Slash feat. Myles Kennedy "World Tour" Selasa,
3 Agustus 2010 @ Istora Senayan, Jakarta, Indonesia
"Slash
Sang Bintang"
Kala mengomentari Guns
N’ Roses (dalam suatu sesi interview), B-Real menganggap ben
tersebut hanyalah shit bila tanpa line-ups yang terdahulu.
Eksodus para personil GNR (termasuk gitaris Slash) yang menyisakan
seorang vokalis, membuat bintang ben rock tersebut yang tadinya begitu
dipuja menjadi sampah seketika. Apa argumen yang dilontarkan salah satu
rapper Cypress Hill tersebut bukanlah berdasar sentimentil belaka, melainkan
dirinya sebagai salah satu purist GNR. Baginya, GNR hari ini
hanyalah ‘Guns’ atau ‘Roses’ saja (tanpa ‘Guns’).
Jika Anda masih
mengharapkan performance GNR format klasik, itu sama saja seperti
menunggu keajaiban datang. Teruslah bermimpi, selama itu tidak dilarang.
Karena, menurut Slash sendiri –mengutip pernyataannya di salah satu
interview– hal itu tidak akan pernah terjadi. Meski Anda tetap berharap
cuma secercah.
Sedangkan, bagi mereka yang
cukup lenggang, menyaksikan konser solo Slash di Istora Senayan, Jakarta
(3/08) setidaknya dapat menjadi penawar rindu untuk yang menantikan
sejak masa lalu. Walau konser ini termasuk rangkaian promo album solo Slash
yang dirilis akhir Maret lalu, pada repertoarnya meliputi
sederet lagu dari ben-ben Slash terdahulu, mulai dari Slash's Snakepit, Velvet
Revolver, dan (tentunya) Guns N’ Roses.
Sebelum di Jakarta,
konser Slash lebih dulu digelar di Surabaya (31/07) yang keduanya
diprakarsai oleh Mahaka Entertainment. Yang terpilih sebagai ben pembuka
konser Slash
di dua kota tersebut adalah All
Indonesian Rock Star, sebuah grup yang terdiri musisi-musisi rock tanah air,
yakni
Candil (eks-Seurieus), Andy (/rif), Anji (Drive) pada vokal, John
Paul Ivan (eks-Boomerang), Abdee (Slank), Baron (Soulmate) pada gitar,
Thomas (Gigi) pada bas dan Yoyo (Padi), Sandy (Pas Band) pada dram.
Hanya saja, membentuk sebuah grup dengan nama tersebut kesannya terlalu ongah.
Karena, pada dasarnya, AIRS tak lebih dari sekedar jam sessions (dengan
formasi simultan) yang
hanya mengkover lagu-lagu hits milik bennya masing-masing, a.l.: ‘Rocker Juga
Manusia’-nya Serieus, ‘Ku Tak Bisa’-nya Slank, ‘Sobat’-nya Padi, atau ‘Radja’-nya
/rif, dll.
Tak lama penampilan AIRS
usai, barulah muncul rockstars sesungguhnya, Slash & Friends.
‘Ghost' menjadi lagu pembuka konser. Khusus untuk line-ups tur, Slash juga menggaet musisi-musisi rock kugiran, yakni Myles
Kennedy (Alter Bridge) pada vokal, Bobby Schneck pada gitar ritem (yang pernah membantu
tur Green Day, Weezer, Aerosmith), Todd
Kerns (Age of Electric, Static in Stereo) pada bas, & Brent Fitz pada dram (yang pernah mendukung
konser Alice
Cooper).
Kalaupun promoter tidak
'menjual' Slash –karena formatnya lebih tepat disebut ben daripada solo–, gitaris
yang bernama asli Saul Hudson itu tetaplah sebagai bintangnya. Dengan gaya
rambut keriting panjang yang menutup mata, topi fedora tinggi, dan kaca
mata hitam sudah menjadi trademark diri Slash sepanjang masa.
Dan, entah
kharisma atau audiensnya terlalu euforia, Slash memang menjadi sorotan
utama. Bahkan, sekedar bermain melodi-melodi ‘kecil’ saja, penonton langsung
bersorak memberinya aplaus.
Padahal berbicara
performance, style Slash tak ada yang istimewa (bila tidak
ingin dibilang biasa-biasa saja) dengan gaya air guitar sewaktu ia
masih di GNR dulu. Lay-out panggungnya juga standar dengan background bergambar
album solo Slash (2010). Namun reputasinya sebagai gitaris
elektrik handal yang dipuja-puji oleh media-media dunia tak tertinggal ia pamerkan. Setelah lagu instrumental ‘Watch This’, Slash
bermain gitar
solo dengan atmosfir blues selama 10 menitan.
Merekrut Myles Kennedy sebagai vokalis juga pilihan yang
tepat. Dengan tipikal vokal tinggi, biduan Alter Bridge
tersebut mampu merepresentasikan lagu-lagu Slash dari berbagai karakter vokal,
seperti halnya lagu 'Nightrain' milik GNR. Walau kedahsayatan vokalis aslinya,
Axl Rose tetap tak tertandingi, Myles menggubahnya dengan sempurna.
Atau gaya vokal rendah Matt Shadow
(Avengenfold Sevenfold) di lagu ‘Nothing to Say’, yang bisa dibilang
satu-satunya lagu berentak heavy metal. Yang sempurna justru saat Slash
mengkover 'Rise Today'-nya Alter Bridge. Juga tak tertinggal dua lagu
baru Slash dari
album solonya bersama Myles sendiri, yaitu ‘Back from Cali’ dan
‘Starlight’.
Namun, apapun
lagunya, tetap
saja tembang-tembang GNR yang menjadi highlights pada konser Slash
malam itu. Penonton jauh lebih responsif kala Slash memainkan lagu-lagu
GNR ketimbang lagu-lagu barunya atau lagu-lagu dari ben-nya yang lain. Terbukti
saat memainkan nomor-nomor klasik GNR seperti ‘Sweet Child o' Mine’
(atau lagu penutup ‘Paradise City’), sekitar 4000 orang yang hadir malam
itu bersingalong untuk dua lagu tersebut dari awal hingga selesai.
Tak
dapat dipungkiri, kalau Slash masih (atau akan terus) berada dalam bayang-bayang GNR
meski ia telah tinggalkan ben tersebut sejak 15 tahun silam. Bagi yang
terlanjur fanatik dengan GNR klasik, perlu diakui, ben tersebut juga menjadi
bintang bukan karena satu personil semata. Dan Slash adalah bagian
cahaya dari bintang tersebut. Entah siapa yang berhak menggenggam nama
GNR. Tapi, bila
Anda tergolong purist GNR sebagaimana B-Real, tentunya
mengangguk setuju saat ia juga menyatakan:
"Till he [Axl Rose] puts the rest of the guys back there, that shit is
not Guns N’ Roses. Just 'cause he owns the name means nothing."
(You also can watch their live video
in Indonesia
here)
SONGLIST
01. Ghost 1
02. Mean Bone 2
03. Nightrain 3
04. Dirty Little Thing 4
05. Back from Cali 1
06. Beggars & Hangers-on 5
07. Civil War 6
08. Rocket Queen 3
09. Fall to Pieces 4
10. Sucker Train Blues (+ solo drums) 4
11. Nothing to Say 1
12. Starlight 1
13. Watch This (Instrumental) 1
(Slash's guitar solo)
14. Sweet Child o' Mine 3
15. Rise Today (Alter Bridge cover)
16. Slither 4
17. By the Sword 1
18. Paradise City 3
Note:
1: song taken from Slash's solo
album (2010)
2: song taken from Slash's Snakepit "Ain't Life Grand" (2000)
3: song taken from Guns N’
Roses "Appetite for Destruction" (1987)
4: song taken from Velvet Revolver
"Contraband" (2004)
5: song taken from Slash's Snakepit "It's Five O'Clock Somewhere"
(1995)
6: song taken from Guns N’
Roses "Use Your
Illusion II" (1991)