RELATED REPORTS 2009

 REPORT 2008

ANGELS & AIRWAVES

AS I LAY DYING

BEHEMOTH

AVENGED SEVENFOLD

STRAIGHTOUT

PANIC AT THE DISCO

The USED

CALIBAN

JAKARTA JAM! (Day 1) [SIMPLE

  PLAN, NEW FOUND GLORY, etc]

RUFIO

DISMEMBER (@ Jakarta Rock

  Parade)

MAGRUDERGRIND

WALLS OF JERICHO

STORY OF THE YEAR (feat. YOUR

  FAVORITE ENEMIES)

Sick of it All

KOIL

Sum 41

Comeback Kid

Bleeding Through

 

 

 REPORTASE

BULLET FOR MY VALENTINE “Live in Concert!”

Rabu, 4 Februari 2009 @ Tennis Indoor Senayan, Jakarta - Indonesia

Usai perhelatan konser musik sepanjang tahun 2008, promoter kawakan JAVA Musikindo kembali mengundang massa di event-nya pada 4 Februari kemarin. Sebagai trigger acara awal tahun (2009), JAVA merekomendasikan band metal Inggris terbaik saat ini, yaitu BULLET FOR MY VALENTINE (BFMV).

Seperti jadwal reguler events JAVA yang sudah-sudah, acara dimulai jam 8 malam. Lampu sekitar panggung belum dinyalakan, dengan membabi buta 4 peluru metal asal Bridgend, Wales ini membombardir ruangan Tennis Indoor Senayan lewat “Scream Aim Fire”. Pasnya lagi, singgel pertama (sekaligus titel) album terbarunya adalah lagu bertema perang. Cukup representatif mengingat dominasi pemberitaan media massa saat ini mengenai invasi zionis ke Palestina;

Fuck this battlefield! The bullets shatter 'round me!

Bodies falling, voices calling for me!

Limbs are flying! Men are crying!

Such a hurtful sight!

The call is made, it's one for all!

Take no prisoners!

 

Tanpa banyak basa-basi, band yang berpasukan Matthew "Matt" Tuck (vokal & gitar), Michael "Padge" Paget (gitar), Jason "Jay" James (bass & beking vokal), Michael "Moose" Thomas (dram) melanjutkan serangannya lewat “Take it Out on Me”. Sebagai regenerasi pengibar bendera heavy metal, band yang memiliki nama awal JEFF KILLED JOHN (JKJ) sering mengkover lagu-lagu dari METALLICA dan NIRVANA pada masa bermula karirnya tahun 1998. Beralasan kesulitan finansial, akhirnya tahun 2002 JKJ resmi mengganti nama menjadi BULLET FOR MY VALENTINE, sekaligus merubah jalur musiknya seperti sekarang.

BULLET FOR MY VALENTINE berhasil mengadopsi genre heavy metal dengan baik, tanpa harus menjadi plagiator. Dari singkup & komposisi musikalitas-nya dapat membawa anda bernostalgia pada kejayaan metal era ’80-an. Walau seringkali BFMV juga disebut sebagai reinkarnasi METALLICA (early). Duet maut dari shredder gitaris Padge dan Matt makin memperkuat aura metal di setiap lagunya. Dengan tempo lebih naik nan agresif yang terkemas sound yang modern dan jelas. "Without sounding harsh, we're more interested in what our music sounds like than what our fucking hair looks like", ungkap Matt.

Karakter vokal Matt sendiri kerap menyelipkan semburan growl semakin terdengar gahar. Tak luput sang penabuh dram Moose dengan kecepatan kakinya menggebuk dobel pedal menghasilkan beat-beat yang rapat dan brutal. Kombinasi instrumen inilah memprovokasi penonton untuk moshing, body surfing, sampai circlepit di setiap pertunjukannya. Begitupun yang terjadi pada konser pertama kali BFMV di Jakarta.

Meski baru memiliki 2 album di bawah bendera SONY BMG; “The Poison” (2005) dan “Scream Aim Fire” (2008), darinya sudah banyak menelurkan hits yang akrab di telinga fans Indonesia, seperti “4 Words (to Choke Upon)”, “Hand of Blood”, “All These Things I Hate (Revolve Around Me)”, dll. Bahkan “Tears Don't Fall” yang dimainkan di lagu ke-7 pernah dinobatkan sebagai "Best UK Single" tahun 2006 oleh majalah metal dunia, KERRANG!.

Sederetan lagu hingar bingar terus menderu, kami pun menunggu “Hearts Burst Into Fire” yang baru dimainkan untuk “mengakhiri” pentas. Tidak seperti lagu-lagu lainnya yang sarat kecepatan, singgel kedua dari album “Scream Aim Fire” ini lebih anthemic dengan riff-riff rock yang catchy. Dimulai dari petikan clean gitar Padge lalu disambut solo Matt yang melodius. Sepertinya bukan kami saja yang menunggu, penonton juga sama. Terbukti, sepenuh lagu ini penonton nyanyikan dari awal sampai habis. Singalong. Saking hafalnya, Matt selalu membiarkan penonton menyanyikan di setiap bagian pre-chorus sampai chorus selesai. Wuoww...!!!

Sebanyak 11 lagu sudah BFMV hadirkan. Sambil mengangkat 2 jari khas metal, para personil BFMV berjalan ke belakang panggung. Tapi, apakah pertunjukan selesai??? Mungkin ini trik lapuk untuk menarik penonton ngemis "we want more...we want more...". Sepertinya istilah encore sudah mulai basi deh. Penonton di sini juga sudah mulai pintar. Dan kami pun yakin kalo pertunjukan belum selesai karena “Waking the Demon” belum juga dihadirkan, apalagi lagu menjadi hits di siaran udara radio-radio di Amerika.

Sekembali dari balik panggung, BFMV langsung menggeber singgel paling gres (masih) dari "Scream Aim Fire" itu. Crowds pun balik membuat arena body contact. Dan sebagai penutup BFMV menyuguhkan “Forever and Always”. Dengan tempo yang slow dan manis, suasana kembali reda serta bersingalong, apalagi kalo senandungnya bareng pacar. Wuuu…

 

Seandainya pelaksanaan konser BFMV di Indonesia bertepatan dengan “Hari Valentine” (14 Februari-red), tentu atmosfirnya lebih momentum lagi -karena nama bandnya. Kali aja pengunjung ngerasa suges untuk merayakan “Hari Kasih Sayang”-nya di konser BFMV ini, sehingga acara bisa lebih menyeruak. Sebab dibanding pagelaran JAVA sebelumnya yang kami simak, konser BFMV ini yang kurang rame. Palingan dipadati 2000-an orang. Apalagi kelas tribun terlihat jarang penduduk. Sepi. Kalaupun seluruh penghuni tribun dioper ke festival tetep cukup untuk menampung.

Atau mungkin ini barometer kalo fanbase BFMV di Indonesia belum besar. Kalau di negara-negara Eropa dan Amerika, nama BULLET FOR MY VALENTINE bisa dibilang sedang “naik daun”. Mereka juga sering menjadi model cover serta diulas pada majalah-majalah ternama, seperti METAL HAMMER, GUITAR WORLD, TOTAL GUITAR, KERRANG, REVOLVER, PENTHOUSE, ROCK SOUND, dan masih banyak lagi.

Padahal promo konser BFMV di Indonesia sudah gencar sejak 3 bulan lalu lho. Bahkan 3 hari menjelang hari H, pihak JAVA sempat mengadakan “pre-event BFMV” segala, dengan "pancingan" harga tiket spesial konser BFMV Rp 200.000,- (dari harga normal Rp 335.000,-). Namun, tetap aja peminatnya tidak seperti yang diharapkan… Ternyata, pasar memang tidak bisa ditebak ya hehehe.

Yahh, namanya juga dagang Om…kan ngga selalu untung terus?! Mungkin aja proyek selanjutnya jauh lebih heboh. Cuma sampai saat ini belum tercium planning terbaru event JAVA selanjutnya. “Yang jelas banyak”, jawab Adrie Subono saat Jurnallica coba kecil-kecil bertanya. Hanya pelaksanaannya ngga dalam waktu dekat ini, karena mau Pemilu. “Pokoknya gua kaga berani dah ngadain acara sebelum Pemilu selesai”, tambahnya. Ok deh bos… kami tunggu gebrakan-gebrakan JAVA selanjutnya!

(You also can watch their live videos in Indonesia here)

 SONGLIST

·  Scream Aim Fire

·  Take it Out on Me

·  4 Words (to Choke Upon)

·  Ashes of the Innocent

·  Hand of Blood

·  All These Things I Hate (Revolve Around Me)

·  Tears Don't Fall

·  Say Goodnight

·  Eye of the Storm

·  Spit You Out

·  Hearts Burst Into Fire

·  Waking the Demon

·  Forever and Always

Report: Jurnallica (Hdy) | photo: Tony & Hdy