SWITCHFOOT "Live
in Jakarta" Jumat,
29 April 2011 @ Hard Rock cafe, Jakarta, Indonesia
"Lebih Intim"
Maraknya
pertunjukan musik dari ben-ben lintas negara di Indonesia (khususnya
Jakarta) seakan tak lagi terbendung –baik
mereka tampil untuk pertamakalinya atau yang kesekiankalinya. Tapi, setidaknya ada cara bagaimana perhelatanan
tersebut tetap impresif, walau dampaknya untuk pemain ataupun penonton.
Apakah rasanya tak membosankan bila terus tampil dalam kemasan yang
sama?
Pada 29
April 2011, ben alternatif rock asal San Diego, California, SWITCHFOOT
tampil kembali di Jakarta untuk keduakalinya. Acara yang digagas BLADE &
STARD Pro. ini menggelar di Hard Rock cafe, eX Plaza. Meski kapasitas
ruang kali ini lebih minim –dibanding
show pertama
Switchfoot
di Tennis Indoor Senayan pada 24 Januari 2008–,
jarak
penonton dengan panggung tanpa batas membuat acara kali ini terasa lebih intim.
Dari
beberapa kisah pertunjukan di HRC, biasanya
ben-ben luar lebih memilih tampil dalam format akustik –mengingat
panggung di HRC tak begitu lenggang serta kapasitas penonton yang
terbatas.
Namun bagi
Switchfoot
tidak peduli. Ben yang terkenal enerjik dalam aksi panggungnya itu tetap
tampil dengan kemasan elektrik.
Acara dimulai jam 9 malam.
Saat
Jon Foreman (vokal, gitar), Tim Foreman (bas, beking
vokal), Chad Butler (dram, perkusi), Drew Shirley (gitar), & Jerome
Fontamillas (gitar, kibord, beking vokal)
berkumpul di atas panggung, kuintet tersebut langsung membuka show lewat
‘The Sound (John M. Perkins' Blues)’ dari album terakhir “Hello Hurricane” (2009). Walau
belum ada materi-materi teranyar, Switchfoot punya banyak
stok lagu untuk disajikan dari 7 album yang dimilikinya. Termasuk memainkan
single lawas ‘Chem 6A’ dari debut “The Legend of Chin” (1997).
Dan show ini bukanlah rangkaian tur promo apapun.
Memasuki
intro lagu ke-2, ‘Stars’ vokalis Jon baru menyapa ratusan penggemarnya
yang hadir; “Jakarta,
how you’re feelin?”. Sosok Jon dengan rambut pirang serta mengenakan
flannel jadi mengingatkan saya pada Kurt Cobain. Hey! Tapi kami tak bilang musik Switchfoot seperti Nirvana.
Memang
ada nuansa grunge dalam beberapa lagunya. Namun
tipikal Switchfoot sendiri lebih cenderung ke alternative rock Amerika.
Switchfoot sebelumnya dikenal sebagai ben “christian
rock”
karena keterlibatannya dalam skena tersebut. Bahkan lagu
‘Gone’–yang
dimainkan urutan ke-5–
sempat sukses
mengudara di stasiun radio Kristen di negaranya. Juga, belum lama ini album
“Hello Hurricane” menyabet penghargaan “Best Rock or Rap
Gospel Album” dalam acara Grammy Awards ke-53 pada 13 Februari 2011.
Di
beberapa lagunya, baik Jon atau Butler menghadirkan aksi perkusi di
depan panggung.
Dan saat memainkan ‘Awakening’, kami jadi teringat pembahasan ben ini
dimana D'Masiv dituding menjiplak beberapa part
lagunya. Seperti intro ‘Diam Tanpa Kata’ yang memang terdengar mirip
dengan intro ‘Awakening’. Tapi, rasanya tak terlalu bijak mendiskreditkan sebuah
grup hanya berdasarkan kemiripan-kemiripan. Sebagai fitrah manusia yang cenderung meniru
memang sulit untuk dihindari. Kalau tak begitu,
bagaimana dengan para DJ atau beat makers itu yang sering
mencomot potongan lagu-lagu orang? Nyatanya, intro ‘Awakening’ juga
pernah disinggung oleh beberapa pihak karena meniru lagu
‘Kaze
No Tadoritsuku Basho’, sebuah soundtrack dari visual novel “Kanon”.
See...
Usai
lagu ‘Awakening’, salah satu
hit terbesarnya ‘Meant to Live’
langsung menyulut membuat audiens singalong sepanjang lagu. Melihat audiens yang antusias,
Jon pun membalas dengan pujian-pujian klise –you're awesome!.
Sebagai frontman ben, Jon memang paling enerjik. Beberapa kali
dia melompat setelah meranjak dari set dram. Malah kakak dari sang basis
itu berbaur ke arena penonton di hujung pertunjukan sehingga merekatkan
emosionil.
Selain memainkan
kumpulan single, Switchfoot juga mendaur sebuah lagu ‘Sabotage’ milik
unit hip-hop
Beastie Boys sebelum memasuki momen encore. Konser pun akhirnya ditutup dengan
lagu ‘Dare You
to Move’. Dan sepertinya kali ini pihak ben yang merasa terkesan.
“God bless you all,” ucap Jon sebelum seluruh
personil ben meninggalkan
panggung. Dari rautnya, terpancar roman-roman kebahagiaan. Dan
usai pertunjukan, melalui akun Twitter Switchfoot memuji crowds
malam itu; “Jakarta,
you are truly beautiful. Thank you for tonight.”.
01. The Sound
(John M. Perkins' Blues)
02. Stars
03. Oh! Gravity.
04. Chem 6A
05. Gone
06. Your Love Is a Song
07. Free
08. Always
09. Awakening
10. Meant to Live
11. Mess of Me
12. Yet
13. Learning to Breathe
14. Sabotage (Beastie Boys cover)
15. We are One Tonight
# encore #
16. Only Hope
17. Hello Hurricane
18. Dare You to Move