LINE-UP

Rafly - Vokal, bass
Yudhi - Gitar, vokal
Egi - Lead gitar, vokal
Oddo - Keyboard, vokal
Adam - Dram

 GENRE

British Sunshine Pop

 DISCOGRAPHY

LA Lights Indiefest Compilation vol. 3 [2008, Universal Music, FFWD]

Janji Pasti [2009, myOyeah]

 CONTACT

Rino Mardani (0856 9999 688)

Email: booking@myoyeah.com 

Web: www.thebanery.com | myspace

 

 

 INTRODUKSI

 

Pembaharuan Gaya Lama

 

Nama The BANERY sebenarnya akronim dari nama para personilnya (entah bagaimana pengurutannya), yaitu; Rafly (vokal, bas), Yudhi (gitar, vokal), Egi (lead gitar), Oddo (keyboard), dan Adam (dram). Dengan begitu, nama tersebut sekaligus bukti bahwa grup ini merupakan eksplorasi satu-kesatuan. Untuk membuktikan karya-karyanya, mereka coba menjajal peruntungannya pada salah satu ajang festival musik tahun 2008 dan akhirnya lolos hingga masuk 3 besar.

Sebagai upeti dari festival tersebut, The BANERY dibuatkan sebuah album penuh “Janji Pasti” (10 lagu) yang baru rilis 2009 ini dengan produser metal penggarap pop, Krisna J. Sadrach (UNGU, ST12). Disinyalir dari dinding facebook-nya, belum lama ini kuintet yang selalu memakai dasi kupu-kupu sebagai ciri khas ben meluncurkan single video-klip “Cemburuisme”.

Musik The BANERY sendiri memang kuat terpengaruh oleh The BEATLES, dengan atmosphere yang lebih riang. Sebagai pengimbang, mereka juga mengambil style yang parlente ala retro. Apa yang disajikan The BANERY memang hanyalah pembaharuan. Namun sebagai pendatang baru, ben ini cukup menyenangkan dan juga menjanjikan, selama mereka menjaga komit bahwa musikalitas itu nomor satu!

Ok, terus berkarya. Salam dasi kupu-kupu!

NEW ALBUM

 

"Janji Pasti"

GO DOWNLOAD: "Karena Dia"

 

Wawancara dengan Rafly (R)

1) Dulu, apa yang menjadi ketertarikan kalian untuk mengikuti ajang festival seperti L.A. Light Indiefest?

R: Sebenernya sih kita cuma coba-coba waktu ikut Indiefest. Karena yang pertama muncul di tahun 2008 adalah ajang Indiefest, jadi kita ikut aja. Kita kepingin karya kita sendiri didengar banyak orang, gimana sih responnya? Dan alhamdulillah masuk sampe 3 besar dan dibuatkan full album…Begitu.

 

2) Kalian baru saja merilis debut “Janji Pasti”. Jadi, ini janji hadiah dari festival tersebut? Apa maksud titel “Janji Pasti”?

R: “Janji Pasti” sendiri sih kita ambil dari lirik-lirik lagu yang di dalam album. Yang berasal dari pengalaman pribadi kita yang banyak dikecewain, banyak dijanji-janjiin orang, dan juga kebetulan memang ada lagu kita yang berjudul “Janji Pasti”. Pokoknya, intinya kita ingin memberi pesan bahwa janji harus pasti, jangan diingkari.

 

3) Bagaimana ceritanya album kalian bisa sampai digarap oleh produser metal, Krisna J. Sadrach?

R: Yah itu sih dari manajemen sendiri yang mengenalkan kita sama mas Krisna, selaku produser.

 

4) Sebagai ben yang ingin masuk industri musik, apa kalian merasakan masa-masa berkompromi? (Seperti pembatasan ide-ide, dll)

R: Untungnya materi yang kita tawarkan ga ada yang dirombak satupun. Paling cuma diperhalus aja, beatnya yang tadinya cepet jadi agak lambat. Kalo ide-ide kita sih ga ada yang dibatasi.

 

5) Menurutmu, bagaimana dengan keseragaman genre di industri musik sekarang? Apa kalian anggap ini kemajuan atau kemuduran?

R: Kita kembali lagi kepada selera sih ya... Kita juga ga bisa bilang ini kemajuan atau kemunduran. Karena kalo menurut kita, musik Indonesia sekarang udah beragam. Banyak juga band-band baru yang bermunculan (seperti kita hehe...). Jadi berusaha aja untuk lebih baik dan bagus lagi, yang pasti semuanya itu pasti ada masanya.

 

6) Sedikit mengutip prolog dari sampul kover: “The Banery band yang berdiri sejak 2004 menawarkan kebebasan untuk lepas dari perasaan tertindas sekaligus sebuah pembebasan dengan konsep warna musik baru…”. Yang jadi pertanyaan adalah; perasaan tertindas karena apa sehingga kalian ingin menawarkan kebebasan untuk lepas? Lalu warna musik baru seperti apa yang kalian ingin tawarkan? Secara musikal, di dunia ini tak ada yang baru. Kalian sendiri juga banyak terinspirasi dari the Beatles kan. Apa itu ngga jadi bumerang nantinya buat kalian?

R: Ya seperti yang kita bilang tadi, sering dikecewakan, sakit hati. Tapi kita mencoba membalut musik kita dengan irama yang ceria, yang pengamat bilang bahwa aliran kita itu British Sunshine Pop (pop ceria). Kalo fans dengan Beatles pasti, tapi kita ga ada plagiat dari mereka. Kita cuma mengambil harmonisasi suaranya, tehnik vokal, tapi dari segi sound kita coba dengan warna musik sekarang. Jadi bisa dibilang percampuran dulu dan modernisasi. Tapi kalo orang-orang menilai kita ikut-ikutan Beatles, ya kita bangga aja...band legend hehe.

 

7) Kamu tau ngga gimana respon para Beatles mania di Indonesia terhadap The Banery?

R: Mereka seneng ya. Emang sebelumnya kita kan komunitas bareng mereka. Jadi setiap ada event Beatles mereka selalu ngajak dan mereka doyan banget lagu-lagu The Banery.


Kalo orang-orang menilai kita ikut-ikutan Beatles,

ya kita bangga aja...


8) Seandainya The Banery diversikan The Beatles, kira-kira kamu ingin jadi (personil) siapanya? Apa kalian ingin jadi legenda seperti The Beatles?

R: Kalo gw sendiri sih (Rafly) pengen jadi Paul McCartney. Banyak banget ilmu yang gw dapet, dari denger dia masih di Beatles dan pas solonya. Kalo pengen jadi legend seperti mereka ya pastilah... Siapa yang ga mau. Lo juga pasti mau kan??? Haha…

 

9) Kenapa memilih dasi kupu-kupu sebagai ciri khas ben? Trus mengenai kostum kalian yang fashionable, apa memang ini sudah direncanakan sebelumnya?

R: Kita memilih dasi kupu-kupu karena kita lihat cocok dengan warna musik kita dan belum ada band yang pakai dasi kupu-kupu. Jadi kita sepakat untuk pakai dasi kupu-kupu. Padahal jujur awalnya sempat risih juga, tapi begitu dapet respon yang baik, jadi seneng. Kalo kostum kita pertama kali ga kaya sekarang, lebih cenderung ke arah rock n roll dengan baju yang seragam, mirip-mirip tapi banyak dicela orang kataya mirip band yang satu itu. [Siapa?-red] Akhirnya kita ganti dengan yang kaya sekarang tapi tetep selalu pake dasi kupu-kupu.

 

10) Pada lagu “Cemburuisme”, kalian memasukan unsur dangdut segala. Apa ini sebagai progres revolusi dari musik The Beatles hehehe...?

R: Ya itu… Musik The Banery sih sebenernya bebas. Jadi ga ada patokan harus di situ-situ aja. Dengan ada-adanya “Cemburuisme” jadi beragam kan. Ya memang lagu itu sengaja dibuat Yudhi seperti itu, apa adanya. Biar ga bosen dengernya itu-itu aja… Bisa dilihat di album kita yang beragam lagunya.

 

11) Saya mengira dalam lirik-lirik The Banery banyak mengandung analogi. Artinya, banyak penggunaan kata yang memiliki arti ganda. Apa benar begitu? Kalo iya, apa ini karena kalian ingin bermain aman?

R: Coba lagu yang mana??? hehe… Kita malah apa adanya, kita mencela langsung tertuju kepada yang terkait dalam lagu tersebut. Jadi kita ga ada maksud cari aman, mungkin orang menafsirkannya seperti itu.

 

12) Bagi sebagian ben, RBT hanyalah dianggap bonus. Tapi kalian sepertinya mengharap banget dari satu ini, sampai-sampai di akhir lagu dalam CD dibuat hidden track segala sebagai himbauan pengaktiftan RBT.

R: Sebenarnya sih cuma buat promosi, biar pada pasang gitu... Kan lumayan juga kalo banyak yang pasang hehe… Sebagai bonus track yang bikin orang penasaran, yang sebetulnya agak-agak gimana gitu dengan bonus track tersebut.

 

13) Bagaimana opini kamu mengenai pembajakan? Apalagi kehadiran modernisasi semakin memudahkan siapa saja mendapat informasi tanpa perlu konsumsi.

R: Namanya jaman, makin maju pasti teknologi juga makin maju. Ga bisa disalahin juga sih, satu sisi lagu kita banyak dikenal orang. Tapi sisi jeleknya kerugian besar buat industri musik kan… Yah gw cuma bisa bilang kepada para pembajak, kalo emang masih punya hati nurani, janganlah membajak. Toh lo juga ga mau kan hasil karya lo dibajak orang hehe…peace!!!

 

14) Apa yang kamu harapkan bersama The Banery di langkah ke depan?

R: Yah berusaha sebaik-baiknya. Menjadi yang terbaik, lagu-lagu kita diterima di Indonesia dan seluruh dunia. Tetep sholat dan solid, ga sombong terus berkarya, segalanya lancar, ga ada kendala, terus membuat penyegaran buat industri musik di Indonesia…pokoknya musikalitas no.1.

 

15) Terimakasih atas jawabannya. Ada yang ingin ditambahkan?

R: Terimakasih ya Jurnallica atas wawancaranya…Thanks before.

(November '09).

 

Interview: Jurnallica | Photo: The Banery.doc