RECOMMENDED GET The STUFF  DOWNLOAD  STREAMING BURN-BABY-BURN!

 MORE REVIEW

The FLOWERS - Still Alive & Well CD

(DEMAJORS, 2010)

 

Tracklist:

1. On N On
2. ABCD Tokay
3. Lonely Boy
4. Kadal Pemburu
5. BH (Broken Home)
6. Rajawali
7. Negeri Berteriak
8. Aku Padamu
9. Kau Bukan Tuhan
10. RRI (Raja Rimba Indonesia)
 

Tak perlu lah mengklaim bagaimana genre musik itu seharusnya, bila akhirnya terjebak pada cita rasa yang konservatif, juga tentunya sensitif. Melakukan progres bukan berarti hilang dari esensi. Itulah mengapa para pengadopsi kultur musik di negri ini banyak yang membosankan. Karena hanya bisa mengekor. Perlu nyali untuk mendobrak batas, walau juga banyak diantaranya yang gagal.

Pada kasus ini, khususnya rock n roll, The Flowers berhasil melewati fase tersebut. Setelah 'bermeditasi' (baca: vakum) 14 tahun lamanya, bunga rock itu tetap tumbuh dengan dua mahkota asli yang masih merekah. Album “Still Alive & Well” adalah pembuktian kalau The Flowers masih ada dan baik-baik saja. Dan Anda, sudah siap untuk ber-rock n roll ria?

Penempatan lagu "On N On" di urutan pertama adalah pilihan yang tepat. Dengan tempo yang upbeat serasa mengundang Anda kembali untuk berhura-hura. Bila ingin menambahkan sesuatu dengan yang 'lain', cukup lakukan secara masing-masing.

Yang terasa segar dari musik rock yang kian usang adalah penambahan instrumen saxophone di tubuh The Flowers. Kehadirannya pun bukan sekedar pelengkap belaka, justru menambah kaya dan mewah aransemennya. Bahkan hambar apabila ditinggalkan. Saxophonist Eugen berhasil menjadi partner Boris sang gitaris yang meliuk-liuk meski ia menggunakan alat tiup.

Siraman rock & roll dengan oplosan blues & soul melumuri di setiap lagunya. Bahkan ada sedikit plesetan dangdut di "Kau Bukan Tuhan". Ramuan nge-funk juga terasa pada single pertama "Rajawali". Dan hey! Ternyata isi lagu tersebut tentang kumpulan orang yang ingin mabuk dengan pembagian minuman secara merata. Howly shit! Pada akhirnya, judul lagu "Rajawali" dinobatkan sebagai sebutan fans The Flowers untuk yang pria dan "Rajawati" untuk yang wanita. Funny sound, eh?!

Bagi musisi yang merasa dirinya adalah publik figur (ehm!), tentu lebih berhati-hati lagi dalam mengutarakan pesan untuk pendengarnya. Namun pola pikir semacam itu sepertinya tak berlaku bagi The Flowers. Ini membuktikan kalau mereka ingin berkarya jujur dan apa adanya. Simak lagu seperti "ABCD Tokai". Anda ngerti kan konotasi Tokai itu apa? Dari judulnya saja sudah terkesan blak-blakan. Namun vokalis Njet bersi kukuh meneriakan statement-nya: “Apapun cerita kita aku tetap bertahan/ Cuma memang harus punya kemauan keras/ dan tidak lupa kemaluan yang keras.”

Selain cerita cinta & kisah hidup yang ngga karuan, mereka juga berkomentar atas bobroknya sistem negeri ini di "RRI (Raja Rimba Indonesia)" atau isu teroris di "Negri Berteriak". Tapi begitulah rock n roll terlahir dengan mental yang melawan arus. Kultur kenakalan seolah sudah menjadi nilai luhur. Tak seperti kebanyakan rocker hari ini yang ingin bermain aman, bersikap sopan, apalagi ketimuran.

Komitmennya pun, The Flowers memproduksi album keduanya ini secara independen. Namun Anda juga perlu tau –mengutip pandangan dari majalah musik dunia–, di dunia ini justru banyak artis rock yang kreatif tetap berpegang pada indie label dengan membuat musik cerdas dan cita rasa tinggi bagi segmen tersendiri.

Hanya sayang, artistik sampulnya tak semenggoda seperti musiknya. Kolase vintage pada halaman booklet pun masih tak nyaman dilihat. Bila suatu saat album ini dirilis ulang, mungkin bagian kover perlu di-revisi.

Tapi, bagi Anda yang masih mencari/menginginkan musisi-musisi rock yang jujur, maka, petiklah The Flowers.

posted: April '10.