Batal
menjadi ben pembuka BON JOVI, ben blues-rock Indonesia GUGUN
BLUES SHELTER tetap mencatat sejarah tersendiri bagi kisah skena
musik tanah air dengan tampilnya di Festival HardRock Calling 2011
di Hyde Park, London. Alih-alih menyebut mereka telah mengharumkan
nama bangsa. Meski
tak ada misi kenegaraan yang akan dibawa ke sana. “Mau nyanyi
‘Indonesia Raya’, orang ga akan gubris kalau bir sudah di tangan,”
cetus sang dramer Bowie.
BANDBURGERKILL
Pada musikalitas
Burgerkill, transisi genre terus bergulir di setiap albumnya. Mulai dari new school/post-hardcore
di
debut “Dua Sisi”,
lalu merambah
ke ranah metalcore di “Berkarat”, hingga “Beyond Coma
and Despair”
sebagai ultimatumnya.
Namun, pada “Venomous”
–album baru
Burgerkill setelah jeda 5 tahun–,
ben metal Ujungberung, Bandung ini kembali memproklamirkan identitas anyarnya. “This is the new Burgerkill!”
tegas gitaris Eben.
PERSONALZeke
Khaseli
Mengambil garis kesimpulan
bagi musisi-musisi eklektik adalah kecerobohan. Tak terkecuali, siapapun
subyeknya, sebuah majalah musik dunia yang memiliki kredibilitas tinggi
pun seketika bisa menjadi hina dina. Pada dasarnya, berbicara lingkup
musik bukanlah dilihat dari sisi besar atau kecilnya suatu media —walau
celakanya, masyarakat hari ini lebih tunduk pada kemasan citra—, tetapi
lebih pada kapasitas si penulis itu sendiri. Karena, siapapun mereka
yang coba bermain bukan pada wilayahnya adalah golongan orang-orang “sok
tahu”!