RELATED REPORTS 2010

 REPORT 2009

 REPORTASE

COBRA STARSHIP "Live in Concert"
Selasa, 23 Maret 2010 @ Tennis Indoor Senayan, Jakarta, Indonesia

"Dansa Bersama Cobra"

"And I came here to make you dance tonight,

I don't care about my guilty pleasure for you."

 

Bila ada nominasi untuk kategori lagu dansa, rasanya COBRA STARSHIP (CSS) dengan Guilty Pleasure”-nya patut disematkan. Irama yang danceable dengan part reff yang provokatif adalah anthem dansa yang tepat untuk menyingkirkan masa-masa tegang. Dan konser CSS di Jakarta pada Selasa malam (23/03) seakan mengkhilafkan para "fangster" (sebutan fans CSS) yang umurnya kisaran 15-18 tahun, padahal banyak di antara mereka sedang menghadapi Ujian Nasional. Mereka yang nekat menonton seolah acuh dan tak memikirkan perkara masa depan, kecuali bagi 'mereka' yang sudah cukup banyak mendapat contekan.

Dengan CSS, JAVA Musikindo melengkapi event-nya dengan salah satu artis DECAYDANCE/FUELED BY RAMEN, setelah konser FALL OUT BOY dan PANIC AT The DISCO beberapa tahun lalu. Namun, memprediksi seberapa besar fan base CSS di Indonesia, rasanya presiden JAVA, Adrie Subono cukup nekat bermodal polling dari microblogging Twitter-nya yang memiliki hampir 100 ribu follower. Boleh saja ben asal New York ini semakin melejit di Amerika lewat single Good Girls Go Bad” yang menampilkan bintang GOSSIP GIRL, Leighton Meester dan album terakhirnya, Hot Mess” (2009) menduduki posisi #4 dari Billboard Top 200 Charts dengan penjualan 42.000 kopi. Tapi, kefamiliaran sebuah ben tidak menjamin akan meraup banyak massa dalam sebuah show.

Entah faktor Ujian Nasional ataupun lainnya, yang jelas ruang Tennis Indoor malam itu hanya terisi setengah saja. Bahkan tribun sisi kiri & kanan nyaris kosong, kecuali arena festival yang cukup padat menjalar hingga ke belakang. Sejak kedatangan Gabe Saporta (vokal), Ryland Blackinton (gitar), Alex Suarez (bas), Nate Novarro (dram), & Victoria Asher (keytar) di Jakarta sehari sebelumnya, mereka tak menyangka kalau sambutan dan apresiasi para fans di Indonesia begitu besar. Mulai dari Bandara, hotel mereka menginap, hingga persiapan pulang. Bahkan saat mereka ingin berbelanja di sekitar Tennis Indoor harus dijaga pengawal super-duper ketat. Para personil CSS serasa kalau mereka layaknya The Beatles atau rock stars sederajat, sebagaimana diungkapkan si cantik Victoria melalui akun Twitter-nya: Seriously feels like we're The Beatles or something here. It's unreal...”

Demi menghibur para penonton karena terlalu lama checksound dan mengakibatkan beberapa cewe pingsan, seorang bule yang diduga kru CSS menari-menari di panggung di-iringi (dari) lagu anak-anak hingga Makarena” –meski pada akhirnya ia terlihat mati gaya dan nampak bodoh. Hingga seluruh lampu padam, barulah satu-persatu anggota CSS tampil ke panggung yang dibanjiri jeritan-jeritan dan langsung menghentak lewat The City is at War”.

Bagi yang mengenal Fall Out Boy atau Panic At the Disco lebih awal, ben orbitan Pete Wentz (basis FOB) atau Patrick Stump (vokalis FOB) yang memproduseri album kedua "Viva La Cobra!" (2007) ini kurang-lebihnya generic. Hanya saja, unsur danceable CSS lebih kuat dengan racikan rock, synthpop, bahkan R&B. Adapun kecenderungan ben-ben tersebut, yaitu muatan lirik-lirik joke yang sarkastik. Lihat saja judul-judul lagunya yang ’nyeleneh’ dan panjang, seperti “Pete Wentz Is the Only Reason We’re Famous”, “The Church of Hot Addiction”, “Send My Love to the Dancefloor, I'll See You in Hell (Hey Mister DJ)”, “The Scene is Dead, Long Live the Scene”, dll.

Namun berbicara performance, atraksi CSS jujur lebih menghibur. Vokalis Gabe nampak paling aktraktif dan cukup entertainment. Sangking semangatnya, mic Gabe terputus dari kabel karena ia putar-putar bak seorang koboi. Dan sebuah mistake itu seolah menjadi hiburan tambahan bagi penonton yang bersorak sorai. Lain lagi perlakuan Alex yang suka mengucapkan bahasa Indonesia –dengan ’contekan’ di bawah kakinya– seperti: Apa kalian senang?”, atau dengan gaulnya sambil bergaya bilang Terimakasih, Ciiinn!!!”. Wew.

Di panggung, Gabe, Ryland, dan Alex juga banyak bercerita tidak minim bicara seperti kakunya ben mancanegara yang tur ke negara berbeda bahasa. Kami bukan sekedar ben, tapi ini jalan hidup kami,” tegas Gabe. Penabuh dram, Nate terlihat santai namun fokus demi menjaga beats lagu. Sedang pemain keytar (baca: keyboard gantung seperti gitar) Victoria nampak tersipu-sipu malu dengan gaun hitamnya yang seksi. Hanya menurut salah seorang reporter wanita, kalau lenggok jalannya seperti bencong dan sesegera pula ia ungkapkan melalui Twitter. Oh! Saya tidak terlalu tega melakukan hal tersebut.

Atmosfir yang saya rasakan pada konser BOYS LIKE GIRLS dua bulan lalu serasa terulang kembali di konser CSS yang penuh jeritan-jeritan histeris. Maklum, fangster yang merebak malam itu lebih didominasi kaum hawa dan ABG pula. Kalau populasi dunia diprediksikan pria & wanita 1 banding 4, sepertinya dari sekitar 2500 penghuni di dalam Tennis Indoor Senayan itu persentasenya 1 banding 10. Yuhu!

Suatu momen yang tak terlupakan dan membanggakan bagi salah seorang penonton (mungkin) adalah Salsa. Ia tak menari menggoyangkan pinggul seperti namanya. Namun ia tampil nge-rap di panggung mengisi part lagu “Snakes on a Plane (Bring It)” yang aslinya diisi Travis McCoy, yang mana lagu tersebut juga menjadi credits penutup film “Snakes on a Plane”.

Cewe-cewe ABG yang lain terus meloncat-loncat sambil bersingalong di setiap single CSS yang dicomot dari ketiga albumnya. Hingga highlight repertoar “Good Girls Go Bad”, mereka semakin all out dan lupa kalau malam itu sebaiknya digunakan untuk belajar, kecuali memang anaknya nakal. Tapi sang cobra kuasa membius semuanya, sampai membuat cewe-cewe baik pun ikut menjadi nakal.

 Klik gambar untuk perbesar

(You also can watch their live videos in Indonesia here)

 SONGLIST

01. The City is at War
02. Pete Wentz Is the Only Reason We’re Famous
03. Nice Guys Finish Last
04. Kiss My Sass
05. My Moves are White (White Hot That Is)
06. Hot Wet American Summer
07. The Church of Hot Addiction
08. Send My Love to the Dancefloor, I'll See You in Hell (Hey Mister DJ)
09. Smile For the Paparazzi
10. Snakes on a Plane (Bring it)
11. Hot Mess
12. Guilty Pleasure
--- break ---

13. The Scene is Dead, Long Live the Scene
14. Good Girls Go Bad

Report & photo: Jurnallica & Indra