RELATED REPORTS 2010

 REPORT 2009

 REPORTASE

WARBRINGER "Thrash Invasion #1"
Selasa, 18 Mei 2010 @ Masberto Cafe - Menteng, Jakarta, Indonesia

"Thrash Metal Revival"

Gema thrash metal kini kian sirna termakan jaman. Progesifitas musik beringingan bergulirnya waktu perlahan 'menyingkirkan' beberapa genre musik yang dianggap usang. Setiap genre perlu regenerasi. Revival. Terlebih lagi para tokoh metal mulai "hilang" satu per satu, diantaranya kematian Ronnie James Dio (vokalis Heaven & Hell, Dio, eks-Rainbow, Black Sabbath) belum lama ini. Maka di saat yang tepat, kemunculan WARBRINGER bak 'darah segar' bagi pengusung thrash metal sekaligus mengembalikan kejayaannya. Thrash metal revival!

Boleh jadi barudak headbanger Bandung kecewa lantaran venue show Warbringer yang seharusnya berlangsung di Fame Station, Bandung pindah ke Mas Berto cafe, Jakarta sepekan sebelum hari H. Alasan regulasi keamanan membuat eksekusi Deep Insight selaku promoter sempat tersendat.

Ekspetasi acara membludak pun muncul mengingat kapasitas Mas Berto cafe yang tak lebih menampung 300 pengunjung. Nyatanya, prediksi sok tahu tersebut melesat. Bahkan, cafe yang berhimpitan dengan warung remang-remang itu tak penuh terisi walau setengahnya saja.

The show must go on. Tanpa ba-bi-bu, kuintet thrashers yang terdiri dari John Kevill (vokal), John Laux (gitar), Andy Carroll (gitar), Andy Laux (bas), & Nic Ritter (dram) mengumandangkan perang lewat ”Total War”. Kedua pemegang gitar Jackson itu langsung men-shredding melodinya dengan cepat. Aura-aura dari Kreator, Exodus, Invocator membungkus musiknya dengan part-part yang lebih groovy dan segar.

Warbringer tak hanya membawa musikalitas thrash metal semata. Secara visual, style & perfomance mereka pun mengingatkan gaya thrashers lawas. Seperti gaya bernyanyi Kevill yang ”menakut-nakuti”, lengkap dengan high shoes Nike-nya. Ha! Bahkan, hentakan snare beats ia umpamakan seolah sedang membredel dengan AK-47. Perang dan kematian pun juga menjadi wacana klise di setiap tema lagunya.

Step forward! Step forward!” komando Kevill kepada penonton agar merapat ke panggung yang tak berbatas. Justru Kevill atau personil lainnya, sesekali membaur dalam liarnya lingkaran pit. Suasana semakin intim berkat komunikasi Kevill dengan penonton yang cukup hangat. Dan sebotol intisari pun menjadi simbol perkenalan. Malam itu Warbringer menyuguhkan 14 lagu yang terbagi rata dari 2 album yang baru dimilikinya; "War Without End" (2008) dan "Waking Into Nightmares" (2009).

Sebagai ben muda, baik bobot musik dan aksi panggung Warbringer cukup menjanjikan. Tak salah bila label CENTURY MEDIA mau menggarap album keduanya, ”Waking Into Nightmares” tahun lalu. Pabrik metal terbesar di dunia itu kepincut untuk menjalin kontrak setelah menyaksikan performance Warbringer dalam sebuah show. Padahal saat itu, Century sedang hunting ben thrash metal Los Angeles lainnya.

Pengalaman panggung Warbringer pun telah sejajar dengan para sesepuh metal, seperti KREATOR, EXODUS, OVERKILL, NAPALM DEATH, SUFFOCATION, VADER, dll. Dan tur mereka ke Indonesia adalah pertama kalinya dalam ’menjajah’ kawasan Asia. Yang berawal dari 3 show di Jepang bersama MUNICPAL WASTE dan TOXIC HOLOCAUST beberapa hari sebelumnya.

Seharusnya pada musim panas tahun ini Warbringer berniat break setelah menjalani tur selama 18 bulan penuh. Rencana pun tertunda karena mereka harus melanjutkan tur ke Eropa. Di akhir pertunjukan Kevill sempat mengumumkan, tahun depan Warbringer akan merilis album ketiga dan kembali tur ke Indonesia. Dan berharap kalian semua berada di sana.

 Klik gambar untuk perbesar

 SONGLIST

01. Total War
02. Living in a Whirlwind
03. Severed Reality
04. Shoot to Kill
05. Jackall
06. Scorched Earth
07. Prey for Death
08. At the Crack of Doom
09. Senseless Life
10. Systematic Genocide
11. Abandoned by Time
12. Dread Command
13. Beneath the Waves
14. Combat Shock

Report & photo: Jurnallica