SWEET AS REVENGE "Malaysian Tour Diary" 4 & 5 April 2009 @ MCPA Hall, KL &
Penang - Malaysia
Tak lama
kemudian acara dimulai. Band
pertama adalah This Sunday, yang gitarisnya Wong adalah salah
satu kru Murderothica Clothing dan juga manajer Black Territory. Setelah
menyaksikan mereka sebentar, kami semua makan siang di Central Market.
Sekitar 10 menit dari MCPA Hall. Central Market sendiri adalah sebuah
pusat belanja kerajinan dan souvenir khas Malaysia.
Selesai
makan siang, kami semua berpisah. Ada yang memilih kembali ke studio
untuk istirahat dan ada yang stuck di venue. Saya sendiri
akhirnya tetap tinggal di MCPA Hall bersama Dinand dan Aziz. Mereka
memilih beristirahat. Sementara saya sendiri masuk ke dalam MCPA
Hall untuk menyaksikan penampilan band-band lainnya. Setelah puas, saya
keluar lagi membeli rokok. Ternyata rokok di sana mahal, untuk sebungkus
Marlboro Lights Menthol isi 20 batang dihargai RM 10 (sekitar Rp 30.000)
di sebuah warung dekat venue. Tiga kali lipat dari harga di Jakarta...
hehehe.
Singkat
cerita, it’s showtime! Tiba juga giliran kami untuk tampil di
depan penonton Kuala Lumpur. Setelah berdoa, kami naik ke panggung. Saat
itu sekitar pukul 11 malam waktu setempat. Sudah cukup larut malam untuk
ukuran di sana. Karena biasanya gig itu berakhir sekitar pukul 9-10
malam. Tapi tak disangka, masih banyak juga yang setia menunggu
penampilan kami. Masih ada ratusan orang. Kami pun jadi semangat
beraksi.
Set
list
untuk malam itu cukup spesial. Kami membawakan 8 lagu, jarang-jarang di
Jakarta bisa membawakan lagu sebanyak itu. Diawali
dengan intro, penonton mulai merapat. Kemudian
kami menyambungnya dengan lagu pertama berjudul ”Langkah”.
Tak disangka, ternyata crowdnya cukup atraktif dan sambutan yang
diberikan sangat-sangat ok. Tidak sedikit yang berusaha singalong,
walaupun mereka belum familiar dengan lagu-lagu kami hehehe. Lagu demi lagu
kami mainkan. Dan setiap akhir lagu kami mendapatkan applaus yang cukup
meriah. Apalagi saat kami memainkan ”I’m Fading Away” dengan Jo
dari The Padangs sebagai guest vocal...waah penonton makin
menggila. Crowd di sana juga unik. Ada segerombolan orang yang disebut
”mosh warrior". Jadi di daerah mosh pit ada banyak
moshing, melakukan 2-step dan sebagainya. Wheew...jarang-jarang
melihat pemandangan seperti itu di tanah air.
Singkat
cerita, tiba lagu terakhir dimainkan, ”Potret Kehampaan”...yeah!
Dimulai dengan dentingan keyboard, banyak penonton yang ikut menyanyikan
potongan reff lagu tersebut. Whoaaa...amazing! Saat lagu
dimulai, crowd mulai bergejolak. Tak sedikit yang stage-diving.
Bahkan Dinand ikut ditarik dan jatuh ke penonton. Edan lah
pokoknya. Karena kegerahan, Dinand melepas bajunya dan bernyanyi dengan
telanjang dada. Bowo mendadak panik, karena teringat dengan peringatan
bahwa tidak boleh tampil dengan telanjang dada atau kena denda RM
10.000. Akhirnya Bowo merelakan kaos barunya dan memakaikan pada Dinand
hahaha.
Tuntas
sudah penampilan kami malam itu. Sangat-sangat menyenangkan dan sungguh
berkesan. Karena tak menyangka, di negari orang yang jauh dari rumah,
banyak yang hafal dan menyanyikan lagu kami.. Waaa...jadi terharu
hehehe.
Selesai
manggung, kami istirahat sejenak. Ganti baju dan bersih-bersih. Saat
keluar dari ruang ganti, sudah banyak yang menanti untuk foto bareng
hehehe... Lucu juga, jadi berasa artis aja. Selesai beramah-tamah dan
ngobrol-ngobrol di dalam, akhirnya kami semua pulang ke studio lagi
untuk istirahat. Karena besok pagi-pagi sekali kami harus berangkat ke
Penang untuk show berikutnya. Terima kasih KL.
Hari
Ketiga
Pagi-pagi
sekali sekitar jam 4, kami sudah dibangunkan Bowo. Semua bergegas mandi
dan siap-siap, karena jam 5 kami semua sudah harus tiba di meeting
point tempat berhentinya tour bus. Hari itu ada 4 band termasuk kami
yang berangkat ke Penang. Tiga band lainnya adalah Incarnation, Black
Territory, dan The Padangs. Busnya sendiri sangat nyaman dan bisa memuat
sekitar 50 orang. Kami berangkat ke Penang sekitar 5–6 jam perjalanan
dari KL.
Penang itu
sendiri adalah sebuah pulau yang dihubungkan dengan jembatan sepanjang
13 KM. Pemandangannya sangat menarik. Tak lama kemudian kami tiba di
Soundmaker Hall, yang sayangnya masih terkunci haha. Rupanya belum ada
yang datang. Karena jam sudah menunjukkan angka 12, kami semua sudah
kelaparan. Akhirnya bus beranjak ke daerah pantai. Kami berhenti di
daerah alun-alun kota tua Penang dan makan siang di sana. Ada satu
makanan unik yang disembut pasembur. Semacam rujak di sana. Bedanya
kalau di sini rujak isinya buah-buahan, pasembur isinya
gorengan, bakso, kepiting, sosis, dsb. Rasanya aneh tapi lumayan enak
juga.
Selesai
rombongan makan siang, kami semua kembali ke venue untuk check sound.
Saat tiba di sana ternyata setting alat belum selesai, lagi-lagi
kami harus menunggu. Untungnya di samping venue ada sebuah tempat makan
dan minum, akhirnya kami semua nongkrong dulu di sana. Yang lebih unik
lagi, disamping tempat itu ada semacam tempat yang menjual
lotere...hahaha. Sempat terpikir juga untuk masang lotere. Tapi
karena uang yang terbatas, ya ngga jadi deh.
Akhirnya
tiba giliran kami check sound. Setelah itu acara
dimulai. Line-up gig di Penang ini sangat variatif. Mulai dari band
punk, metal, sampai hardcore. Saya sempat menyaksikan salah satu band,
lumayan atraktif dengan dandanan ala black metal. Lengkap dengan atribut
spike pada lengan personilnya. Mereka membawakan cover song dari
Dimmu Borgir dengan rapi, hanya sayang soundnya kurang maksimal. Tapi
cukup menghibur juga. Setelah puas menyaksikan penampilan beberapa band,
kami semua dibawa ke mall terdekat. Mall-nya keren banget, Queensbay
Mall yang terletak persis di depan laut. Niat awalnya sih untuk
makan, karena tiba di sana menjelang petang. Tapi akhirnya semua
berpencar dan memutuskan berbelanja. Karena asyik jalan-jalan, tak
terasa sudah hampir 2 jam kami di sana. Pihak panitia menelepon dan kami
harus kembali ke bus.