Jakarta
Jam!
(Day 1:
Simple Plan, New Found Glory,
Andra And The
Back Bone)
Kamis, 31 Juli 2008
@ Tennis Indoor Senayan, Jakarta - Indonesia
Beberapa pekan yang lalu, ibukota melahirkan banyak event musik
berinisialkan “JAKARTA” pada titelnya, seperti JAKARTA
ROCK PARADE,
JAKARTA
DEATHFEST.
Dan satu lagi acara yang diselenggarakan L.A. LIGHT Concert
bersama promoter kawakan JAVA Musikindo, yaitu JAKARTA
JAM! (JJ).
Acara berlangsung selama 2 hari (31 Juli & 1 Agustus) di Tennis Indoor Senayan,
Jakarta.
Festival musik yang tergolong akbar (dan juga mahal) ini menghadirkan 2 band
mancanegara plus 1 band lokal setiap harinya dalam satu panggung. Jenis
musik setiap band pun berbeda-beda, jadi pengunjung bisa memilih acara
sesuai selera. Di hari pertama JJ terdapat Simple Plan, New Found Glory,
Andra And The
Back Bone. Sedangkan
hari keduanya dilanjutkan oleh ONEREPUBLIC, LOST PROPHETS, MELANIE
SOEBONO. Untung saya mendapat kesempatan liputan di hari pertama,
tentunya karena sesuai selera. Hehehe.
Selain itu, (mengutip pernyataan big boss JAVA Adrie Soebono
dari salah satu majalah “gratisan”) brandJAKARTA
JAM! akan
dipatenkan sebagai event musik tahunan Indonesia
yang bertaraf & berkelas internasional layaknya BIG DAY OUT
(Australia) atau SINGFEST (Singapore Music Festival). Maka, tak
heran bila semua headliners di JJ juga tampil di SINGFEST
yang digelar pada 2 & 3 Agustus kemudian. Termasuk pemenang Grammy
Alicia Keys yang konsernya di Jakarta berbenturan dengan hari
pertama JJ.
Setiba saya di gerbang lokasi, terlihat pelataran Tennis Indoor juga
dibangun “panggung terbuka” ditemani stand-stand dagangan. Namun
pemandangan itu semua tak lebih cuma intermezzo pengunjung. Maka,
saya pun langsung memasuki ruang Tennis Indoor yang didalamnya ribuan
penonton sudah padat berjejal. Di panggung pun kru NEW FOUND GLORY
(NFG) sedang bersiap-siap check sound. Oya, sebelumnya
panggung dibuka (lebih dulu) dari penampilan Andra And The
Back Bone, yang tidak
sempat saya saksikan. Lagipula kalau dinilai secara musikal, Andra
dkk sama sekali ngga representatif sebagai opening 2 band
“punk” dunia itu. Tapi bila dipandang dari strategi pasar, tentu
bahasanya akan berbeda.
Jeritan
histeris penonton semakin memekik saat para personil NFG: Jordan
Pundik (vokal), Chad Gilbert (gitar lead), Steve
Klein (gitar ritem), Ian Grushka (bass), & Cyrus Bolooki
(dram) menunjukkan diri di atas panggung. Tanpa basa-basi, mereka kompak
menyulutkan adrenalin crowds dengan “Understatement” dan
suasana meledak…! Everybodies jump!Singalong pun bergema
menyertai bait-bait liriknya. NFG sendiri sampai terkagum dengan
antusias penonton dan tak henti-hentinya memuji; “you’re awesome!”.
Selain memboyong lagu-lagu andalan, NFG juga banyak mengcover
lagu dari artis-artis lain (tentunya dengan versi punk rock ala
NFG), seperti GOO GOO DOLLS (“Iris”), SIXPENCE NONE The RICHER (“Kiss
Me”), dll. Yang mana lagu-lagu tersebut juga tertampung dalam album
NFG yang berisi khusus cover song, “From the Screen to Your
Stereo part II” (Drive-Thru Records, 2007).
Sebenarnya, saya
pribadi kurang mengikuti perkembangan NFG. Maka sekitar 15 lagu
setlistnya, tidak banyak yang saya hafal kecuali “My Friends Over
You” yang dihempaskan di akhir panggung. Buat penggemar setia NFG,
maafkanlah saya bila tidak banyak membahas band asal Florida
ini. Namun kami bawakan kabar gembira, kalau band yang terbentuk sejak
1997 itu akan merilis album (penuh) ketujuhnya beberapa bulan lagi.
Setelah itu, mereka juga berencana tur ke Australia dan (kalau sempat)
mereka akan tampil kembali di Indonesia
pada Januari 2009. Jadi, saat pasukan Chad Gilbert cs. konser
kedua kalinya di Indonesia,
fans NFG sudah bisa bersingalong bersama hit-hit
terbarunya.
Pendiri band Chad Gilbert juga sedikit menyinggung, kalau konser
NFG di Indonesia selanjutnya berharap tiketnya tidak semahal tiket JJ,
yang berbandrol Rp 650.000,- (festival) & Rp 550.000,- (tribun) untuk
satu hari acara. Yup! Sebagai band yang baik, harusnya jangan memikirkan
penjualan album saja, tapi juga peduli bagaimana fans dapat
berkumpul di setiap live shownya tanpa harus membongkar celengan
babi-nya hahaha...
Selesai
performance NFG jam 9 malam, acara break selama 30 menit.
Tidak sedikit penonton berbondong keluar untuk refreshing serta
menyiapkan enerji buat menyaksikan show band selanjutnya. Tapi,
entah siapa band yang lebih diprioritaskan pengunjung, saya tidak dapat
memprediksi. Saya sendiri tetap berhasrat ingin menyaksikan band pop
punk “manis” SIMPLE PLAN (SP), walau sebelumnya mereka pernah
manggung di
Jakarta 3 tahun lalu.
Ternyata,
giliran SP bersiap-siap, histeria penonton tak kalah hebatnya seperti
menantikan band sebelumnya. Apalagi crowds barisan depan (yang
lebih digandrungi cewe-cewe abg) menjerit-jerit bak kesurupan saat
melihat 5 cowok tampan dari Pierre Bouvier (vokal utama), Jeff
Stinco (lead gitar), Sébastien Lefebvre (ritem gitar,
vokal), David Desrosiers (bass, vokal), & Chuck Comeau
(drums).
Pesta pun dimulai bersama lagu “Generation”. Lagu yang bernuansa
mars tersebut adalah salah satu track dari album terbaru
SP (self-titled) yang dirilis Febuari kemarin. Beberapa
materi lain dari album barunya juga memilki unsur sampling/industrial
yang cukup kuat, diantaranya yang mereka bawakan: “Take my Hand”,
“When I'm Gone”, “The End”, “Your Love is a Lie”, “Time to Say Goodbye”.
Bahkan lagu “Save You” sendiri baru pertama kalinya mereka mainkan
di panggung JJ ini. Surprise...!
Selain
mempromosikan lagu-lagu baru, tentu SP juga melantunkan hit-hit
dari album sebelumnya (“Still Not Getting Any…”-2004 & “No
Pads, No Helmets...Just Balls”-2002), seperti: “Shut up!”,
“Jump”, “Thank You”, “Addicted”, “I'd Do Anything”, “Me Againts the
World”, “Worst Day Ever”, dll. Namun selama show SP berlangsung,
suasana crowds tidak seliar pertunjukan NFG yang sampai membuat
lingkaran mosh. Secara getoh, cewe-cewe abg manis tadi mau pada
moshing?! Mungkin bagi “mereka”, menonton SP tak rupanya seperti
melihat boy band. Bedanya, semua personil SP memainkan alat musik.
Apalagi SP juga memiliki tembang-tembang berirama pop manis, semacam:
“Welcome to my Life”, “Untitled (How Could This Happen to Me)”.
Termasuk
lagu “Perfect” yang sering ditempatkan di akhir shownya.
Songlist SP di Jakarta juga mengalami hal yang sama. Hanya di
awal lagu, vokalis berpipi merah itu memainkan solo dengan gitar akustik. Dan
penonton pun berdendang sepenuh hati sambil menyalakan api atau lampu
handphone, membuat isi gedung Tennis Indoor jadi mirip sarang
kunang-kunang hahaha… Saat memasuki bagian bridge, lagu
dimainkan semua personil hingga selesai.
Dari
tampilan kedua band bule di atas, akhir pertunjukkan sama sekali tidak
ditambah dengan encore. Meski penonton juga sempat ngemis “we
want more…we want more…” hehehe.
Kalau saya pribadi tadinya berharap,
di akhir show konser, SIMPLE PLAN dan NEW FOUND GLORY melakukan
kolaborasi. Pastinya impresi show JJmalam itu
tambah terlihat spekta. Apalagi genre kedua band tersebut cukup klop.
Sayang, hal itu sama sekali tidak terjadi. Yahh, tapi ini kan
cuma inisiatif saya aja, yang belum tentu juga kepikiran sama bandnya,
hahaha...
(You also can watch
their live videos in Indonesia here)