Rabu, 2 Juli 2008 @
Stardust café, Sarinah Building 14th floor, Jakarta -
Indonesia
Tahun 2008 ini
rasanya saya lebih sering nonton show band-band bule deh
daripada events band lokal sendiri.
Baru ketemu di awal Juli, kami sudah digiring lagi ke show tournya
band powerviolence/grindcore asal Washington DC, MAGRUDERGRIND.
Padahal tepat 3 hari sebelumnya (29 Juli), saya baru aja menyaksikan
kongser crusties legendaris Inggris EXTREME NOISE TERROR.
Yeah!
Kebetulan Jakarta
adalah tapak kota pertama MAGRUDERGRIND, sebelum mereka melanjutkan tur
ke beberapa kota Indonesia lainnya, seperti Solo, Malang, dan Surabaya.
Acara di Jakarta sendiri ditangani oleh DIY organizerWORK
HARD MOSH HARD yang bertempat di Stardust café. Saya sengaja datang
terlambat, sekitar jam setengah 8 malam baru masuk ke venue. Ternyata
jadwal acara jauh lebih ngaret dari kedatangan saya. Padahal di pamflet
tertulis mulai jam 4 sore. Sial! Kapan sih kebiasaan buruk ini
sembuh dari Negara yang mengharapkan kedisplinan itu?!
Aturan kami ngga
perlu terlalu lama kan menunggu atraksi-atraksi para opening
yang terdiri 11 band, yaitu: RAJASINGA (Bandung), GHAUST,
PROLETAR, A THOUSAND PUNCH, RAINCOAT, DEAD VERTICAL, TERSANJUNG13, FOR
OUR COMMITMENT, BANGSAT, GRAVE DANCERS, FINAL ATTACK, dan
BRAVEHEART. Maaf, bila saya tidak membahas band-band opening
di liputan ini. Well, bukan bermaksud tidak berapresiasi pada
band-band lokal. Cuma, momen krusialnya kan memang terletak di
headliner acara ini. Kalo openingnya cuma 2 atau 3 band,
tentu kami sertakan liputannya. Maka, untuk
menyaksikan live MAGRUDERGRIND (yang ditempatkan urutan terakhir),
para penonton harus menunggu sampai jam 1 malam…shhiiiiittt!!!
Sangking lamanya menunggu, tidak sedikit penonton terpaksa pulang lebih
dulu. Saya sendiri juga udah keburu ngantuk neh. Zzzzz…!
Akhirnya, semangat
menonton kembali bergairah saat Avi (vokal), RJ (gitar),
dan Chris (dram) berdiri gagah di atas panggung. Larutnya malam
bukan alasan trio yang berkisaran 22 tahun itu untuk tampil prima dan
powerfull. Setidaknya kami yang sudah lama menunggu merasa ngga
sia-sia dan cukup terpesona melihatnya. Crowds pun juga
bergejolak melakukan mosh hard. Gelagat vokalis
Avi begitu lincah dan berasa bertenaga menyemburkan karakter vokal
yang multipel. Chris yang berbodi ceking tak henti-hentinya
menggerinda dengan alat pukulnya. Serta RJ sebagai singgel gitar
meraungkan sound yang berat serta distorsi yang bulat tanpa
bantuan bass player.
Selama setengah jam
umbar energi di atas panggung, MAGRUDERGRIND main gila sebanyak 15
laguan. Hanya saja, saya tidak terlalu perhatian sama judul lagunya yang
panjang-panjang, kecuali satu lagu “Rehashed” yang saya ingat.
Rasanya tipikal musik yang straight to the point ala band-band
powerviolence/thrashcore ini memang lebih dinikmati sambil moshing
daripada stel rekamannya pake walkman/mp3 player. Buat kalian yang
into SPAZZ, HELLNATION, atau band-band sejenis asuhan SIX WEEKS
Records atau SLAP A HAM, kalian mesti cek MAGRUDERGRIND!
Walau band ini baru
dibentuk pada 2002, tapi mereka cukup produktif memuntahkan berbagai rilisan.
Tiga tahun pertama saja, MAGRUDERGRIND sudah mampu membuat diskografi,
“Sixty Two Trax of Thrash” (2005) yang berisi 62 lagu. Kemudian
disusul dengan split w/
Sylvester Staline dan split w/ SHITSTORM (2006), serta
album penuh “Rehashed” (2007). Bahkan, dalam waktu dekat ini
MAGRUDERGRIND akan berpartisipasi dalam kompilasi
“THIS COMP. KILLS FACISTS” garapan
Scott Hull (PIG DESTROYER/AGORAPHOBIC NOSEBLEED) yang mulai
dipasarkan secara internasional oleh RELAPSE Records pada 14 Juli
ini. Check this shit one, beibeh!