LINE-UP

Kartika Jahja - Biduan
Susan Agiwitanto - Bas

Okky Rahman Oktavian - Dram
Luky Annash - Piano, Keyboards

 GENRE

Jazz / Trip-Hop / Noir Pop

 

BACK TO THE MENU

 

Or read interview with TIKA

 TIKA & The DISSIDENTS

“Bidadari Tanpa Kepala & Para Pembangkang”

TIKA

Maka, ketika seorang wanita bipolar memiliki kemampuan untuk menulis lagu sekaligus suara menakjubkan, menjelmalah: TIKA. Pemilik nama lengkap Kartika Jahja lahir pada 1980 dalam keluarga yang memiliki darah seni. Penyanyi/penulis lagu asal Indonesia ini telah menempuh aneka jalur musik dimana dia sempat bergabung ke dalam beberapa band punk, jazz, hip hop, bahkan top-40. Dengan satu alasan: dia senang sekali bernyanyi. TIKA mulai menjalani musik secara serius ketika bergabung dengan ben YOKO PHONO saat ia berdomisili di Seattle, AS. Ben tersebut bubar saat TIKA kembali ke tanah air. Selain keterlibatannya sebagai talent vokal untuk scoring berbagai film layar lebar, TIKA masih sering berkolaborasi dengan berbagai musisi dari bermacam-macam genre. Diantaranya Aksan Sjuman, Jamie Aditya, Agrikulture, dll.

Namun TIKA mencuri hati banyak orang dengan lagu-lagunya sendiri saat dia mengeluarkan debut albumnya "Frozen Love Songs" (2005), lalu dikemas ulang sebagai "Defrosted Love Songs" (2006). Sang biduanita pun dikenal handal menggagahi mikrofon. Seluruh perasaannya tumpah ruah memecah wajah saat berlaga di atas panggung.

TIKA pun lantang menyuarakan pendapatnya yang tanpa tedeng aling-aling menguak borok budaya populer mulai dari televisi, industri musik, hingga diskriminasi seksual. Hal ini kerap kali menjadikannya terpojok keluar dari industri mainstream nan glamor.

Orang boleh saja mengkotakkan musik TIKA sebagai trip hop, jazz, noir pop, dan aneka nama jejadian yang membuatnya mengulum senyum. Beberapa fans pernah mengirimkan silet berlumur darah bekas menyayat nadi. Para teroris internet mengecamnya terlalu 'gemerlap' untuk jadi kiri. Meskipun demikian, TIKA sendiri tak pernah meproklamirkan dirinya sebagai apapun kecuali seorang biduan. Yang dia inginkan hanyalah merasakan 'hidup' bergejolak melalui musik dan berharap para pendengarnya pun dapat mengalami perasaan yang sama. Untuk meninggalkan meja kantormu dan berteriak bila kau mau. Untuk merasa indah meskipun serbuan iklan mengatakan kau harus lebih ramping, lebih putih, dan berambut lebih lurus. Untuk mematikan televisimu dan bercinta…dengan diiringi alunan lagu TIKA. Semoga.

 

The DISSIDENTS

Setelah kelelahan bergonta-ganti pasangan di atas panggung dalam setiap penampilannya, TIKA akhirnya memutuskan untuk membentuk ben pengiring permanen. Maka berpadulah The Dissidents pada 2006. Seiring waktu, ketiga lelaki dengan gaya bermusik yang beragam ini, menjadi sangat berpengaruh dalam proses penulisan lagu TIKA.

Sang basis Susan Agiwitanto adalah personil dengan koleksi baju hitam terbanyak dalam band ini. Susan membagi waktunya antara sang istri tercinta, TIKA dan ben progresif bernama In Memoriam. Saat bergabung dengan TIKA, Susan menggantungkan bas elektrik lima senar dan mulai memainkan contrabass untuk menyesuaikan diri dengan musik TIKA.

Berikutnya, penabuh dram Okky Rahman Oktavian. Pemuda Padang yang di usia 25 tahun, tubuhnya masih terus bertambah tinggi (tidakkah ini sedikit mengkhawatirkan?). Okky berangkat dari ben post-rock godsmustbecrazy. Selain bermain musik dan bekerja di sebuah perusahaan IT, ia juga seorang pencerca bermulut tajam yang sadistis namun jenaka.

Terakhir adalah si pemikat hati wanita, Luky Annash. Pria sensitif bertutur halus yang piawai memainkan jarinya di piano. Luky telah bermain bersama TIKA sejak sebelum kedua personil di atas bergabung. Hampir setiap waktu ia menjejali telinganya dengan lagu-lagu Tori Amos dari iPod putihnya, hingga tak elak gaya bermusiknya pun tertular. Selain bermain dengan TIKA & the Dissidents, Luky juga seorang penyanyi dan penulis lagu berbakat yang mempunyai proyek solonya sendiri.

 

Kontak / info:

The Head Quarters

Jl. Benda Raya No.89, Lt. 2 Kemang, Jakarta 12560

hello@suaratika.com

www.suaratika.com

 

 DOWNLOAD SONG

“Mayday” [mp3] | [lirik]