MENU

ANGELS & AIRWAVES

AS I LAY DYING

BEHEMOTH

AVENGED SEVENFOLD

STRAIGHTOUT

PANIC AT THE DISCO

The USED

CALIBAN

JAKARTA JAM! (Day 1) [SIMPLE PLAN, NEW FOUND GLORY, etc]

RUFIO

DISMEMBER (@ Jakarta Rock Parade)

MAGRUDERGRIND

WALLS OF JERICHO

STORY OF THE YEAR (feat. YOUR FAVORITE ENEMIES)

Sick of it All

KOIL

Sum 41

Comeback Kid

Bleeding Through

 

 REPORTASE

KOIL on Stage! “Jakarta Strikes!”

Rabu, 14 Mei 2008 @ Hard Rock Café, Plaza EX, Jakarta

Hampir setengah tahun setelah merilis album baru “Blacklight Shines On”, baru kali ini (lagi) KOIL mengadakan konser pertama kalinya di Jakarta. Sekaligus sarana launching promo album barunya di Jakarta bertempat di Hard Rock café, Plaza EX, Jakarta (14/05/08). Infonya acara ini dimulai jam 8 malam. Tapi tiket box saja baru digelar sekitar setengah 10 malam. Bagi mereka yang masuk dengan membeli tiket 50.000,- akan mendapatkan cd terbaru KOIL beserta “minuman ringan” oplosan bang Jack Daniels, yang juga sponsor bagi album baru KOIL ini. Ugh! Semoga saja penonton tidak banyak yang mabuk. Siapa bilang menyaksikan show musik sambil mabuk itu menyenangkan…? Cuih!!! Kami, sebagai pemuda yang proud dengan positive life akhirnya terbebaskan dari konsumsi tersebut karena mendapat tiket “invitation”. Thanx Dili!

Saat saya masuk, ruangan café tak ubahnya seperti memasuki café pada umumnya. Tak terlihat bakal ada kongser musik, gitu. Meja & bangku di depan panggung pun masih tertata rapih dengan beberapa pengunjung sambil santai menikmati hidangannya. Hanya banner besar KOIL di belakang panggung cukup menjadi bukti. Jodi (temennya Edwin itu loh!-red) sebagai MC acara ini memberikan sedikit atensi kepada para pengunjung café bahwa akan adanya show yang monumental. Dengan kesadaran para pengunjung, akhirnya meja & bangku mulai dikosongkan sebagai area penonton buat moshing nanti. Hihihi.

Dimulai ZEKE And The POPO dari Bandung yang memainkan pop instrumental ala RADIOHEAD. Selama 30 menitan penampilan mereka membuat “tidak nyaman” kawan saya (dan tentu juga saya) hehehe... Sepertinya band ini “salah alamat” untuk menjadi opening sebuah band rock gothic. Untungnya, tampilan selanjutnya cukup menghibur dengerin musik “ajeb-ajeb” dari RONALD The DISCO yang hadir bersama 2 penari erotis dengan busana mini dan juga 2 beking vokal cewek yang seksi. Gairah kami menonton akhirnya kembali bersemangat. Langkah kakiku pun semakin kedepan untuk melihat “keindahan” lebih dekat.

Ronald hanya menyanyikan 4 lagu, termasuk dua singles dari album solonya yang akan dirilis. Well, penampilan Ronald ini lebih tepat saya anggap sebagai entertainment belaka. Profesi lain dari aktor komedian tersebut berdandan nyentrik ala Robert Smith (vokalis The CURE) plus style rambut Robert yang khas. Hey, sebelumnya kalian udah tau blom, kalo Ronald yang dimaksud ini tidak lain tidak bukan adalah salah satu aktor Extravaganza itu. Disamping stage aja, Indra Birowo turut menyaksikan performance kawan aktornya. Bahkan Aming pun sendiri juga datang. Well, memang terlihat banyak sekali musisi & selebritis tanah air berdatangan ke show KOIL ini. Ahh, tapi siapa mereka…! Saya lebih senang melihat cewe-cewe tanda kutip yang dikira “groupies”. Hehehe.

Akhirnya, giliran sang tuan panggung De KOIL beraksi. Dramer Leon yang berpostur jumbo naik lebih dulu sekedar memberi sapa hangat sambil membawa banyak kuntuman mawar untuk dibagi-bagikan. Pada settingan dramnya, di sisi kanan dan kiri  terdapat 16 tv (sekitar 14inc), di bawah ada 6 tv serta didepannya bergeletakan pajangan gitar sekitar 10 biji (dan 2 bass) yang membuat saya ngiler.

Selama durasi 2 jam, KOIL berusaha memainkan lagu sebanyak-banyaknya. Mulai dari seluruh lagu “Blacklight Shines On”, lalu album “Megalobalast” sampai single-single lawasnya. Ehm, sebenarnya saya bukanlah fans KOIL. Tapi memang lagu-lagunya yang catchy membuat saya latah ikut bersingalong. Khususnya trak-trak dari album “Megaloblast”. Terlebih lagi saya memang selalu tertarik dengan band yang memiliki imej tersendiri, seperti KOIL ini.

Komunikasi vokalis Otong dengan pengunjung ternyata cukup menyenangkan, meski banyak joke-joke garing. Malah Otong sama sekali ngga bercitra horornya gothic hehehe. Bahkan sebagai seorang vokalis doi masih bernyanyi sambil baca lirik. Ah-ah-ah, dasar vokalis ngga berbakat! Entah sekedar akting doang atau memang benar-benar bodoh…ups!

Memang, yang ingin saya saksikan dari setiap performance KOIL adalah tampilan-tampilan hebohnya. Kalo dulu saya pernah lihat live KOIL menghadirkan sexy dancer, kali ini ngga lagi. (Tapi kan udah dibayar sama Ronald the Disco hehehe-red). Namun saat memainkan lagu “Hujan”, dari lantai atas turun "hujan" yang terbuat dari potongan kertas kecil-kecil. Dalam sekejap Hard Rock dibuat seperti tempat sampah hahaha… Ternyata konsep panggung sudah di set sedemikian rupa, walau awalnya saya melihat biasa-biasa aja. Sepanjang live performance pun KOIL sampai 3 kali mengganti kostum. KOIL benar-benar menguasai panggung malam itu.

Menuju akhir pentas, (saya yang berposisi di depan stage) tiba-tiba seorang vokalis pop terkenal Ari Lasso menyerobot ke mulut panggung sambil mengenggam segelas bir dan juga mengenakan kaos KOIL. Ari pun turut sumbang suara pada beberapa bait “Dan Cinta Kita Terlupakan”. Setelah itu, lagu “Matahari” menutup acara. Di akhir show pun Otong sempat melempar gitar yang dipakainya ke penonton. Woho!

Sungguh, launching KOIL ini adalah salah satu event yang “berkesan” buat saya. Dan inilah yang selalu saya cari dalam menikmati sebuah event musik... Kesan. Persetan itu mau band lokal atau internasional, acara kecil ataupun besar. Termasuk kesan pertama saya ketemu cewe di show musik. Thanks God! Kau masih memberi hamba kesempatan menyaksikan show-show spekta.

Report: Jurnallica | Photo: Jurnallica.doc (Koil) & IST (Ronald The Disco)