Senin, 3 November 2008 @ Viky Sianipar Music Center Manggarai,
Jakarta, Indonesia
Sempat tak percaya, namun begitu bahagia mendengarnya bila bumi pertiwi
ini bakal kedatangan salah satu black metal terbaik (terlebih lagi kalau
band tersebut adalah band favorit kamu-red), yaitu BEHEMOTH.
Suatu hal yang tak terduga menjadi nyata (buat saya). Bagaimana tidak,
kalo band semacam SLAYER rumornya selalu gagal konser ke sini karena
pesannya mengandung penghujatan, singgungan terhadap reliji, dll.
Apalagi propaganda band-band black metal yang jelas bermuatan "gelap". Namun
kami bukan menyunjung misi-misi yang mereka tawarkan, melainkan kami
memuji musikalitas BEHEMOTH yang brilian. Kinipun godz of black metal
asal Polandia itu sedang merajai kancah musik ekstrim metal (khusunya
black metal) di dunia. Bahkan BEHEMOTH sempat menjadi headliner
di metalfest terkenal Amerika, OZZFEST pada 2007 lalu. Dan lagi,
sepanjang catatan konser di Indonesia belum pernah terealisasi band
black metal yang melangsungkan turnya. (Setidaknya untuk band berkelas
dunia seperti BEHEMOTH). Sebagai promoter baru (dan proyek konser
pertama kalinya) MIGHTY SYNDICATE berhasil mendobrak
kestagnansian, sekaligus kami deklarasikan inilah konser PERTAMA band
black metal di Indonesia!
Konser BEHEMOTH di
sini masih rangkaian tur promo album terbarunya
“The Apostasy“ yang sudah dirilis REGAIN Records pada 2007.
Bahkan baru-baru ini (16 Oktober 2008), dari label yang sama juga
merilis album livenya, “At the Arena ov Aion” (Live Apostasy).
Sayangnya, jadwal show BEHEMOTH di Jakarta jatuh pada hari Senin
(03/11/08). I don’t like Monday! Memang,
perencanaan show di sini bisa terbilang mendadak. Bahkan beberapa hari
sebelum konser digelar, jadwal show di Jakarta masih belum tercantum di
tourlist myspace BEHEMOTH.
Malam itu cuaca cukup mengganggu. Derasnya hujan terus mengguyur wilayah
Jakarta dan sekitarnya mulai sore hari. Jurnallica tiba sekitar setengah
9 malam dengan konsidi agak kuyup. Sampai di tempat tujuan, kami tak
banyak memperhatikan sekitar dan langsung memasuki Viki Sianipar. Salah
satu opening, FUNERAL INCEPTION baru memulai aksinya
panggungnya. Band brutal death yang digawangi Doni Iblis ini
menyemburkan “sumpah serapah” (baca: lagu-lagu) dari album terbarunya
“H.A.T.E.” (ROTTREVORE Records, 2008). Hingga
akhirnya
pentas FI ditutup
oleh hitnya yang berjudul sarkastik “Surga di Bawah Telapak
Kaki Anjing”. Yeaahh...!!! Oya, sebelumnya AFTER ALL OVER
lebih dulu mengisi panggung. Juga SIKSAKUBUR yang kabarnya batal
main. Dilanjutkan band brutal death Jogjakarta, DEATH VOMIT yang
kini tampil kwartet dengan audisional vokalis & gitaris. Dari empat
opening acts, tak satupun band lokal berkategori black metal.
Mengingat jati diri BEHEMOTH sebagai band black metal, namun intensitas
musikalnya bak turbo mesin tempur dengan beats drums yang sama
gerindanya dengan band-band brutal death.
Beres penampilan 4 band pembuka, pengunjung yang hadir sekitar 300
kepala dibuat menunggu selama setengah jam. Barulah pada jam 10 (kurang
15 menit) malam para personil BEHEMOTH muncul ke panggung untuk
melakukan cek sound. Dari sini kita bisa menilai, meski band sudah
bertaraf internasional namun para personilnya sangat talenta dalam
urusan cek sound tanpa perlu menggandeng krunya, kecuali seorang asisten
yang bogel.
Atau buat mereka yang awam, mungkin mengira yang sedang cek sound itu
adalah krunya. Secara Nergal hadir memakai sendal jepit.
Dirasa sudah fix dengan setelan soundnya, keempat personil
BEHEMOTH balik ke belakang panggung dan penonton harus kembali (lagi) menunggu.
Kami berekspektasi, sebagai identitas band “black metal” persiapan
mereka selanjutnya adalah berdandan ala corpse painting lengkap
mengenakan kostum perangnya.
Selang 30 menit kemudian, gema dari intro “Rome 64 C.E.” mulai
terdengar disusul dengan kehadiran Adam "Nergal" Darski
(vokal & gitar), Zbigniew Robert "Inferno" Prominski
(drams), Tomasz "Orion" Wroblewski (bass), Patryk
Dominik "Seth" Sztyber (gitar), yang muncul satu persatu ke
arena panggung. Intro selesai, mereka langsung babat “Slaying the
Prophets ov Isa” sebagai lagu pertama. Di sela-sela lagu ini pun
Nergal menyapa penonton dengan bahasa Indonesia: “Selamat Malam
Jakarta!”, dari suara vokal “beast”-nya itu. Massa pun langsung
melakukan “ibadah” berjamaah yaitu moshing & cricle-pit hahaha...
Baru di lagu ketiga, pihak Behemoth mengkomando panitia agar para
pengunjung tidak terus melanjutkan pendokumentasian, baik video maupun
foto –walaupun cuma menggunakan handphone sekalipun. Mendengar usulan
tersebut, tentu tak sedikit penonton bergerutu kesal, bahkan
mengacuhinya. Saya sendiri juga belagak bodo amat mencuri-curi sesi
gambar hehehe. Well, kondisinya dilematis memang, band yang lagi
berkonsentrasi di atas panggung (mungkin) merasa “terganggu” dengan
kilatan-kilatan blitz para fotografer. Tapi di sisi lain, penonton juga
mempunyai hak atas pembelian tiket sebesar Rp 150.000,- (meski di tiket
box sempat diturunkan menjadi Rp 100.000,-).
Sedikit overview tentang BEHEMOTH. Band yang berdiri di Gdañsk, Polandia
dibangun oleh seorang pemuda
metal maniak, Adam Darski aka Nergal sekitar 17 tahun yang
lalu, tepatnya 1991. Pada masa awalnya, band ini masih memainkan black
metal murni yang konvensional. Sampai berjalan di album “Satanica”
(1999), sang mastermind Nergal membanting stir konsepnya menjadi
turbo black metal dengan kombinasi hyperbeats dari brutal
death yang dominan sekaligus perubahan karakter vokalnya yang jauh dari
stereotipikal black metal (screaming vocal-red). Selama
pertunjukan live di Jakarta, Nergal cs. menyuguhkan kompilasi lagu dari
9 album yang dimilikinya, mulai dari trak-trak terbaru sampai yang
lawasnya, seperti “From the Pagan Vastlands” dan “Summoning ov
the Ancient Gods”. Setelah saya runutkan 17 lagu yang mereka mainkan
(lihat daftarnya di bagian samping atas-red), ternyata
songlist di Jakarta sama persis dengan tracklist album
live“At the Arena ov Aion”, termasuk sesi drum solonya.
Wohoo… Coba kalau saat itu ada yang merekam live mereka, nantinya bakal
menjadi album “At the Arena ov Aion” (Live in Indonesia) hahaha…
Tinggal ditambah satu lagi, “Pure Evil & Hate” pada urutan akhir
lagu.
Dari segi performance band ini tampil full of energy,
meski mereka terlihat banyak istirahatnya. Dan juga banyak rumor beredar, kalau
band ini tadinya sempat meminta atraksi debus dengan adegan-adegan
berdarah. Hanya saja permintaan ini tidak terpenuhi dan bakal mengundang
banyak cekalan nantinya. Trus berimbas deh dengan band-band luar
yang akan tur ke Indonesia. Waahh...berabe! Tapi sekali lagi, salut buat
MIGHTY SYNDICATE atas pagelarannya. Semoga untuk jangka kedepan bisa
mengundang band-band black metal luar seperti DIMMU BORGIR,
CRADLE OF FILTH, dan pasukan-pasukan kegelapan lainnya. Viva la
metal!!!
(You also can watch
their live videos in Indonesia here)