CUT///COPY "Live in Jakarta" Sabtu,
10 Juli 2010 @ Bengkel Nightpark, Jakarta, Indonesia
Sebelumnya,
Cut Copy
pernah tampil di Indonesia dalam
format DJ Set pada Agustus 2009 lalu. Kali ini, promotor Ismaya Live kembali
mendatangkan ben synth-pop asal Melbourne, Australia tersebut ke
Jakarta dalam format live. Bertempat di Bengkel Night Park,
Jakarta, Sabtu (10/07), konser Cut Copy juga dibuka penampilan 2 ben lokal,
yaitu Rock & Roll Mafia
(RNRM) dan Agrikulture.
Seperti
hajatan biasa di konser-konser musik besar, ben pembuka menjadi hal yang penting dilakukan. RNRM, ben synth-pop asal Bandung menjadi pembuka pertama
sekitar jam 9 malam. Meski
penonton terlihat belum memenuhi venue, RNRM tetap tampil maksimal dengan
sound yang megah dan berhasil membuat beberapa dari mereka
bergoyang lewat lagu-lagunya dari album kedua, “Outbox”, seperti
'Hopes', 'Questions', 'Zsa Zsa Zsu', dan
beberapa lagu baru dari materi album yang rencananya akan rilis 2-3
bulan ke depan.
Setelahnya, Agrikulture mendapat kesempatan tampil
pembuka kedua di konser bertema
"Passion a Live, Cut Copy - Live in Jakarta". Sayang, performance
ben electro Jakarta itu kurang maksimal. Mikrofon sang vokalis, Fandy
sempat tidak mengeluarkan suara di lagu-lagu awal dan juga Fandy kehilangan
tenaga di lagu-lagu akhir karena sudah terlalu atraktif di awal.
Mereka membawakan lagu-lagu lama dari album debut mereka. Dimulai dengan
'Electrify', dilanjutkan dengan 'Gosip', 'Kompor Meledug', dan 'Underground Trash'.
Tanpa
basa-basi, Cut Copy langsung menggebrak lagu pertama dengan 'Lights and
Music'. Lagu ini menjadi salah satu yang membuat nama Cut Copy melejit di
kancah internasional. Lagu yang diremix Boys Noize dan Superdiscount ini
masuk pula dalam video game FIFA 09. Tak heran, sekitar 500 penonton
yang hadir menjadi histeris diiringi goyang riang. Ben yang digawangi Dan
Whitford (vokal, kibord, gitar), Tim Hoey (bas, gitar, sampler), dan
Mitchell Scott (drum) berdiri tahun 2001 tampil menakjubkan dengan sound
yang sangat luar bisa. Pantas, bila mereka sempat dinobatkan
sebagai "The 4 Best Record of the Year".
Setlist Cut Copy
malam itu menyuguhkan lagu-lagu dari
album pertama ("Bright Like Neon Love", 2004) dan kedua ("In Ghost Colours",
2008), seperti:
'Far Away', 'That was Just a Dream', 'Feel the Love', 'So
Haunted', 'Visions', 'Nobody Lost', 'Blink', dll. Cut Copy pun juga
mempromosikan 3 tembang baru yang rencana rilis Januari 2011, diantaranya: 'Where I’m
Going', 'Alisa', dan 'Nobody Found'.
Selain sound yang
mengagumkan, tata lampu panggung juga mempesona. Seperti di lagu 'Hearts
on Fire', di bawah sisi kiri-kanan panggung terdapat blitz (seperti
lampu tembak pesawat) yang mampu menyilaukan pandangan ruangan Bengkel
dan seolah meledak sesuai beat lagu. Wow! Terlihat kalau
persiapan panggungnya benar-benar dikonsep matang. Bahkan, alasan ini
pula yang membuat Cut Copy membatalkan konfrensi pers dengan para media
di sore harinya.
'Hearts
on Fire' menjadi lagu
terakhir sebelum encore. Seperti biasa pula, anggota
ben meninggalkan panggung dan penonton bersorak "we want more" secara
berulang. Ben pun masuk kembali ke arena panggung. Tapi harapan
penonton tidak terlaksana dengan baik. Cut Copy hanya membawakan 2 lagu
saja; 'Out There on the Ice' dan 'Sands of Time'. Setelah itu Cut
Copy benar-benar pergi dari panggung. Terlihat hampir semua penonton
masih tak percaya
dan tetap berdiri menunggu Cut Copy tampil kembali. Setelah mendengar
latar musik, kru pun muncul membenahi equipments dan
mengindikasikan kalau acara benar-benar selesai. 13 lagu
dengan rasa penasaran.