|
|

|
|
03.07.10
SLASH & FRIENDS Concerts
"Live in Jakarta"
04.08.10
ALL TIME LOW "Live in Concert"
04.08.10
BEATFEST (feat. BELLE & SEBASTIAN)




●
HOOBASTANK -
The Reason
(Live in Jakarta,
28.07.10)
[More video? Click here!]

|

●
HOOBASTANK: Mendadak Konser di Indonesia
●
CUT///COPY: Live in Jakarta
●
Posternya Para Propaganda
●
Firehouse Tidak Peduli Piala Dunia
●
ORIGINAL Prod: Kami Ngga Main ‘Ben-ben Soda’
●
Yang Hidup dalam Mati, Kurt
Cobain
●
de-el-el

|
|

|
|
Lantlôs
- .Neon
 |
|

   
Iblis
adalah businessman paling sukses dan Donald Trump [seorang
wirausahawan, pebisnis, pemilik reality show The Apprentice, dll
asal Amerika Serikat-red] adalah pecundang di depannya. Okelah,
Trump sukses menjelma sebagai icon yang disembah oleh maniak
reality show. Namun, tak pernah masuk akal untuk menyejajarkan Iblis
dan Trump dalam satu tingkatan.
Karena di muka iblis, sekali lagi, Trump
hanyalah pecundang kelas teri. Tak ada yang bisa mengimbangi otak
kreatif iblis yang super mega canggih.
(Baca selengkapnya di sini)
|
|
Bonita - ...laju
 |
|

   
Tahun
lalu, seorang biduanita, Tika berhasil membuat saya jatuh hati. Dan
tahun ini (2010), rasa
itu telah tergantikan oleh Bonita
–tentu itu semua karena keindahan suaranya. Namun, entah mengapa, setiap
mendapati/menyimak penyanyi wanita (khususnya di Indonesia), saya
selalu terngiang dengan statement sarkas Tika dalam interviewnya di web
kesayangan ini, kalau: "modal bokong ama bacot doang, jangan ngaku musisi
lah...!" Untungnya, puji tuhan, Bonita memiliki pita suara yang prima juga bokong yang sekal. Upss!!!
(Baca selengkapnya di sini)
 |
|
EDITOR
LIKE
THIS!
●
Eliza Doolittle - (s/t)
●
To My Boy - The Habitable Zone
●
The Divine Comedy - Bang Goes the Knighthood
●
Pierce The Veil - Selfish Machines
●
Scissor Sisters - Night Work
●
Maps & Atlases - Perch Patchwork

|
|
Join / follow our LINKs:




|
|

Indonesia memiliki banyak band & penyanyi bagus-bagus dengan banyak album tapi tidak punya tempat di
media televisi mainstream kita
~
Indra Lesmana ~

|
|
Click
number for
pics:
|
|
|



















 |
|

KONTRIBUSI
adalah sosok yang kami idam-idamkan. Kirimkan ide-ide kalian (baik
yang brillian sampai yang irasional sekalian), dengan senang
hati kami rela menampung. Atau, sekedar ingin meng-informasikan
aktifitas-nya (band, media, show, launching, de-el-el) di
sini juga boleh.
Tidak ketinggalan, untuk
kritik, saran dan kawan-kawannya, hantarkan semua via email di
jurnallica_webzine@yahoo.com
 |
|
|
|
|
|
|
|
HOOBASTANK "Live ‘N’ Loud"
Rabu,
28 Juli 2010 @ Hard Rock cafe, Jakarta, Indonesia
"Lebih
Intim"
Entah untuk keberapa
kalinya –yang jelas sudah 3 kali, bahkan vokalis Doug sampai lupa
mengingatnya– Hoobastank kembali menggelar tur ke Indonesia dengan tajuk
"Live 'N' Loud". Bila mengingat konfirmasi jadwal show ben-ben
mancanegara, acara ini mungkin terbilang dadakan yang dikabarkan 2
minggu sebelum hari H.
Dan secara tak terduga,
konser pun berlangsung dalam format akustik (lagi), sebagaimana live
mereka di Bali pada akhir 2009 lalu. Berbeda dengan pendapat Herry
Sudrajat,
Operations Manager
HRC Jakarta yang rencana tampil live
saat Jurnallica konfirmasikan. Pada tur
kali ini, Hoobastank menyambang di 2 kota Indonesia. Selain di Jakarta
(28 Juli), mereka juga tampil lebih awal di Bali sehari sebelumnya (27
Juli). Kedua konser bertempat di Hard Rock cafe (Bali & Jakarta), yang
sekaligus sebagai pengada acara.
(Selengkapnya baca di sini) |
|
|
 |
|
|
ANTISEPTIC
"Ben Punk Pertama di Indonesia"
Punk
hari ini sudah tak lagi terdeteksi nominalnya.
Populasi mereka bahkan
telah merambah ke pelosok kota-kota kecil. Lantas,
–bagi yang
ingin menggali sejarah–
bagaimana dengan scene
punk 20 tahun lalu? Yang diduga awal masuknya kultur tandingan (atau ada
yang menganggap sub-kultur) tersebut ke Indonesia.
Bila ada
pertanyaan, siapakah ben punk pertama di Indonesia? Maka, ANTISEPTIC
jawabannya. Dengan menggebu-gebu, Berry mengklaim Antiseptic sebagai ben
punk pertama di Indonesia
–tanpa
perlu lagi asumsi dari para pengamat musik di Indonesia sekalipun.
(Selengkapnya baca di sini) |
|
|
 |
|
|
ANTISEPTIC "20th Anniversary Gig"
Senin,
19 Juli 2010 @ Manchester United cafe - Sarinah, Jakarta
"Hey Man! We're Septicrew!"
“Ketika
cucu lo nanti tanya 'tau ga acara 20 tahun Antiseptic?', buat mereka
yang ngga dateng cuma tau aja. Tapi buat lo yang ada di sini, lu akan
bilang ‘I was there!’”, ungkap vokalis Dirty Edge, Ucox yang
disambut tepuk tangan para penonton. Bersama ben-nya, saat itu Dirty Edge
sedang
berpartisipasi dalam anniversary gig ke-20 tahun Antiseptic.
Sebuah ben punk hardcore pertama di Indonesia.
Ben-ben
pendukung dalam acara tersebut juga tak kalah lawasnya. Sebut saja:
Dirty Edge, Ejakula La Vampira, The Sabotage, dan (yang muncul
belakangan) Stand Off. Ketiga nama ben awal yang disebut sudah eksis
circa '96-'97. Bagi Anda yang baru menyelami scene hardcore punk era
millenia (apalagi yang baru lahir kepala '90-an), mungkin nama-nama ben
di atas yang disebut kurang familiar.
(Selengkapnya baca di sini) |
|
|
 |
|
|
GOODNIGHT ELECTRIC
"Single Baru dan Segala
Pembaharuannya"
GOODNIGHT
ELECTRIC merilis single terbaru berjudul, 'Teenage Love and
Broken Heart' yang dapat di-unduh gratis. Single ini sebagai
preview album baru GE yang ditunggu-tunggu fans-nya hampir 3
tahun setelah album kedua, “Electroduce Yourself” (2007).
Masih kental unsur
elektronik pop yang enerjik, kali ini GE coba menyederhanakan sound
dan memasuk-kan gitar sebagai instrumen tambahan. “Perubahan itu baik,
agar selalu ada yang baru. Kita tidak mau terjebak dalam satu gaya atau
tipe tertentu. Ke depan nanti kita mau mencoba lebih kasual dalam musik
dan visual kita, seperti mencopot keseragaman kita atau, kalau perlu,
membanting-banting gitar di panggung jika mampu,” ungkap oomleo.
Selain
inovasi dalam aransemen, tema-tema lagu GE pun berubah. Di single
terbaru, unit yang terdiri
dari Henry Foundation,
oomleo, & Bondi Goodboy
coba lebih melek ke dalam budaya serta problema yang sedang
terjadi pada anak muda dan sekitarnya. Mereka tidak
lagi membicarakan UFO, robot, komputer, atau hal-hal absurd
lainnya.
Ingin
tahu seperti apa materi baru GE?
Anda bisa mendownload lagu 'Teenage Love and Broken Heart' (plus
dua lagu versi remix dari Fisikamatematika dan Brown Bear)
melalui situs resmi
www.goodnightelectric.com.
Menyusul video klipnya yang akan disutradarai Bondi Goodboy.
Posted:
Jurnallica (23/07) |
|
|
 |
|
|
ICEMA
"Penghargaan Musisi-Musisi
Cutting Edge?"
Indonesian
Cutting Edge Music Awards (ICEMA) akhirnya sampai pada acara puncak.
Kemarin
(18/07),
malam penghargaan ICEMA untuk pembagian tropi
terselenggara di Epicentrum Walk Kuningan, Jakarta.
Sebanyak 20 penghargaan dari 20 kategori terpilih berdasarkan hasil
voting sebanyak
42 ribu suara
yang terkumpul selama 3 bulan –akhir
voting
ditutup sejak 29 Juni lalu. Selain 20 penghargaan, juga terdapat 3
honour awards khusus dari dewan juri.
Yang cukup
menarik, dalam perhelatan ICEMA juga menampilkan performance kolaborasi
musisi-musisi indie/cutting-edge, seperti Efek Rumah Kaca + Zeke
Khaseli, The Trees and The Wild + Tika + Kunokini, Goodnight Electric +
The Upstairs, The Flowers + Indra Lesmana + Adrian Adioetomo, dll.
Sekelebat ICEMA pun menjadi "trending topic" di Twitter untuk beberapa
saat.
Ironisnya, kenapa
suatu musik yang tidak umum dianggap 'cutting-edge'. Dan tidak lagi
'cutting-edge' ketika yang musik tidak umum itu mulai diminati banyak orang.
Hakikatnya, musik cutting-edge adalah musik yang tak berbatas
juga tak terhingga. Maka, dapat dimaklumi bila ada racauan polemik mengenai
ICEMA tersebut.
Karena, inilah
potret Negara Berkembang dalam melewati masa-masa transisi-nya. Dengan
segala kekurangan & kelebihan,
selamat bagi para penyandang
tropi
ICEMA. (Daftar lengkap pemenang tertera di bawah)
Buat ben-ben cutting-edge/indie
lainnya (baik yang ternominasi atau tidak), tetaplah berkarya sebaik
mungkin. Karena penghargaan bukanlah tujuan. Persetan apa kata orang!
Mungkin ada baiknya kami mengulang kuotasi Tika pada pemberitaan
sebelumnya, "Siapapun yang membawa pulang
penghargaan nantinya,
mereka tetap merasa menang".
Berikut daftar nama/ben
pemenang ICEMA 2010:
(Selengkapnya baca di sini) |
|
|
 |
|
|
MORFEM
"Pilih Sidang Daripada Berdamai"
Bila
mengingat kasus “Cicak Versus Buaya”, analoginya Buaya selalu digambarkan
sebagai Polisi, atau sebaliknya.
Pada kasus yang berbeda, MORFEM juga menggunakan metafor yang serupa. Dalam single terbaru 'Pilih Sidang Atau Berdamai', terselip
guratan kesal;
"Lepas dari macan digigit buaya". Kisah sebuah lagu
kenangan personilnya yang ditilang
polisi, yang juga dirisihkan para pengendara lainnya.
Morfem
adalah proyek terbaru dari Jimi Multhazam (The Upstairs) pada vokal bersama para personil yang juga
berasal dari ben-ben ibukota, yaitu Pandu Fathoni (The
Porno) pada gitar, Bramasta Juan Sasongko (JARB) pada bas, & Freddie
Alexander Warnerin (Nervous Breakdown) pada dram. Genap berusia satu
tahun (17/07), Morfem menggratiskan single kedua 'Pilih Sidang
Atau Berdamai' melalui dunia maya.
(Selengkapnya baca di sini) |
|
|
 |
|
|
"Poison The Well Hiatus!"
Kabar
tak sedap datang dari POISON The WELL. Kemarin (14/07), ben
post-hardcore/metalcore/experimental asal Miami/Ft.
Lauderdale, Florida itu meng-umumkan hiatus (baca: vakum) hingga waktu
yang tidak ditentukan.
Hal tersebut dilakukan demi mengeksplorasi bidang yang lain dalam
kehidupan masing-masing personil. Menjalani ben selama 12 tahun tentu
bukan hal yang mudah. Dan sepertinya, mereka sedang berada di taraf titik
jenuh. Melalui surat terbuka, PTW menyampaikan hiatusnya kepada seluruh
fans dimanapun seperti di bawah ini;
Everyone,
So, after twelve years of being a band,
countless tours around the world and records
being released, we have made the decision to
take some time to explore other interests in our
lives. We’ve all reached a point where we feel
like we need to take a step back from the band
and pursue other things. PTW has been an all
encompassing, full time thing for such a long
period that this isn’t an easy thing to do. We
want to thank everyone who has supported us in
anyway, whether it be buying a record or a
shirt, to the occasional robbery from time to
time. Once again, thanks for everything and we
couldn’t have done any of this without you.
Love, PTW
|
Posted:
Jurnallica (15/07) | Photo: IST |
|
|
 |
|
|
Zeke Khaseli - Salacca Zalacca
"Bedah Salak: Zeke Khaseli Masuk
Surga"
Suatu
pagi nggak jelas di hari Minggu yang mana. Dua mahluk asing –entah libur
entah sedang kerja– tiba-tiba turun dari luar angkasa lewat hujan meteor
menuju sebuah taman bunga nan malas di kawasan Taman Mini, Jakarta
Timur.
Orang-orang yang
awalnya cuek, lama-lama ngeh juga sama mahluk berpiyama ungu
polkadot dengan cangklong menyantel di tangannya. Mahluk alien satunya
lagi malah pede jas hujanan ala proyek bangunan lengkap boot
anti-air di kaki. Komposisi musik pun masuk, pertunjukan absurd
dimulai begitu saja.
Tanpa aba-aba mereka
semua mulai keliling taman sambil joged bareng patah-patah. Semua orang
tampak riang mengikuti lantunan nada ganjil tentang pidato presiden soal
segitiga bermuda, kisah si paranormal looser, Micky yang kabur ke
Afrika, pemakaman Andi si penyayang binatang, atau si Atta yang takut
sama om Patung.
Konser pun bubar dengan hujatan "God Damn!!" buat PLN karena
tau-tau mati lampu. Sejak saat itu, sepasang mahluk tergolong spesies
BOYlien (alien cilik) tersebut, mulai dikenal orang-orang di taman tadi
sebagai “Galacticco Duo”.
Hingga di akhir kisah, semua orang pulang dengan satu keyakinan bahwa
Galacticco Duo adalah nabi baru mereka. Dan kelak setelah nanti
meninggal dunia, mereka semua akan bereinkarnasi menjadi buah salak dan
masuk surga selama-lamanya.
(Selengkapnya baca di sini) |
|
|
 |
|
|
EDENBRIDGE
"Selain Konser
Tertunda, Ternyata Vokalisnya Keturunan Indonesia"
Seharusnya
EDENBRIDGE mengadakan konser di 3 kota Indonesia pada pekan ini, yaitu Jakarta (8 Juli),
Solo (9 Juli), & Malang (12 Juli). Namun ketidakjelasan sponsor
membuat SEMAX International Indonesia selaku promoter menun-da konser
ben asal Austria itu
hingga November 2010, dengan jadwal yang belum ditentukan.
Meski gagal konser, kedua
personil EB, gitaris Arne "Lanval" Stockhammer dan vokalis
Sabine Edelsbacher (yang notabene keduanya berpacaran) tetap
berkunjung ke Indonesia. Untuk mengobati sedikit rasa
kecewa fans-nya, promoter menggelar meet & greet EB
di Marios Place, Jakarta, kemarin (10/07). Namun mengingat tiket masuk dibandrol Rp 120.000,-,
acara pun terbilang sepi yang hanya dihadiri (sekitar) 20 orang dan
beberapa media.
Edenbridge terbentuk pada 1998 silam dan telah memiliki 7 album studio. Belum lama ini,
ben yang mengusung symphonic progressive metal tersebut merilis
album baru "Solitaire" (NAPALM Records) pada 2 Juli lalu.
Kabarnya kedatangan Lanvall & Sabine pun bertujuan untuk promo album. "Yang jelas
kedatangan mereka ke sini untuk promo album", terang Managing
Director Semax, Hendro. Tapi
promo ke siapa dan dalam bentuk apa juga belum jelas. Sebab album baru EB
itu tidak beredar di Indonesia. Maka, promoter Benny menambahkan, berencana merilis ulang "Solitaire" untuk pasaran Indonesia
dalam waktu dekat.
Usut
punya usut, ternyata Sabine terlahir dari seorang ibu asal
Nganjuk, Jawa Timur.
Sedang bapaknya
asli warga Austria. Namun sejak kecil ia sudah diadopsi di Austria.
Bahkan, saat Sabine melihat anak-anak kecil di Indonesia, ia merasa
wajahnya agak mirip sewaktu masih kecil. Meski sudah tiba di Indonesia,
Sabine belum berencana untuk mencari siapa ibu sebenarnya.
Posted:
Jurnallica (11/07) |
|
|
 |
|
|
FOREVER The SICKEST KIDS
"Tiga Ben, Satu Panggung"
JAVA
Musikindo akhirnya meng-konfirmasi
FOREVER The SICKEST KIDS (FTSK) untuk konser di Jakarta.
Sinya-lemen ini sudah tercium saat CEO Java Musikindo,
Adrie Subono sering menulis (atau posting
foto ben) FTSK via akun twitter. Rencananya konser ben pop-punk asal North Richland Hills,
Texas ini digabung bersama panggung The MAINE
dan
HELLOGOODBYE
di Tennis Indoor Jakarta, 23
September 2010. Jadi, Anda bisa menyaksikan 3 ben
dalam satu panggung.
Beruntungnya lagi, meski tambah satu ben, harga tiket konser sama sekali
tidak berubah. (Detil harganya, Anda bisa cek situs Java Musikindo).
Menurut Adrie, setiap
ben nantinya akan tampil selama 1 jam yang dimulai jam 7 malam.
Grup yang
terdiri dari Jonathan Cook (vokal utama), Caleb Turman (lead
gitar, vokal), Austin Bello (bas, vokal), Marc Stewart (ritem gitar),
Kent Garrison (keyboard), Kyle Burns (dram) sebenarnya baru
terbentuk akhir 2006 dan memiliki
2 album: "Underdog Alma Mater" (2008) dan "The Weekend:
Friday" (2009). Pada versi majalah Alternative Press (edisi #228)
menobatkan FTSK
sebagai ben underground nomor satu dalam "22 Best
Underground Bands (That Likely Won't Stay Underground for Long)".
Tak lama JAVA
mengabarkan info ini di twitter, dramer FTKS, Kyle Burns juga
langsung mengungkapkan kejutan ini melalui twitter pribadinya; "Woke up
to an email this morning telling me we are confirmed to play Indonesia
in September...freeking sweet".
Posted:
Jurnallica (11/07) |
|
|
 |
|
|
"Dua Konser Slash & Friends di
Indonesia"
Berkat
sponsor dari salah satu korporasi rokok, promoter MAHAKA Entertainment
akhirnya menambah jadwal konser SLASH & FRIENDS
di Indonesia di Jatim Expo, Surabaya (31 Juli 2010) –bahkan jadwalnya lebih awal dari
sebelumnya di Istora Senayan,
Jakarta (3 Agustus 2010).
Untuk formasi konser Slash di Indonesia,
mantan gitaris Guns N' Roses itu bakal tampil didukung musisi-musisi rock
ternama, a.l.: Myles Kennedy (Alter Bridge)-vokal, Bobby Schneck
(Weezer, Greenday, Aerosmith)-gitar, Todd Kerns (Age of Electric,
Static in Stereo)-bas, & Brent Fitz (Alice Cooper)-dram. Dengan formasi tersebut, Slash akan menggeber lagu-lagunya dari album solo "s/t" yang
baru dirilis 31 Maret lalu,
serta sedikit bernostaljia lewat lagu-lagu klasik dari Guns N' Roses.
Sebagai pre-event acara, promoter juga mengadakan kompetisi "Slash
Look a Like" di 3 kota Pulau Jawa, yakni: Jogjakarta (Monjali, 17
Juli), Bandung (Ciwalk, 18 Juli), dan Malang (MOG, 24 Juli). Sebelumnya,
kontes video gitar mirip Slash, "Slash Air Guitar" juga dilakukan melalui web Deathrockstar
dengan hadiah pemenang mendapatkan sebuah gitar Epiphone Les Paul.
Posted:
Jurnallica |
|
|
 |
|
|
UNTUK 17 TAHUN
KE ATAS
Oleh: Pry
LUPAKAN TRIO ARIEL-LUNA-TARI! Lupakan saja persoalan
dunia hiburan dan gosip yang kerap dangkal dan tak
bergizi. Lupakan polemik media dan akurasi dingin
pakar
teknologi soal video heboh, serta perilaku caper-nya
organisasi radikal nan fundamentalis dengan dalih
ayat-ayat suci.
Lupakan juga demokrasi. Buang jauh-jauh dulu itu
definisi globalisasi, terminologi hukum
internasional, kesenjangan Dunia Ketiga, bencana
alam, dan perubahan iklim, serta tetek bengek lipstik
ideologi dunia berserta kemajuan teknologi mutakhir
yang terus memesonakan kita.
Lupakan juga aturan moral, etika, dan norma sosial
serta kaidah agama yang meruap sesak di sekeliling
kita berdua. Lupakan dulu semuanya untuk sekali ini
saja, sayang. Karena apa yang akan kutulis di sini
jauh mundur melampaui itu semua. Kali ini aku akan
mengajakmu menyusuri tonggak penting kehidupan yang
bermula ratusan juta tahun ke belakang.
(Selengkapnya baca di sini) |
|
 |
|
NEWS |
INTERVIEW |
REVIEW |
NEW
COMER |
WRITING |
|
REPORT |
SHOW SCHEDULE
|
GALLERY |
DOWNLOAD |
CONTACT |
|
|
©
2008-2010,
Jurnallica.com
diorbitkan oleh
Jurnallica Press.
Untuk komunikasi, kontribusi, konspirasi, dll segera hubungi:
info@jurnallica.com
Webmaster: x14x |
Powered:
BA2M |
 |
|
|