ARCH ENEMY "Asia Tour
2009" Rabu,
28 Oktober 2009 @
Tennis Indoor Senayan, Jakarta - Indonesia
Usai sudah
penantian para metalhead demi kedatangan ARCH ENEMY.
Desas-desus yang terdengar (sekitar) 5 bulan lalu akhirnya live show
mereka
terlaksana nyata pada 28 Oktober 2009 di Tennis Indoor Senayan, Jakarta.
Arch Enemy terbentuk sekitar 1996 oleh pendiri ben, Michael Amott–
setelah ia meninggalkan CARCASS –
bersama adiknya,
Christopher Amott dan Johan Liiva.
Lewat ben ini, Michael membawa 'nyawa' melodic death metal seperti
album CARCASS era "Necroticism..." dan "Heartwork". Secara, Swedia,
tempat asal mereka, memang sarangnya musik "gothenburg sound". Hingga kini, AE telah merilis 8 album, 3 mini album, dan 2 DVD.
Kami masuk
ke venue saat ben pembuka asal Australia, PSYCROPTIC
mengakhiri setlistnya. Oya, selain Psycroptic, juga tampil
sebelumnya ben pembuka lokal MELODY MAKER. Keterlambatan kami ini
bukannya tak beralasan. Ini disebabkan pihak media harus menunggu jadwal
presscon (baca: konfrensi pers) setengah sembilan
malam sebelum personil AE; Angela Goslow (vokal), Michael
Amott (gitar), Christoper Amott (gitar), Sharlee D'Angelo
(bass), dan Daniel Erlandsson (dram) naik panggung. Heran saya.
Biasanya presscon itu dilaksanakan pada siang/sore hari (apabila
shownya malam), bahkan sehari sebelumnya.
Rupanya,
panitia sendiri mengakui kewalahan dengan perlakuan ben ini yang ingin
‘dilayani’ seperti raja. Sikap itu terbukti setelah kami menunggu lama
di ruang presscon lalu dibatalkan sepihak oleh manajer AE. Maka,
kami pun langsung bergegas menuju TKP. Namun, lagi-lagi panitia menarik
kembali acara presscon. Padahal, kami lihat bangku dalam
ruangan itu sudah dirapihkan. Atitut yang tidak
mengindahkan itulah membuat saya kehilangan simpati pada ben ini.
Memang, semuanya terjadi beralasan. Tapi, ini juga kelewatan.
Sudahlah!
Daripada romance liputan ini terasa tegang, kita kembali ke laptop.
Meski cuma menyimak beberapa lagu, kapabilitas musikal Psycroptic cukup menawan. Death metal yang sarat
teknikal dengan sentuhan groovy, mengingatkan saya akan style
NY death metal. Hanya saja vokalis Psycroptic yang cukuran rambutnya ala shaolin –
kepala botak
bagian depan dan rambut panjang dikuncir bagian belakang –
menyemburkan suara anger dan middle growl. Selain tampil
sebagai pembuka AE, esoknya Psycroptic melanjutkan rangkaian tur Indonesia bersama
ben metal lokal terbaik, BURGERKILL. Juga, album terakhirnya, “(Ob)Servant”
(2008)
yang dirilis Nuclear Blast didistribusikan di Indonesia oleh
Rottrevore Records.
Selesai
Psycroptic, maka saatnya penampilan ben yang ditunggu-tunggu, Arch
Enemy! Malam itu para personil AE menggunakan kostum serba hitam dengan
mengikatkan kain putih di lengan kanannya. Vokalis cantik Angela
Goslow bahkan mencorengakan garis putih di bawah kedua matanya yang terlihat
mirip suku Indian. Namun, itu pertanda bahwa ia adalah seorang
vegetarian. Hanya saja bukan golongan "garis keras". Buktinya, ia masih
mengenakan celana & jaket kulit, lengkap sepatu boot tingginya.
Tanpa
basa-basi, 3 lagu pertama (“Blood on Your Hands”, “Ravenous”, “Taking
Back My Soul”) mereka hajar secara beruntun. Sekedar menyambut
crowds yang terlihat sepi, ‘pertempuran’
dilanjutkan lewat lagu lawas “The Immortal” dari album “Burning
Bridges” (1999).
Tepat satu bulan
sebelum konser di Indonesia (28/10), AE meluncurkan album baru “The Root of All Evil” (Century Media).
Perlu diperjelas, album studio ke-8 ini sebenarnya kompilasi 12 lagu dari 3 album pertama
AE ("Black Earth"-1996, "Stigmata"-1998,
"Burning Bridges"-1999) yang direkam ulang. Album ini
sebagai representasi materi lama dengan karakter vokal Angela yang menggantikan vokalis
terdahulunya, Johan Liiva. Angela yang juga mantan jurnalis resmi
bergabung dengan AE pada 2000 melalui proses audisi.
Pada hajatan Solucite
kali ini, sepertinya promoter mengalami kemerosotan audiens.
Tennis Indoor malam itu hanya terisi (sekitar) 700 ratusan penonton –
yang
jelas tidak sampai bilangan 1 ribu.
Berbeda dengan konser Lamb Of God yang mencapai 3000-an kepala.
Pemadangan tribun saja terlihat kering. Dan lagi, crowds yang
moshing sebagai letupan euforia belaka. Cuma hangat-hangat tai ayam.
Tak lama suasana moshing
kembali dingin. Begitu terjadi hingga akhir pertunjukan.
Meski
sambutan tak begitu meriah, performa AE tetap maksimal memuaskan penonton. Lengkap pertunjukan
solo dari dramer dan kedua gitarisnya. Segi kualitas
sound pun tak mengecewakan. Konser AE di Jakarta
itu adalah rangkaian terakhir dari tur Asia 2009, sebelum mereka
melanjutkan tur ke
Australia. Dan, hey, kalian tau siapa (salah satu) opening AE di
Australia? Yaitu
godz of death metal SUFFOCATION. Eddaaann…!!!
Menjelang konser, Angela mengenakan kembali jaket kulit hitam
yang dipakainya ketika presscon. Well, kalau sedang panas-panasnya beraksi,
kenapa memakai jaket kulit... Tidakkah itu membuatnya semakin gerah? Atau mungkin, ini indikasi (atau satiran) kalau event di
Jakarta itu baginya dianggap PAYAH.
(You also can watch
their live videos in Indonesia
here)