PITBULL "Live
in Jakarta 2011" Selasa,
6 Desember 2011 @ Tennis Indoor Senayan, Jakarta, Indonesia
"Aji Mumpung Bawa Untung"
Sekelebat nama Pitbull
di Indonesia membumbung pesat dan semua terjadi secara tak terduga. Lantas apa
pemicunya? Kami cuma berasumsi (terlepas sahih atau tidaknya) kalau itu
semua berawal dari penjualan singkat tiket konser pertamanya tahun lalu. Kalangan media pun wara-wiri berlomba menggencarkan
kejadian (yang dianggap) fenomenal tersebut. Bahkan,
sepanjang jejak rekam promoter awal yang menggelar tak habis pikir kalau
tiket konser Pitbull bisa sold-out dalam waktu satu hari.
Tak heran jika
Pitbull menjadi target rebutan para promoter kelak. Mengingat hebohnya
show pertama, para promoter yakin akan memiliki
ekpektasi yang tinggi. Untuk konser kedua Pitbull di Jakarta
diselenggarakan oleh Trilogy Live. Boleh dibilang promoter lainnya
adalah faktor aji mumpung, jika tidak ingin disebut
mencuri animo. Tapi, kenapa
penjualan tiket konser Pitbull kali ini tidak sold-out dalam satu hari
seperti tahun lalu?
Mungkin karena
penonton merasa sudah pernah atau promoter yang sekarang memasang harga tiket
terlalu tinggi, bahkan
dua kali lipat dari yang pertama. Apalagi konser kedua Pitbull di Jakarta
ini dalam konteks tur PROMO album terbarunya ”Planet Pit” yang dirilis Juni
lalu. Dengan kondisi seperti itu, seharusnya harga tiket bisa jauh lebih murah, bukan lebih mahal.
Jika demikian, maka pertanyaannya, harga lebih mahal dengan artis yang sama
dan di
tempat yang sama pula —Tennis Indoor Senayan—
, apa yang membuat tiket tersebut dianggap worth it bagi penonton?
Tak etis dong kalau kami
bilang promoter itu kemarukan. Sepertinya, berbisnis di dunia showbiz lantas tidak
menjadi babi-babi yang serakah, bukan?!
Bagi yang
telah menyaksikan konser pertama Pitbull, maka tak ada sulitnya untuk
membandingkan dengan show kedua. Bahkan, bagi kami nyaris tak banyak
yang berubah. Dengan kostum serba hitam dan necis, Pitbull beserta ben
pengiringnya langsung menghentakkan sederatan hits,
a.l.:
‘Can't
Stop Me Now’,
‘Hey Baby (Drop It to the Floor)’, ‘Bon
Bon’, ‘Get on the Floor’, ‘Krazy’, ‘Hotel Room Service’, ‘I Know You
Want Me (Calle Ocho)’, dll. Tendoor pun kembali
dibuat bak lantai dansa massal seperti tahun lalu.
Sayangnya,
pembawaan seluruh lagu kali ini dibuat medley dan terpotong ala-ala kemasan repertoar DJ,
kecuali dua single albu terakhirnya yang dimainkan secara utuh; ‘Rain
Over Me’ dan lagu penutup ‘Give Me Everything’. Itulah mengapa repertoar
sekitar 17 lagu terasa begitu singkat. Atau mungkin faktor slogan sponsor yang
menggalakkan ”I Hate Slow” membuat acara jadi cepat berlangsung. :P
Kami pun
risau dan kembali bertanya, apakah nilai tukar yang layak dari harga
tiket mahal? Kalau tidak, kenapa ada penonton yang berkeluh kesah?
Seharusnya
promoter tidak menghambakan tiket semata. Masih teringat
jelas dalam ingatan kami bagaimana kelakuan promoter kala menggelar konser Asobi Seksu
tahun lalu. Karena kondisi penonton yang kering kerontang, promoter
akhirnya membagikan 50 tiket
secara cuma-cuma melalui media maya. Namun pada konser Pitbull kali ini, promoter
justru terkesan jual mahal dan pengeretan. Bahkan, promoter rela mendustai
kesepakatan media partner yang menggantikan tiket komplimenter dengan
ID media yang tak terpakai. Atau mungkin keterbatasan itukah yang
membuat kinerja media terasa sulit? Kenapa
media kelas berat seperti Kompas harus memakai ID Jurnallica untuk liputan
konser ini? Yahh,
setidaknya itu juga sedikit bukti kalau nama besar bukanlah segalanya. Hah!