WARBRINGER"Thrash Invasion #1"
Selasa, 18 Mei 2010 @ Masberto Cafe -
Menteng, Jakarta, Indonesia
"Thrash
Metal Revival"
Gema thrash
metal kini kian sirna termakan jaman. Progesifitas musik beringingan
bergulirnya waktu perlahan 'menyingkirkan' beberapa genre musik yang
dianggap usang. Setiap genre perlu regenerasi. Revival. Terlebih lagi para tokoh metal
mulai "hilang" satu per satu, diantaranya kematian Ronnie James
Dio
(vokalis
Heaven & Hell, Dio, eks-Rainbow, Black Sabbath)
belum lama ini. Maka di saat yang tepat, kemunculan WARBRINGER bak 'darah segar'
bagi pengusung thrash metal sekaligus mengembalikan kejayaannya.
Thrash metal
revival!
Boleh jadi
barudak headbanger Bandung kecewa lantaran venue show Warbringer yang
seharusnya berlangsung di Fame Station, Bandung pindah ke Mas Berto
cafe, Jakarta sepekan sebelum hari H. Alasan regulasi keamanan membuat
eksekusi Deep Insight selaku promoter sempat tersendat.
Ekspetasi
acara membludak pun muncul mengingat
kapasitas Mas Berto cafe yang tak lebih menampung 300 pengunjung.
Nyatanya, prediksi sok tahu tersebut melesat. Bahkan, cafe yang berhimpitan
dengan warung remang-remang itu tak penuh terisi walau setengahnya saja.
The show
must go on. Tanpa
ba-bi-bu, kuintet thrashers yang terdiri dari John Kevill
(vokal), John Laux (gitar), Andy Carroll (gitar), Andy Laux (bas), & Nic
Ritter (dram) mengumandangkan perang lewat ”Total War”. Kedua pemegang gitar Jackson
itu langsung men-shredding melodinya dengan cepat. Aura-aura dari
Kreator, Exodus, Invocator membungkus musiknya dengan part-part
yang lebih groovy dan segar.
Warbringer tak hanya
membawa musikalitas thrash metal semata. Secara visual, style &
perfomance mereka pun mengingatkan gaya thrashers lawas.
Seperti gaya bernyanyi Kevill yang ”menakut-nakuti”, lengkap dengan
high shoes Nike-nya. Ha! Bahkan, hentakan snare beats ia umpamakan
seolah sedang membredel dengan AK-47. Perang dan kematian pun juga menjadi wacana klise di
setiap tema lagunya.
”Step forward!
Step forward!” komando Kevill kepada penonton agar merapat
ke panggung yang tak berbatas. Justru Kevill atau personil lainnya,
sesekali membaur dalam liarnya lingkaran pit. Suasana semakin
intim berkat komunikasi Kevill dengan penonton
yang cukup hangat. Dan sebotol intisari pun menjadi simbol perkenalan.
Malam itu Warbringer menyuguhkan 14 lagu yang terbagi rata dari 2 album
yang baru dimilikinya; "War Without End" (2008) dan "Waking
Into Nightmares" (2009).
Sebagai ben
muda, baik bobot musik dan aksi panggung Warbringer cukup
menjanjikan. Tak salah bila label CENTURY MEDIA mau menggarap album keduanya,
”Waking Into Nightmares” tahun lalu. Pabrik metal terbesar di
dunia itu kepincut untuk menjalin kontrak setelah menyaksikan
performance Warbringer dalam sebuah show. Padahal saat itu, Century sedang
hunting ben thrash metal Los Angeles lainnya.
Pengalaman panggung
Warbringer pun telah sejajar dengan para sesepuh metal, seperti
KREATOR, EXODUS, OVERKILL, NAPALM DEATH, SUFFOCATION, VADER, dll. Dan
tur mereka ke Indonesia adalah pertama kalinya dalam ’menjajah’ kawasan Asia.
Yang berawal dari 3
show di Jepang bersama MUNICPAL WASTE dan TOXIC HOLOCAUST beberapa hari
sebelumnya.
Seharusnya
pada musim panas tahun ini Warbringer berniat break setelah menjalani tur
selama 18 bulan
penuh. Rencana pun tertunda karena mereka harus melanjutkan tur ke Eropa.
Di akhir pertunjukan Kevill sempat mengumumkan, tahun depan Warbringer
akan merilis album
ketiga dan kembali tur ke Indonesia. Dan berharap kalian semua berada di
sana.
Klik
gambar untuk perbesar
SONGLIST
01. Total War
02. Living in a Whirlwind
03. Severed Reality
04. Shoot to Kill
05. Jackall
06. Scorched Earth
07. Prey for Death
08. At the Crack of Doom
09. Senseless Life
10. Systematic Genocide
11. Abandoned by Time
12. Dread Command
13. Beneath the Waves
14. Combat Shock