Rabu, 14 Mei 2008 @ Hard Rock Café, Plaza EX, Jakarta
Hampir setengah tahun
setelah merilis album baru “Blacklight Shines On”, baru kali ini
(lagi) KOIL mengadakan konser pertama kalinya di Jakarta. Sekaligus
sarana launching promo album barunya di Jakarta bertempat di Hard
Rock café, Plaza EX, Jakarta (14/05/08). Infonya acara ini
dimulai jam 8 malam. Tapi tiket box saja baru digelar sekitar setengah
10 malam. Bagi mereka yang masuk dengan membeli tiket 50.000,- akan
mendapatkan cd terbaru KOIL beserta “minuman ringan” oplosan bang Jack
Daniels, yang juga sponsor bagi album baru KOIL ini. Ugh! Semoga saja
penonton tidak banyak yang mabuk. Siapa bilang menyaksikan show musik
sambil mabuk itu menyenangkan…? Cuih!!! Kami, sebagai pemuda yang
proud dengan positive life akhirnya terbebaskan dari konsumsi
tersebut karena mendapat tiket “invitation”. Thanx Dili!
Saat saya masuk,
ruangan café tak ubahnya seperti memasuki café pada umumnya. Tak
terlihat bakal ada kongser musik, gitu. Meja & bangku di depan panggung
pun masih tertata rapih dengan beberapa pengunjung sambil santai
menikmati hidangannya. Hanya banner besar KOIL di belakang
panggung cukup menjadi bukti. Jodi (temennya Edwin itu loh!-red)
sebagai MC acara ini memberikan sedikit atensi kepada para pengunjung
café bahwa akan adanya show yang monumental. Dengan kesadaran para
pengunjung, akhirnya meja & bangku mulai dikosongkan sebagai area
penonton buat moshing nanti. Hihihi.
Dimulai ZEKE And The
POPO dari Bandung yang memainkan pop instrumental ala
RADIOHEAD. Selama 30 menitan penampilan mereka membuat “tidak nyaman”
kawan saya (dan tentu juga saya) hehehe...
Sepertinya band ini “salah
alamat” untuk menjadi opening sebuah band rock gothic. Untungnya, tampilan
selanjutnya cukup menghibur dengerin musik “ajeb-ajeb” dari RONALD The
DISCO yang hadir bersama 2 penari erotis dengan busana mini
dan juga 2 beking vokal cewek yang seksi. Gairah kami menonton akhirnya kembali bersemangat. Langkah
kakiku pun semakin kedepan untuk melihat “keindahan” lebih dekat.
Ronald hanya menyanyikan 4 lagu,
termasuk dua singles dari album
solonya yang akan dirilis. Well, penampilan Ronald
ini lebih tepat saya anggap
sebagai entertainment
belaka. Profesi
lain dari aktor komedian tersebut berdandan nyentrik ala Robert Smith (vokalis The CURE)
plus style
rambut Robert yang khas. Hey, sebelumnya kalian
udah tau blom, kalo Ronald yang dimaksud ini tidak lain tidak
bukan adalah salah satu aktor
Extravaganza itu. Disamping stage aja, Indra Birowo turut
menyaksikan performance kawan aktornya. Bahkan Aming pun sendiri juga
datang. Well, memang terlihat banyak sekali musisi &
selebritis tanah air berdatangan ke show KOIL ini. Ahh, tapi siapa mereka…!
Saya lebih senang melihat cewe-cewe tanda kutip yang dikira “groupies”.
Hehehe.
Akhirnya, giliran sang tuan
panggung De KOIL beraksi. Dramer Leon yang berpostur jumbo naik lebih dulu
sekedar memberi sapa hangat
sambil membawa banyak kuntuman mawar untuk dibagi-bagikan. Pada settingan
dramnya, di sisi kanan dan kiri terdapat 16 tv (sekitar 14inc),
di bawah ada 6 tv serta didepannya bergeletakan pajangan
gitar sekitar 10 biji (dan 2 bass) yang membuat saya ngiler.
Selama durasi 2 jam,
KOIL berusaha memainkan lagu sebanyak-banyaknya. Mulai dari seluruh lagu
“Blacklight Shines On”, lalu album “Megalobalast” sampai
single-single lawasnya. Ehm, sebenarnya saya bukanlah fans KOIL.
Tapi memang lagu-lagunya yang catchy membuat saya latah ikut bersingalong.
Khususnya trak-trak dari album “Megaloblast”. Terlebih lagi saya
memang selalu tertarik dengan band yang memiliki imej tersendiri,
seperti KOIL ini.
Komunikasi vokalis Otong dengan pengunjung ternyata cukup menyenangkan, meski banyak
joke-joke garing. Malah Otong sama sekali ngga bercitra horornya gothic hehehe.
Bahkan sebagai seorang vokalis doi masih bernyanyi sambil baca lirik. Ah-ah-ah, dasar
vokalis ngga berbakat!
Entah sekedar akting doang atau memang
benar-benar bodoh…ups!
Memang, yang ingin saya
saksikan dari setiap performance KOIL adalah tampilan-tampilan hebohnya. Kalo
dulu saya pernah lihat live KOIL menghadirkan sexy dancer,
kali ini ngga lagi. (Tapi
kan udah dibayar sama Ronald the Disco hehehe-red).
Namun saat
memainkan lagu “Hujan”, dari lantai atas turun "hujan" yang
terbuat dari potongan kertas
kecil-kecil. Dalam sekejap Hard Rock dibuat seperti tempat sampah hahaha… Ternyata konsep panggung
sudah di set sedemikian rupa, walau awalnya saya
melihat biasa-biasa aja. Sepanjang live performance pun KOIL
sampai 3 kali mengganti
kostum. KOIL benar-benar menguasai panggung
malam itu.
Menuju akhir pentas,
(saya yang berposisi di depan stage) tiba-tiba seorang vokalis pop
terkenal Ari Lasso menyerobot ke mulut panggung sambil mengenggam
segelas bir dan juga mengenakan kaos KOIL. Ari pun turut sumbang suara
pada beberapa
bait “Dan Cinta Kita
Terlupakan”. Setelah itu,
lagu “Matahari” menutup acara.
Di akhir show pun Otong sempat melempar gitar yang dipakainya ke penonton. Woho!
Sungguh, launching
KOIL ini adalah salah satu event yang “berkesan” buat saya. Dan
inilah yang selalu saya cari dalam menikmati sebuah event musik... Kesan. Persetan itu mau band lokal atau internasional, acara kecil
ataupun besar. Termasuk kesan pertama saya ketemu cewe di show musik. Thanks God! Kau masih memberi hamba kesempatan
menyaksikan show-show spekta.
Report: Jurnallica |
Photo:
Jurnallica.doc (Koil) & IST (Ronald The Disco)