B.o.B "Live in Jakarta" Rabu, 27 Juli 2011 @ Istora Senayan,
Jakarta, Indonesia
"Mencoba (Sedikit) Berbeda"
Kecenderungan
musisi/artis yang bermain di wilayah aman –supaya diterima pasar–
biasanya menghasilkan musik yang seragam. Mindset seperti itulah
yang coba ditepak B.o.B. Sebagai pendatang baru di dunia hip-hop,
rapper bernama asli Bobby Ray Simmons, Jr. ini berusaha
menghadirkan (sedikit) formula dalam musiknya, walau terkesan tak ada
yang luar biasa.
Tapi
setidaknya ide tersebut berhasil mencuatkan identitas B.o.B dalam
industri musik. Eksplorasinya terbukti pada kolaborasi dengan Bruno Mars
di single ‘Nothin' on You’ –yang langsung meledakkan namanya–
atau dengan Hayley Williams (vokalis Paramore) di single
‘Airplanes’ –yang semakin mengemulasi kesuksesannya. Ditambah lagi
single ke-3, ‘Magic’ yang menghadirkan tamu Rivers Cuomo (vokalis
Weezer) menjadikan musisi yang berusia 23 tahun ini semakin paripurna.
Semua materi tersebut terampung dalam debutnya “The Adventures of Bobby
Ray” yang dirilis April 2010 lalu –bahkan, rilisannya dipercepat satu
bulan dari jadwal seharusnya karena kesuksesan single perdana.
Dalam
rangka promo album tersebut, B.o.B tampil perdana di Indonesia, tepatnya
di
Istora Senayan, Jakarta pada 27 Juli 2011 yang diselenggarakan MP
Entertainment. Sayang, show B.o.B tak semenyeruak show rekannya, Bruno
Mars yang pernah tampil di tempat yang sama dengan kondisi tiket
sold-out. Entah perkara kurangnya promosi atau kurangnya finansial –mengingat
jadwal acara ini di akhir pekan dan bersaing dengan varian konser
sebelumnya– menjadikan acara ini kurang bobot penonton. Kalau saja ada
pihak terus memamerkan angka-angka nominal –seperti klip ‘Airplanes’
yang terputar lebih dari 130 juta kali, dsb–, siapa juga yang peduli.
Namun,
apapun yang terjadi, anak pastur yang mendapat predikat “Best
New Artist”
oleh iTunes ini tetap tampil sebaik mungkin bersama 5 musisi pengiring
dan 2 sexy dancers-nya. Jika tempo hip-hop cenderung
menonjolkan beat & bass, B.o.B seakan berseloroh dalam lanskap
pop. Bahkan, di beberapa lagu ia tampil sambil memainkan gitar akustik,
yang tentunya jarang terlihat pada rapper kebanyakan.
Keberaniannya
bermain di luar standar pakem itulah ia menggubah lagu ‘The Kids’, yang
sejatinya milik ben indie-rock yang sedang hype, Vampire
Weekends. Di luar repertoar dari debutnya, B.o.B juga membawakan
single-single terdahulunya, seperti ‘I'll Be in the Sky’ –yang
dianggap situs About.com sebagai “lagu cerdas & funky artrap”–
atau ‘On Top of the World’. Namun, respon penonton masih saja
“hangat-hangat tahi ayam”. Sepertinya, para artis selain menguasai aksi panggung,
juga perlu menguasai euforia penonton. Highlight aksi
panggung pun terjadi pada lagu ‘Airplanes’ dimana B.o.B melakukan
body surfing ke arena crowds membuat dirinya serasa terbang
–selain memiliki sayap di kantong celana sponsornya, Adidas. Ia pun
membiarkan raganya terbawa oleh tangan-tangan yang mengangkat.
Jika B.o.B
ingin bersikap di luar konvesional, sepertinya itu tidak terjadi pada
pengecakan setlist lagu. Kalau pada show-show terdahulu B.o.B
menempatkan 3 hits terbesarnya (‘Magic’, ‘Nothin' on You’,
‘Airplanes’) di akhir urutan setlist, kali ini tidak demikian.
Maka, pertanyaannya, apalagi yang ingin ia ledakan ketika semua bahannya
telah habis? Menutup konser pribadi dengan lagu orang sepertinya bukan
ide bagus. “Sebenarnya ini bukan lagu saya. Tapi saya akan berikan untuk
kalian,” katanya tak terlalu optimis. Akhirnya, B.o.B menutup
pertunjukan dengan lagu ‘Kids’ dari MGMT –selain lagunya tidak nge-rap,
B.o.B juga lupa beberapa bait liriknya– dan itu membuat acara ini
menjadi anti-klimaks.