MENU

ANGELS & AIRWAVES

AS I LAY DYING

BEHEMOTH

AVENGED SEVENFOLD

STRAIGHTOUT

PANIC AT THE DISCO

The USED

CALIBAN

JAKARTA JAM! (Day 1) [SIMPLE PLAN, NEW FOUND GLORY, etc]

RUFIO

DISMEMBER (@ Jakarta Rock Parade)

MAGRUDERGRIND

WALLS OF JERICHO

STORY OF THE YEAR (feat. YOUR FAVORITE ENEMIES)

Sick of it All

KOIL

Sum 41

Comeback Kid

Bleeding Through

 

 REPORTASE

RUFIO “Live in Concert!”

Jumat, 18 Juli 2008 @ Tennis Indoor Senayan, Jakarta - Indonesia

RUFIO is back!!!

Setelah setahun mengalami kevakuman, awal 2008 RUFIO kembali berkumpul dengan format reuni: Scott Sellers (vokal & gitar), Jon Berry (bass), Clark Domae (gitar), & Nathan Walker (dramer baru). Sedangkan dramer awalnya, Mike Jimenez lebih sibuk bersama band barunya, SCIENCE FICTION THEATER serta menjadi pengajar kursus dram.

            Uniknya, band asal California ini "memilih" Indonesia sebagai ajang awal reuni, tanpa mampir di negara Asia lainnya. Bahkan, show RUFIO khusus di Jakarta saja mempunyai jadwal eksklusif. Pasalnya, setelah melakukan konser versi elektrik, mereka juga menggelar show versi unplugged di Hard Rock café pada 20 Juli. Kemudian dilanjutkan shownya ke Bali keesokan harinya.

            Sekitar 3 minggu sebelumnya, di Jakarta sendiri sempat diadakan gig “tribute to RUFIO” yang diisi oleh band-band Jakarta dan sekitarnya. Namun pihak RUFIO sendiri sama sekali ngga tau menau soal ini dan mereka hanya bisa “angkat topi”. Nah, pada 18 Juli kemarin promoter VENIRE MUSIC mendatangkan RUFIO “aslinya” ke Indonesia.

            Namun sekembalinya RUFIO di dunia permusikan, belum menjamin nasib band ini terus langgeng untuk jangka panjang. Terbukti, saat ditanya kapan RUFIO akan merilis album baru, mereka sama sekali belum ada rencana untuk yang satu ini. Mungkin formalitas RUFIO sekarang cuma sebagai “band panggung” aja kali ya. Setidaknya, 3 album yang mereka miliki (“Perhaps, I Suppose…”-2001, “MCMLXXXV”-2003, dan “The Comfort of Home”-2005) udah cukup modal buat mereka manggung di mana aja.

            Konser RUFIO yang tadinya bertempat di Tennis Outdoor, langsung dipindahkan ke Tennis Indoor saat hari H. Tentu dengan ruangan ber-AC pengunjung merasa lebih comfort of concert. Ditambah lagi satu band pembuka lokal yang dicancel. Sekitar jam setengah 9 malam, penonton langsung dihadapkan wajah-wajah personil RUFIO.

            Setelah memberi salam hangat ke penonton, mereka memulai aksinya lewat lagu “Countdown”. Serentak crowds yang menggumpal di mulut panggung langsung bersingalong. Biasalah, euforia seperti ini kan selalu terjadi di awal-awal pertunjukkan.

            Tapi di awal lagu juga, Clark masih terlihat repot mengutak-katik steman sound gitarnya. Apalagi gitaris berparas Asia-China ini dandanannya paling ngga matching dengan musik skate melodic punk yang RUFIO mainkan. Doi mengenakan rompi kulit, daleman kaos putih polos, jeans hitam, lengkap dengan sepatu junglenya…walah! Ditambah lagi gaya bermain gitarnya ala koboi country gitu hahaha…

            Memasuki pertengahan show, performance RUFIO mulai terlihat garing dan ngga banyak tingkah. Padahal awalnya, aksi panggung mereka cukup lincah yang berlari-lari di sekitar panggung. Terlebih lagi si bassis Jon yang paling enerjik. Atau, karena ukuran panggungnya itu yang terlalu luas, sehingga membuang banyak tenaga walau hanya sekedar mondar-mandir. Bila set panggungnya sekecil WARPED Tour - seperti yang saya tonton videonya - mungkin atraksi mereka makin kelihatan lebih hebohnya.

            Performance RUFIO sempat break sehabis lagu “Dipshit” di urutan ke-12. Mereka bilang perlu istirahat dulu sebentar. Selang 5 menit kemudian, RUFIO langsung melanjutkan 3 lagu terakhirnya. Saat mulai memainkan lagu, tiba-tiba senar dram robek…waw!!! Nathan akhirnya kebingungan sambil mempertontonkan lobehnya senar dram itu. (Mukulnya terlalu semangat sih hehehe…-red) Dramer kidal ini kadang juga mengingatkan saya pada Travis Barker (dramer +44/ex-BLINK 182), apalagi bodinya juga penuh tato.

            Selama satu setengah jam RUFIO menghabiskan 15 lagu tanpa encore, diantaranya: “White Lights”, “In my Eyes”, “Out of Control”, “Still”, “Selfishness”, “Why Wait?”, “Follow Me”, “Pirate”, “Science Fiction”, “Mental Games”, “Drowning”, “Dipshit”, dll. Cuma penonton lebih banyak bersingalong sama materi-materi awal RUFIO. Oya, album pertamanya “Perhaps, I Suppose…” (Deluxe Edition) juga dirilis ulang format cd oleh VARIANT Records berbarengan promo tur RUFIO di Indonesia.

            Ketika Scott bilang: “ini akan menjadi lagu terakhir kami”, saya langsung menduga kalau lagu tersebut adalah “Above Me”. Sebab dari tadi salah satu hit ini emang belum dimainin. Dan, ternyata bener!... Yahh, sudah menjadi kebiasaan RUFIO yang menempatkan lagu pamungkas ini di setiap penutup shownya. Langsung saja saya titipkan semua perlengkapan liputan, biar kami bisa ikut gila-gilaan di arena moshing. Yiihaaa...!!!

(You also can watch their live videos in Indonesia here)

Report & photo: Jurnallica