N.E.R.D "Live
in Jakarta" Senin,
10 Januari 2011 @ Istora Senayan, Jakarta, Indonesia
"Chad Hugo Absen, N.E.R.D Tetap Tampil Memukau"
Di
balik tema
‘Everyone
Nose’ adalah olokan para wanita
yang
mengantri di kamar mandi untuk menunggu giliran
menghisap heroin.
Sedang antrian
calon penonton –yang kebanyakan wanita– konser N.E.R.D di Istora Senayan,
Jakarta pada Senin malam (10/01) bisa bermakna dikotomi. Boleh jadiimpact
mereka menyaksikan
Pharrell
cs.
lebih gila dibandingkan
mengkonsumsi
zak adiktif manapun. Dan itu terbukti.
Walau konser N.E.R.D tanpa Chad Hugo, grup musik hip-hop/funk
asal Amerika tersebut tetap tampil memukau di hadapan seribuan penggemarnya diJakarta.
Pada
acara konferensi pers, enam jam sebelum naik panggung, mereka menjamin
kalau konser N.E.R.D tetap maksimal meski tanpa Chad Hugo. Pharrell
mengatakan bahwa Chad –sahabatnya sejak umur 12 tahun itu– tidak bisa
hadir karena paspornya bermasalah. “Sekarang dia di rumah bersama
keluarganya dan tetap lihat kita lewat Skype,” tandasnya sambil tertawa.
Grup berakronim “No-one Ever Really Dies” itu sebelumnya pernah dijadwalkan konser
di Jakarta pada 22 Maret 2009 silam namun batal h-1 karena mendapat
preseden buruk dari organizer Malaysia, termasuk ancaman tahanan
selama 2 minggu. Maka, kini
saatnya membayar rasa rindu para penggemar di Indonesia setelah tur
mereka di Australia.
Sebelum
headliner
tampil pada setengah 10 malam, pertunjukan dibuka dua grup lokal: RAN
dan S.O.B (Sound Of Beats). Yang satu cukup representatif dan yang
satunya lagi pathetic. S.O.B adalah grup hip-hop rock
all-stars yang beranggotakan Iwa K., Gading Martin, DJ Schizo, dan
Eno Netral –di
konser mereka berkolaborasi dengan Coky Netral. Kemudian RAN yang tampil luar
biasa
–di lagu terakhir mereka juga berduet
dengan biduanita Dewi Sandra. RAN sendiri adalah ben yang banyak
terpengaruh N.E.R.D. Saking nge-fansnya,para
personil RAN
sempat menonton N.E.R.D di Malaysia saat mereka
mengumumkan batal konser di Jakarta. “Tahun lalu kita langsung nonton
mereka di Malaysia. Beruntung gua (Rayi) dan Asta bisa nonton mereka
dari belakang panggung dan sekarang jadi ben pembuka N.E.R.D, ini
pengalaman sekali seumur hidup dan RAN akan manggung beda,”
kata Rayi. Bahkan Rayi terlihat nervous breakdown saat
sesi
tanya-jawab
dengan personil N.E.R.D di konfrensi pers dan membuat semua orang
tertawa melihatnya.
Kembang api menyala dan jeritan
semakin histeris menjadi pertanda N.E.R.D segera tampil.
Tidak lama, duo dynamic Pharrell Williams dan Shay Haley langsung
menggebrak dengan ‘I Wanna Jam’ dari album terbarunya “Nothing” yang
baru dirilis 7 September lalu. Teriakan demi teriakan dari penonton
selalu terdengar setiap kali Williams melakukan gerakan tertentu,
seperti membuka sweater atau berdiri sambil mengangkat tangan sambil
menunjukan simbol tangan N.E.R.D.
Tujuh lagu berlalu, Williams dan Haley semakin menikmati aksi
panggungnya. Williams bahkan turun panggung menyapa penonton yang berada
di pagar pembatas dan sempat memeluk penonton wanita, otomatis wanita
itu histeris dan nangis bahagia. Bukan hanya itu, Williams juga memilih
seorang gadis naik ke atas panggung. “Make some
noise for this lady. She knows all of my songs and this one goes up for
a girl like you,” puji Williams. Yang dipuji hanya speechless
sambil memeluk Williams berkali-kali juga berkesempatan mencium pipinya.
Wanita beruntung itupun tampil bersama
N.E.R.D
di atas panggung membawakan ‘Brain’ hingga pertunjukan usai dengan ‘Lapdance’.
Selain
penggemar wanita, William juga mengangkut seorang penggemar pria ke atas
panggung. Ternyata pria tersebut memiliki tato tulisan “N.E.R.D” serta
icon bergambar otak di lengan kirinya dan dengan bangga ia
memamerkannya. Bahkan, sehari sebelum konser di Indonesia, akun Twitter
N.E.R.D sempat meretweet foto tato pria tersebut.
You're really a lucky bastard, guys!
Tidak terasa 13 lagu sudah dimainkan. Konser berdurasi satu jam yang
sangat bagus. Pharrell bermain sempurna dengan talentanya. Terlebih
sikap ramahnya kepada fans selama berada di Indonesia maupun saat
di panggung. “Setelah selama 10 tahun N.E.R.D terbentuk, baru kali ini
bisa menghibur penggemar di Indonesia”, kata Williams sebelum mengakhiri
lagu terakhir. Untuk menebus penyesalan tersebut, Williams rela turun
panggung dan bersalaman dengan seluruh penonton jajaran depan panggung.
Pharrell juga mengajarkan bagaimana pentingnya respek kepada penggemar
dan tak hanya menganggap komoditas kolektif. Dengan begitu, ia mendapat
penghormatan lebih selain sebagai beats maker teratas di dunia
hip-hop. Menutup pertunjukan,
Williams dan Haley
berdiri tegak memberi hormat ke seluruh audiens, dan mereka tidak
berpura-pura.