MALEVOLENT CREATION “Asian-Australian Tour 2009” Minggu, 22 Maret 2009 @ Viki Sianipar,
Manggarai, Jakarta - Indonesia
Bila
mengingat transmigrasi death metal ke Indonesia pada awal 90-an, tentunya
akan tersebut nama-nama seperti: SUFFOCATION, OBITUARY, NAPALM DEATH, CANNIBAL
CORPSE, DISMEMBER, MORBID ANGELS, serta sederatan nama band legendaris lainnya
yang memberi pengaruh,
dan salah satunya MALEVOLENT CREATION (MC). Band yang terbentuk sejak 1987
silam ini aslinya dari Buffalo, New York. Namun setahun kemudian MC
hijrah ke Florida. Setelah 22 tahun tetap kuat berdiri, akhirnya MC
berkesempatan tampil di Indonesia untuk pertama kalinya.
Sebagai
band legendaris, MC tentu memiliki tempat di hati fans-nya
sampai kapanpun. Dalam tur melayang ke Asia-Australia, promoter
MIGHTY SYNDICATE berhasil membandring mereka ke beberapa kota
Indonesia, yaitu Surabaya (21/03) dan Jakarta (22/03). Naasnya, show
MC di Surabaya terpaksa batal mendadak saat acara berlangsung oleh
kepolisian setempat karena masalah perijinan yang belum jelas. Parahnya lagi,
pihak panitia juga sama ngga jelasnya
mengenai fee band, ini sih yang paling
bermasalah. Untungnya, perkara amatir kaya gitu ngga terjadi di Jakarta.
Meski ada juga yang mencemaskan kejadian serupa karena kondisi di
Jakarta menjelang Pemilu. Tapi itu tak membuat MIGHTY SYNDICATE
gentar. Walau promoter anyar tetap bernyali besar.
Buktinya, show berjalan mulus hingga selesai.
Ok,
langsung aja... Mendekati jam 9 malam (kurang 15 menit) acara baru
dimulai, 2 jam dari seharusnya. Pilihan yang menarik dari sang promoter,
untuk
opening act MC ini menampilkan FORGOTTEN. Ternyata salah satu
veteran death metal Ujungberung ini juga sama ditunggu kehadiran oleh
pengunjung. Yeah, you’ve got performance ganda.
Pada lagu pertama
FORGOTTEN
menyemburkan “Kegelapan itu
Bernyawa”. Band yang sudah dikenal dengan lirikal yang
sarkastis ini masih memprioritaskan nomor-nomor dari album terakhirnya
“Tiga Angka Enam” (Rottrevore, 2003), a.l: “Hidup Adalah Kutukan”,
"Tiga Angka Enam”, “Perang Demi Setan”, “Tuhan Telah Mati”. Vokalis
Addy sempat memberi kabar buruk, kalo album terakhir FORGOTTEN yang
dirilis ulang format cd itu (Rottrevore, 2008) dicabut dari pasaran toko
major. Meski sudah lama tak merilis rekaman, FORGOTTEN sempat
mempromosikan satu lagu baru “Serapah Laknat” yang nantinya
diikutsertakan dalam kompilasi Ujungberung. At least, performance mereka ditutup dengan lagu kover “Smoke on the Water”-nya DEEP PURPLE.
Rock your hate, roll your pain!
Selesai
setlist dari Forgotten, ngga pake lama dramer MC Gustavo Rios
langsung naik ke panggung untuk men-set dram dan disusul personil
lainnya untuk check sound. Kami sempat tersenyum pertama lihat
style
mereka ala metal jadul banget. Lihat gimana gitaris Phil
Fasciana mengenakan rompi kulit hitam dan juga
vokalis jangkung Brett Hoffmann
dengan kemejanya yang terbuka. Hajatan ini juga diselaraskan
dengan para pengunjung yang dihadiri para scenester oldskull.
Seperti
band-band sesepuh yang pertama kali live di Indonesia, MC juga
mengedepankan materi-materi lawasnya sebagai tembang nostalgia. Alhasil,
tanpa perlu bantuan mesin waktu Doraemon yang ceritanya sudah tamat,
atmosfir seperti terseret dalam kisah lampau. Yup. Sebuah introduksi epik “Memorial
Arrangements” mengawali sebagai sambutan dan langsung dihentak “Premature Burial”
untuk
memicu adrenalin crowds untuk bermoshing ria. Kedua trak ini
urutannya sama seperti di album pertama MC, “The Ten Commandments”
(Roadrunner, 1991). Yang mana album ini juga disebut-sebut sebagai landmark dalam dunia
death metal, mengembangkan apa dari materi SLAYER atau tipikal death metal
Florida lainnya.
Saya kira
tur MC ke Indonesia dalam rangka promo album “Doomsday X”
(Nuclear Blast, 2007). Apalagi album kesepuluh MC ini juga dirilis ulang
di Indonesia oleh CSA Records pada November 2008. Ternyata dari album
ini cuma 2 saja yang dimainkan,
yaitu “Deliver My Enemy” dan “Cauterized”. Mungkin
nostalgia lebih bermakna daripada euforia. Memang, sampai 2009 ini MC
belum lagi merilis rekaman baru apapun kecuali pada 24 Februari kemarin
mereka merilis (lagi) album the best“Essentials” (Crash
Music) yang terkemas dalam tripel cd. Wwwouw!
Pada versi
rekaman lagu "Deliver
My Enemy"seharusnya
di solo kedua lagu ini dimainkan oleh
Mick Thomspon (gitaris SLIPKNOT). Rupanya saat konfrensi pers yang
diadakan siang harinya, usut cerita solo tersebut merupakan inisiatif dari Mick sendiri karena
doi mengaku sebagai fans berat MC. Luar biasa! “Doomsday X” bisa
dibilang album MC yang fenomenal karena pada rekaman ini MC hadir dengan format reuni. Kembalinya vokalis Brett Hoffmann setelah keluar
dari bui, serta bassis
Jason Blachowicz untuk bekerjasama dengan komposer setia Phil
Fasciana, yang ditemani gitaris muda dingin & kalem Marco Martell.
Namun, banyak pula yang menyayangkan tidak bisa menyaksikan keganasan Dave Culross yang berhalangan hadir karena mengalami
accident. Maka posisi dram akhirnya digantikan oleh Gustavo Rios.
(bukan Fabian Aguirre apalagi Dave Culross seperti yang
diberitakan beberapa media-red).
Baik
pertunjukan MC ataupun FORGOTTEN, sound
panggung malam itu rasanya terdengar nge-“gulung”. Sehingga distrosi kurang
nyaman sampai di telinga. Namun euforia
mengacuhkan itu semua. Bahkan
semakin menghujung pentas, crowds semakin liar untuk berdansa dengan segala sebutannya.
You named it! Harusnya pertunjukan MC ditutup dengan “To Will to Kill”.
Namun, namanya encore di sini sudah jadi tradisi, MC tetap memanjakan massa
dengan lagu terakhir
“Malevolent Creation” - yang juga lagu terakhir dalam album
pertamanya. Sebagai band yang
sudah sangat berpengalaman, MC tentu mengerti kalau kepuasan adalah hal
terpenting dalam menyaksikan sebuah show musik.