MENU

ANGELS & AIRWAVES

AS I LAY DYING

BEHEMOTH

AVENGED SEVENFOLD

STRAIGHTOUT

PANIC AT THE DISCO

The USED

CALIBAN

JAKARTA JAM! (Day 1) [SIMPLE PLAN, NEW FOUND GLORY, etc]

RUFIO

DISMEMBER (@ Jakarta Rock Parade)

MAGRUDERGRIND

WALLS OF JERICHO

STORY OF THE YEAR (feat. YOUR FAVORITE ENEMIES)

Sick of it All

KOIL

Sum 41

Comeback Kid

Bleeding Through

 

 

 REPORTASE

BLEEDING THROUGH “The Truth World Tour 2008”

Sabtu, 8 Maret 2008 @ Pantai Carnaval Ancol, Jakarta - Indonesia

BLEEDING THROUGH (BT) adalah salah satu jajaran band metalcore asal Orange County - California, Amerika Serikat. Memang bisa dibilang BT merupakan transisi metalcore baru yang dibangun Brandan Schieppati (ex-EIGHTEEN VISIONS), dimana Brandan mencoba mengkombinasikan musik hardcore dengan elemen gothic. Terbukti lewat album “This is Love, This is Murderous” (2002), BT berhasil mencuri atensi para reviewer majalah metal di dunia. Seperti METALHAMMER yang memberikan rating 9/10, REVOLVER memberi poin 5 bintang, dan berbagai acungan jempol para kritisi musik di seluruh dunia. Bahkan, album ini di re-issue kemasan dobel cd oleh RoAdrunner Records (2005).

Tentunya tur BT ke Indonesia yang digelar oleh Lian MIPRO ini masih bagian promo album “The Truth” yang dirilis sejak 2006. Padahal di Agustus (2008) nanti, formasi band yang diperkuat oleh Brandan Schieppati (vokal), Brian Leppke (gitar 1), Ryan Wombacher (bass/beking vokal), Derek Youngsma (dram), Marta Peterson (keyboards), & Jona Weinhofen (gitar 2) berencana merilis album baru yang akan diberi titel “Declaration”, dan masih dibawah bendera pabrik metalkore TRUSTKILL Records.

Namun entah kenapa lokasi konser harus dipindahkan ke Pantai Carnaval Ancol, yang sebelumnya ditempatkan di Hall Basket Senayan. Sebab secara lokasi, emang kurang strategis banget gitu loh buat ditempuh, terlebih lagi buat seorang “street walker” macam saya. Ckckck… Udah gitu outdoor pula lagi. Bah! Macam mana… Apa kau tak tau cuaca di Jakarta dan sekitarnya (saat ini) sering turun hujan yang bukan pada musimnya. And the report must go on…

Acara mulai berjalan sekitar jam 8 malam. Diawali 2 band pembuka, yang pertama dari KILLED By BUTTERFLY, band muda “post-metal emo masa kini with poni lempar hardcore” asal Jakarta…fiuh! KBB melantunkan tembang-tembang milik sendiri dari album barunya. Selanjutnya, kumpulan geng metal asal Depok, PAPER GANGSTER. Yo, progres PG kali ini semakin metal dibanding materi sebelumnya yang new school HC (early 90's). Liriknya pun juga peka mengenai kondisi sekitar. Bisa disimak himbauan sang vokalis (yang saya rasa memiliki ukuran pakaian triple XL) mengenai nasib udara yang terpopulasi, jangan buang sampah sembarangan, dan atitut positif lainnya. Good. Yahh…saya juga berharap kalau vokalis PG kali ini tidak mati mendadak di atas panggung lagi. Ops!

Next… It was a fukking bomb. For few seconds, pantai ancol will be Armageddon, hahaha… Setelah semua personil lengkap di atas panggung, tanpa basa-basi BT langsung menggeber “For Love and Failing” sebagai trak “pemanasan”. Suasana adem ayem sekitar pantai dibuat “gerah” dengan suguhan 13 lagu BT (yang dominannya dari album “The Truth”, beberapa lagu album “This is Love, This is Murderous” dan 1 lagu promo yang akan disertakan dalam album barunya nanti), diantaranya: “Love in Slow Motion”, “Love Lost in a Hale of Gunfire”, “Sweet Vampirous”, “She’s Gone”, “On Wings of Lead”, “The Pain Killer”, “Revenge I Seek”, “Return to Sender”, “Kill to Believe”, dll. Untungnya, album-album BT sempat jadi playlist kuping saya. Sekiranya saya cukup hafal lah dan ngga perlu banyak tanya soal songlist seperti jurnalis lain hehehe. :P Emang ngga asik juga sih kalo ngeliput tapi kita ngga tau lagunya (apalagi ngga ngerti), perannya cenderung penonton pasif doang hiks…hiks…hiks! Setelah semua songlist selesai digeber, BT memberi encore 1 lagu cover (yang sebenarnya dulu mereka suka mainkan), yaitu “Mother”nya DANZIG. Di akhir lagu ini sang vokalis Brandan turun panggung lalu mendekati ke perbatasan crowds. Wuuu...

Hanya, entah kenapa impresi saya pada konser BT ini tidak banyak berbekas selama show berlangsung. Aplaus penonton pun hawanya kurang meriah ruah. Crowds lebih banyak terlihat menjadi penonton pasif. (Meski dari awal sampai akhir live BT lantai moshpit terus mengisi). Padahal performa BT malam itu cukup powerful dan maksimal. Beatsnya pun sarat mengundang kontak bodi, walaupun ada sedikit bagian-bagian singing sih...

Terlebih lagi si keyboardis cewek Marta yang disebut-sebut. Yeah, Marta terlihat sangat seksi. Waw! Apalagi geliat ekspresi mimiknya yang binal dan liar…uuugghh!!! Hehehe… Ngga salah kalau doi termasuk “The Hottest Chicks in Metal” versi majalah REVOLVER. (Cuma, kenapa kamu ngga bisa explain ketika saya tanya soal ini, sayang. hehehe…hayo!)

Btw, kalau memang salah satu alasan BT ke Indonesia penasaran dengan cerita crowds underground-nya - dari kabar partner2nya di luar negri sana - sepertinya harapan itu belum terjadi pada BT. Sebab konser BT tampak tidak seruak seperti konser metal pagelaran MIPRO sebelumnya yang pernah saya tonton. Palingan berkisar 200-300 kepala. Atau mungkin massa BT lebih digandrungi para ABG, yang ngga boleh pulang malem dan orang tuanya takut anaknya mati keinjek-injek korban konser underground… Atau, memang bandnya terlalu tipikal kemasa kinian??? Well, mungkin kalian lebih tau jawabannya… Saya hanya memikirkan bagaimana bisa pulang ketika angkot umum sudah tak ada.

Report: Jurnallica | Photo: Jurnallica.doc (Bleeding Through) & IST (Marta)