|
|

|
|
23.03.10
COBRA STARSHIP "Live in Concert"


●
NAVICULA: Metropolutan Tour
●
Sumpah Serapah Metal-heads Indonesia di
Webzine Internasional
●
Bob Marley: Nabi Reggae
●
Maut Menjemput The Rev
●
de-el-el

|
|

|
|
SANGKAKALA - Macanista EP
 |
|

  
Inisiatif bagus bagi Yes
No Wave yang merampungkan materi-materi ben dari komunitas
underrated walau dalam versi live. Mengingat banyak ben
daerah yang seharusnya perlu diekspos walau bermodalkan semangat.
Terlebih lagi, banyak khasanah musik yang justru kami dapati bukan
berasal dari kota yang dianggap sentral permusikan Indonesia.
(Baca selengkapnya di sini)
 |
|
EDITOR
PLAYLIST:
●
FOUR YEAR STRONG - "Enemy of the World"
●
ARCADE FIRE - (all)
●
HOT CHIP - Made in the Dark
●
Ov HELL - The Underworld Regime
●
PET SHOP BOYS - Always on my Mind / Did You See me...
 |
|
Join / follow our LINKs:



 |
|
Click
number for
pics:
|
|
|



















 |
|

KONTRIBUSI adalah sosok yang kami idam-idamkan. Kirimkan ide-ide
kalian
(baik yang brillian sampai yang irasional sekalian), dengan senang hati kami rela
menampung. Atau, sekedar ingin meng-informasikan aktifitas-nya
(band, media, show, launching, de-el-el) di sini juga boleh.
Tidak ketinggalan, untuk kritik, saran dan kawan-kawannya, hantarkan
semua via email di
jurnallica_webzine@yahoo.com
 |
|
|
|
|
|
|
|
|
"Bonita Menambah Nama"
Sepertinya, beberapa
musisi solo merasa lebih 'nyaman' dengan menyandang titel tambahan pada namanya.
Begitupun yang terjadi pada Bonita. Biduanita
yang baru merilis album "Laju" ini rencananya akan menggunakan titel "and
The Hus Band" sebagai nama tambahan
untuk
rilisan-rilisan selanjutnya. Dengan begitu, Bonita juga 'terkesan' kaya anak ben.
"Sebab kalo solo gw kurang entertainment," candanya sambil
terkekeh.
Penambahan nama
ini juga mengingatkan kita pada musisi-musisi solo lainnya, seperti Tika and
The Dissidents atau
Anda with the Joints yang notabene adalah kakak kandung Bonita
sendiri. Bila kedua kata "hus"
& "band" digabungkan, maka menjadi "husband" yang dalam bahasa
Inggris artinya "suami". Tapi hal ini bukanlah guyonan belaka, karena pemetik
gitar akustik dalam grup ini tidak lain adalah suami Bonita
sendiri, yaitu
Petrus Briyanto Adi.
Sambil menghitung
hari, beberapa saat lagi Bonita bersama ben pengiringanya akan tampil di Mosaic Music Festival di Singapura
pada 15 Maret
mendatang. Pada kesempatan RSI Release Party kemarin malam (9/03) Bonita
juga
memberi bocoran lagu baru serta sebuah cover dari legendaris
Titiek Puspa berjudul "Bimbi", yang mana lagu-lagu
tersebut juga akan dimainkan pada
ajang musik bergengsi di Negri Singa tersebut.
Akhirnya, setelah
vakum selama 7 tahun dan merilis album baru, kini Bonita siap melaju
kembali.
Posted:
Jurnallica (10/03) |
Photo: Bonita.doc |
|
|
 |
|
|
"Konser Taking Back Sunday
Gagal!"

Taking Back Sunday dalam sesi foto pembuatan video "Sink Into Me"
Sepekan menjelang hari
H, konser TAKING BACK SUNDAY (TBS) di Tennis Indoor Senayan,
Jakarta pada 3 Maret 2010 diundur! Menurut JAVA Musikindo sebagai
promoter, penyebab reschedule ini karena beberapa kendala teknis. Pihak ben sendiri sangat menyayangkan
hal tersebut terjadi, seperti yang ditulis dalam blog myspace TBS: "Keadaan
ini di luar kontrol kami, bukan pilihan kami, (dan juga) bukan salah
siapapun." Padahal,
disinyalir dari
interview di salah satu media lokal,
vokalis TBS Adam
Lazzara berjanji ingin tampil habis-habisan di Jakarta nanti. Tapi
sialnya, ekspetasi tersebut harus pupus.
Sejak
terbentuk pada
1999, ben post-rock/emo Amerika
ini telah menghasilkan 4 album penuh. Dan
konser TBS di
Jakarta adalah bagian tur promo album terakhir, "New Again" yang
telah dirilis pada 2009 silam. Juga,
belum lama ini,
menjelang Hari Valentine 2010, TBS merilis unreleased b-sides
dari "New Again" (atau lebih praktisnya sebuah single) berjudul
"Winter Passing" melalui
situs resmi
TBS.
Meski pihak promoter akan mengembalikan uang tiket sepenuhnya tanpa potongan
apapun plus permohonan maaf, namun calon penonton (khususnya fans TBS) tetap merasa
kecewa. Pasalnya, konser TBS yang dinanti-nantikan selama 3 bulan
itu berujung kandas.
Hingga
berita ini naik, belum ada kepastian kapan jadwal
pengganti
konser TBS di
Indonesia dari promoter. Namun dengan adanya reschedule TBS,
tidak berpengaruh pada rencana konser-konser JAVA selanjutnya,
seperti COBRA STARSHIP (23/03), 311 (30/03), dan Kelly
Clarkson (29/04). Info selengkapnya mengenai konser, bisa cek di
www.javamusikindo.com.
Posted:
Jurnallica (26/02) |
Photo: IST |
|
|
 |
|
|
PLACEBO "Live in Concert"
Selasa,
16 Februari 2010 @ Tennis Indoor Senayan, Jakarta, Indonesia
"Konser
Pesona Ben Gay"
“Hidup
gay!”, teriak salah seorang penonton sembari memberikan aplaus untuk
konser Placebo setelah memainkan lagu kedua "Ashtray Heart".
Berbicara di luar konteks grup, Placebo dikenal karena identitas
seksual para personilnya. Duo pendiri ben, Brian Molko (vokalis,
gitaris) adalah seorang biseksual, sedangkan Stefan Olsdal
(basis & gitaris) adalah seorang gay, serta merta gaya hidup mereka yang
juga dianggap eksesif. Jika Anda menyimak klip resmi "Ashtray Heart",
di situ Molko terlihat cantik dengan rambut panjang sebahu. Maka, dapat
dimaklumi kala konser itu ada yang berteriak-teriak menyinggung imej
yang telah melekat pada ben asal Gravesend, Inggris ini. Namun, di saat yang bersamaan, juga
tercium aroma ganja yang entah darimana asalnya.
(Selengkapnya baca di sini) |
|
|
 |
|
|
Angels & Airwaves
"Rilis Album Baru Gratis Bertepatan Hari Valentine"

ANGELS & AIRWAVES
(AVA) merilis album ketiga bertitel "LOVE" yang bertepatan dengan
Hari Valentine, setelah tertunda sejak Natal 2009. Namun terselip kabar
suka maupun duka dari AVA. Kabar sukanya, album yang berisi 11 lagu ini
dibagikan GRATIS! Bahkan 2 hari lebih awal dari jadwal perilisan,
Fuel.tv memberikan
link download gratis untuk seluruh dunia. Namun bagi mereka yang
memberikan donasi, fuel.tv
akan
memberikan bonus lagu eksklusif "Hallucination" (Mark
Hoppus Octopus Remix) sebagai tanda terimakasih.
Sedang kabar
dukanya, setelah merilis album "LOVE", ben yang dianggap "brainchild"-nya
Tom DeLonge (vokal & gitar) itu dirumorkan BUBAR
–
yang mana hal
tersebut
dikaitkan dengan reuni Tom dengan Blink-182. Diperkuat penyataan Tom dalam blog
Modlife pada 10 Februari kemarin: "Angels and
Airwaves is never going to go away". Bahkan, sang penabuh dram
Atom Willard telah bergabung dengan Social Distortion sejak April
2009.
Baru-baru ini AVA
telah melangsungkan shooting untuk klip "Hallucination".
Single
pertama ini lebih dulu diedarkan gratis pada 23 Desember 2009.
Untuk fisik album
berformat CD
dirilis menyusul; berisi 11 lagu yang sama dengan tambahan 30 menit
musik ekstra dari film LOVE. Sementara, bagi yang ingin menikmati
album "LOVE" versi digital, dapat mengunduhnya
di sini.
LOVE
tracklist:
1. Et Ducit Mundum Per Luce
2. The Flight of Apollo
3. Young London
4. Shove
5. Epic Holiday
6. Hallucinations
7. The Moon Atomic (...Fragments and Fictions)
8. Clever Love
9. Soul Survivor (...2012)
10. Letters to God, Part II
11. Some Origins of Fire
Bonus track:
12. Hallucinations (Mark Hoppus Octopus Remix)
Posted:
Jurnallica (15/02) |
|
|
 |
|
|
Konser TRIVIUM:
"Satu Lagu Sepuluh Ribu"
Kemarin
(4/02), secara resmi TRIVIUM mengumumkan dramer terbaru, Nick
Augusto yang mengantikan Travis Smith. Mengenai hal ini,
vokalis/gitaris Matt Heafy dengan bangga berkomentar: "Permainan
dram Nick sangat teknikal dan ber-macam-macam dan ia membawa suatu
enerji yang hebat untuk band."
Kedahsyatan
pukulan Nick bisa disimak nanti pada lagu terbaru
"Shattering the Skies Above". Yang mana lagu
tersebut akan disertakan dalam EP
"God of War, Blood & Metal" yang
dirilis secara digital. Termasuk sebuah cover dari "Slave
New World"-nya SEPULTURA.
Bersama Nick, ben
yang telah menelurkan 4 album itu
sudah merekam 2 lagu baru.
Kini, TRIVIUM
sedang mempersiapkan
rangkaian terakhir tur promo
"Shogun" (2008, Roadrunner Records). Dengan formasi terbaru;
Matt Heafy (vokal, gitar), Corey Beaulieu (gitar, vokal),
Paolo Gregoletto (bas, beking vokal), dan Nick Augusto
(dram) akan tampil pertama kalinya pada konser di Tennis Indoor,
Jakarta, 11 Februari besok. Menurut promoter JAVA Musikindo,
ben metalcore
asal Orlando, Florida - Amerika Serikat itu
akan menggeber sebanyak 25 lagu dalam repertoarnya nanti.
Bila
dibuat
perbandingan,
dengan harga tiket Rp 250.000,- (festival) berarti kamu cuma
membayar Rp 10.000,- untuk menyaksikan konser TRIVIUM per-lagunya.
Tapi, nontonnya
ngga bisa diketeng lah!

Posted:
Jurnallica (6/02) |
|
|
 |
|
|
BOYS LIKE GIRLS "Live in Concert"
Senin,
25 Januari 2010 @ Tennis Indoor Senayan, Jakarta, Indonesia
"Mabuk Cinta
dengan Boys Like Girls"

JAVA Musikindo kembali mencoba
peruntungannya lewat konser musik di 2010 ini, setelah (hampir)
sepanjang 2009 absen mengadakan events musik
–
kecuali konser Bullet For My Valentine (4 Februari 2009),
yang itupun tak maksimal target pengunjung.
Dalam 3 bulan pertama tahun 2010, JAVA telah menyajikan 7 konser ben
manca-negara. Diawali dengan kuartet power-pop/pop-rock BOYS LIKE
GIRLS (BLG). Meski tergolong ben pendatang baru, nama BLG langsung
melambung berkat debut album
self-titled (2006, SONY BMG). Bahkan singles-nya format
digital terjual hingga 3 juta donlod. Itupun yang membuat album ini
disebut-sebut sebagai "an album full of hit singles" atau "the
soundtrack to summer".
(Selengkapnya baca di sini) |
|
|
 |
|
|
SURI
"Rock
SuriTauladan"

Dengan mengandalkan
perpaduan sound rendah dibalut distorsi yang berat, terbentuklah sebuah
grup bergenre “Stoner Rock” bernama SURI. Di tengah degradasi
drastis kualitas industri musik nasional dan derasnya invasi massal ben
pop melayu, SURI lahir memberi memberi pesan kepada penikmat musik
tanah air bahwa rock hingga detik ini tak akan ada yang bisa
mengalahkan / menggantikannya walau keadaan musik tanah
air saat ini sedang mengalami resesi kualitas yang menonjol.
Secara
eksplisit, tak ada kandungan eksklusif dari nama SURI. Just a name from an
ordinary band. SURI berasal dari kawasan urban Jakarta yang berisi
personil kaum pekerja yang mencari celah waktu untuk bersenang-senang.
Empat pemuda yang menggawangi ben ini a.l.: Rito (vokal & gitar),
Mr. Alunx (gitar), Gan Dung (bas), & Didit Bremi (dram).
(Selengkapnya baca di sini) |
|
|
 |
|
|
Bob Marley
"Nabi Reggae"
HISTORY
Terlahir
dengan nama Robert Nesta Marley pada Februari 1945 di St. Ann,
Jamaika, Bob Marley berayahkan seorang kulit putih dan ibu kulit hitam.
Pada 1950-an Bob beserta keluarganya pindah ke ibu kota Jamaika,
Kingston. Di kota inilah obsesinya terhadap musik serta profesi
menemukan pelampiasan. Waktu itu Bob banyak mendengarkan musik R&B dan
soul, yang kemudian hari menjadi inspirasi irama reggae, melalui siaran
radio Amerika. Selain itu, di jalanan Kingston dia menikmati hentakan
irama Ska dan Steadybeat dan kemudian coba memainkannya sendiri di
studio-studio musik kecil di Kingston.
Bersama
Peter McIntosh dan Bunny Livingston, Marley membentuk The
Wailing Wailers dan
sempat merilis album (1963) dengan hit "Simmer Down". Lirik lagu
mereka banyak berkisah tentang “rude bwai” (rude boy), anak-anak
muda yang mencari identitas diri dengan menjadi berandalan di jalanan
Kingston. The Wailing Wailers
bubar pada pertengahan 1960-an dan sempat membuat penggagasnya patah
arang hingga memutuskan berkelana di Amerika.
Pada
April 1966, Bob kembali ke Jamaika, bertepatan dengan kunjungan HIM
Haile Selassie I —raja Ethiopia– ke Jamaika untuk bertemu penganut
Rastafari. Kharisma sang raja membawa Bob menjadi penghayat ajaran
Rastafari di tahun 1967. Dan bersama The
Wailer, band baru Bob
yang dibentuk setahun kemudian bersama dua personil lawas Mc Intosh dan
Livingston, ia menyuarakan nilai-nilai ajaran Rasta melalui reggae.
Penganut Rastafari lantas menganggap Bob menjalankan peran profetik
sebagaimana para nabi, menyebarkan inspirasi, dan nilai Rasta melalui
lagu-lagunya.
(Baca selengkapnya di sini) |
|
|
 |
|
|
MAU YANG ‘ORI’?
Oleh: Harlan Boer
Seorang
kurator memesan ayam goreng di gerai KFC. Pelayan bertanya, “Mau yang
original atau crispy?” Kurator menjawab, “Jaman sekarang
sudah nggak ada yang original.”
Bagi
saya, anekdot itu terdengar crispy. Berbeda dengan KFC yang
menamakan paha ayam gorengnya dengan sebutan “drum stick”, yang
di-copy-paste dari istilah untuk tongkat pemukul drum, dan karena
itu terdengar original? Sementara KFC semakin jitu ketika
perbedaan original dan crispy terdapat hanya pada
kulitnya.
Copy
paste
adalah keseharian, peradaban. Orisinilitas yang 100% pun dianggap tak
pernah diciptakan manusia, konon sudah sejak lama. Kata “orisinil” jadi
hanya bisa ada ketika yang dimaksud adalah penciptaan sesuatu yang baru
berkat pemikiran modifikasi kombinasi “penggabungan-penggabungan” dan,
atau, karena pengaruh lainnya – entah sadar atau bawah sadar. Bisa juga
itu adalah revisi. Atau bagi yang “relijius”, teorinya dalah: Tuhan
sudah menyediakan segala ide, manusia yang merangkainya. Mungkin cuma
penjual HP dan onderdil mobil yang masih suka mengklaim dengan bangga
akan orisinilitas sambil menawarkan pada konsumennya, “Mau yang ori?”
(Selengkapnya baca di sini) |
|
 |
|
NEWS |
INTERVIEW |
REVIEW |
NEW
COMER |
WRITING |
|
REPORT |
SHOW SCHEDULE
|
GALLERY |
DOWNLOAD |
CONTACT |
|
|
©
2010,
Jurnallica.com
diorbitkan oleh
Jurnallica Press.
Untuk komunikasi, kontribusi, konspirasi, dll segera hubungi:
info@jurnallica.com.
Webmaster: x14x |
Powered:
BA2M |
 |
|
|