Lenka"Live in Jakarta" Rabu,
5 Oktober 2011 @ Skeenoo Hall - Gandaria City, Jakarta, Indonesia
"Aksi Berbadan Dua"
Apakah kehadiran opening acts dalam sebuah konser musik
artis/grup sangat mengganggu? Dalam kegelapan ruangan Skeenoo Hall malam
itu (5/10), suara protes terdengar saat Raisa tampil —padahal ia baru
memainkan 1 lagu— sebagai artis pembuka biduanita asal Australia, Lenka.
“Gua ga bayar buat lo!” teriak salah seorang penonton dengan nada gusar.
Mendengar ucapan sarkasme tersebut, Raisa pun langsung menimpali; “Ya!
Gw juga ga lama.”
Raisa menjadi serba salah. Semakin banyak lagu yang ia mainkan, maka
semakin banyak pula cerca yang akan ia terima. Akhirnya, wanita sensitif
tersebut beserta ben pengiringnya hanya memainkan 4 lagu, memangkas dari setlist
seharusnya.
Tidak seperti ben pembuka sebelumnya, SANTAMONICA justru tampil lebih
lama.
Boleh jadi ini semua akibat keteledoran pomoter MP Enter karena
tak pernah mencantumkan akan ada
opening acts
di setiap promosi show kedua Lenka di Jakarta pada 5 Oktober 2011.
Sebelumnya,
Lenka pernah tampil di salah satu festival musik ibu kota pada
2009. Saat itu, wanita cantik yang berdarah Ceko ini baru memiliki satu
album dan namanya belum familiar. Kini, Lenka hadir kembali dalam
kemasan show tunggal untuk mempromosikan album keduanya yang bertitel
“Two” (Dua) dan tentunya dengan popularitas yang berbeda. Mungkin alasan
itu juga yang membuat kenapa tiket konser Lenka kali ini menjadi lebih mahal (On the spot: Rp 450.000,-
/ Presale:
Rp 350.000,-) —tiga kali lipat dari
harga tiket show terdahulunya. Bahkan, berdasarkan rilis press terakhir
yang kami terima, kabarnya tiket konser acara ini sold out.
Untungnya, sebagai media kami tidak terpengaruh. Nyatanya, ruangan Skeenoo malam itu masih terlihat lenggang
sepertiga dari kapasitas.
Suara detak jantung dari
single
pertama album terbaru, ‘Heart Skips a Beat’ membuka pertunjukan Lenka.
Pun,
lagu ‘Roll With a Punches’ menyusul di urutan kedua.
Selain serba kedua, Lenka kali ini juga tampil berbadan
dua.
Yap, Lenka tengah mengandung bayi pertamanya —“There's
two of me on stage tonight,” katanya.
Nyaris
setiap lagu yang ia mainkan didedikasikan untuk si jabang bayi. Meski
tampil di depan orang banyak, Lenka terkesan bermain untuk dirinya
sendiri dan janin dalam kandungan. Ia juga terlihat cuek walau
sempat lupa lirik saat bernyanyi di sebuah lagu.
Jika
pengaruh elektrik lebih kental dalam album pop kedua Lenka, seharusnya
ia tampil lebih enerjik secara performa. Namun, pada show malam itu atmosfirnya tetap
terasa
santai, selain karena ia hamil. Bersama keempat musisi pengiring, Lenka
mengemas beberapa lagunya dalam versi akustik atau akapela. Maka, kami
pun
tak mendapati ‘Shock Me Into Love’ yang danceable dari album barunya
itu.
Setelah
melewati 15 lagu [lihat urutannya di bawah-red], audiens akhirnya
berteriak meminta lagu ‘The Show’ —yang menjadi tembang klimaks malam
itu. Lenka pun menekankan agar seluruh penonton menyanyikan bagian
“I want my money back” dari lagu tersebut.
Tentu itu bukan maksud sebenarnya
—“Of
course this is metaphor joke,” katanya. “We're not being
seriously right now.” Tak lain itu semua hanyalah bait untuk disenandungkan
bersama. Kalau saja ulah penonton menjadi seperti kisah di awal paragraf, pasti
konser ini
sudah kacau balau.