Entah belum mujur atau memang nasibnya apes, pada masa-masa awalnya,
Siaran Langsung [SL] sering gagal dalam setiap audisi bazaar SMU yang
saat itu masih meng-cover lagu-lagu Incubus (dan saat itu juga
Incubus belum tenar di sini). Berdasarkan kronologi, SL sebenarnya sudah
muncul sejak 2001. Tapi, bukankah derajatnya setaraf baik yang ben lawas
atau anyar selama statusnya masih underdog?! Karena kesibukan 5
personilnya –yang juga aktif di ben lain dan SL belum dianggap
prioritas– maka jalan ben ini pun begitu lambat layaknya keong (tanpa
racun).
Sekitar tahun 2005, SL sempat merekam beberapa lagu sendiri. Sialnya,
itu semua menjadi sia-sia setelah hard-disk komputer hasil rekamannya
rusak dan tak dapat diselamatkan. Lagu-lagu seperti 'Ladis' dan
'Pasopati' (yang bisa Anda dengarkan di
www.reverbnation.com/siaranlangsung)
sebenarnya belum melewati proses mixing sama sekali.
Siaran Langsung kembali masuk studio dengan formasi trio, yaitu Saska,
Oggy, Arief pada 2008. Kali ini merasa para personilnya sudah berpenghasilan,
tanpa perhitungan ketiganya merekam materi-materi baru di studio Massive
(Bandung) –tempat dimana Burgerkill atau The S.I.G.I.T rekaman.
Berhubung baru 5 lagu yang beres, maka materi itulah yang kemudian
dikemas sebagai EP perdana SL bertitel ”Siaran Percobaan" (ditambah 1
lagu alternate version-nya 'Lagu Gampang').
Kalau ben semacam Efek Rumah Kaca memiliki lagu 'Cinta Melulu' sebagai
kritik banalnya
industri musik lokal, pada lagu 'Lagu Gampang' SL juga menyindir
scene musik popular yang banyak dibenci kaum hipster, sebagaimana
tergurat harfiah pada verse lagunya: "Lupakan saja musik yang
nakal/ Serahkan pada pemilik modal/ Anggaplah saja kupingmu normal/
Lagumu tidak usah lah binal." Mengingat latarbelakang semua
personilnya memiliki gelar edukasi formal (baik yang dokter, sarjana
ekonomi, atau sarjana teknik) maka tak heran bila manifesto setiap tema
lagu SL sarat 'bermuatan', bila tidak ingin disebut politikal. Seperti
lagu 'Coackroach Romance' yang menyinggung dunia pendidikan dan
'Tridharma' pada paskanya. Dengan begitu, SL jadi mengingatkan kami pada
ben-ben pop sayap kiri.
Sedang di departemen musik, genre SL sendiri terbilang eklektik. Nuansa 5 lagu dalam
EP-nya terasa beraneka-ragam, mulai dari alt. rock, indie pop, fusion, hingga
funk jazz. Rencana, debutnya dapat terangkum pada akhir 2010. Dengan begitu, Siaran Langsung
berharap dapat berdikari dengan hasil rilisan-rilisan yang sudah
beredar. Sehingga modal yang telah dikeluarkan menjadi rotasi kehidupan ben itu
sendiri tanpa harus bertabrakan dengan urusan klise finansial keluarga. Tapi, bukankah itu juga yang diharapkan banyak ben di negara yang tidak
banyak pilihan ini? Dan
celakanya, tidak sedikit ben tanah air bernasib kandas walau harapannya
tidak terlalu muluk.