RELATED REPORTS 2011

 REPORTS 2010

 REPORT

The S.I.G.I.T. "Foundry of Secrecy"
Sabtu
, 28 Mei 2011 @ Gudang PLN Pulomas, Jakarta, Indonesia

 

The S.I.G.I.T. "Foundry of Secrecy"

"Perayaan yang Terselubung"

Acara itu terselubung layaknya pesta mushroom. Pada 28 Mei 2011, The Super Insurgent Group of Intemperance Talent alias The S.I.G.I.T. mengadakan secret gig bertajuk “Foundry of Secrecy”. Sebuah acara swadaya yang murni digarap oleh The Insurgent Army [sebutan penggemar The SIGIT-red] dan sifatnya tersembunyi. Bahkan, saat kami mendapat undangan dari panitia sehari sebelum acara melalui pesan singkat, di akhir kalimat tertulis: “Mohon tetap merahasiakan venue karena ini secret gig.”

Metode penjualan tiketnya juga tak lazim. Untuk mengetahui gig venue, setiap penonton harus membeli tiket (presale: Rp 40.000,- / onthespot: Rp 50.000,-) lebih dulu, baru alamat dibocorkan. Sedang di pamflet, lokasi acara tertulis “Somewhere in Jakarta”. Yay! Terinspirasi dari klip anyar The SIGIT, ‘Up & Down’ yang berkonsep gudang, venue pun ditempatkan di halaman belakang sebuah gudang renta yang letaknya persis di samping Universitas Jayabaya. Bahkan, di samping bangunan panggung masih terdapat rongsokan sepasang bus tua era '70-an. Kabarnya, tim The SIGIT sempat nyasar saat mencari lokasi tersebut sehingga panitia harus mengulur waktu acara.

Gladiresik baru berlangsung mendekati jam 7 malam. Ada 3 ben dari 2 kota yang dinobatkan sebagai opening act, yaitu: SAVIOUR (Jogjakarta), PEEBELS HOWLER, dan The KEROCKERS (Jakarta). Sebagaimana perhelatan konvensional, ada sesi pembagian doorprize yang ditawarkan MC di sela-sela pergantian ben. Namun yang membuat alis naik adalah, ketika seorang penonton mau membuat tato permanen gratis bertuliskan “Insurgent Army”. Wow!

Secret gig ini merupakan gelaran kedua kalinya di Jakarta –setelah di Green Cafe, Kemang pada Februari 2010– dengan skala yang lebih besar. Sebanyak 500 tiket habis terjual walau promosi hanya mengandalkan sarana mulut ke mulut atau jejaring sosial (Facebook & Twitter) selama sebulan terakhir. Ini sekaligus bukti bahwa unit rock n roll Kota Kembang tersebut memiliki fan base yang cukup kuat dan loyal di luar kandang.

Sebenarnya secret gig The SIGIT mulai tercetus tahun 2006. Kala itu acara diadakan di rumah sang basis, Adit dengan prasarana apa adanya. Acara pun berlanjut berkat inisiatif fans dengan kemasan lebih serius. Kalaupun “Foundry of Secrecy” masih tergolong gig, acara ini sudah layaknya versi lain dari konser tunggal The SIGIT, seperti yang pernah diselenggarakan di Bandung medio 2009 [“The Dyslexia Concert”-red]. Lantas, mengapa secret gig selalu berlangsung di Jakarta? Seorang panitia yang sempat berbincang dengan Jurnallica merasa, kalau The Insurgent Army di Jakarta jauh lebih aktif dibandingkan The Insurgent Army kota-kota lainnya. Well, entahlah... Yang jelas, asumsi tersebut belum sahih untuk dijadikan dalih.

Tanpa banyak bertele-tele, Rektivianto Yoewono (vokal & gitar), Farri Icksan Wibisana (gitar lead), Aditya Bagja Mulya (bas), & Donar Armando Ekana aka Acil (dram) langsung menggebrak panggung lewat single baru, ‘Up & Down’ (yang disusul dengan ‘Clove Doper’). Bulan lalu [April 2011-red], The SIGIT juga merilis follow up EP “Hertz Dyslexia Part II” yang berisi 3 lagu baru + 1 bonus dalam format dijital secara donlod. Metodenya hampir sama seperti penjualan tiket acara ini; mereka diharuskan membeli tshirt khusus “Hertz Dyslexia Part II” lalu mendapatkan kode unduh.

Sekitar 2 jam  pertunjukan, The SIGIT menggeber 21 lagu dari seluruh rilisannya (1 album: “Visible Idea of Perfection” & 3 EP: (self-titled), “Hertz Dyslexia” part I & II). Di acara ini mereka coba menghadirkan lagu baru, seperti ‘Black Summer’ –bukan judul sebenarnya– yang masih dianggap belum fix. “Sebenarnya lagu ini belum mateng,” kekeh Rekti sebelum lagu dimulai. Saat kami tanya mengenai persiapan album kedua, mereka mengaku sedang menggodok materi-materi baru karena prosesnya berulang-ulang. “Suasananya masih mirip lagu-lagu yang lama,” ungkap Rekti pada Jurnallica usai acara. Bila tak ada aral melintang, album baru The SIGIT akan rilis akhir 2011 –walau jawabnya terlihat meragukan.

Jika motif secret gig ini sebagai wadah keintiman antara ben dengan penggemar, nampaknya tak jauh berbeda seperti Anda menyaksikan performa The SIGIT di acara-acara pensi sekalipun. Apalagi, mengingat segmen acaranya homogen, ben kwartet itu minim berinteraksi dengan penontonnya, yang tak lain adalah penggemar mereka sendiri.

Sampai sepertiga akhir pertunjukan, The SIGIT menghadirkan seorang dramer tamu, Tama. And yes, di lagu-lagu selanjutnya mereka tampil dengan dobel dramer hingga acara selesai. Dan seperti repertoar The SIGIT yang sudah-sudah, trek ‘Black Amplifier’ didaulat menjadi tembang penutup gig rahasia itu.

Usai unjuk gigi, acara pun berlanjut dengan sesi meet & greet. Dan tugas para personil The SIGIT berikutnya adalah, meladeni signature para penggemar yang telah berbaris antri. Saat kaki-kaki melangkah pulang, raut wajah para The Insurgent Army terpancar kepuasan. Mereka menikmati apa yang mereka ingin nikmati. Sebagaimana motto acara ini: “Dari kami, untuk kami, dengan ben kesukaan kami.”

 Klik gambar untuk perbesar

The S.I.G.I.T. "Foundry of Secrecy" The S.I.G.I.T. "Foundry of Secrecy" The S.I.G.I.T. "Foundry of Secrecy" The S.I.G.I.T. "Foundry of Secrecy"

The S.I.G.I.T. "Foundry of Secrecy"

The S.I.G.I.T. "Foundry of Secrecy"

The S.I.G.I.T. "Foundry of Secrecy"

The S.I.G.I.T. "Foundry of Secrecy"

(More pictures click here)

 SONGLIST

01. Up & Down
02. Clove Doper
03. Let it Go
04. Horse
05. New Generation
06. AM Feeling
07. Only Love Can Break Your Heart (Neil Young cover)
08. Live in New York
09. Proud
10. Midnight Mosque Song
11. All the Time
12. The Party
13. Satan State
14. Black Summer
15. Alright
16. No Hook
17. Nowhere End
18. Bhang
19. YHWH
20. Money Making
21. Black Amplifier

Report & photo: Jurnallica