Nama The BANERY
sebenarnya akronim dari nama para personilnya (entah bagaimana
pengurutannya), yaitu; Rafly (vokal, bas), Yudhi (gitar,
vokal), Egi (lead gitar), Oddo (keyboard), dan
Adam (dram).
Dengan begitu, nama tersebut sekaligus bukti bahwa grup ini merupakan
eksplorasi satu-kesatuan. Untuk membuktikan karya-karyanya, mereka coba menjajal peruntungannya pada salah satu ajang festival musik
tahun 2008 dan akhirnya lolos hingga masuk 3 besar.
Sebagai upeti dari
festival tersebut, The BANERY dibuatkan sebuah album penuh “Janji Pasti”
(10 lagu) yang baru rilis 2009 ini dengan produser metal penggarap pop,
Krisna J. Sadrach (UNGU, ST12). Disinyalir dari dinding facebook-nya,
belum lama ini kuintet yang selalu
memakai dasi kupu-kupu sebagai ciri khas ben meluncurkan single
video-klip
“Cemburuisme”.
Musik The BANERY
sendiri memang kuat terpengaruh oleh The BEATLES, dengan atmosphere yang
lebih riang. Sebagai pengimbang, mereka juga
mengambil style yang parlente ala retro. Apa yang disajikan The BANERY
memang hanyalah
pembaharuan. Namun
sebagai pendatang baru,
ben ini cukup menyenangkan dan juga menjanjikan, selama mereka menjaga
komit bahwa musikalitas itu nomor satu!
Ok, terus berkarya. Salam dasi kupu-kupu!
NEW ALBUM
"Janji
Pasti"
GO DOWNLOAD: "Karena
Dia"
Wawancara dengan Rafly
(R)
1) Dulu, apa yang
menjadi ketertarikan kalian untuk mengikuti ajang
festival seperti L.A. Light Indiefest?
R: Sebenernya sih
kita cuma coba-coba waktu ikut Indiefest. Karena
yang pertama muncul di tahun 2008 adalah ajang Indiefest, jadi kita ikut aja. Kita kepingin karya
kita sendiri didengar banyak orang, gimana sih
responnya? Dan alhamdulillah masuk sampe 3
besar dan dibuatkan full album…Begitu.
2) Kalian baru saja
merilis debut “Janji Pasti”. Jadi, ini janji
hadiah dari festival tersebut? Apa maksud titel “Janji Pasti”?
R: “Janji Pasti” sendiri sih kita ambil dari lirik-lirik lagu yang di
dalam album. Yang berasal dari pengalaman pribadi
kita yang banyak dikecewain, banyak dijanji-janjiin
orang, dan juga kebetulan memang ada lagu kita yang
berjudul “Janji Pasti”. Pokoknya, intinya kita ingin
memberi pesan bahwa janji harus pasti, jangan
diingkari.
3) Bagaimana ceritanya
album kalian bisa sampai digarap oleh produser metal, Krisna J. Sadrach?
R: Yah itu sih dari
manajemen sendiri yang mengenalkan kita sama mas
Krisna, selaku produser.
4) Sebagai ben yang
ingin masuk industri musik, apa kalian merasakan
masa-masa berkompromi? (Seperti pembatasan ide-ide, dll)
R: Untungnya materi yang
kita tawarkan ga ada yang dirombak satupun. Paling
cuma diperhalus aja, beatnya yang tadinya
cepet jadi agak lambat. Kalo ide-ide kita sih ga ada
yang dibatasi.
5) Menurutmu,
bagaimana dengan keseragaman genre di industri musik
sekarang? Apa kalian anggap ini kemajuan atau
kemuduran?
R: Kita kembali lagi
kepada selera sih ya... Kita juga ga bisa bilang ini
kemajuan atau kemunduran. Karena kalo menurut kita,
musik Indonesia sekarang udah beragam. Banyak juga
band-band baru yang bermunculan (seperti kita hehe...).
Jadi berusaha aja untuk lebih baik dan bagus lagi,
yang pasti semuanya itu pasti ada masanya.
6) Sedikit mengutip
prolog dari sampul kover: “The Banery band yang
berdiri sejak 2004 menawarkan kebebasan untuk
lepas dari perasaan tertindas sekaligus
sebuah pembebasan dengan konsep warna musik baru…”.
Yang jadi pertanyaan adalah; perasaan tertindas
karena apa sehingga kalian ingin menawarkan
kebebasan untuk lepas? Lalu warna musik baru seperti
apa yang kalian ingin tawarkan? Secara musikal, di
dunia ini tak ada yang baru. Kalian sendiri juga
banyak terinspirasi dari the Beatles kan. Apa itu
ngga jadi bumerang nantinya buat kalian?
R: Ya seperti yang kita
bilang tadi, sering dikecewakan, sakit hati. Tapi
kita mencoba membalut musik kita dengan irama yang
ceria, yang pengamat bilang bahwa aliran kita itu
British Sunshine Pop (pop ceria). Kalo fans
dengan Beatles pasti, tapi kita ga ada plagiat dari
mereka. Kita cuma mengambil harmonisasi suaranya,
tehnik vokal, tapi dari segi sound kita coba dengan
warna musik sekarang. Jadi bisa dibilang percampuran
dulu dan modernisasi. Tapi kalo orang-orang menilai
kita ikut-ikutan Beatles, ya kita bangga aja...band
legend hehe.
7) Kamu tau ngga
gimana respon para Beatles mania di Indonesia
terhadap The Banery?
R: Mereka seneng ya.
Emang sebelumnya kita kan komunitas bareng mereka. Jadi setiap ada event Beatles mereka selalu
ngajak dan mereka doyan banget lagu-lagu The Banery.
“Kalo orang-orang menilai kita ikut-ikutan Beatles,
ya kita bangga aja...”
8) Seandainya The
Banery diversikan The Beatles, kira-kira kamu ingin jadi (personil)
siapanya? Apa kalian ingin jadi legenda seperti The Beatles?
R: Kalo gw sendiri sih (Rafly)
pengen jadi Paul McCartney. Banyak banget ilmu yang
gw dapet, dari denger dia masih di Beatles dan pas
solonya. Kalo pengen jadi legend seperti
mereka ya pastilah... Siapa yang ga mau. Lo juga
pasti mau kan??? Haha…
9) Kenapa memilih
dasi kupu-kupu sebagai ciri khas ben? Trus mengenai
kostum kalian yang fashionable, apa memang
ini sudah direncanakan sebelumnya?
R: Kita memilih dasi
kupu-kupu karena kita lihat cocok dengan warna
musik kita dan belum ada band yang pakai dasi
kupu-kupu. Jadi kita sepakat untuk pakai dasi
kupu-kupu. Padahal jujur awalnya sempat risih juga,
tapi begitu dapet respon yang baik, jadi seneng. Kalo
kostum kita pertama kali ga kaya sekarang, lebih
cenderung ke arah rock n roll dengan baju yang
seragam, mirip-mirip tapi banyak dicela orang kataya
mirip band yang satu itu. [Siapa?-red]
Akhirnya kita ganti dengan yang kaya sekarang tapi
tetep selalu pake dasi kupu-kupu.
10) Pada lagu “Cemburuisme”,
kalian memasukan unsur dangdut segala. Apa ini
sebagai progres revolusi dari musik The Beatles
hehehe...?
R: Ya itu… Musik The
Banery sih sebenernya bebas. Jadi ga ada patokan
harus di situ-situ aja. Dengan ada-adanya “Cemburuisme” jadi beragam kan. Ya memang lagu itu
sengaja dibuat Yudhi seperti itu, apa adanya.
Biar ga bosen dengernya itu-itu aja… Bisa dilihat di
album kita yang beragam lagunya.
11) Saya mengira
dalam
lirik-lirik The Banery banyak mengandung analogi.
Artinya, banyak penggunaan kata yang memiliki arti
ganda. Apa benar begitu? Kalo iya,
apa ini karena kalian ingin bermain aman?
R: Coba lagu yang mana???
hehe… Kita malah apa adanya, kita mencela langsung
tertuju kepada yang terkait dalam lagu tersebut.
Jadi kita ga ada maksud cari aman, mungkin orang
menafsirkannya seperti itu.
12) Bagi sebagian ben,
RBT hanyalah dianggap bonus. Tapi kalian sepertinya
mengharap banget dari satu ini, sampai-sampai di
akhir lagu dalam CD dibuat hidden track segala
sebagai
himbauan pengaktiftan RBT.
R: Sebenarnya sih cuma
buat promosi, biar pada pasang gitu... Kan lumayan
juga kalo banyak yang pasang hehe… Sebagai bonus
track yang bikin orang penasaran, yang sebetulnya
agak-agak gimana gitu dengan bonus track tersebut.
13) Bagaimana opini
kamu mengenai pembajakan? Apalagi kehadiran
modernisasi semakin memudahkan siapa saja mendapat
informasi tanpa perlu konsumsi.
R: Namanya jaman, makin
maju pasti teknologi juga makin maju. Ga bisa
disalahin juga sih, satu sisi lagu kita banyak
dikenal orang. Tapi sisi jeleknya kerugian besar
buat industri musik kan… Yah gw cuma bisa bilang
kepada para pembajak, kalo emang masih punya hati
nurani, janganlah membajak. Toh lo juga ga mau kan
hasil karya lo dibajak orang hehe…peace!!!
14) Apa yang kamu
harapkan bersama The Banery di langkah ke depan?
R: Yah berusaha
sebaik-baiknya. Menjadi yang terbaik, lagu-lagu kita
diterima di Indonesia dan seluruh dunia. Tetep
sholat dan solid, ga sombong terus berkarya,
segalanya lancar, ga ada kendala, terus membuat
penyegaran buat industri musik di Indonesia…pokoknya
musikalitas no.1.
15) Terimakasih atas
jawabannya. Ada yang ingin ditambahkan?
R: Terimakasih ya Jurnallica atas wawancaranya…Thanks before.