23 April 2008 @
Stardust Café - Sarinah Building 14th floor, Jakarta - Indonesia
Nama COMEBACK KID
(CBK) memang masih terdengar baru dalam dunia scene hardcore. Awalnya,
band yang terbentuk pada 2002 ini merupakan side project
Andrew Neufeld (gitar) dan Jeremy Hiebert (gitar), yang
keduanya dari satu band FIGURE FOUR. Dilengkapi Scott Wade
(vokal), Kevin Call (bass), dan Kyle Profetta (dram), CBK
memulai sepak terjangnya dengan merilis EP perdana “Turn it Around”
(2002) lewat style oldschool youth crew yang enerjik & singalong
dengan kombinasi New York Hardcore ala
Madball, Sick of it All,
dll.
Sejak album keduanya
“Wake the Dead” (2005) yang dirilis VICTORY Records,
impact yang didapat semakin terlihat. Dengan banyaknya
highlights/good reviews dari media cetak maupun elektronik, menambah
nilai prestasi bagi CBK sendiri. Sampai-sampai majalah AMP menasbihkan
“a wildly successful scene institution…”. Dibarengi lagi dengan
sibuknya tur keliling dunia bersama nama-nama seperti; RISE AGAINTS,
SICK OF IT ALL, MADBALL, BAD RELIGION, DROPKICK MURPHYS, GORILLA
BISCUITS, TERROR, dan BANE, menjadikan nama COMEBACK KID sebagai salah
satu nama band hardcore terbesar saat ini.
Tur CBK ke Indonesia
masih dalam rangka promo album ketiganya “Broadcasting...”
(2007), yang juga masih dirilis VICTORY Records. Ehm, masih ada yang
sentimen dengan label berlogo “anjing bulldog” itu??? Well, yang
jelas sangat disayangkan bila kalian tidak menyaksi-kan band bagus satu
ini. (Kalo ngga bagus, mana mungkin lah VICTORY mau ngerilis rekaman
mereka, dan juga media ini mau ngeliput turnya hahaha…
)
Lha, wong
HATRED Records saja sebagai promotur CBK di Indonesia punya logo joke
VICTORY kok, yang bergambar kepala “anjing bulldog” dipenggal.
See... Tapi, temen saya yang awam sempet ngegerutu; “ini cuma band
hardcore aja kok tiketnya sampe 150.000!” Hahaha...
Sekitar jam 7 malam
suasana pelataran gedung Sarinah mulai dipenuhi kids berkaos band-band
hardcore. Karena di lantai 14, tepatnya Stardust café, merupakan lokasi
show CBK ini. Tapi, entah kenapa penanggalannya jatuh pada hari Rabu?!
Maksudnya, kenapa bukan hari-hari libur seperti jadwal events
umumnya. Tentu momentum ini akan sedikit banyak pertimbangan buat mereka
yang pekerja & pelajar... But, itu masalah mereka. Ha!
Acara on stage
sekitar jam setengah 9 malam. Sebelumnya, ada 4 band lokal mengawali
performancenya sebagai pembuka. Yang pertama dari
Straight Answer. Lho,
bukannya band ini udah lama mengklaim bubar? Atau, personilnya itu
“bangke-bangke hardcore”??? Hahaha...
Yah, yang jelas saya mesti
luruskan niat, bahwa kedatangan kami ke show ini hanya untuk nonton CBK,
bukan yang lainnya. Singkatnya, opening acts terdiri dari
STRAIGHT ANSWER, MANUSIA BUATAN, END OF EDGE, dan LOOSERZ. Sedangkan
live CBK baru bisa dimulai jam setengah 12 malam. Memang telat seperti
yang dijadwalkan, jam 10. Karena, masalah birokrasi penerbangan yang
menyebabkan para personil CBK baru bisa datang malam itu juga dan
langsung show...damn! Harusnya, CBK datang sehari sebelumnya.
Jadi, kita kan bisa ngobrol-ngobrol santai.
Selesai cek sound,
intro lagu “Broadcasting…” mulai berkumandang. Tak ada lagi
kompromi, kids pun langsung tumpah ruah sampai berjejal setengah area
panggung saat lagu dimulai. Pemandangan mosh liar tak henti-hentinya
dari awal hingga selesai, gila! Singalong membahana dan rahang bergerak
bersama di setiap lagunya. Sepertinya band ini memang sudah
ditunggu-tunggu. Malam itu CBK hadir
bersama formasi baru: Andrew Neufeld (vokal), Jeremy Hiebert
(gitar), Kyle Profetta (dram), Casey Hjelmberg (gitar),
dan Matt (audisional bass, pengganti basis sebelumnya Kevin
Call).
Aksi panggung mereka tampil enerjik sesuai musiknya.
Menggeber sebanyak 14 lagu, a.l: “Broadcasting…”, “Talk is Cheap”,
“Die Tonight”, “Industry Standarts”, “Our Distance”, “False Idols Fall”,
“Changing Face”, “Hailing on Me”, “All in a Year”, “Defeated”, “The
Trouble I Love”, “Lorelei”, dll…sampai “Wake the Dead”
sebagai pamungkas show ini. Fiuh! Rasanya tak perlu lagi encore. Tubuh
ini sudah lelah dan puas! Sekitar 500 lebih penonton menyesaki ruangan
Stardust. Pengap abis! Vokalis Andrew pun mengakui, crowds di
Indonesia benar-benar gila, “saya merasakan enerji dalam crowds.
Meski awalnya kami sering dengar, di Indonesia kadang terjadi riot dalam
gig.” He, belum tau dia… Crowds di Indonesia mah emang
ngga bisa diatur hahaha...
Tapi justru disitu gilanya dan bikin keren.
Sedangkan HATRED
Records, yang sekarang juga bermutasi menjadi EO/event organizer (ciee...)
berencana mendatangkan band melodic NO USE FOR NAME untuk
planning kedepan. Ok, sukses deh!