RELATED REPORTS 2011

MONO

Alice Cooper feat. Orianthi

Lenka

OBSCURA "Live in Jakarta"

LINKIN PARK

PARAMORE "Live in Jakarta"

Duncan Sheik "Acoustic Concert"

B.o.B

INCUBUS

Kylie Minogue

JAKARTA FANTASTIKPOP FEST 2011

FATBOY SLIM

The S.I.G.I.T.

Ben Folds

The DRUMS

REXONA TEENS [A ROCKET To The MOON, HEY MONDAY, The DOWNTOWN FICTION]

Sara Bareilles

Avril Lavigne

The CHARIOT

SWITCHFOOT

JUSTIN BIEBER

BRUNO MARS

MISERY INDEX "Live in Jakarta"

JIMMY EAT WORLD

The EXPERIENCE BROTHERS

MGMT

FAR*EAST MOVEMENT

JAKARTA JAM! ‘11 [Day 2: NEW FOUND GLORY, The STARTING LINE]

JAKARTA JAM! ‘11 [Day 1: WE THE KINGS, NEVER SHOUT NEVER, I SEE STARS]

BRING ME THE HORIZON

IRON MAIDEN "Live in Jakarta"

Duncan Sheik [feat. Rachael Yamagata] "Live in Jakarta"

DEFTONES

NE-YO

KUNOKINI

N.E.R.D

 REPORTS 2010

 REPORT
OWL CITY "All Things Bright and Beautiful Tour"
Jumat
, 28 Oktober 2011 @ Tennis Indoor Senayan, Jakarta, Indonesia

 

Owl City "Live in Jakarta"

"Transisi Pop Mimpi"

Adam Young (24 tahun) alias OWL CITY seharusnya berterimakasih pada iTunes dan Yahudi. Ia sekarang keliling dunia berkat popularitas “Ocean Eyes” debut album majornya dan iTunes menyeleksi salah satu lagu untuk disebarkan yang direkam di basement busuk rumah orangtuanya. Berasal dari kota kecil Owatinna, Minnesota, Young kini dapat menyambangi ke tempat-tempat yang tak terduga, seperti Jakarta.

Pada 28 Oktober 2011, Owl City melangsungkan konser di Tennis Indoor Senayan, Jakarta, untuk pertamakalinya, dalam rangka tur promo album major kedua, “All Things Bright and Beautiful”. Menurut Universal Indonesia, sebagai label resmi perilis album Owl City, kedua albumnya di Indonesia telah meraih predikat “Gold”.

Guyuran hujan yang lebat dan hebat sempat menghambat berlangsungnya acara pada malam itu. Kalaupun ruangan tidak terisi penuh, promoter tak akan merasa rugi yang kabarnya tiket konser ini ludes dalam jangka 8 jam. Tapi itu secara tertulis, nyatanya kami masih melihat lahan lenggang di kelas festival atau bangku yang tak terpakai di kelas tribun 5 ribu penonton seperti yang ditweet promoter sungguh meragukan. Kami rasa informasi tersebut tak lebih muslihat publik dari promoter yang berkonspirasi dengan media-media besar agar acara ini terkesan gegar.

Si “burung hantu” baru muncul jam 9 malam. Ada semacam indikasi dibalik introduksi saat Young tampil awal menabuh dram. Jauh sebelum dirinya merancang musik dengan komputer Dell tua dan software FruityLoops, Young adalah seorang dramer. Pun, berlatarbelakang dari skena hardcore dan experimental-rock, ia merasa asing dengan musik pop dan (sempat) menentangnya. Di luar Owl City, Young juga memiliki varian proyek, seperti Sky Sailing yang memiliki satu album “An Airplane Carried Me to Bed” (2010), Swimming with Dolphins, Windsor Airlift, dll.

Baik album “Ocean...” atau “All Things…” hanyalah manifesto dari galaksi imajinasi Young yang diciptakan di sela-sela bekerja dan penderitaan insomnianya. Sebenarnya, “Ocean...” bukanlah sebuah album yang diantisipasi. Namun, kala iTunes memilih lagu ‘Fireflies’ sebagai unduhan gratis, secara mengejutkan lagu tersebut didonlod hingga 650.000 orang dan drastis merubah kehidupannya. Young pun menjudikan nasib. Demi keseriusan karir di bidang musik, ia rela melepaskan pekerjaannya di perusahaan Coca-Cola di kotanya juga keluar dari kampus pada tahun 2008.

Jika Anda pernah mendapati live show Owl City era awal, tentu Anda masih melihat Young tampil di balik seperangkat kibord & moog dan memainkan lagu-lagunya sesuai versi rekaman. Namun di era “All Things…”, one man project itu hadir dengan format ben yang terdiri dari 3 pria & 3 wanita salah satunya, kibordis Breannu Düren, tampil membuka pertunjukan, dimana Young tampil sebagai frontman sambil merangkul gitar. Ia nyaris tak menduduki bangku kibord instrumen yang padat mendominasi lagu-lagunya selain pada ‘Lonely Lullaby’.

Hampir seluruh lagu Owl City dihadirkan dalam versi berbeda ketika live. Bahkan hit pop raksasa ‘Fireflies’ digubah dalam versi rock. Setidaknya, dengan begitu, tak ada lagi yang coba menyangkutpautkan Owl City dengan The Postal Service. Toh, tak ada pula kehinaan jika dibandingkan dengan sebuah ben iseng. It’s incredibly hard for an artist to sound like no one else,” katanya bijak dalam menanggapi segala macam tuduhan komparasi.

Young menjadi saksi bagaimana aktraktifnya penonton kaum hawa yang mendominasi isi Tennis Indoor. “Adakah kalian yang mempunyai rumah kosong, jadi saya bisa check out dan kabur ke sini,” tanya Young (mulai) nakal sebelum memainkan ‘Alligator Sky’, lagu pertama Owl City yang menghadirkan sesi rap dengan Shawn Chrystopher (atau B.o.B dalam versi lainnya).

Sedang gestur Young di panggung justru mengingatkan saya pada Tom DeLonge, dengan versi culun. Dugaan ini muncul karena dia adalah pecinta DeLonge, mulai era Blink-182 (awal) hingga Angels & Airwaves. Hanya tak bisa dipungkiri, Young masih nampak kaku dan, lucunya, ia juga mengaku nervous. “Saya akan ceritakan ini ke ibu saya,” kata Young melihat respon penonton yang menggelora.

Hal tersebut cukup dimaklumi bila mengetahui sosok Young yang pemalu dan sempit pergaulan. Sebagai introvert, Young seperti terpaksa menjadi seorang entertainer. [Mungkin kepribadian itulah yang membuat ia membatalkan jadwal interview dengan seluruh media di Jakarta dibalik alasan sakit. Ada banyak dugaan.-red] Tapi Matt Thiessen dari Relient K yang mengisi beking vokal dan co-producer pada lagu ‘Fireflies’ telah memberinya perhatian dan memprediksi. “Beri dia waktu beberapa tahun dan dia akan sangat mengagumkan.”

Owl City "Live in Jakarta"

(More pictures click here)

 SONGLIST

1. The Real World
2. Cave In
3. Hello Seattle
4. Angels
5. Swimming In Miami
6. Umbrella Beach
7. I'll Meet You There
8. Hospital Flowers
9. The Bird And The Worm
10. Lonely Lullaby
11. Fireflies
12. Dreams Don't Turn to Dust
13. Kamikaze
14. Meteor Shower
15. January 28, 1986
16. Galaxies
17. Alligator Sky
18. Deer in the Headlights
19. The Yacht Club
# Encore #
20. How I Became the Sea
21. If My Heart Was a House

Teks & foto: Jurnallica