TRIVIUM
"Live in Concert"
Kamis, 11 Februari 2010 @ Tennis Indoor
Senayan, Jakarta, Indonesia
"Trivium
Belum Maksimal"
Sepertinya,
hanya beberapa ben saja dari kalangan metal yang dapat digelar konsernya
oleh JAVA Musikindo. Mengingat selama 15 tahun
eksistensi promoter tersebut
lebih mengorbitkan artis-artis/grup-grup mainstream. Inipun ben bergenre metal
yang dimaksud dengan garis bawah
yang kekini-kinian, seperti konser ben-ben metal
yang pernah JAVA selenggarakan, yaitu AVENGED SEVENFOLD atau BULLET FOR
MY VALENTINE. Padahal, bila JAVA
'berani' bermain di lain
ranah
dan tau celah
– mengingat
JAVA punya bekingan sponsor & links yang kuat
– juga
bisa mengundang ben-ben indie/underground tanpa menghilangkan orientasi;
yaitu profit.
Sebagai
kilas balik, banyak "promoter alternatif" menyelenggarakan konser ben-ben
underground (termasuk metal) internasional yang dapat terbilang sukses. Seperti konser (pertama) ben
grindcore Inggris, NAPALM DEATH mampu menyedot 7000-an penonton. Konser
NOFX di Jakarta berjubal hingga 8000-an orang (plus 4000 penonton jebolan - tapi
akhirnya ditipu juga oleh promoternya). Konser The BLACK DAHLIA MURDER mengundang hampir
5000 penonton. Atau konser LAMB OF GOD yang masih bisa menarik 3000-an pengunjung.
Untuk terakhir yang disebut, harusnya bisa lebih seruak lagi bila harga
tiketnya tidak ‘selangit’. Sedangkan, massa untuk Trivium malam itu (11/02)
tergolong lumayan bila dibandingkan konser BMFV awal 2009.
Tahun 2007 Trivium
sempat dikabarkan akan tur ke Jakarta oleh salah satu promoter yang
biasa menarik ben-ben metal mancanegara, namun batal. Kala itu Trivium
masih
dalam rangka promo album ketiga “The Crusade” (2006, Roadrunner
Records). Dimana dalam album tersebut, musikal Trivium dinilai 'berbeda'
oleh kritikus musik; seperti penampilan
melodi ala In Flames, bahkan karakter vokal Matt yang screaming menjadi
singing malah mengingatkan vokalnya James Hetfield. Maka, ben ini
pun
sempat
disama-samakan dengan Metallica.
Dan di album terakhir “Shogun”
(2008, Roadrunner Records), Trivium kembali menghadirkan tipikal vokal scream hingga
growl. Begitupun secara musikal, Trivium coba mengkombinasikan
seluruh elemen dari album-album sebelumnya,
mulai dari metalcore, thrash metal, hingga death metal, meski esensialnya Trivium adalah ben heavy metal.
Belum
lama ini, tepatnya pada 4 Februari 2010, secara resmi Trivium
mengumumkan dramer baru Nick Augusto yang menggantikan Travis Smith. Sebagai rangkaian
terakhir tur promo album “Shogun”, konser Trivium di Jakarta kemarin adalah yang
pertamakalinya bagi formasi baru Trivium.
Mulai jam setengah 9
malam, tanpa basa-basi lagu
"Kirisute Gomen" membuka pertunjukan. Baik Matt Heavy (vokal, gitar),
Corey Beaulieu (vokal, gitar), dan Paolo Gregoletto (bas)
seringkali berpinda-pindah posisi di panggung, tanpa terpaku kaku kalau
vokalis harus berposisi di tengah. Hanya yang menjadi komplain banyak
penonton adalah soundnya yang kurang maksimal, terlebih lagi
di lagu-lagu awal.
Walau demikian, gejolak
crowds untuk berdansa liar tetap tak terbendung. Sialnya, hasrat tersebut
sempat tertahan pula
dengan pagar pembatas, sekitar 5 meter dari depan panggung yang membuat
crowds sulit bergerak leluasa. Hey, apakah circlepit, headbanging,
hal-hal yang biasa terjadi
dalam events metal dianggap hal yang rusuh? Akhirnya, crowds
beberapa kali membuat lingkaran pit di belakang pagar pembatas itu.
Melihat reaksi tersebut, Matt seringkali memuji crowds yang ada
dalam Tennis Indoor. "Kalian keren!", katanya. Bahkan ia berjanji akan
singgah ke Indonesia (lagi) bila Trivium melakukan tur-tur selanjutnya.
Sepertinya cukup
beruntung bagi 2500-an pengunjung yang hadir saat itu. Karena di konser
inilah secara perdana (dan belum terjadi di panggung manapun) Trivium memainkan lagu baru “Shattering the
Skies Above" yang direkam bersama Nick, yang mana lagu tersebut juga disertakan dalam video
game God of War III.
Berdasarkan setlist resmi, ternyata ada beberapa lagu yang dilongkap. Lagu seperti
"Detonation" atau "The Rain" yang berada dalam setlist
batal dimainkan. Bahkan
seperti yang diinformasikan sebelumnya, promoter sempat mengumumkan
bahwa Trivium
akan menggeber 25 lagu tapi nyatanya gagal. Mungkin gejalanya karena
Nick belum afdol memainkan
seluruh lagu Trivium. Tak sesekali terlihat Matt serta Paolo memberi instruksi
pada Nick untuk mengingatkan kunci-kunci lagunya.
Ternyata, komentar
miring terhadap dramer baru Trivium itu
pun tak sedikit
datang dari pengunjung usai menyaksikan konser. Banyak pihak yang
membanding-bandingkan Nick dengan Travis. Namun, mengingat konser
ini adalah pertama kalinya bagi Nick bersama Trivium, buat kami cukup maklum bila
ia terlihat (agak) grogi. Setidaknya, Nick sudah berusaha semaksimal
mungkin daripada peduli dengan 'mereka-mereka'
yang hanya bisa komentar.
Klik
gambar untuk perbesar
(You also can watch
their live videos in Indonesia
here)
02.
Becoming the Dragon
03.
Throes of Perdition
04.
Like
Light to the Flies
05.
Pillar of Serpents
06.
Ascendancy
07. When
All Light Dies
08.
Drowned and Torn Asunder
09. Into
the Mouth of Hell We March
10. Down
from the Sky 11.
Insurrection 12.
Anthem (We are the Fire) 13.
To
the Rats 14. Slave
New World (Sepultura cover) 15. Shattering the Skies Above 16.
Dying
in Your Arms 17.
A
Gunshot to the Head of Trepidation 18. Pull
Harder on the Strings of Your Martyr