FAR*EAST MOVEMENT
"Meets Jakarta" Selasa,
15
Maret 2011 @
Istora Senayan, Jakarta, Indonesia
"Fly Like a G6 is Done"
Sebagai warga asing,
sepertinya harus melewati naturalisasi lebih dulu untuk mendapat
pengakuan di negara tersebut. Mungkin itu juga yang terjadi pada unit
electro hop FAR*EAST MOVEMENT [atau biasa disingkat FM]. Meski
domisili mereka berasal dari Los Angeles, California, tapi seluruh
personilnya adalah orang-orang keturunan Asia –yang terdiri dari Kev
Nish (Kevin Nishimura) keturunan Jepang-Cina, Prohgress (James Roh) & J-Splif
(Jae Choung) keturunan Korea, dan DJ Virman (Virman Coquia) keturunan
Filipina.
Pamor FM langsung
meroket berkat single ‘Like a G6 (feat. DEV & The Cataracs)’
dengan mencomot bait dari ‘Booty Bounce’-nya DEV. Ultimasi lagu tersebut
seolah menjadi pengakuan FM di negara adidaya yang mendapat peringkat
wahid di chart Billboard Hot 100 dan iTunes. Mereka juga
adalah grup Asia-Amerika pertama yang mendapat derajat tertinggi pada
chart Pop Mainstream di Amerika Serikat. Sangking melejitnya,
eksistensi FM baru diakui setelah merilis album “Free Weird” –album
pertama FM yang dirilis label mayor Cherrytree Records, cabang dari
Interscope Records–, walau sebelumnya mereka telah meluncurkan 2 album (“Folk
Music” [2006] & “Animal” [2009]).
Hal yang juga
terjadi kala
mengadakan konser FM pertamakali di Jakarta pada 15 Maret 2011. Sebagai daya tarik calon
penonton, promoter SENTRA LIVE! nyaris hanya mentweet titel ‘Like
a G6’ selama berbulan-bulan, seakan tak ada lagi hit FM yang lain –seperti
‘Rocketeer (feat. Ryan Tedder)’ yang sama melejitnya. Tapi,
untuk grup baru yang baru dikenal
dengan pertunjukan selama 1 jam, pemasangan harga tiket rasanya tergolong mahal.
Mungkinkah itu karena faktor
kehadiran opening acts? Seperti Jay Smoove – penyanyi R&B Amerika
Serikat yang masih butuh pengakuan– dan beberapa DJ lokal, seperti: Mikey Moran,
Twist feat. Rad/Bot, dan Maia –ya! Mantan istri Ahmad Dhani itu. Dari
kabar yang sempat menclok ke kuping Jurnallica, untuk budget yang
terakhir disebut saja tak jauh nilainya dengan bayaran headliner.
Padahal, kalau Maia cs. tak tampil pun, setahi kuku tidak menghilangkan
esensi acara ini.
Konser FM di Istora
Senayan tak ubahnya
acara dugem untuk kalangan ABG dengan arena yang lebih luas dan dipadati sekitar 4000 kepala. Menjelang 11 malam, FM
mulai menampakan diri dan
langsung menggoyang massa lewat ‘Girls on the Dance Floor’ lalu disambung
dengan singel terbarunya, ‘If I Was You (OMG)’ –sebuah lagu co-written dengan Bruno
Mars yang menghadirkan rapper kenamaan Snoop Dog. Saat konfrensi
pers di Hotel Rtz Carlton 5 jam sebelum FM naik panggung, mereka sempat
membahas baru saja menggarap video klip lagu tersebut.
Ketiga
personilnya (Kev
Nish, Prohgress, J-Splif)
adalah rapper
[bahkan
Nish menggenggam 2 mic-red]
plus satu DJ
(Virman)
–yang belakangan bergabung. Namun, di
beberapa sesi, ketiga MC juga bermain instrumen. Sebelum tampil
di Jakarta, FM baru saja menjadi grup pendukung konser tur Rihanna.
Namun kala menyambagi kawasan Asia,
mereka seperti sadar ada keseragaman fisik.
“Jakarta, kalian sangat merepresentasikan kami,” kata Nish sambil
memerhatikan audiens di barikade depan yang didominasi [Maaf! Bukan
bermaksud rasial-red] kalangan bermata sipit.
Pertunjukan FM
di Jakarta juga menghadirkan Kayla Kai, yang mengisi vokal
pada
lagu ‘White Flag’ di album “Free Weird”. Penyanyi
cantik itu juga menjadi beking vokal di
beberapa lagu, termasuk pengganti suara DEV di lagu ‘Like a G6’ –walau
tampil lipsync. Nyaris seluruh repertoar
diambil dari album “Free Weird”. Lantai dansa pun
berakhir dengan lagu ‘Go Ape’ yang bertempo upbeat. DJ Virman
yang selama pertunjukan berposisi di belakang panggung (bersama seorang
DJ pendukung), tiba-tiba bertingkah pecicilan dengan menggunakan topeng
monyet di lagu ini. Untung saja, konser FM berakhir tidak terlihat seperti
pertunjukan topeng monyet.