MENU

ANGELS & AIRWAVES

AS I LAY DYING

BEHEMOTH

AVENGED SEVENFOLD

STRAIGHTOUT

PANIC AT THE DISCO

The USED

CALIBAN

JAKARTA JAM! (Day 1) [SIMPLE PLAN, NEW FOUND GLORY, etc]

RUFIO

DISMEMBER (@ Jakarta Rock Parade)

MAGRUDERGRIND

WALLS OF JERICHO

STORY OF THE YEAR (feat. YOUR FAVORITE ENEMIES)

Sick of it All

KOIL

Sum 41

Comeback Kid

Bleeding Through

 

 REPORTASE

WALLS OF JERICHO “South East Asia Tour”

Sabtu, 14 Juni 2008 @ Taman Ria Senayan, Jakarta - Indonesia

Salah satu “gacoan” TRUSTKILL Records (ket: pabrik rekaman yang mencetak banyak band metalcore bahaya) yaitu WALLS OF JERICHO (WOJ), beberapa pekan lalu menginvasi 2 kota Indonesia dalam rangka tur WOJ di Asia Tenggara. Liputan ini hanyalah salah satu perwakilan konser WOJ di Jakarta pada 14 Juni 2008, bertempat di Taman Ria, Jakarta. Sedangkan sehari sebelumnya, WOJ lebih dulu menggelar konsernya di Malang yang mewakili teritori Jawa Timur dan sekitarnya.

Yup, rasanya jadwal tur band bule ke Indonesia harusnya dibagi seperti ini. Mengingat teman-teman kita yang tinggal di daerah nan jauh di mata. Mereka harusnya juga diberi kesempatan untuk menyaksikan tur band-band mancanegara. Kasihan dong kalo digelar di Jakarta terus… Terlebih lagi mengingat tarif angkutan umum yang semakin menjerat atas dampak kenaikan BBM. So, tolak kenaikan BBM! Fuck!

Sejak terbentuknya pada 1998, yang paling mencorong dari band asal Detroit, Amerika ini adalah front bandnya seorang cewe dengan karakter vokal growl. (Apalagi sejak album “All Hail the Dead” (Trustkill Records, 2004), saya lihat kulit vokalisnya semakin menyerbak penuh tato.) Formasi band seperti inilah akhirnya menginspirasikan banyak band metal/hardcore dengan female vocal fronted di seluruh dunia, termasuk Indonesia.

Terkadang, bila ada sebuah band metal/hardcore dengan vokalis cewe, beberapa orang akan bilang: “bandnya mirip Walls Of Jericho. Bahkan bila ada cewe scenester (baca: cewe yang juga menggeluti dunia hingar bingar) yang berheavy tattoos, ada aja yang nyeletuk: “eh-eh, itu cewe mau kaya vokalisnya Walls Of Jericho. Hiks!

Well, tidak sedikit saya melihat cewe scenester (yang juga vokalis beberapa band lokal) berjejal di konser WOJ ini. Mungkin euforianya yang mengundang mereka ingin melihat langsung “dewi metal”-nya itu hehehe… Tapi semirip apapun bajakannya, tetep ngga akan sama kan dengan yang aslinya hahaha… Yah, kami hanya bisa menyarankan; “be yourself” wae neng! Atau mungkin para cewe scenester itu ngga pernah keramas kali?! Emang mereka ngga inget apa motto salah satu reklame produk shampoo; “jadilah trendsetter bukan trendfollower!”. Ha!

Cuaca malam minggu saat itu serasa kurang bersahabat. Derasnya hujan membasahi bumi membuat jadwal show jadi terlambat, berhubung lokasinya bertempat outdoor. Akhirnya, sekitar jam 8 malam show yang dihadiri 1000 penonton lebih baru bisa berlangsung, meski rintikan hujan terus berjalan.

Saat memasuki tempat kejadian, saya sudah tertinggal performance dari DREAMER, band gothic metal dengan vokalis cewe yang baru saja merilis debut albumnya berbarengan dengan konser WOJ ini. Sedangkan di atas panggung, VENDETTA lagi beraksi memainkan style American Metal-nya. Dua lagu dari LAMB OF GOD juga mereka pamerkan, yaitu “Now You've Got Something to Die for” (sebagai lagu pembuka) dan satunya lagi “Hourglass”. Tapi saya ngga heran kalau melihat dramernya dihandle oleh Andyan (ex-SIKSAKUBUR). Kalo dramernya cewe juga sih baru saya angkat jempol.

Yang membuat saya masih bertanya-tanya adalah, apa alasan EO/promotur sampai memilih band ini sebagai opening WOJ? Mengingat band ini baru seumur jagung. Apa daya tariknya itu karena seluruh personilnya wanita (kecuali dram)? Mungkin saya terlalu lancang bila menilai band semodel gini cuma “jual formasi”. Tapi nyatanya terbukti… Di Indonesia, sampai saat ini siapa sih band utuh wanita yang bertahan lama, termasuk band GEGER sekalipun?!

Atau, karena salah satu personilnya “itu” yang terdiri seorang artis anyir, Prisha. Ah, emang dia siapa?! Kita mah menilai musik objektif aja. Kalo bagus, kita puji. Kalo jelek, tinggal caci-maki. Hahaha… (Eh, itu bukannya subjektif?-red) Yah, kalau sekedar main rapih sih itu wajar, dan harus! Tapi, band di Indonesia itu kan banyak. Kasih dong kesempatan buat mereka yang lebih “pantas”. Ngga kaya ini, manggung aja masih banyak bawain lagu orang, 2 lagu lagi dari band yang sama.

Ok, lanjut… Band punk/hardcore lawas yang satu-satunya datang dari Bandung, JERUJI. Diawali sedikit intro dan langsung dihajar “Fuck Me Off” sebagai lagu pertama. Sajian soundnya sekarang jauh lebih heavy. Tapi entah kenapa, saya menyimak band ini rasanya datar-datar aja. Saya sama sekali ngga tergugah dengan konsep musik barunya itu. Mengingat kini banyak band muda yang jauh lebih mengagumkan. Justru saya lebih tertarik dengan materi lama JERUJI yang lebih anthemik, seperti beberapa lagu yang juga dibawakan; “Do the Fight”, “Lawan”, “Racing Gun”, dll.

Rasanya ada hal yang memalukan untuk ukuran “band lama” seperti mereka yaitu, sesi liriknya. Coba kamu perhatiin, masih ada aja lirik-lirik semacam ini: “Anjing…koruptor!!! Anjing…koruptor!!!”. Idiiihh… Lirik kaya gitu mah ngingetin saya masih ngeben punk-punkan waktu SMA. Hahaha… Yah, kalo memang itu salah satu lagu lamanya, kenapa juga yang model begitu masih dibawain?! Atau, JERUJI udah “ketuaan” buat nge-punk-punk-an? Haha-hay…

Yah, tapi semua band opening itu kami anggap cuma “numpang lewat”. Seperti apapun hadirannya kami persilahkan. Toh, band siapapun bakal merasa bangga bila ditawari sebagai pembuka band dunia. Permasalahnya sekarang ada di pihak promoter, sejauh mana wawasan mereka mengenal musik underground lokal lalu bisa memilih band yang tepat sebagai representasi.

Akhirnya, tiba pada inti band panggung yang sedang bersiap-siap. Sambil menunggu cek sound, tanpa diundang crowds langsung merapat. Penonton pun mulai bersorak-sorai saat melihat personil WOJ muncul di atas panggung, yaitu; Candace Kucsulain (vokal), Chris Rawson (gitar), Mike Hasty (gitar), Aaron Ruby (bas), & Dustin Schoenhofer (dram).

Hentakan lagu pertama dimulai (yang diambil dari upcoming albumnya), ritual crowds langsung dilakukan - apalagi kalau bukan moshing. Meski didominasi cowo, terlihat pula cewe turut bergeliat dalam moshing. Dinginnya suasana malam dengan sekejap dibuat panas dari persembahan lagu-lagu WOJ. Vokalis Candance juga beberapa kali menginstruksikan crowds untuk melakukan circle pit. Sayang, kali ini saya harus terpaksa absen berada di lingkaran pit karena badan meriang. Pake baju aja sampe 3 lapis.

            Adrenalin penonton semakin terpacu saat hit singlesnya yang mulai dimainkan di pertengahan show mereka. Well, tidak biasanya seperti band-band luar lain yang justru menempatkan single-singlenya di awal pertunjukan sebagai trigger "kerusuhan". Malam itu WOJ mendominasikan tembang-tembangnya dari album “All Hail the Dead” (2004) dan “With Devils Amongst Us All” (2006), a.l; “And Hope to Die”, “Welcome Home”, “A Little Piece of Me”, “I Know Hollywood and You Ain’t It”, “Playing Soldier Again”, “Theres No I in Fuck You”, “Plastic”, “All Hail the Dead”, “A Trigger Full of Promises”, dll…hingga ditutup dengan “Revival Never Goes Out of Style”.

Dari (sekitar) 15 lagu yang mereka suguhkan, diantaranya WOJ juga mempromosikan single terbaru “The American Dream” dari album terbarunya yang bertitel sama. Rencana akan dirilis akhir Juli 2008 dan masih setia di bawah bendera TRUSTKILL Records. Sebelum lagu tersebut dimulai, Candace menyuruh semua penonton untuk mengelangitkan “jari-jari tengah”. Fuck yeah!

Lebih dari satu jam live show WOJ, nampaknya tak ada yang spesial di mata saya. Maksudnya, show mereka tak lebih dibandingkan general show band-band metal/hardcore lainnya. Terkecuali vokalis cewe yang penuh tato ini yang paling menjadi sorotan. Walau satu-satunya cewe dalam band, tapi performance Candace nampak paling enerjik. Bahkan doi ngga kalah gaharnya bila dibandingkan para vokalis cowok hardcore yang bergaya “tough guy” itu. Sebenarnya disinilah "inti" kami menonton WOJ. Ingin melihat gimana gagahnya seorang cewe bernyanyi dalam band metalcore, setelah sebelumnya hanya melihat lewat video-videonya. Sekarang kepenasaran itu telah terbayar.

Sedangkan di sektor sound, sempat terjadi sedikit gangguan pada gitar di awal-awal lagu yang terdengar feedback. Namun menuju pertengahan show, sound mulai membaik. Hey, kalian tau kalau mixer WOJ ini adalah seorang cewe lho - yang juga mempunyai tato penuh sampai meleber ke leher... Damn! Yah, orang bule mah banyak tato tapi kreatif. Ngga kaya di Indonesia, banyak tato tapi (bener) kebanyakan begajulan…gubrak!!! Ups!

(You also can watch their live videos in Indonesia here)

Report: Jurnallica | Photo: IST