Selasa, 9 Desember
2008 @ Tennis Indoor Senayan, Jakarta - Indonesia
Sebagai
acara akhir tahun 2008, yang terhormat JAVA Musikindo kembali
menyelenggarakan konser band alternatif rock Amerika, ANGELS &
AIRWAVES. Proyek terbaru dari Tom DeLonge (ex-BLINK-182,
Box Car Racer) ini
berlangsung pada 9 Desember, tepat setelah Hari Raya Idul Adha 1429 H.
Selain mendarat di Jakarta, Tom (vokal & gitar) bersama 3
rekannya; David Kennedy (gitar
/ Over My Dead Body, Hazen Street, Box Car Racer), Atom
Willard (dram / Offspring,
Rocket From the Crypt),
dan Matt Wachter (bass /
30 Seconds to Mars) juga menggelar konsernya di Bali (Hardrock
café) dalam format akustik pada hari selanjutnya (10/12/12). Konsep
shownya ini persis seperti konser RUFIO di Indonesia sewaktu Juli
kemarin.
Memang,
bisa dibilang tahun 2008 adalah cetus tahun pendeklarasian tur band-band
mancanegara. Hampir setiap bulannya konser musik disajikan bak resep
minum obat. Untuk JAVA sendiri, terhitung sudah 12 kali menggarap
event musik selama 2008. Hanya kami -sebagai reporter- juga tidak
ingin terjebak dalam pemberitaan yang sama. Apalagi kronologisnya
berjalan serupa. Bicara mengenai massa, kita bisa berekspetasi pada
lembaran tiket yang terjual. Bawain lagu apa aja, kalian bisa cek urutan
songlistnya (lihat di bawah-red). Namun sialnya, saya
harus merunut peristiwa yang sama pada nama band yang akrab disingkat
“AVA”. (Konon, singkatan ini dijadikan nama anak perempuan
Tom, Ava DeLonge-red). Artinya, konser AVA juga
mengalur biasa-biasa saja (bahkan sederhana), baik kami melihat dari
panggung sampai performancenya.
Dan yang
paling esensial justru terletak pada sang frontman Tom sendiri.
Baru di lagu pertama “Call to Arms”, pita suara Tom yang khas itu
sudah terdengar kehabisan napas. Dan lagi sebagai komposer, Tom serasa
kurang menghayati melantunkan lagu-lagunya, sehingga nada-nada fals yang
mengiang tetap aja cuek. Kalau ada yang berpledoi; “yah, AVA
kan alter ego-nya Tom, jadi sah-sah aja”… Well, its ok
selama kalian juga fun. Tapi gimana dengan tipikal penonton yang
selalu mengcompare versi audionya...? Tentu ini yang menjadi
parameter penilaian, bukan?!
Namun,
kharisma seorang Tom DeLonge dengan hebat mampu mengkover respon para
“I-Crowds” (sebutan untuk fans AVA-red) yang hadir
sekitar 3500 kepala. Seakan show berjalan lancar tanpa ada
masalah. Tom benar-benar menjadi bintang pada malam itu. Bahkan tingkah
laku konyolnya menjadi hiburan "plus". Mungkin emang dasar tabiat kali
ya, banyolan Tom semasa di Blink-182 tetap aja lepas. Sejak
kemunculannya di panggung tanpa ada cakap, akhirnya Tom mulai
memperkenalkan diri sebelum “There is” dari
Box Car Racer (BCR) dimainkan secara solo bersama gitarnya.
“Nama saya Tom DeLonge. Ini kesempatan pertama saya di Indonesia… I like
the girls. And my father like the boys…”.Hahaha… Itulah
mengapa Tom terlihat lebih “keren” jingkrak-jingkrakan dengan gitarnya,
daripada kami menilai “mati gaya” mengiringi konsep musik barunya yang
mellow.
Berhubung baru memiliki
2 album; “We Don't Need to Whisper” (2006) dan
“I-Empire” (2007), AVA hanya
menghembuskan 14 lagu (termasuk cover songs). Maka pertunjukan
yang dimulai jam 8 malam terasa singkat walau setiap lagunya berdurasi
cukup lama, karena terdapat intro ataupun outro. Dan AVA yang harusnya
berakhir di lagu “The Adventure”,
harus menyuap 2 lagu lagi (“Heaven”
dan “The
War”)
yang mereka sebut encore. Tapi setidaknya
saya harus memberi aplaus lebih pada detak ketuk (baca: beats)
Atom yang menjadi “nyawa” di setiap lagu-lagu AVA, selain
samplings dan instrumen lainnya yang melengkapi.
Oya, selain membawakan
“There is”, AVA juga mengkover lagu BCR lainnya, “My First
Punk Song”.
Namun grip-grip punk yang singkat itu tetap saja tak representatif,
meski diselipin pada urutan manapun. Crowds juga tak banyak
reaksi selain singalong menemani beberapa hits AVA.
Tapi, kenapa Tom ngga mengkover lagu-lagu band fenomenalnya dulu
BLINK-182, daripada BOX CAR RACER -band proyekan Tom juga sebelum
merintis AVA. Tentu ini jauh lebih seru! Padahal promoter Adri
Subono dalam blog pribadinya sempat mengabarkan kalau pertunjukan AVA
akan mengemas beberapa lagu BLINK-182.
Yahh,
mungkin bukan cerita hidup saya bisa menyaksikan show BLINK-182.
Tapi setidaknya, saya masih ada kesempatan bila salah satu personil
aslinya masih mau memainkan. Seandainya saya seorang promoter sebesar
JAVA, saya bakal ngadain deh konser “REUNI BLINK-182”. Wohoo…kedengarannya
keren, bukan?! Kalo saja RAGE AGAINST The MACHINE dapat menggelar
konser reuni bersama vokalis kontroversialnya (yang sempat terkurung di
penjara) Zack de la Rocha, kenapa BLINK-182 ngga bisa melakukan
hal yang sama. Grup yang sudah kemakan tanah sekalipun seperti The
POLICE masih bisa kembali reuni. Dan lagi, dedengkot grindcore macam
CARCASS tahun ini juga melakukan hal serupa. Lagipula, konsep kaya gini
kan emang belum terjadi di Indonesia (untuk konser band-band
luarnya). Well, kalau bos promoter JAVA tertarik (atau memiliki
kesamaan) dengan inisiatif saya, silahkan lakukan.
Kembali
lagi ke laptop... Sebagai band yang ditunggu-tunggu kedatangannya,
harusnya para “malaikat & gelombang udara” itu bisa memberi tampilan
yang klimaks, apalagi momennya event penutup tahun. Padahal sound
yang menggema sudah mengagumkan, pol deh! Hanya saja aspek-aspek
lainnya kurang mendukung. Seperti banner panggung yang hanya
terpajang bendera Amerika Serikat berlogo AVA di sisi kiri atas
serta tata lampunya standar. Terlebih lagi style para personilnya
yang cuma mengenakan kaos oblong, termasuk Tom yang belum mengganti kaos
birunya sejak tiba di Jakarta. Sebagai kegemaran band kawula muda masa
kini, seengganya AVA bisa menjadi trendsetter lah. Apalagi
Tom kan owner dari brand produk sepatu yang sedang hype,
MACBETH.
Weleh,
bagaimana ini?!... Tadinya, Jurnallica ingin sekali mengemas liputan AVA
secara eksklusif. Tapi ada daya, data yang terampung tak ada yang kami
puji. Konser yang berlangsung selama 75 menitan berlalu begitu saja
tanpa berbekas kesan. Tapi herannya, kenapa ya saya malah terbayang
dengan salah satu spg di stand MACBETH... Upsss!!! I don’t need to
whisper.
(You also can watch
their live videos in Indonesia here)
SONGLIST
•
Call to Arms
• It Hurts
• Love Like Rockets
•
Everything's
Magic
•
Distraction
•
Medley:
There is & Reckless Abandon
(Box Car Racer cover)