Avril Lavigne
"The Black Star Tour" Rabu,
11 Mei 2011 @
Kartika Expo Center - Balai Kartini, Jakarta, Indonesia
"Peri Bintang Hitam"
Avril Lavigne kembali tampil live di Jakarta untuk keduakalinya
pada 11 Mei 2011 dalam rangka tur promo “Goodbye Lullaby” –album ke-4nya
yang baru rilis awal Maret 2011. Jika di awal karir Lavigne memiliki
citra “bad girl”, dewasa ini biduanita pop-rock asal
Kanada tersebut hadir dengan sosok peri kegelapan. “The Black Star
Tour”, yang menjadi tema tur kali ini seperti menyiratkan suatu makna. Apakah itu
cerminan dirinya kini yang menjadi janda muda di usia 26 tahun?
Dengan mengenakan gaun dan kostum serba hitam sambil menenteng tongkat
bintang menyala layaknya seorang peri, Lavigne membuka pertunjukan
dengan single gelap yang judulnya seperti tema konser, ‘Black
Star’. Saat Lavigne dan ben pengiringnya
melanjutkan dengan ‘What the Hell’, single perdana dari “Goodbye
Lullaby”, sontak audiens gegap gempita. Ditambah lagi dengan hit ‘Sk8er Boi’ dari debut “Let Go” yang
mengingatkan sosok Lavigne ABG dan masih memakai dasi.
Namun, imej hanyalah imej. Pada kenyataannya,
Lavigne tak jauh berbeda dengan wanita general yang juga galau
saat mengalami patah hati. Banyak persepsi bahwa “Goodbye Lullaby” –yang
perilisannya tertunda satu tahun– adalah album putus cinta dan beredar
setelah ia bercerai. (Tapi, bagi kaum Adam bukankah itu peluang,
mengingat Lavigne sekarang terlihat lebih molek? Silahkan angkat tangan,
siapa yang ingin menjadi kekasihnya.) Yang mencengangkan
adalah, album tersebut justru diproduseri oleh mantan suami, Deryck
Whibley, yang juga seorang vokalis ben punk rock, SUM 41.
Konser Lavigne kali ini diselenggarakan oleh Mahaka Entertainment
–promoternya mengaku ingin menyaingi promoter yang mendatangkan
Lavigne di Jakarta sebelumnya. Hanya saja, pemilihan Kartika Expo
Center, Balai Kartini kurang menunjang untuk dijadikan sebuah
pertunjukan musik –jika kapasitas digunakan sepenuhnya. Ruangan yang
berbentuk memanjang jelas tak akan menjangkau tata suara secara
selaras. Tentu saja penonton yang berposisi lebih dekat dengan panggung
terasa menggelegar dan tata cahaya yang berbinar.
Begitu juga sebaliknya, penonton yang berada dalam barisan belakang
merasa kurang menikmati pertunjukan, baik dari faktor penglihatan
ataupun pendengaran. Apakah penyelenggara lebih memikirkan kapasitas
tempat daripada kenyamanan penonton? Itulah mengapa para pembeli tiket
kelas Regular –yang berposisi dari tengah ke belakang– banyak menuai
komplain.
Komunikasi Lavigne dengan 5000-an penggemarnya malam itu juga terkesan
seadanya, jika tak ingin disebut basa-basi. “OMG! Saya tak
menyangka bisa kembali ke Jakarta,” kata Lavigne genit. “Dan juga saya
adalah satu wanita paling beruntung bisa berada di sini... It’s kinda
really cooolll!!!”
Ia sempat terlihat teledor saat bilang pernah tampil di Jakarta setelah
dua tahun lalu. Padahal, konser pertama Lavigne di Jakarta tepatnya pada
4 April 2005.
Di beberapa lagu, Lavigne juga bernyanyi sambil bermain gitar atau piano
(atau bernyanyi di atas piano). Bahkan, ia menggubah lagu ‘Stop Standing There’
dalam versi piano. Menurut Lavigne, lagu tersebut bercerita tentang
seorang pria yang menyukai wanita namun hanya bisa berdiam diri.
“Be
pro-active!” katanya menyindir.
Lantas, kenapa pria yang pernah dekat dengannya memutuskan mundur? Atau karena imej
Lavigne selama
ini yang membuat kisah cintanya selalu kandas? Menuju akhir pertunjukan,
Lavigne lebih memilih tembang-tembang sendu, seperti ‘Smile’ –yang
menjadi single terbaru dari “Goodbye Lullaby”– lalu ‘I'm With You’.
Klimaksnya, Lavigne menutup konser dengan single lampau di awal karirnya, ‘Complicated’.
Boleh jadi, lagu tersebut sedang
mencerminkan hidupnya saat ini.
01. Black Star
02. What the Hell
03. Sk8er Boi
04. He Wasn't
05. I Always Get What I Want
06. Alice
07. When You're Gone
08. Stop Standing There
09. I Love You
10. Wish You Were Here
11. Unwanted / Musical Piece
12. Girlfriend
13. Airplanes (B.O.B. cover) [snippet]
14. My Happy
Ending
15. Don't Tell Me
16. Smile
17. I'm With You
# encore #
18. Complicated