Nama The BANERY
sebenarnya akronim dari nama para personilnya (entah bagaimana
pengurutan-nya), yaitu; Rafly (vokal, bas), Yudhi (gitar,
vokal), Egi (lead gitar), Oddo (keyboard), dan
Adam (dram).
Dengan begitu, nama tersebut sekaligus bukti bahwa grup ini merupakan
eksplorasi satu-kesatuan. Untuk membuktikan karya-karyanya, mereka coba menjajal peruntungannya pada salah satu ajang festival musik
tahun 2008 dan akhirnya lolos hingga masuk 3 besar.
Sebagai upeti dari
festival tersebut, The BANERY dibuatkan sebuah album penuh “Janji Pasti”
(10 lagu) yang baru rilis 2009 ini dengan produser metal penggarap pop,
Krisna J. Sadrach (UNGU, ST12). Disinyalir dari dinding facebook-nya,
belum lama ini kuintet yang selalu
memakai dasi kupu-kupu sebagai ciri khas ben meluncurkan single
video-klip
“Cemburuisme”.
BANDSUPERMAN
IS DEAD
Mempertahankan eksistensi grup (yang bergenre
cutting-edge dan berasal dari daerah pula) dalam kurun (hampir) 15 tahun di tanah
air ini
adalah hal yang perlu disaluti. Perlu modal kerja keras dan komitmen
tinggi. Atau mungkin, lebih dari itu... Dan lagi, 'menghajar' dominasi
bukanlah suatu hal yang mudah. Tapi bagi punkrock senior Bali,
SUPERMAN IS DEAD [berikutnya
disingkat SID-red] telah melalui fase-fase tersebut.
Saya jadi
teringat dengan sebuah risalah antara pohon pakis dan bambu, yang mana
salah satu moral cerita yang saya petik yaitu, siapapun pernah
mengalami masa-masa sulit dan ingin menyerah. Namun selalu ingat,
apabila sedang
menghadapi kesulitan atau hambatan dalam hidup, itu adalah proses menjalarkan
akar-akar agar pohon dapat menjulang tinggi sebisa yang dicapai pohon bambu
tadi.