MGMT
[Live at Beatfest 2011] Sabtu,
26 Maret 2011 @
Bengkel
Nightpark, Jakarta, Indonesia
"Extravaganza Psikedelia"
Sukses dalam karir musik
tentu menjadi mimpi basah bagi semua ben. Namun, untuk MGMT tidak
demikian –justru bertolak belakang. Popularitas yang melekat berkat
album pertamanya, “Oracular Spectacular” layaknya beban baru bagi para
pendiri; Andrew VanWyngarden dan Benjamin Goldwasser. Termasuk menjalani
tur dan promo seolah menjadi tempaan hidup mereka. Bila dalam hit
‘Time to Pretend’ mereka mengolok gaya hidup rock star (dan
menjadikan model-model sebagai istri), kini lagu tersebut seperti
senandung lelucon untuk diri mereka sendiri di setiap pentas MGMT.
Layaknya resep obat,
pertunjukan musik ben-ben asing di Ibu Kota terus “kambuh” setiap akhir
pekan selama Maret ini –Santana (4&5/03), Stone Temple Pilots (13/03),
Suede (19/03), dll. Sebagai dosis penutup, grup psychedelic rock
asal Amerika, MGMT tampil di Bengkel Nightpark (26/03) dalam sebuah
event periodikal BEATFEST.
Meski Andrew (vokal, gitar)
dan Ben (kibord, programming) adalah anggota inti grup, untuk format
live, MGMT tampil kuintet bersama James Richardson (gitar),
Matthew Asti (bas), dan Will Berman (dram) –namun, hanya dua personil saja
yang kentara bergaya hippie. MGMT adalah headliner.
Sebelum para hipster geek tersebut beraksi, dua ben; SAJAMA CUT (Jakarta) dan The WHITEST
BOY ALIVE (Jerman, ben lainnya Erlend Øye dari
Kings of Convenience)
tampil lebih dulu.
Mendekati setengah 11 malam,
pecandu-pecandu kibord vintage itu memulai repertoarnya lewat
‘It's Working’ –yang bercerita tentang ekstasi. Tata lampu yang
remang-remang ditambah kaledoskop dari layar LED seakan menyempurnakan
atmosfir psikedelia yang mereka bawa.
“How are you guys doin’?”
sapa VanWyngarden ke penonton –kalimat pembuka yang juga ditemukan dalam
rekaman live mereka. Seperti kebanyakan ben asing, sepanjang pertunjukan MGMT
juga minim
interaksi. Tapi gaya bernyanyi VanWyngarden tergolong
multipel. Sedangkan alunan paduan
psychedelic '60/'70-an dengan New Wave '80-an yang dimainkan seperti
tak sekedar menyajikan musik. Ada sesuatu yang “lain” yang (mungkin) dapat
direpresentasikan dengan cara tersendiri. Maka, jangan salahkan penonton
bila sampai membakar ganja –salah satu cara yang paling murah– demi pencarian menuju
kesempurnaan.
Mutu sound yang menunjang
menambah kenikmatan bagi para penonton. Dalam setiap penampilan MGMT, takaran setlist
selalu berubah –bahkan ada yang hilang salah satu
di antaranya. Hampir seluruh lagu dari dua albumnya [“Oracular
Spectacular” & “Congratulations”] mereka mainkan, seperti: ‘Weekend
Wars’, ‘Electric Feel’, ‘Flash Delirium’, ‘Time To Pretend’, ‘The
Youth’, termasuk lagu epik prog berdurasi 12 menitan, ‘Siberian
Breaks’ –yang seperti gabungan 2 atau 3 lagu, mungkin 4.
Satu lagu karaoke terdapat
pada ‘Kids’ yang membuat sesi rehat bagi seluruh personilnya. Dengan
hook kibord haru, single inilah yang mengawali MGMT menggondol varian penghargaan dan koleksi tropi –meski semuanya mereka kumpulkan dalam
kamar mandi. Show pun berlanjut pada lagu bernada folk rock
‘Congratulations’ sebagai penutup sementara dan ‘Brian Eno’ yang
upbeat sebagai penutup sesungguhnya selepas encore.
Kabarnya tiket acara
ini sold-out. Antrian panjang di luar gedung cukup menjadi bukti.
Tapi entahlah, apakah sekitar 3000 kepala yang menyesaki Bengkel itu
sejatinya “Destrokker” –sebutan penggemar MGMT. Benarkah anak-anak
trendi itu juga peminat psychedelic rock –sebagaimana
VanWyngarden dan Goldwasser yang membentuk ben dari menggemari
musik-musik orangtua mereka? Atau adakah tendensi nuansa elektronik dengan sebuah
tempat yang terkenal sebagai lokasi dunia malam sebagai sugesti? Atau dugaan terakhir…hipster! You know,
hipsters always exist in everywhere. Pahamilah itu.
Sebelum semuanya berpesta, seorang wanita
ABG tampak terkejut (pula sinikal) saat melihat kumpulan koleganya;
“Lho! Kok jadi hipster semua gini?”
01. It's Working
02.
Weekend Wars
03. I Found a Whistle
04. Electric Feel
05. Flash Delirium
06. Of Moons, Birds & Monsters
07. Future Reflections
08. Someone's Missing
09.
Time To Pretend
10. Song For Dan Treacy
11.
The Youth
12. Siberian Breaks
13.
Kids
14. Congratulations
# encore #
15. The Handshake
16. Burst (Magazine cover)
17. Brian Eno