RECOMMENDED GET The STUFF  DOWNLOAD  STREAMING BURN-BABY-BURN!

 MORE REVIEW

TIKA & The DISSIDENTS - The Headless Songstress CD

(The HEAD Records, 2009)

 

Tracklist:

1. Tantang Tirani
2. Polpot
3. Venus Envy
4. 20 Hours

5. Uh Ah Lelah

6. Red Red Carbaret

7. Oi Dirty Bastard
8. Infidel Castratie
9. Waltz Muram
10. Tentang Petang

11. Mayday

12. Clausnophobia

Kartika Jahja aka TIKA selama ini lebih dikenal sebagai biduan jazz. Bila (sekarang) persepsi tersebut tetap tak bergeser, mungkin Anda akan terkecoh kala menyimak album keduanya, "The Headless Strongstress". Memang, agak rumit menempatkan musikal Tika pada suatu liang genre. Tapi, lupakan sajalah namanya pelabelan bila itu membuat sempit ruang gerak eksplorasi.

Sikap musisi yang jujur memang berlaku sesuai nature-nya tanpa terpaku standar pakem, apalagi memikirkan bagaimana bisa diterima 'pasar'. Harusnya baik/buruk suatu jenis musik biarlah selera yang menentukan, bukan bentukan industri musik beserta sekutu-sekutu medianya. Pada album yang memiliki 2 produser ini, Tika tetap merilisnya secara independen di bawah bendera sendiri, The HEAD Records.

Hibernasi selama 4 tahun dalam kancah musik, kini Tika – bersama ben pengiringnya yang dibaptis nama The DISSIDENTS – seperti bangun melantunkan mimpi-mimpi-nya, baik yang buruk atau lebih buruk lagi. Tapi materi 12 lagu ini terasa elegan nan eklektik.

Lagu "Tantang Tirani" mengawali dengan nuansa akapela dari paduan vokal sendu Tika sendiri. Gaya bernyanyi Tika yang akrobatik, di album ini lebih lullaby. Ke-eklektisan nada dilanjuti lewat "Polpot" yang membawa unsur mariachi. Bahkan atmosfir marching pada lagu "Mayday" sempat dijadikan theme song Hari Buruh di Amerika tahun lalu. Wow!

Selain musik, yang juga signifikan dalam album ini adalah Tika melanturkan isu-isu bermuatan politis - yang baginya juga dianggap 'seksi'. Mungkin karena kedekatan Tika dengan dunia punk cukup mempengaruhi guratan relung hatinya. Nyaris bertolak dari album sebelumnya yang mengungkapkan kegalauan. Meski tentang cinta tapi tanpa mainstream appeal-nya, tetap saja kurang 'menjual'. Hahaha.

Demi perwujudan sebuah karya, album ini benar-benar menunjukkan konseptual dibanding konsep dagang. Tak hanya materi lagu saja yang digarap ciamik, kemasan albumnya pun dirancang sedemikian rupa. Keping CD yang diselipkan dalam notebook tebal dengan desain vintage, dibungkus lagi sebuah dengan dompet berbahan kain peca motif bunga dengan tautan emblem sebagai kovernya. Amazing! Tapi, kalau memang mau disebut dompet, nampaknya terlalu besar, kecuali kalau kantongnya seperti model baju kantong monyet.

Atas rasa penghormatan, bukan maksud kami ingin berkelakuan layak media-media yang sok menobatkan ini-itu pada akhir tahun. Namun berdasarkan komposisi, materi, dan aspek-aspek lainnya, kami berani mengklaim bahwa "The Headless Strongstress" adalah album Indonesia terbaik 2009 – meski imej kami belum bisa mempengaruhi orang-orang awam, hehehe.

posted: Desember 09.