RELATED REPORTS 2010

 REPORT 2009

 REPORTASE

Slash feat. Myles Kennedy "World Tour"
Selasa
, 3 Agustus 2010 @ Istora Senayan, Jakarta, Indonesia

 

"Slash Sang Bintang"

Kala mengomentari Guns N’ Roses (dalam suatu sesi interview), B-Real menganggap ben tersebut hanyalah shit bila tanpa line-ups yang terdahulu. Eksodus para personil GNR (termasuk gitaris Slash) yang menyisakan seorang vokalis, membuat bintang ben rock tersebut yang tadinya begitu dipuja menjadi sampah seketika. Apa argumen yang dilontarkan salah satu rapper Cypress Hill tersebut bukanlah berdasar sentimentil belaka, melainkan dirinya sebagai salah satu purist GNR. Baginya, GNR hari ini hanyalah ‘Guns’ atau ‘Roses’ saja (tanpa ‘Guns’).

Jika Anda masih mengharapkan performance GNR format klasik, itu sama saja seperti menunggu keajaiban datang. Teruslah bermimpi, selama itu tidak dilarang. Karena, menurut Slash sendiri –mengutip pernyataannya di salah satu interview– hal itu tidak akan pernah terjadi. Meski Anda tetap berharap cuma secercah.

Sedangkan, bagi mereka yang cukup lenggang, menyaksikan konser solo Slash di Istora Senayan, Jakarta (3/08) setidaknya dapat menjadi penawar rindu untuk yang menantikan sejak masa lalu. Walau konser ini termasuk rangkaian promo album solo Slash yang dirilis akhir Maret lalu, pada repertoarnya meliputi sederet lagu dari ben-ben Slash terdahulu, mulai dari Slash's Snakepit, Velvet Revolver, dan (tentunya) Guns N’ Roses.

Sebelum di Jakarta, konser Slash lebih dulu digelar di Surabaya (31/07) yang keduanya diprakarsai oleh Mahaka Entertainment. Yang terpilih sebagai ben pembuka konser Slash di dua kota tersebut adalah All Indonesian Rock Star, sebuah grup yang terdiri musisi-musisi rock tanah air, yakni Candil (eks-Seurieus), Andy (/rif), Anji (Drive) pada vokal, John Paul Ivan (eks-Boomerang), Abdee (Slank), Baron (Soulmate) pada gitar, Thomas (Gigi) pada bas dan Yoyo (Padi), Sandy (Pas Band) pada dram. Hanya saja, membentuk sebuah grup dengan nama tersebut kesannya terlalu ongah. Karena, pada dasarnya, AIRS tak lebih dari sekedar jam sessions (dengan formasi simultan) yang hanya mengkover lagu-lagu hits milik bennya masing-masing, a.l.: ‘Rocker Juga Manusia’-nya Serieus, ‘Ku Tak Bisa’-nya Slank, ‘Sobat’-nya Padi, atau ‘Radja’-nya /rif, dll.

Tak lama penampilan AIRS usai, barulah muncul rockstars sesungguhnya, Slash & Friends. ‘Ghost' menjadi lagu pembuka konser. Khusus untuk line-ups tur, Slash juga menggaet musisi-musisi rock kugiran, yakni Myles Kennedy (Alter Bridge) pada vokal, Bobby Schneck pada gitar ritem (yang pernah membantu tur Green Day, Weezer, Aerosmith), Todd Kerns (Age of Electric, Static in Stereo) pada bas, & Brent Fitz pada dram (yang pernah mendukung konser Alice Cooper).

Kalaupun promoter tidak 'menjual' Slash –karena formatnya lebih tepat disebut ben daripada solo–, gitaris yang bernama asli Saul Hudson itu tetaplah sebagai bintangnya. Dengan gaya rambut keriting panjang yang menutup mata, topi fedora tinggi, dan kaca mata hitam sudah menjadi trademark diri Slash sepanjang masa. Dan, entah kharisma atau audiensnya terlalu euforia, Slash memang menjadi sorotan utama. Bahkan, sekedar bermain melodi-melodi ‘kecil’ saja, penonton langsung bersorak memberinya aplaus.

Padahal berbicara performance, style Slash tak ada yang istimewa (bila tidak ingin dibilang biasa-biasa saja) dengan gaya air guitar sewaktu ia masih di GNR dulu. Lay-out panggungnya juga standar dengan background bergambar album solo Slash (2010). Namun reputasinya sebagai gitaris elektrik handal yang dipuja-puji oleh media-media dunia tak tertinggal ia pamerkan. Setelah lagu instrumental ‘Watch This’, Slash bermain gitar solo dengan atmosfir blues selama 10 menitan.

Merekrut Myles Kennedy sebagai vokalis juga pilihan yang tepat. Dengan tipikal vokal tinggi, biduan Alter Bridge tersebut mampu merepresentasikan lagu-lagu Slash dari berbagai karakter vokal, seperti halnya lagu 'Nightrain' milik GNR. Walau kedahsayatan vokalis aslinya, Axl Rose tetap tak tertandingi, Myles menggubahnya dengan sempurna. Atau gaya vokal rendah Matt Shadow (Avengenfold Sevenfold) di lagu ‘Nothing to Say’, yang bisa dibilang satu-satunya lagu berentak heavy metal. Yang sempurna justru saat Slash mengkover 'Rise Today'-nya Alter Bridge. Juga tak tertinggal dua lagu baru Slash dari album solonya bersama Myles sendiri, yaitu ‘Back from Cali’ dan ‘Starlight’.

Namun, apapun lagunya, tetap saja tembang-tembang GNR yang menjadi highlights pada konser Slash malam itu. Penonton jauh lebih responsif kala Slash memainkan lagu-lagu GNR ketimbang lagu-lagu barunya atau lagu-lagu dari ben-nya yang lain. Terbukti saat memainkan nomor-nomor klasik GNR seperti ‘Sweet Child o' Mine’ (atau lagu penutup ‘Paradise City’), sekitar 4000 orang yang hadir malam itu bersingalong untuk dua lagu tersebut dari awal hingga selesai.

Tak dapat dipungkiri, kalau Slash masih (atau akan terus) berada dalam bayang-bayang GNR meski ia telah tinggalkan ben tersebut sejak 15 tahun silam. Bagi yang terlanjur fanatik dengan GNR klasik, perlu diakui, ben tersebut juga menjadi bintang bukan karena satu personil semata. Dan Slash adalah bagian cahaya dari bintang tersebut. Entah siapa yang berhak menggenggam nama GNR. Tapi, bila Anda tergolong purist GNR sebagaimana B-Real, tentunya mengangguk setuju saat ia juga menyatakan: "Till he [Axl Rose] puts the rest of the guys back there, that shit is not Guns N’ Roses. Just 'cause he owns the name means nothing."

(You also can watch their live video in Indonesia here)

 SONGLIST

01. Ghost 1
02. Mean Bone 2
03. Nightrain 3
04. Dirty Little Thing 4
05. Back from Cali 1
06. Beggars & Hangers-on 5
07. Civil War 6
08. Rocket Queen 3
09. Fall to Pieces 4
10. Sucker Train Blues (+ solo drums) 4
11. Nothing to Say 1
12. Starlight 1
13. Watch This (Instrumental) 1
(Slash's guitar solo)
14. Sweet Child o' Mine 3

15. Rise Today (Alter Bridge cover)
16. Slither 4
17. By the Sword 1
18. Paradise City 3

 

Note:

1: song taken from Slash's solo album (2010)

2: song taken from Slash's Snakepit "Ain't Life Grand" (2000)

3: song taken from Guns N Roses "Appetite for Destruction" (1987)

4: song taken from Velvet Revolver "Contraband" (2004)

5: song taken from Slash's Snakepit "It's Five O'Clock Somewhere" (1995)

6: song taken from Guns N Roses "Use Your Illusion II" (1991)

 TAUTAN

Report: Jurnallica | Photo: Axl Mawar