Sabtu, 24 Mei 2008 @ Tennis Outdoor Senayan,
Jakarta - Indonesia
Usai sudah
penantian para pecinta hardcore di Indonesia atas kedatangan sang
legenda hardcore SICK OF IT ALL (SOIA). Band yang masih
dikokohkan oleh Lou Koller (vokal), Pete Koller (gitar),
Arman Majidi (dram), & Craig Ahead (bass) ini akhirnya
menggelar konser perdananya di Tennis Outdoor Senayan, Jakarta
pada 24 Mei 2008.
Memang bisa
dibilang Indonesia adalah negara yang sangat terlambat untuk menyaksikan
show pionir NYC hardcore yang sudah eksis sejak 1986. (Hiks,
tahun segitu kita lagi pada ngapain ya???-red) Semasa saya masih SMP
(sekitar 96/97), saya taunya yang disebut “band hardcore” itu cuma
MADBALL dan SICK OF IT ALL. Hahaha… Lagipula, dulu kami mana ngerti
pengklasifikasian jenis musik. Istilah “hardcore” aja masih aneh di
kuping. Palingan waktu itu kami masih dengerin GREEN DAY album “Dookie”
hehehe…punk klasik.
Bagaimana
pun juga, saya tetap exciting untuk menyaksikan show salah
satu band hardcore legendaris yang menginspirasikan banyak band di dunia,
saat dimana band-band toku lainnya memutuskan untuk bubar. Setidaknya
hardcore mania generasi 90-an/akhir 80-an akan dibawa memoriable
dengan band satu ini. Mungkin ini
sama halnya seperti para grinders/metal heads ketika ingin menyaksikan
NAPALM DEATH pertama kali di Indonesia.
Sebenarnya pada tahun 2007 SOIA sempat melakukan tur ke Singapura, hanya
saja tak mampir ke Indonesia. Maka, berterimakasihlah pada promoter
Lian MIPRO yang berhasil menggelar konser SOIA di Indonesia, untuk
kalian.
Meski sudah
lapuk, tapi SOIA tetap tegar merilis karya albumnya. Yang terakhir
adalah “Death to Tyrants” (2006) merupakan album penuh
kesembilannya. Masih setia lewat style hardcore NYC dengan sound
yang lebih heavy. Bahkan di
tahun kemarin (2007), SOIA menyandang “penghargaan” berupa album tribut
bertitel “OUR IMPACT WILL BE FELT”. Yang mana di album ini
disinggahi 20 nama band besar dunia dari genre yang berbeda-beda, sebut
saja; RISE AGAINST, HATEBREED, MADBALL, IGNITE, PENNYWISE, SEPULTURA,
STRECTH ARMSTRONG, WALLS OF JERICHO, NAPALM DEATH, dan yang lainnya.
Memang sudah sepantasnya SOIA mendapat kehormatan tersebut, mengingat
dedikasi mereka di scene lebih dari 20 tahun.
Acara
dimulai jam 7:40 malam (versi jam tangan saya). Tentunya diawali band-band
lokal sebagai opening, yaitu THINGKING STRAIGHT dan
STEP FORWARD. Hanya saya perhatikan, sejak awal 2008 promoter tidak
lagi memajang logo-logo band opening di pamflet. Pembuka
pertama dari THINGKING STRAIGHT, band pionir straightedge hardcore Depok
City ini berlangsung selama 20 menit. Saya hanya kenal lagu-lagu TS dari
EPnya “Positive Crew”. Selebihnya, materi baru TS masih bernuansa
youth crew yang melodikal.
Kemudian
STEP FORWARD dengan bobot lagunya yang semakin metal. Cuma saya ngga
akrab sama lagu-lagunya. Meski saya punya debut SF “Stories of
Undying Hope”, tapi tau deh lagunya ada yang dimainin apa
ngga. Sori, saya ngga ngikutin perkembangan band ini. Lagipula, ngapain
sih band kaya gini dipertahanin?! Munculnya kalo acara-acara
“gede” doang! Tapi bikin lagu ngga produktif. Huh! MIPRO juga sih
kadang ngga representatif kalo nampilin band-band opening.
Sekitar jam
setengah 10 malam, barulah show revival hardcore dimulai...
Yeahhh!!! Gemuruh crowds sekitar 3000 penonton sepertinya sudah
tak sabar lagi ingin melakukan “dansa” (baca: moshing, violence
dancing, circle pit) bersama kakek-kakek hardcore kita.
Setelah
semua personil SOIA menampakan diri, langsung saja “Good Lookin’ Out”
disajikan sebagai pemancing adrenalin konser. Spontan crowds
dengan kalap berdansa brutal! Tapi, baru aja di lagu pertama sound gitar
mati. Shiiitt!!!
Heran saya,
sudah beberapa kali menyaksikan pagelaran MIPRO masih ada aja
pemandangan trouble kaya gini. Tentunya, ini akan mengganggu
konsentrasi mereka yang lagi moshing kan, hehehe… Akhirnya lagu “Good Lookin’ Out”
kembali diulang dan langsung dilanjutkan “Take the Night Off”.
Liveshow SOIA benar-benar membuktikan kalo hardcore itu
emang ngga kenal umur! Mengingat raut wajah personilnya udah pada
mengkerut, tapi performance mereka masih tetap lincah dan liar!
Eddaaannn!!!... Terutama si gitaris Pete yang paling enerjik.
Mulai dari loncat-loncatan sampai lari-lari pecicilan di arena panggung…pokoknya
kaga bisa diem dah! Apalagi gitaris yang bersaudara dengan
vokalisnya itu, bentuk bodinya paling atletis dengan heavy tattoo
serta hair style khasnya yang setengah Mohawk. Ini baru namanya
“tua-tua keladi” hehehe…
Crowds juga tak kalah serunya, seakan mereka melakukan mosh pit
yang terakhir kali dalam hidupnya. Di konser ini pula saya menyaksikan
circle pit terbesar sepanjang show hardcore. Bahkan
sebelum lagu “Scratch the Surface” dimulai, vokalis Lou
mengomandokan crowds untuk terpisah menjadi dua bagian, di
sebelah kiri dan kanan. Dan saat lagu dihentakan, dua arah yang
berlawanan itu saling bertubrukan. Heelll!!!
Saya
sendiri sebagai generasi muda merasa malu ngga tampil all out
malam itu. Moshing aja masih bergilir karena kurang stamina, ngga
kaya penonton yang lain… Heran saya, apa mereka pada makan batre ya?!
Sangking letihnya, saya sampai lupa sama beberapa lagu yang dimainin.
Yah, maklum lah… Sekarang reporter mana sih yang ngeliput tapi
langsung turun moshing kaya gw?! Sambil menggenggam pena & kertas
di tangan. Setidaknya, saya mesti segera mencatat judulnya setelah lagu
selesai. Malah sangking terburu-burunya, saya sampe ngga bisa baca
tulisan sendiri hihihi…
Yang jelas
lebih dari 20 lagu SOIA suguhkan. Seperti yang Arman katakan ke saya, "kami
akan memix antara lagu old
dan new", diantaranya: “Good Lookin’ Out”, “Take the Night Off”,
“Let Go”, “Uprising Nation”, “Injustice System”, “Step Down”, “Straight
Ahead”, “Sanctuary”, “Machete”, “Friends Like You”, “Die Alone”,
“Busted”, “Maladjusted”, “My Life”, “Scratch the Surface”, “The Bland
Within”, “Call to Arms”, “Just Look Around”, dll... Hingga ditambah
encore satu lagi “Us Vs Them”. Yes, lagu ini emang
anthem paling tepat sebagai finishing.
Meski
keringat banyak terkuras, saya masih aja ngerasa kurang puas. Ha! Memang,
saya bukan orang yang ditakdirkan untuk bisa menonton MINOR THREAT. Tapi
setidaknya, saya bangga bisa berbagi cerita tentang live show
SICK OF IT ALL. Maka, menyesalah buat kalian yang tidak menyaksikan
show hardcore legendaris satu ini. Dan kalian memang pantas untuk
mendapatkannya.
(You also can watch
their live videos in Indonesia here)