REXONA TEENS"Eksis Abis" [A ROCKET To The MOON, HEY MONDAY,
The DOWNTOWN FICTION] Sabtu,
14 Mei 2011 @
Tennis Indoor Senayan, Jakarta, Indonesia
"(Untungnya) Tetap Meriah"
JAVA Musikindo kembali menghadirkan konser 3 ben sekali gelar. Namun,
event ini bukanlah Festival JAKARTA JAM! seperti yang beberapa
pihak duga. Sang sponsor utama adalah sebuah produk deodoran pembasmi
bau ketiak. Dengan tajuk REXONA TEENS “Eksis
Abis”, acara ini menampilkan 3 ben internasional: The DOWNTOWN FICTION,
HEY MONDAY, A ROCKET TO The MOON yang diselenggarakan di Tennis Indoor
Senayan, Jakarta pada 14 Mei 2011. Belakangan ini JAVA Musikindo sering
kali menggelar konser dengan segmen penonton ABG, namun promoter juga perlu
memerhatikan pihak-pihak yang terlibat, seperti merejeksi sponsor rokok
atau alkohol. Masih banyak kok korporasi yang bonafit. Tak apalah walau
sokongan penggantinya adalah obat mencret sekalipun.
Mengingat pemilihan ben yang nama-namanya belum familiar, ada kekhawatiran
acara ini akan bernasib sama seperti JakJam! 2011 hari ke-1 yang
“miskin”
penonton. Untungnya prediksi saya salah, sehingga promoter bisa berlega
dada. Malam itu, sekitar 3000 kawula muda merangsek gembira di dalam Tendor, bahkan
kelas Festival terlihat penuh. Setidaknya, promo di Twitter setiap saat selama
5 bulan terakhir ini cukup membuahkan hasil. Dengan begitu, kami cukup tau apa
kesibukan promoter di luar menggarap konser, yaitu: menulis tweet
sebanyak-banyaknya.
The
Downtown Fiction (TDF) didaulat sebagai pembuka acara.
Tepat jam 7 malam, lagu pertama ‘Best
I Never Had’
langsung dimainkan. Nyaris seisi Tennis Indoor hiruk-pikuk saat Cameron Leahy (vokal, guitar), David Pavluk (bas, beking vokal), Eric
Jones (dram) beraksi di atas panggung. Melihat animo penonton yang cukup tinggi, TDF nampak keheranan.
Berkali-kali Leahy memuji audiens tanpa basa-basi –“You're
beautiful”
atau
“It's crazy!”.
Yang cukup menggelitik, frontman yang mengenakan jas putih dengan
bawahan celana merah itu juga mengucapkan sebuah kata yang sedang santer di
negara ini:
“Cenat-cenut!”.
Wew. Namun entah kenapa, penonton rasanya kegirangan kalau orang-orang
asing itu bercakap-cakap dalam bahasa Indonesia. Padahal kalau penonton
tahu, semua bule yang mengucapkan kata-kata itu sudah ada contekan di bawah kakinya. Begitu mudahnya
“kalian”
dibodohi, 'nak! Hiks!
Tapi TDF mengaku kalau crowds di Jakarta adalah penonton
terbanyak selama mereka live. “Kami
datang ke sini selama 20 jam... And it’s worth it!” ungkap Leahy bangga.
Trio pop rock asal Fairfax, Virginia ini baru saja merilis album perdana
“Let's
Be Animals” akhir April kemarin. Dan single pertamanya, ‘I
Just Wanna Run’ menjadi penutup show
TDF.
Total 11 lagu mereka mainkan selama 1 jam.
Selanjutnya, giliran Hey Monday unjuk gigi di atas panggung. Tanpa
basa-basi, ben yang terdiri dari Cassadee Pope (vokal), Mike Gentile
(gitar lead), Alex Lipshaw (gitar ritem, beking vokal), Patrick
McKenzie (dram), dan seorang basis audisional langsung menggeber lagu ‘I
Don't Wanna Dance’
–yang ironisnya, penonton malah berdansa.
Dengan vokal yang powerful dan penampilan yang enerjik, Pope
mencuri perhatian saya malam itu. Namun, karena formasi grup ini
dengan frontwoman dan karakter vokal yang mengingatkan Hayley
Williams (vokalis Paramore), banyak pihak yang menyamakan Hey Monday dengan Paramore. Well, Paramore
versi KW, mungkin?! Terserah lah. Di saat orang sibuk
membanding-bandingkan, saya justru lebih terkesima dengan performa ben
pop rock West Palm Beach, Florida ini.
Menurut saya, sebuah ben yang bagus itu yang bisa menyalurkan enerjinya ke
penonton saat live.
Tapi, Pope sendiri merasa grogi tampil di Jakarta karena melihat begitu
banyak orang di depan matanya. Sebagaimana TDF, Hey Monday juga baru
memiliki satu album, “Hold
On Tight” yang dirilis tahun lalu. Tentunya singles seperti
‘Homecoming’, ‘Candles’, dll tak ketinggalan untuk dimainkan. Di akhir
lagu penutup ‘How
You Love Me Now’, Pope
tiba-tiba turun ke sudut panggung dan berlari ke sudut lainnya sambil menyalami seluruh penonton di barikade depan.
Yang
menjadi headliner adalah A Rocket To The Moon. Secara reputasi,
karir mereka pun tak (terlalu) tergolong ben kemarin sore seperti
2 ben sebelumnya. Grup pop-rock ini terbentuk pada 2006 di
Braintree, Massachusetts. Awalnya ARTTM hanya terdiri satu anggota saja, Nick Santino
(vokal, gitar ritem). Sampai akhirnya Justin Richards (gitar lead, beking vokal), Eric "Halvo" Halvorsen (bas,
beking vokal), dan
Andrew Cook (dram) turut bergabung.
Sepertinya
ARTTM memang yang paling ditunggu-tunggu.
Parameternya, jeritan penonton lebih dominan selama show ARTTM
berlangsung. Hampir setiap lagu yang dibawakan
–dari
album “On Your Side”
dan 4 EP lainnya–, penonton bersingalong
dengan semangat.
Mereka juga mengaku kalau show di Jakarta adalah penonton yang
terbanyak. Hingga Justin sempat mengabadikan video crowds dan
meminta penonton memberikan cheers kepada ibu Justin. “Ini
sebagai bukti ke ibu saya,” katanya.
Selain
penampilan ARTTM paling lama, lagunya juga paling banyak dimainkan.
Bahkan, khusus show mereka terdapat sesi encore –walau itu hanyalah pura-pura.
Menjelang jam 11 malam, konser ditutup dengan 2 hits unggulan
ARTTM –yang video-videonya paling
banyak diputar di YouTube–, yakni: ‘Like We Used to’ dan ‘Mr. Right’.
Atas: A Rocket To The Moon, Bawah: The
Downtown Fiction, Hey Monday
The DOWNTOWN FICTION: 01. Best I Never Had
02. Oceans
03. Thanks for Nothing
04. Your Voice
05. Is Anybody Out There?
06. You Were Wrong
07. Where Dreams Go to Die
08. She Knows
09. Living Proof
10. Long Typical Thursday Night
11. I Just Wanna Run
HEY MONDAY: 01. I
Don't Wanna Dance
02. Homecoming
03. Wondergirl
04. Run, Don't Walk
05. Arizona
06. Josey
07. Candles
08. Obvious
09. Where is My Head
10. Hangover
11. 6 Months
12. Wish You Were Here
13. How You Love Me Now
A ROCKET TO The MOON: 01.
On Your Side
02. Killing Me
03. No One Will Eva Git Hert
04. Annabelle
05. I Don't Give a Damn
06. In a Lonely Night
07. Fear of Flying
08. Baby Blue Eyes
09. Not a Second to Waste
10. Just Another One
11. Life of the Party
12. Dakota
# encore #
13. Like We Used to
14. Mr. Right