BRUNO MARS "Live in Jakarta"
Selasa,
5 April 2011 @ Istora Senayan, Jakarta, Indonesia
"Sang Entertainer"
Perkenalkan, biduan baru di
blantika pop; Bruno Mars! Berlatar belakang besar dari dunia hiburan –ia
sudah tampil di atas panggung sejak umur 4 tahun–, Mars cukup
berpengalaman bagaimana mencuri perhatian para penonton. Sekarang Anda
perkirakan sendiri, seperti apa jadinya menyanyikan ‘Billie Jean’-nya
Michael Jackson dengan iringan musik ‘Smells Like Teen Spirit’-nya
Nirvana?
Pada 5 April 2011, Bruno
Mars menggelar konser di Indonesia (bahkan Asia) untuk pertamakalinya.
Malam itu, Mars yang mengenakan rompi jeans, kaos motif garis
hitam-putih, celana maroon, dan fedora sukses membuat lautan manusia
dalam Istora Senayan merasa terhibur dan histeris. Pada
dasarnya, pria setinggi (tak lebih dari) 170 cm, berparas kiddy face,
memiliki sepasang lesung pipit itu adalah seorang entertainer
konvensional. Namun, siapa yang mengira animo penonton meledak.
Kabarnya, seluruh tiket
konser ludes dalam hitungan 7 jam –melebihi rekor penjualan tiket konser
Maroon 5 di Jakarta pada 27 April mendatang yang sold-out dalam
10 jam. Sedang calon penonton lainnya yang
ingin masuk, entah harus dengan cara apa selain berharap pada kemenangan kuis
atau berdoa kepada Tuhan. Mereka yang berfinansial lebih, bisa saja
mendapatkan tiket lewat calo meski harganya tak lagi normal. Bahkan,
seorang saksi mata yang menceritakan ke Jurnallica, ada calo
menjual akses masuk dengan bayaran 1,8 juta per-orang.
Tapi apa boleh dikata, “si Bapak” itu rela membayar 3 orang demi tontonan anak-anaknya.
Dominasi penonton Mars
berasal dari kalangan praremaja. Dan spesifiknya, wanita. “Lihat! Lihat!
Pemandangan orang-orang di sini,” kata Mars sambil
memerhatikan audiens yang menyeruak hingga ke sudut-sudut gelanggang.
Sebelum ‘The Other Side’ dimainkan sebagai lagu pertama –bersama lima
musisi pengiringnya–, Mars memulai gladiresik dengan bersolo dram.
Secara tidak langsung hal itu membuktikan bahwa dirinya juga seorang multitalenta.
Di usianya yang ke-25, eksistensi Mars mulai meroket. Pada Desember 2010, namanya
tercatat mendapat 7 nominasi dalam Grammy Awards ke-53. Namun, dalam
konser, tak banyak
diharapkan dari artis yang baru memiliki satu album –dan tak seluruhnya
ia bawakan. Sebagai tambahan setlist, Mars mengkover beberapa
lagu (seperti potongan lagu ‘Money’-nya The Beatles atau ‘Seven Nation
Army’-nya The White Stripes), termasuk menyanyikan kembali
‘Billionaire’-nya Travie McCoy dan ‘Nothin' on You’-nya B.o.B. –dimana
ia berperan sebagai co-writer di lagu-lagu tersebut.
Umumnya setiap lagu digubah
dalam versi yang berbeda kala konser, seperti gitar elektrik yang dominan pada lagu
‘Marry You’. Sebagai pria yang lahir dan dibesarkan dari daratan Hawaii,
Amerika, Mars tak lupa dengan akar musiknya. Beberapa lagu berirama
reggae juga terdapat di lagu-lagunya, seperti ‘The Lazy Song’
–yang menjadi single ke-3 dari album “Doo-Wops & Hooligans”.
Highlight pertunjukan
tetap terletak pada 2 hit terbesar-nya; ‘Grenade’ dan ‘Just the
Way You are’ –yang dimainkan 2 lagu terakhir sebelum encore–
hingga membuat koor massal penonton. Lagu ‘Just the Way
You are’ seharusnya menjadi pilihan yang tepat sebagai klimaks. Apalagi refrain syahdu itu terus diulang-ulang hingga durasi lagu hampir 10 menit. Tapi,
cerita-cerita encore akan selalu ada di setiap akhir pertunjukan
di negeri ini.
Jeritan-jeritan histeria
yang membaha membuat Mars begitu tersanjung.
Dari ekspresi wajahnya beberapa kali nampak
tak kuat menahan haru. “Aku cinta kamu!” ucap Mars dalam bahasa
Indonesia membuat penonton semakin menjerit. “Ini menjadi momen terindah
karena kami sebelumnya belum pernah ke sini,” kata Mars. “Kalian
membuat perjalanan pertama kami begitu spesial. Dan saya berjanji,
we’ll back very very soon.” Dan para penonton itu kembali menjerit.
Mars seperti dihadirkan ke
dunia untuk menghibur. Semasa kecil, pria yang terlahir dengan nama
Peter Gene Hernandez ini justru terkenal sebagai Elvis cilik gadungan.
Beranjak dewasa, ia mulai menirukan dansa ala Michael Jackson. Maka, tak
heran bila kelak proses berkaryanya terdapat pengaruh dari musisi-musisi
legendaris tersebut. Ada 'nyawa' Jackson dalam gaya bernyanyi Mars –dan
kualitas suaranya tetap terjaga sepanjang pertunjukan. Pada lagu penutup ‘Runaway Baby’, Mars juga
menghadirkan koreografi bersama musisi-musisi pengiringnya, walau tak
terlalu kompak. “You know what Jakarta, saya merasa melakukan
sesuatu yang berbeda malam ini, yang biasanya saya tidak lakukan...” ungkap Mars di
sela-sela lagu. Tapi dari apa yang ia lakukan (selain
bernyanyi), semua itu tujuannya untuk satu, yaitu; menghibur.
01. Intro
02. The Other Side
03. Top of the World
04. Money (That's What I Want) / Billionaire
05. Our First Time
06. Smells Like Teen Spirit / Billie Jean / Seven Nation Army
07. Marry You
08. The Lazy Song
09. Count on Me
10. Liquor Store Blues
11. Nothin' on You
12. Grenade
13. Just the Way You are
# encore #
14. Runaway Baby