yang, yahh, lebih hijau dalam
Trilogi Prekuel Star wars.
Hanya saja, sejatinya deep down inside, Year
of
the
Black Rainbow
adalah sekumpulan reprise dan rekoleksi dari kesuluruhan Saga
musikal, The Amory Wars. Album ini terdengar jauh lebih pop dari
ending kembar, Good
Apollo Im
Burning Star.
Claudio dkk seakan bertolak kembali ke dasar karir mereka ketika mereka
lebih mirip Brand New ketimbang Rush apalagi Iron Maiden [Hey, mereka
mengcover The Trooper!]. Silahkan dengarkan "Far"
yang sepintas mirip "Blood
Red Summer",
atau "When
Skeletons Live"
yang menyulap suara Claudio menjadi lebih segar. Sementara, "Pearls
of
the
Stars"yang sejenak terdengar hendak menjungkalkan Smashing
Pumpkins
Disarm, meneruskan benang merah ballad yang dimulai "Light
and the
Glass",
"Wake
up",
lalu "Mother
Superior".
Maka, jelaslah sudah bahwa Year
of
the
Black Rainbow
tak berbeda dengan dengan karya
CaC
lainnya, layaknya attack of the clones sebanding dengan Return
of
the
Jedi.
Tidak percaya? Putar sendiri albumnya. Saya tidak bertanggung jawab atas
adiksi yang akan muncul. May the force be with you!
[Inerciatic Manneken]