Punk hari ini sudah
tak lagi terdeteksi nominalnya.
Populasi mereka bahkan telah merambah ke pelosok
kota-kota kecil. Lantas,
–bagi yang ingin menggali sejarah–
bagaimana
dengan scene punk 20 tahun lalu? Yang diduga awal masuknya kultur
tandingan (atau ada yang menganggap sub-kultur) tersebut ke Indonesia.
Bila ada pertanyaan,
siapakah ben punk pertama di Indonesia? Maka, ANTISEPTIC jawabannya.
Dengan menggebu-gebu, Berry mengklaim Antiseptic sebagai ben punk
pertama di Indonesia
–tanpa
perlu lagi asumsi dari para pengamat musik di Indonesia sekalipun.
Kejengahan musik metal
yang melanda di awal
‘90,
membuat Berry dan Acid bereksplorasi pada sesuatu yang baru (saat itu
mereka baru berusia 15-16 tahun) dan mendirikan ben punk/hardcore
bernama Dickhead (sebelum mengganti nama menjadi Antiseptic). Maka,
berbicara Antiseptic tentu juga berbicara sejarah. Bagi Anda yang
terlanjur tercebur dalam scene punk/hardcore dan melupakan itu
semua, itu bukan salah Anda, selama 'kebodohan' orang-orang terdahulu
tidak terulang.
Perjuangan mereka dalam
spreading punk/hardcore in scene pun penuh pengorbanan tanpa
dramatisir. Mulai dari setiap show yang diwarnai kerusuhan,
pencekalan, hingga perkelahian antar genre [yang ini tentu cukup
menggelikan bila beromantisme masa-masa tersebut-red], dsb.
Hakikat sebagai komunitas underground adalah bagian hikayat Antiseptic
dan ben-ben semasanya. Lemahnya infrastruktur, minimnya informasi,
hambatan distribusi, etika do it yourself, dsb adalah kepatutan
untuk tetap eksis. Fenomena tersebut (dari pandangan Berry) yang
menganggap Antiseptic bukanlah sekedar ben semata, melainkan juga sebuah
movement.
Belum lama ini, Antiseptic
menselebrasikan anniversary gig ke-20 tahun –tentu ini ben
punk pertama kalinya yang merayakan selawas itu. Ajaib memang sebuah ben punk di Indonesia
–yang tak banyak mengharapkan sesuatu– bisa bertahan selama itu, meski
petualangannya harus luntang-lantung. Belakangan, Antiseptic juga baru
meluncurkan album “Skate
Punx Drunk Core” yang dirilis P.I.G. Records (Amerika) pada Maret 2010.
Album ke-3 ini merupakan kompilasi 15 lagu Antiseptic sepanjang 20 tahun
plus satu kover dari The Dehumanizers. Dan bila penjualan album tersebut
memenuhi target, Antiseptic akan melayang tur Amerika-Kanada di akhir
2011.
Semoga terwujud.
Congratulation!
TRIVIA
[Antiseptic dalam kompilasi punk internasional, Shut the Fuck
Up And Listen Volume II (Oktober 2009) bersama
Misfits, D.O.A., Skexies, Potbelly, Potty Mouth, The
Dehumanizers, dll]
[Antiseptic di-interview
di majalah Punk Globe edisi Juli 2010]
[Antiseptic masuk
chart -yang mengalahkan Padi- di salah satu
majalah nasional tahun 1998]
Wawancara dengan Berry, Acid,
Randy, Jhossy, Naomi
Jurnallica
(J):
Hal apa yang bisa membuat Antiseptic
bisa
bertahan selama 20 tahun?
Berry (B): Hmm, apa ya?
Kompak aja kali ya…saling memiliki.
Kecintaan
kepada musik hardcore punk. Pokoknya kita berusaha
ga ngerubah jalur kita. Dan kita semuanya suka
dengan apa yang kita jalanin.
J: Sebagai
ben lama, apa pandangan kalian dengan generasi
punk/hardcore sekarang?
B:
Ya fine-fine aja…
Sekarang kelihatan lebih rame, lebih
banyak ben-nya, lebih banyak hal yang dulu jarang
lah. Contoh, kaya majalah ato apa… Ben-ben sekarang
tuh lebih cepet bikin album.
Ga kaya dulu. Kita aja nunggu 7 tahun
buat bikin album. Kalo sekarang setahun bikin ben,
tahun depannya punya album. Lebih bagus lah. Lebih
kreatif.
J: Kalo
rilisan terbaru dari Antiseptic apa aja?
B: Ini kan kita baru dirilis…
[“Skate
Punx Drunk Core” produksi P.I.G Records/Amerika,
2010-red]. Kita nunggu ini dulu. Insya
Allah ya, kalo misalnya menuhin target, akhir
2011 (Antiseptic) tur Amerika-Kanada.
J: Gimana
ceritanya kalian bisa sampai dirilis label luar?
B: Jadi, di saat Antiseptic udah
dibilang ‘ancur’ lah (tahun 2004)… Nah, di saat itu
gue bikin myspace.
Maksud gue, supaya ngenaikin lagi Antiseptic lewat
media. Gue tulis ben-ben influence gue apa
aja… Salah satu dari influence gue ngontak.
Dia add gue, kontak gue, trus ngobrol-ngobrol
segala macem. Dia kaget, ‘kenapa dia bisa jadi
influence gue?’.
Karena di Amerikanya bukan ben
terkenal. Lama-lama setelah kita ngobrol, records-nya
nge-add gue. Dan langsung nawarin, ‘elo mau
gue rilis ga?’. Karena, dia tertarik dengan sejarah
Antiseptic, musik, & lagu-lagunya.
J: Sekarang ini kan banyak
ben-ben muda yang cerdas. Nah, kalo Antiseptic
dinilai cuma dibilang ben for fun
doang, gimana?
B: Ngga. Antiseptic ‘tu beda. Makanya
records luar ngambil kita karena dianggap
beda. Dan dia ngga suka dengan musik yang sama. Kalo
misalnya musik ben Indonesia sama dengan ben luar,
dia ambil yang di luar aja, ngga perlu yang di
dalem. Tapi dia ngeliat Antiseptic ‘tu beda.
J: Bedanya
gimana?
B: Ya dari musik. Gue ngga ada
ngeliat ben Indonesia yang sama Antiseptic. Cuma
jeleknya ben-ben sekarang yaitu, satu aliran,
semuanya ngikuuuttt. Dan itu ngga spesial buat orang
luar. Mau jenis musik apa aja (punk, hardcore,
indie, pop).
Kalo kita punya ciri, orang akan
tertarik sama kita. Tapi kalo cuma sebagai pengekor,
itu ngga akan pernah. Buat gue itu ngga akan
berkembang. Mungkin akan jadi seperti ‘bubble
gum’, pada saat itu ada dan setelah itu dibuang.
Makanya, kebanyakan ben cuma setahun, 2 tahun, 3
tahun, bubar.
J:
Antiseptic memiliki logo hidran (pipa air). Apa ada
filosofinya tentang itu?
B: Gini... Ini Acid gambarin gue [sambil
menunjukkan logo pipa air di lengan kiri kaos
Antiseptic yang ia kenakan]. Ya ga ‘Cid? Coba
cerita ‘Cid...
Acid (A): Gue inget waktu itu kan
tongkrongan gue banyak hidran, di Pid Pub daerah
Pondok Indah Plaza. Nah,
pas waktu gue bikin album “Finally”, kebetulan Berry
lagi ke Australi…
[langsung dipotong Berry]
B: Ceritanya kurang lengkap… Jadi,
hidran itu adalah tempat
kita muntah kalo kebanyakan minum.
Kalo kita terlalu mabok, hidran itu
tempat kita muntah di situ. Ga tau, keren aja kali
muntah di hidran. Nah, karena dia (Acid) sering ngeliat
gue muntah di hidran, jadi gue itu menyerupai
(hidran).
Semua: [tertawa]
A: Sama aja ‘musik jalanan’ lah
istilahnya Antiseptic itu.
Hidran itu kan lebih indentik di
jalanan.
B: Nah, itu alasan pertama. Alasan
kedua, hidran itu adalah benda yang gampang
ditemukan di jalan. Karena Antiseptic itu ben
jalanan. Kita terbentuk di jalanan. Bukan terbentuk
di rumah, di klub, ato dimana-mana. Gue kenal
anak-anak semua di jalanan. Nongkrong di jalanan.
Begadang di jalanan.
Ngewe di jalanan. Makanya, gue bilang
Antiseptic ‘tu ben jalanan. Walaupun, kita bukan
anak jalanan seperti sekarang ini yang megang
gitar-gitar kecil. Bukan yang punk-punk gitu ye, tau
kan?!
“Antiseptic
‘tu beda. Makanya record luar ngambil kita karena dianggap beda...
Kalo kita punya ciri, orang akan tertarik sama kita. Tapi kalo cuma
sebagai pengekor, itu ngga akan berkembang.”
J: Sekarang,
berapa umur kalian masing-masing?
B: 34 sampe 36.
J: Nah,
gimana kalian membagi waktu antara keluarga, ben,
dan lainnya?
B: Selama keluarga support, ga
masalah.
A: Waktunya Septic, itulah waktunya
anak-anak harus ngumpul.
B: Cuma kita udah berkurang lah, ga
seperti dulu. Kalo dulu kan kita tiap hari
nongkrong. Jadi sekarang gitu aja, kita tetap solid.
Yang penting kita ngga ada pecah-pecahnya di dalam.
Di luar sih persetan ya! Orang mau gimana
anggapannya segala macem, gapapa. Yang penting
kitanya kompak. Saling hargain, saling hormatin,
saling sayanglah antara kita. [Berry lantas
menambahkan pandangan yang lain]
Kalo gue bilang Antiseptic itu bukan
sekedar ben ya… Antiseptic itu movement.
Suatu gerakan, suatu generasi baru di Indonesia. Itu
harus dicatet. Orang-orang seperti generasi rock dan
segala macem harus ngakuin bahwa Antiseptic adalah
generasi baru, PUNK! Punk pertama di Indonesia.
Iyalah, sebuah movement.
Di luar aja besar, ya ngga?!
Di Inggris, bayangin jadi apa Sex
Pistols...itu karena punk. Di Amerika, Ramones liat
kaya gimana... Mereka dihargain. Di sini doang ga
dihargain.
Karena mereka ga mau ngerti. Mereka
cuma tau rock-hard rock atau segala macem. Mereka
ngga tau bahwa ada suatu aliran KEREN yang lahir,
yang seharusnya mereka bangga punya aliran itu di
negara ini.
J:
Seharusnya ada apresiasi ya buat kalian. Nah,
bagaimana dengan adanya penghargaan ben-ben cutting-edge/indie
yang belum lama ini dibuat oleh segelintir oknum?
B: Ya itu ga masalah.
Hak-hak mereka. Gue
di jalur hardcore/punk. Di luar pun ga ada
penghargaan buat hardcore/punk.
J:
Jadi, menurut 'lo
hardcore/punk ngga perlu penghargaan seperti itu?
B: Ngga. Di
luar (negri) Green Day dapet award, Rancid
dapet award, tapi Black Flag ga dapet (award).
Sedangkan, ngga ada Rancid kalo ngga
ada Black Flag. Black Flag, Minor Threat, Misfits ga
dapet awards. Nah,
itu beda.
Sama
dengan di sini. Jadi, ben-ben yang sekarang masuk
kaya begituan (dengan award-award itu) ya
yang setaraf sama Green Day di luar. Kita ga
termasuk. Kita adalah pelopor yang terlupakanlah
oleh mereka, tapi kita ngga terlupakan oleh
society kita. Dan gue ga butuh mereka, gue butuh
society gue.
J: Di
biografi Antiseptic tertulis, ben ini mengeluarkan
sesuatu setiap 7 tahun. Apa yang membuat jedanya
begitu lama?
Randy (R): Duittt!!!
[sambar secara tiba-tiba]
Semua: [tertawa]
B: Sebenarnya itu kaga diniatin,
cuman terjadi aja. Terbentuk ’90, album pertama ’97,
album kedua 2004. Nah, kebetulan meleset yang cd.
Cuman gue bilang, akan terjadi sesuatu di 2011.
Mudah-mudahan kita tur
Amerika-Kanada.
[Amiiin]
J: Trus, ada
lagi rencana selain itu?
B: Kita udah dapet tawaran dari
records Swedia, dari records Melbourne,
trus adalagi ben Amerika ngajak split album. Cuma
tau...kita pemales. Makanya, 7 tahun
jedanya karena males. [tertawa] Kayanya
sih akan terjadi
sesuatu di 2011. Gue yakin.
J: Kira-kira
sampai kapan kalian akan
pertahankan Antiseptic ini?
B: Kalo gue,
akan berhenti sebelum umur 40.
A: Gue pribadi sampe tua.
Jhossy (J): Buat gue Antiseptic, from beginning
till the end.
Naomi (N): Sampe gue naik haji.
R: Yaa, sampe anak-anak terus, gue
terus. Kalo udahan, ya udahan.
Udahan bukan berarti Antiseptic bubar
lho.
(Juli '10).
Kiri-Kanan: Randy,
Jhossy, Bery, Acid (formasi Antiseptic sebelum Naomi gabung)