Rabu, 4 Februari 2009 @ Tennis Indoor Senayan, Jakarta - Indonesia
Usai perhelatan konser
musik sepanjang tahun 2008, promoter kawakan JAVA Musikindo
kembali mengundang massa di event-nya pada 4 Februari
kemarin. Sebagai trigger acara awal tahun (2009), JAVA
merekomendasikan band metal Inggris terbaik saat ini, yaitu BULLET
FOR MY VALENTINE (BFMV).
Seperti jadwal reguler eventsJAVA yang sudah-sudah, acara dimulai jam 8 malam. Lampu
sekitar
panggung belum dinyalakan, dengan membabi buta 4 peluru metal asal
Bridgend, Wales ini membombardir ruangan Tennis Indoor Senayan lewat
“Scream Aim Fire”. Pasnya lagi, singgel pertama (sekaligus titel) album terbarunya adalah lagu bertema perang. Cukup representatif
mengingat dominasi pemberitaan media massa saat ini mengenai invasi
zionis ke Palestina;
Fuck this battlefield! The bullets shatter 'round me!
Bodies falling, voices calling for me!
Limbs are flying! Men are crying!
Such a hurtful sight!
The call is made, it's one for all!
Take no prisoners!
Tanpa banyak basa-basi,
band yang berpasukan Matthew "Matt" Tuck (vokal & gitar),
Michael "Padge" Paget (gitar), Jason "Jay" James (bass &
beking vokal), Michael "Moose" Thomas (dram) melanjutkan
serangannya lewat “Take it Out on Me”. Sebagai regenerasi
pengibar bendera heavy metal, band yang memiliki nama awal JEFF KILLED JOHN (JKJ) sering mengkover lagu-lagu dari METALLICA dan NIRVANA
pada masa bermula karirnya
tahun 1998. Beralasan kesulitan
finansial, akhirnya tahun 2002 JKJ resmi mengganti nama menjadi BULLET
FOR MY VALENTINE, sekaligus merubah jalur musiknya seperti sekarang.
BULLET FOR MY VALENTINE
berhasil mengadopsi genre heavy metal dengan baik,
tanpa harus
menjadi plagiator.
Dari singkup & komposisi musikalitas-nya dapat membawa anda bernostalgia
pada kejayaan metal era ’80-an. Walau seringkali BFMV juga disebut sebagai
reinkarnasi METALLICA (early). Duet maut dari shreddergitaris Padge dan Matt makin memperkuat aura metal di setiap
lagunya. Dengan tempo lebih naik nan agresif yang terkemas sound
yang modern dan jelas. "Without sounding harsh, we're more interested in
what our music sounds like than what our fucking hair looks like",
ungkap Matt.
Karakter vokal Matt
sendiri kerap menyelipkan semburan growl semakin terdengar gahar.
Tak luput sang penabuh dram Moose dengan kecepatan kakinya menggebuk
dobel pedal menghasilkan beat-beat yang rapat dan brutal.
Kombinasi instrumen inilah memprovokasi penonton untuk moshing, body surfing,
sampai circlepit di setiap pertunjukannya. Begitupun yang terjadi
pada konser pertama kali BFMV di Jakarta.
Meski baru memiliki 2
album di bawah bendera SONY BMG; “The Poison” (2005) dan
“Scream Aim Fire” (2008), darinya sudah banyak menelurkan hits
yang akrab di telinga fans Indonesia,
seperti “4 Words (to Choke Upon)”, “Hand of Blood”, “All These Things
I Hate (Revolve Around Me)”, dll. Bahkan “Tears Don't Fall”
yang dimainkan di lagu ke-7 pernah dinobatkan sebagai "Best UK Single" tahun 2006 oleh majalah metal dunia, KERRANG!.
Sederetan lagu hingar
bingar terus menderu, kami pun menunggu
“Hearts Burst Into Fire” yang baru dimainkan untuk “mengakhiri”
pentas. Tidak seperti lagu-lagu lainnya yang sarat kecepatan,
singgel kedua dari album “Scream Aim Fire” ini lebih anthemic
dengan riff-riff rock yang catchy. Dimulai dari petikan clean gitar Padge
lalu disambut
solo Matt yang melodius. Sepertinya bukan kami saja yang menunggu,
penonton juga sama. Terbukti, sepenuh lagu ini penonton nyanyikan dari
awal sampai habis. Singalong. Saking hafalnya,
Matt selalu membiarkan penonton menyanyikan di setiap bagian pre-chorus
sampai chorus selesai. Wuoww...!!!
Sebanyak 11 lagu sudah BFMV hadirkan.
Sambil mengangkat 2 jari khas metal, para personil BFMV berjalan ke
belakang panggung. Tapi, apakah
pertunjukan selesai??? Mungkin ini trik lapuk untuk menarik penonton
ngemis "we want more...we
want more...". Sepertinya istilah encore sudah mulai basi
deh. Penonton di
sini juga sudah mulai pintar. Dan kami pun yakin kalo pertunjukan belum selesai
karena “Waking the Demon” belum juga dihadirkan, apalagi lagu menjadi
hits di siaran udara radio-radio di
Amerika.
Sekembali dari balik
panggung, BFMV langsung menggeber singgel paling gres (masih) dari
"Scream Aim Fire" itu. Crowds pun balik membuat arena body contact.
Dan sebagai penutup BFMV
menyuguhkan “Forever and Always”. Dengan tempo yang slow dan
manis, suasana kembali reda serta bersingalong, apalagi kalo
senandungnya bareng pacar. Wuuu…
Seandainya pelaksanaan
konser BFMV di Indonesia bertepatan dengan “Hari Valentine”
(14 Februari-red), tentu atmosfirnya lebih momentum lagi -karena nama
bandnya. Kali aja pengunjung ngerasa suges untuk merayakan “Hari Kasih
Sayang”-nya di konser BFMV ini, sehingga acara bisa lebih menyeruak.
Sebab dibanding pagelaran JAVA sebelumnya yang kami simak, konser BFMV
ini yang kurang rame. Palingan dipadati 2000-an orang. Apalagi kelas tribun
terlihat jarang penduduk. Sepi. Kalaupun seluruh penghuni tribun dioper ke
festival tetep cukup untuk menampung.
Atau mungkin ini
barometer kalo fanbase BFMV di
Indonesia belum besar. Kalau di negara-negara Eropa dan Amerika, nama BULLET FOR MY VALENTINE bisa dibilang
sedang “naik daun”. Mereka juga sering menjadi model cover serta
diulas pada
majalah-majalah ternama, seperti METAL HAMMER, GUITAR WORLD, TOTAL
GUITAR, KERRANG, REVOLVER, PENTHOUSE, ROCK SOUND, dan masih banyak lagi.
Padahal promo konser
BFMV di Indonesia sudah gencar sejak 3 bulan lalu lho. Bahkan 3 hari menjelang hari H,
pihak JAVA sempat mengadakan “pre-event BFMV” segala, dengan "pancingan" harga tiket spesial
konser BFMV Rp 200.000,- (dari harga normal Rp
335.000,-). Namun, tetap aja peminatnya tidak seperti yang diharapkan…
Ternyata, pasar memang tidak bisa ditebak ya hehehe.
Yahh, namanya juga
dagang Om…kan ngga selalu untung terus?! Mungkin aja proyek selanjutnya jauh
lebih heboh. Cuma sampai saat ini belum tercium planning terbaru event JAVA
selanjutnya. “Yang jelas banyak”, jawab
Adrie Subono saat Jurnallica coba kecil-kecil
bertanya. Hanya pelaksanaannya ngga dalam waktu dekat ini, karena mau
Pemilu. “Pokoknya gua kaga berani dah ngadain acara sebelum Pemilu
selesai”, tambahnya. Ok deh bos… kami tunggu gebrakan-gebrakan JAVA
selanjutnya!
(You also can watch
their live videos in Indonesia here)