Sara Bareilles "Live in Jakarta" Kamis,
12 Mei 2011 @
Tennis Indoor Senayan, Jakarta, Indonesia
"Intim & Hangat"
Tennis Indoor Senayan sepertinya
menjadi lokasi andalan bagi promoter JAVA Musikindo setiap menggelar
konser-konser artis/grup mancanegara di Jakarta.
Apapun genre-nya, hampir semua dituangkan dalam ruang
yang sama. Kalaupun penonton lebih berkuantitas, tinggal beralih ke
ruang tetangga, Istora Senayan. Saat menggelar konser Sara Bareilles di
Jakarta (12/05), tak seperti biasanya Tendor berisi deretan bangku yang
berpundi-pundi dari festival hingga tribun, membuat ruang olahraga
tersebut terlihat mirip pertunjukan teater. Padahal, jika ingin mencari lokasi
yang serupa, kami rasa di ibu kota masih banyak alternatifnya.
Mulai jam 8 malam, gitaris
Javier Dunn membuka pertunjukan secara solo –sebelum ia “turun jabatan”
menjadi musisi pengiring Bareilles. Dengan format akustik, Dunn hanya
menyuguhkan 4 lagu. Namun, ia sempat membuat penonton singalong
saat menyelipkan ‘Marry You’-nya Bruno Mars di lagu terakhir.
Selang tak berapa lama kemudian, intro
‘Kaleidoscope Heart’ berkumandang menandakan esensi pertunjukan segera
dimulai. Satu persatu, Sara Bareilles beserta ben pengiringnya
menampakan diri ke atas panggung yang disambut sorak sorai penonton.
Tampil mengenakan kostum serba hitam dengan rambut panjangnya yang
tersanggul, Bareilles langsung memencet tuts piano untuk memainkan
‘Uncharted’. Lagu tersebut mengisahkan pengalaman pahitnya oleh
penulis block setelah merilis album “Little Voice”. Bahkan, judul album
barunya, “Kaleidoscope Heart” diambil dari potongan lirik bridge
lagu tersebut.
Beres lagu pertama,
Bareilles
langsung menawarkan
lagu cover. “U guys like bad
words?” tanya Bareilles ke 1500-an penonton yang hadir. Jawabannya
pun hanya jeritan-jeritan girang. “Ok. Want to singalong some bad
words?” kembali Bareilles meyakinkan. Lalu meluncur lah lagu ‘Fuck You’
dari Cee Lo
Green yang vulgar itu. Tanpa merasa beban, di bagian reff
lagu tersebut penonton dengan kompak mengucapkan kalimat yang begitu
eksplisit: “Fuck You!”. Yeah. Untung saja Lembaga Sensor tidak hadir dalam acara
ini. Semacam ada korelasi, lagu tersebut pun di-medley dengan
‘Gonna Get Over You’ –yang berpotensi menjadi single terbaru
“Kaleidoscope Heart”– dan ditimpali lagi dengan ‘Single Ladies’-nya
Beyoncé.
Perpaduan gaya vokal contralto/mezzo-soprano
Bareilles sambil bermain piano membuat namanya disanding-sandingkan
dengan musisi/biduanita, seperti: Norah Jones, Joni Mitchell, dan
sejenisnya. Namun, selain piano Bareilles juga bertalenta dalam
instrumen yang lain. Dia beralih bermain gitar saat lagu ‘Basket
Case’ –yang beberapa orang mengira itu lagu Green Day karena kesamaan
judul.
Separuh repertoar yang
dibawakan malam itu berasal dari album ke-3nya yang dirilis 7 September 2010 lalu.
Setelah menyuguhkan sederet lagu, penonton sempat merequest lagu
‘Between the Lines’ dari album kedua,
“Little Voice”.
Berhubung lagu tersebut tak terdaftar dalam
songlist show di Jakarta, Bareilles pun coba memainkan potongan lagu
tersebut dengan menyanyikan lirik pura-pura lupa. Tapi, tambahan itu
semakin menghibur.
Interaksi hangat
Bareilles dengan penonton membuat konser terasa menyenangkan –selain
lagu-lagunya yang juga menyenangkan. Hampir di setiap jeda lagu,
Bareilles melepaskan percakapan dengan penonton yang membuat suasana
terasa akrab & intim, walau show Bareilles di Jakarta ini yang
pertama kali. Mungkin event ini juga yang perdana bagi promoter
dengan sponsor sebuah makanan siap saji, Pizza Hut. “Saya rasa
hari ini adalah hari ini yang mengagumkan. Bukan karena ini trip
pertama saya di Indonesia. Tapi, namaku juga berada di poster bersama
Pizza Hut!” ungkap Bareilles dengan kegirangan yang mengundang tawa para
penonton. “Pizza is my favourite food!”
Aplaus dan reaksi penonton yang begitu
meriah membuat Bareilles merasa tersanjung. “Kalian adalah crowds
terbaik yang kami punya,” puji Bareilles ke penonton. Dan seperti tak
dapat mengelak, ia beberapa kali menekankan: “You win! You win!”
Maka, agar lebih menarik simpatik dari penonton, Bareilles mengenakan
syal merah putih bertuliskan “Indonesia” di lehernya sebelum memainkan
‘King of Anythings’ –single pertama dari “Kaleidoscope Heart” dan
masuk nominasi Grammy Awards 2011 untuk kategori “Best Female Pop Vocal
Performance”.
Seluruh musisi pengiring pun akhirnya
meningalkan Bareilles seorang diri usai lagu ‘Let the Rain’.
Dengan percaya diri, Bareilles bersama
pianonya menutup konser dengan single dari debutnya, ‘Gravity’. Sebelum memulai
lagu tersebut, ia pun mengucapkan kalimat bahasa Indonesia yang baru
dipelajarinya dengan terbata-bata; “Sampai juga lagi.”