●
Sumpah Serapah Metalheads Indonesia di Webzine Internasional
●
Bob Marley: Nabi Reggae
●
Maut Menjemput The Rev
●
Persembahan NAVICULA untuk Prita
PAGE:
|
|
|
|
ABOUT
"Bonita Menambah Nama"
Sepertinya, beberapa
musisi solo merasa lebih 'nyaman' dengan menyandang titel tambahan pada namanya.
Begitupun yang terjadi pada Bonita. Biduanita
yang baru merilis album "...laju" ini untuk jangka ke
depan akan memakai titel "and
The Hus Band" sebagai nama tambahan di
rilisan-rilisan selanjutnya. Dengan begitu, Bonita juga 'terkesan' kaya anak ben.
"Sebab kalo solo gw kurang entertainment," candanya sambil
terkekeh.
Hal penambahan nama
ini juga me-ngingatkan kita pada musisi-musisi solo lainnya, seperti Tika and
The Dissidents atau
Anda with the Joints yang notabene adalah kakak kandung Bonita
sendiri. Bila kedua kata "hus"
& "band" digabungkan, maka menjadi "husband" yang dalam bahasa
Inggris berarti "suami". Tapi nama ini bukanlah guyonan belaka, karena pemetik
gitar akustik dalam
hus band tidak lain adalah suami Bonita, yaitu
Petrus Briyanto Adi alias Adoy.
Sambil menghitung
hari, beberapa saat lagi Bonita bersama ben pengiringanya akan tampil di Mosaic Music Festival di Singapura
pada 15 Maret
mendatang. Pada kesempatan RSI Release Party kemarin malam (9/03), Bonita
memberikan bocoran lagu baru serta sebuah cover dari legendaris
Titiek Puspa berjudul "Bimbi", yang mana lagu-lagu
tersebut juga akan dimainkan pada
ajang musik bergengsi di Negeri Singa tersebut.
Akhirnya, setelah
vakum selama 7 tahun dan merilis album baru, kini Bonita siap melaju
kembali.
Posted:
Jurnallica (10/03) |
Photo: Bonita.doc
NEWS
"Konser Taking Back Sunday
Gagal!"
Taking Back Sunday dalam sesi foto pembuatan video "Sink Into Me"
Sepekan menjelang hari
H, konser TAKING BACK SUNDAY (TBS) di Tennis Indoor Senayan,
Jakarta pada 3 Maret 2010 diundur! Menurut JAVA Musikindo sebagai
promoter, penyebab reschedule ini karena beberapa kendala teknis. Pihak ben sendiri sangat menyayangkan
hal tersebut terjadi, seperti yang ditulis dalam blog myspace TBS: "Keadaan
ini di luar kontrol kami, bukan pilihan kami, (dan juga) bukan salah
siapapun." Padahal, disinyalir dari
interview di salah satu media lokal, vokalis TBS Adam
Lazzara berjanji ingin tampil habis-habisan di Jakarta nanti. Tapi
sialnya, ekspetasi tersebut harus pupus.
Sejak terbentuk pada
1999, ben post-rock/emo Amerika
ini telah menghasilkan 4 album penuh. Dan konser TBS di
Jakarta adalah bagian tur promo album terakhir, "New Again" yang
telah dirilis pada 2009 silam. Juga, belum lama ini,
menjelang Hari Valentine 2010, TBS merilis unreleased b-sides
dari "New Again" (atau lebih praktisnya sebuah single) berjudul
"Winter Passing" melalui
situs resmi
TBS.
Meski pihak promoter akan mengembalikan uang tiket sepenuhnya tanpa potongan
apapun plus permohonan maaf, namun calon penonton (khususnya fans TBS) tetap merasa
kecewa. Pasalnya, konser TBS yang dinanti-nantikan selama 3 bulan
itu berujung kandas.
Hingga
berita ini naik, belum ada kepastian kapan jadwal pengganti konser TBS di
Indonesia dari promoter. Namun dengan adanya reschedule TBS,
tidak berpengaruh pada rencana konser-konser JAVA selanjutnya,
seperti COBRA STARSHIP (23/03), 311 (30/03), dan Kelly
Clarkson (29/04). Info selengkapnya mengenai konser, bisa cek di
www.javamusikindo.com.
Posted:
Jurnallica (26/02) |
Photo: TBS.doc
UPCOMING
"NIRVANA: Ini Bukan Lagi Soal
Nihilisme"
NIRVANA,
betapapun fatal paham nihilisme yang disebarkannya ke penjuru dunia,
tetap saja dipuja. Dulu, sekarang, dan sepertinya juga nanti.
Jika Johnny Rotten,
sebagai perwakilan punk yang sudah karatan, punya nihilisme, maka Kurt
Cobain, sebagai perwakilan grunge yang sedikit lebih modern, berdiri di
ujung spektrum yang sungguh bertolak belakang, dengan nihilismenya
sendiri. Johnny, sang bapak, memiliki kecenderungan untuk menghancurkan
apa yang melintas di depan matanya. Sementara Kurt, sang anak, justru
mengharapkan semua yang lewat di depan matanya menghancurkan dirinya.
Mempermalu-kannya. Membuatnya menjadi pecundang sejati.
Tepat nihilisme
semacam itulah yang sangat sulit dipahami orang awam, hingga saat ini.
Adalah rahasia umum bahwa sebagian besar pemujanya pun memaksakan diri
menelan, mencerna, untuk kemudian menjadi seperti. Maka lihatlah apa
yang kemudian terjadi.
Kurt Cobain
ditemukan meninggal pada 8 April 1994. Bunuh diri karena merasa jutaan
penggemarnya, orang-orang yang semestinya paling mengenal dirinya,
ternyata salah memahami pemikirannya, membuatnya teralienasi, dan
kehilangan energi dalam menikmati musik, serta seluruh proses penciptaannya.
Dia memutuskan untuk berhenti menjadi false icon. Selamanya.
"Rilis Album Baru Gratis Bertepatan Hari Valentine"
ANGELS & AIRWAVES
(AVA) merilis album ketiga bertitel "LOVE" yang bertepatan dengan
Hari Valentine, setelah tertunda sejak Natal 2009. Namun terselip kabar
suka maupun duka dari AVA. Kabar sukanya, album yang berisi 11 lagu ini
dibagikan GRATIS! Bahkan 2 hari lebih awal dari jadwal perilisan,
Fuel.tv memberikan
link download gratis untuk seluruh dunia. Namun bagi mereka yang
memberikan donasi, fuel.tv akan memberikan bonus lagu eksklusif "Hallucination" (Mark
Hoppus Octopus Remix) sebagai tanda terimakasih.
Sedang kabar
dukanya, setelah merilis album "LOVE", ben yang dianggap "brainchild"-nya
Tom DeLonge (vokal & gitar) itu dirumorkan BUBAR– yang mana hal
tersebut
dikaitkan dengan reuni Tom dengan Blink-182. Diperkuat penyataan Tom dalam blog
Modlife pada 10 Februari kemarin: "Angels and
Airwaves is never going to go away". Bahkan, sang penabuh dram
Atom Willard telah bergabung dengan Social Distortion sejak April
2009.
Baru-baru ini AVA
telah melangsungkan shooting untuk klip "Hallucination". Single
pertama ini lebih dulu diedarkan gratis pada 23 Desember 2009.Untuk fisik album
berformat CD
dirilis menyusul; berisi 11 lagu yang sama dengan tambahan 30 menit
musik ekstra dari film LOVE. Sementara, bagi yang ingin menikmati
album "LOVE" versi digital, dapat mengunduhnya
di sini.
LOVE
tracklist:
1. Et Ducit Mundum Per Luce
2. The Flight of Apollo
3. Young London
4. Shove
5. Epic Holiday
6. Hallucinations
7. The Moon Atomic (...Fragments and Fictions)
8. Clever Love
9. Soul Survivor (...2012)
10. Letters to God, Part II
11. Some Origins of Fire Bonus track:
12. Hallucinations (Mark Hoppus Octopus Remix)
Posted:
Jurnallica (15/02)
ABOUT
Konser TRIVIUM:
"Satu Lagu Sepuluh Ribu"
Kemarin
(4/02), secara resmi TRIVIUM mengumumkan dramer terbaru, Nick
Augusto yang mengantikan Travis Smith. Mengenai hal ini,
vokalis/gitaris Matt Heafy dengan bangga berkomentar: "Permainan
dram Nick sangat teknikal dan ber-macam-macam dan ia membawa suatu
enerji yang hebat untuk band."
Kedahsyatan
pukulan Nick bisa disimak nanti pada lagu terbaru
"Shattering the Skies Above". Yang mana lagu
tersebut akan disertakan dalam EP
"God of War, Blood & Metal" yang
dirilis secara digital. Termasuk sebuah cover dari "Slave
New World"-nya SEPULTURA. Bersama Nick, ben
yang telah menelurkan 4 album itu
sudah merekam 2 lagu baru.
Kini, TRIVIUM
sedang mempersiapkan
rangkaian terakhir tur promo
"Shogun" (2008, Roadrunner Records). Dengan formasi terbaru;
Matt Heafy (vokal, gitar), Corey Beaulieu (gitar, vokal),
Paolo Gregoletto (bas, beking vokal), dan Nick Augusto
(dram) akan tampil pertama kalinya pada konser di Tennis Indoor,
Jakarta, 11 Februari besok. Menurut promoter JAVA Musikindo, ben metalcore
asal Orlando, Florida - Amerika Serikat itu
akan menggeber sebanyak 25 lagu dalam repertoarnya nanti.
Bila
dibuat perbandingan,
dengan harga tiket Rp 250.000,- (festival) berarti kamu cuma
membayar Rp 10.000,- untuk menyaksikan konser TRIVIUM per-lagunya. Tapi, nontonnya
ngga bisa diketeng lah!
Posted:
Jurnallica (6/02)
ABOUT
NAVICULA
"Metropolutan
Tour!"
Ini
adalah tur pertama kita di 2010, setelah tahun-tahun sebelumnya
kelelahan gentayangan, jadi gelandangan rock n' roll menyusuri Jawa
Dwipa meniti jalur Anyer-Penarukan. Batere sudah di-recharge,
birahi sudah di ubun-ubun, string baru sudah disetem, lagu-lagu baru
sudah direkam, para wanita sudah dititip di rumah ortunya. Selanjutnya
adalah panggung live, yang melengkapi gairah kita sebagai anak
band!
Jadilah
waktu yang kita rindu itu; rindu dengan scene & komunitas yang
membuat kita berarti, rindu dengan microphone & ampli berkarat
yang mengejek nyali, rindu dengan ruangan asap-sesak-keringat yang
menari, rindu dengan noise-feedback yang merobek sanubari, rindu
berteriak seperti babi, rindu dengan berkumpul-hanya
musik-ngobrol-minum-tidur bersama-main yang murni. Kita berlari… Jauh
dari rutinitas di rumah-kantor-utang-piutang sehari-hari. Kita akan
meloncat dari satu panggung ke panggung lain. Tidak mikirin hal lain
selain main.
Arrgghhh,
tunggu kawan aku kenal tempat ini, kota tempat kita manggung kemarin. Di
Metropolutan ini kita pernah terjebak banjir dan macet parah, menahan
kencing berjam-jam, dalam sesaknya taxi di selangkangan, kaki gedung
pongah yang siap menginjak-injak kaum minoritas.
Tapi
kita rindu semua kekacauan ini, semua polusi, semua politisi. Di balik
semua ini, ada magnet yang membuat kita girang bukan kepalang untuk
datang. Magnet itu berasal dari komunitas loyal kota ini yang tak pernah
mati. Untuk menjaga api cinta pertama yang terlanjur melekat di hati,
mengibarkan idealisme abadi; GRUNGE!
Terima
kasih untuk para punggawa Grunge Jakarta, Bogor, Tangerang, Bekasi,
Bandung, & sekitar yang tetap menjaga Grunge tetap bernyawa dan
berbahaya. Senang bertemu lagi!
Silakan
download gratis single terbaru Navicula: "Metropolutan"di sini.
NAVICULA "Metropolutan Tour" Schedule:
Feb 18 - The Beat Rock Fest Jakarta @ Hard Rock Cafe Jakarta
Feb 19 - Grunge Gods @ Rossi Music, Fatmawati
Feb 20 - JFCC Charity Jam @ Colors Cafe
Feb 21 - (tba)
Feb 25 - Metropolutan @ Mario's Place
Feb 28 - (tba)
Words:
Robi Navicula
ABOUT
"Lautan Sumpah
Serapah dari Metalheads Indonesia
di Webzine
Internasional"
Biasanya, pada
halaman media online terdapat boks peninggal pesan atau biasa disebut "comment". [Hanya saja model begitu tak dipakai di media
online ini
hehe-red]. Dan pesan yang (biasanya) berguna sebagai wadah peninggal
kesan menjelma menjadi suatu
forum bebas, pedas, & keras.
Adalah hasil
interview
METAL MANIACS
(via imel) dengan salah satu ben Indonesia yang mengaku bergenre "Black Metalcore", yaitu MELODY MAKERS [MM]. Sebagai
catatan, Metal Maniacs adalah sebuah majalah metal dunia sejak 1989 (yang kini bermutasi menjadi webzine) dan MM
adalah ben Indonesia yang
pertama kali diwawancarainya.
Tentu menjadi
kebanggaan tersendiri bagi sebuah grup yang diekspos media internasional.
Sayangnya, ada beberapa poin dalam
interview
tersebut
yang dinilai para metalheads kalau MM telah berdusta dan hal
tersebut dianggap mencorengkan permusikan Indonesia, khususnya black
metal. Akhirnya,
wacana pun merembet ke persoalan lain, mulai dari sebutan genre musik yang dianggap
mengada-ada, kostum ben black metal dengan style Harajuku, sampai belahan poni miringnya.
Yang tak kalah hebohnya lagi adalah rumor sogokan MM untuk menjadi ben
pembuka ARCH ENEMY pada 28 Oktober 2009 silam.
Pada urutan "comment" dua
puluh pertama memang berisi pujian – meski diduga pujian tersebut
dilakukan oleh kerabat (bahkan personil MM) sendiri. Mulai urutan ke-21
hingga kesekian seribu adalah polemik panas yang dimaksud. Baik pihak yang berposisi penengah
hingga media & organizer yang pernah terlibat juga kena imbasnya. Bahkan,
untuk para komentator yang bentrok pun berujung saling caci-maki. Walah!
Selain komentar
berbahasa Indonesia (hingga bahasa Sunda), kalimat yang digunakan pun
begitu kasar dan vulgar. Para komentator seolah tak sadar
bahwa boks "comment" yang diisinya itu adalah webzine asal New York City, Amerika Serikat.
Dan lagi, pihak Metal Maniacs sama sekali tak menghapus satupun "comment", meski pihak
redaksi tak
mengerti artinya. Jadinya, yang comment semakin merajalela.
Hingga berita ini
diangkat, isi komen terus
bertambah walau
interview MM
telah
dilakukan beberapa bulan lalu (tahun 2009). Tercatat sesi "comment" interview MM merupakan komen terpanjang
dibandingkan postingan Metal Maniacs lainnya. Sangking panjangnya,
pernah kami copy-paste seluruh "comment" ke versi Words (Letter, Times New Roman, 12 pt), ternyata
total
komen menumpuk sebanyak 300 halaman. Heelll!!!
Meski pihak Melody
Makers telah mengklarifikasi pernyataan atas interview tersebut, tetap saja
seperti tak digubris
dan cercaan "comment" makin meletup-letup.
Sampai web Rolling Stone Indonesia memposting isu ini, sesi komen
yang bernada
negatif pun terus berlanjut dan seolah menolak excuse. Yah, mau gimana lagi,
seperti pepatah; "nasi sudah menjadi bubur".
Posted:
Jurnallica
HISTORY
Bob Marley
"Nabi Reggae"
HISTORY
Terlahir
dengan nama Robert Nesta Marley pada Februari 1945 di St. Ann,
Jamaika, Bob Marley berayahkan seorang kulit putih dan ibu kulit hitam.
Pada 1950-an Bob beserta keluarganya pindah ke ibu kota Jamaika,
Kingston. Di kota inilah obsesinya terhadap musik serta profesi
menemukan pelampiasan. Waktu itu Bob banyak mendengarkan musik R&B dan
soul, yang kemudian hari menjadi inspirasi irama reggae, melalui siaran
radio Amerika. Selain itu, di jalanan Kingston dia menikmati hentakan
irama Ska dan Steadybeat dan kemudian coba memainkannya sendiri di
studio-studio musik kecil di Kingston.
Bersama
Peter McIntosh dan Bunny Livingston, Marley membentuk The
Wailing Wailers dan
sempat merilis album (1963) dengan hit "Simmer Down". Lirik lagu
mereka banyak berkisah tentang “rude bwai” (rude boy), anak-anak
muda yang mencari identitas diri dengan menjadi berandalan di jalanan
Kingston. The Wailing Wailers
bubar pada pertengahan 1960-an dan sempat membuat penggagasnya patah
arang hingga memutuskan berkelana di Amerika.
Pada
April 1966, Bob kembali ke Jamaika, bertepatan dengan kunjungan HIM
Haile Selassie I —raja Ethiopia– ke Jamaika untuk bertemu penganut
Rastafari. Kharisma sang raja membawa Bob menjadi penghayat ajaran
Rastafari di tahun 1967. Dan bersama The
Wailer, band baru Bob
yang dibentuk setahun kemudian bersama dua personil lawas Mc Intosh dan
Livingston, ia menyuarakan nilai-nilai ajaran Rasta melalui reggae.
Penganut Rastafari lantas menganggap Bob menjalankan peran profetik
sebagaimana para nabi, menyebarkan inspirasi, dan nilai Rasta melalui
lagu-lagunya.
James
Owen Sullivan alias "The Rev" sang penggebuk dram ben heavy
metal AVENGED SEVENFOLD (A7X) ditemukan dalam kondisi tak bernyawa di
rumahnya sendiri di Huntington Beach, California, Senin (28/12) pukul 1
siang setempat.
Penyebab kematian
The Rev masih terus diselidiki. Menurut Letnan Polisi John Domingo
mengabarkan, bahwa kematian The Rev terjadi secara alami. Artinya, The Rev
memang ditak-dirkan mati muda di usianya yang ke-28.
Kabar duka
tersebut tentu mensontakkan seluruh personil A7X serta fan-nya di
seluruh dunia. Dari laman resmi A7X mengungkapkan; "Jimmy bukan hanya
salah satu dramer dunia terbaik, tapi yang sangat terpenting, dia
adalah teman dan saudara terbaik kami." Ucapan bela-sungkawa dari fans
hingga kini terus mengalir deras menghiasi dinding
myspace A7X.
Untuk mati muda
tentu siapa yang mau? Namun penentuan takdir jauh lebih berkuasa.
Or a
good
boy, die young?... Selamat jalan The Rev.
Posted:
Jurnallica | photo: IST
ABOUT
"Persembahan
Navicula untuk Prita"
Koin-koin keadilan untuk Prita bak gelin-dingan bola salju yang kian
membesar setiap harinya. Dukungan dari lapisan masyarakat terus
berdatangan demi terkumpulnya dana sebesar 204 juta rupiah tersebut.
Para musisi/pekerja
seni Indonesia pun turut andil yang mengadakan acara penggalang dana.
Lain pula cara yang dilakukan NAVICULA. Jemaat grunge psychedelic
Pulau Dewata ini akan merekam single baru, "Mafia Medis"
yang rencana rilis sebelum 20 Desember 2009.
Sejak mengibarkan
NAVICULA,
personil Robi
(vokal & gitar), Danki (gitar), Made
(bas), Gembull (dram)
sangat lekat menyuarakan tema 'hijau', perdamaian global, serta
senantiasa kritik sosial yang tak lunturnya mewarnai planet bumi ini.
Rencananya, lagu "Mafia Medis" untuk didonlod gratis. Hanya saja,
NAVICULA
mentitahkan bagi yang mendonlod agar turut menyumbang –
jika mampu –
demi pembebasan Prita.
Kasus Prita hanyalah
selembar korban dari kisah tebal ketidakadilan sistem negara hukum rimba
ini.
Sudah saatnya, membabat kebusukan dunia medis tanah air. Kasus Prita
membuat para dokter serakah mengukur sendiri denyut jantungnya yang
berdetak kencang... Makan tuh sumpah hippokrates!