HOOBASTANK "Live ‘N’ Loud" Rabu,
28 Juli 2010 @ Hard Rock cafe, Jakarta, Indonesia
"Lebih
Intim"
Entah untuk keberapa
kalinya –yang jelas sudah 3 kali, bahkan vokalis Doug sampai lupa
mengingatnya– Hoobastank kembali menggelar tur ke Indonesia. Bila mengingat konfirmasi jadwal show ben-ben
mancanegara, maka acara yang bertajuk "Live 'N' Loud" ini (mungkin) terbilang dadakan yang dikabarkan 2
minggu sebelum hari H.
Dan secara tak terduga,
konser pun berlangsung dalam format akustik (lagi), sebagaimana live
mereka di Bali pada akhir 2009 lalu. Berbeda dengan pendapat Herry
Sudrajat, Operations Manager
HRC Jakarta
yang rencana tampil live
saat Jurnallica konfirmasikan. Pada tur
kali ini, Hoobastank menyambang di 2 kota Indonesia. Selain di Jakarta
(28 Juli), mereka juga tampil lebih awal di Bali sehari sebelumnya (27
Juli). Kedua konser bertempat di Hard Rock cafe (Bali & Jakarta), yang
sekaligus sebagai pengada acara.
Untuk ben mancanegara
yang sudah beberapa kali menggelar konser, animo penonton malam itu
terbilang masif, dengan harga tiket perlembarnya Rp 200.000,-. Lantai
dasar HRC Jakarta nampak krodit dan sesak akan pengunjung.
Hanya saja, live show dalam kemasan non-distorsi ini membuat
atmosfir terasa lebih nyaman dan intim. Hampir tak berjarak antara
penonton dengan panggung, kecuali sejengkal pembatas di depan panggung
yang dijaga para security. Juga seperti biasa, tipikal penonton
di Indonesia tak jauh berbeda dengan konser-konser lainnya; euforia di
awal, selanjutnya, terserah Anda.
Hangatnya komunikasi
Doug dengan penonton cukup mencairkan suasana. Vokalis yang berketurunan
Jepang itu juga seringkali menebar tawa dan senyuman ke segenap
pengunjung. Sangking santainya, Doug bahkan meladeni seorang fan
wanita yang meminta tanda tangan di cd-nya saat tengah pertunjukan.
Walau secara kasat mata lebih banyak penonton wanita, namun tak
terdengar eksplisit jeritan-jeritan histeris seperti di konser-konser
biasanya.
Performance
mereka pun berjalan cukup santai. Ketiga personil; Doug Robb (vokal), Dan Estrin
(gitar lead), dan Jesse Charland (audisional bas) bermain sambil
duduk berjejer di atas bangku,
sedang penabuh dram,
Chris Hesse berada di posisi belakangnya. Sesekali Doug juga bermain
gitar (ritem) pada lagu-lagu tertentu. Atau mengomandoi penonton untuk
bersingalong yang dibagi menjadi dua kubu. Hanya, entah kenapa,
Dan sering mengolesi sidik jari-jari kirinya dengan kutek hingga
terlihat kulitnya seperti mengelupas. Bahkan, beberapa kali seorang kru
naik panggung untuk mencat sidik jari Dan tersebut. "That's bad
medicure", olok Doug yang disusul bahakan penonton.
Setlist
sebanyak 17 lagu dirasa cukup menjamu penonton, yang dimulai (hampir)
jam 11 malam. Lagu ‘The Reason’ bisa dikatakan sebagai highlight
konser. Karena dominasi penonton ber-singalong begitu membahana
dalam ruangan HRC, yang dilanjutkan ‘Pieces’ dan ‘Crawling in the Dark’
sebagai penutup repertoar. Sepanjang pertunjukan, memang tak ada yang
spesial dari penampilan Hoobastank malam itu. Semua serba konfensional.
Tapi kalau
dirasa itu sudah membuat penonton puas, maka itu sudah lebih dari cukup.
(You also can watch their live video
in Indonesia
here)
SONGLIST
01. Just One
02. Inside of You
03. Running Away
04. Don't Think I Love You
05. What I Meant to Say
06. Same Direction
07. Up & Gone
08. The Letter
09. If I Were You
10. Tears of Yesterday
11. So Close So Far
12. Unaffected
13. Is This the Day
14. My Turn
15.
The Reason
16. Pieces
17. Crawling in the Dark