MENU

Bonita Menambah Nama

Konser Taking Back Sunday Gagal!

NIRVANA: Ini Bukan Lagi Soal Nihilisme

ANGELS & AIRWAVES: Rilis Album Baru Gratis

Konser Trivium: Satu Lagu Sepuluh Ribu

NAVICULA: Metropolutan Tour!

Sumpah Serapah Metalheads Indonesia di Webzine Internasional

Bob Marley: Nabi Reggae

Maut Menjemput The Rev

Persembahan NAVICULA untuk Prita


PAGE: | | | |

 ABOUT

"Bonita Menambah Nama"

 

Sepertinya, beberapa musisi solo merasa lebih 'nyaman' dengan menyandang titel tambahan pada namanya. Begitupun yang terjadi pada Bonita. Biduanita yang baru merilis album "...laju" ini untuk jangka ke depan akan memakai titel "and The Hus Band" sebagai nama tambahan di rilisan-rilisan selanjutnya. Dengan begitu, Bonita juga 'terkesan' kaya anak ben. "Sebab kalo solo gw kurang entertainment," candanya sambil terkekeh.

Hal penambahan nama ini juga me-ngingatkan kita pada musisi-musisi solo lainnya, seperti Tika and The Dissidents atau Anda with the Joints yang notabene adalah kakak kandung Bonita sendiri. Bila kedua kata "hus" & "band" digabungkan, maka menjadi "husband" yang dalam bahasa Inggris berarti "suami". Tapi nama ini bukanlah guyonan belaka, karena pemetik gitar akustik dalam hus band tidak lain adalah suami Bonita, yaitu Petrus Briyanto Adi alias Adoy.

Sambil menghitung hari, beberapa saat lagi Bonita bersama ben pengiringanya akan tampil di Mosaic Music Festival di Singapura pada 15 Maret mendatang. Pada kesempatan RSI Release Party kemarin malam (9/03), Bonita memberikan bocoran lagu baru serta sebuah cover dari legendaris Titiek Puspa berjudul "Bimbi", yang mana lagu-lagu tersebut juga akan dimainkan pada ajang musik bergengsi di Negeri Singa tersebut.

Akhirnya, setelah vakum selama 7 tahun dan merilis album baru, kini Bonita siap melaju kembali.

Posted: Jurnallica (10/03) | Photo: Bonita.doc

 NEWS

"Konser Taking Back Sunday Gagal!"

Taking Back Sunday dalam sesi foto pembuatan video "Sink Into Me"

 

Sepekan menjelang hari H, konser TAKING BACK SUNDAY (TBS) di Tennis Indoor Senayan, Jakarta pada 3 Maret 2010 diundur! Menurut JAVA Musikindo sebagai promoter, penyebab reschedule ini karena beberapa kendala teknis. Pihak ben sendiri sangat menyayangkan hal tersebut terjadi, seperti yang ditulis dalam blog myspace TBS: "Keadaan ini di luar kontrol kami, bukan pilihan kami, (dan juga) bukan salah siapapun." Padahal, disinyalir dari interview di salah satu media lokal, vokalis TBS Adam Lazzara berjanji ingin tampil habis-habisan di Jakarta nanti. Tapi sialnya, ekspetasi tersebut harus pupus.

Sejak terbentuk pada 1999, ben post-rock/emo Amerika ini telah menghasilkan 4 album penuh. Dan konser TBS di Jakarta adalah bagian tur promo album terakhir, "New Again" yang telah dirilis pada 2009 silam. Juga, belum lama ini, menjelang Hari Valentine 2010, TBS merilis unreleased b-sides dari "New Again" (atau lebih praktisnya sebuah single) berjudul "Winter Passing" melalui situs resmi TBS.

Meski pihak promoter akan mengembalikan uang tiket sepenuhnya tanpa potongan apapun plus permohonan maaf, namun calon penonton (khususnya fans TBS) tetap merasa kecewa. Pasalnya, konser TBS yang dinanti-nantikan selama 3 bulan itu berujung kandas.

Hingga berita ini naik, belum ada kepastian kapan jadwal pengganti konser TBS di Indonesia dari promoter. Namun dengan adanya reschedule TBS, tidak berpengaruh pada rencana konser-konser JAVA selanjutnya, seperti COBRA STARSHIP (23/03), 311 (30/03), dan Kelly Clarkson (29/04). Info selengkapnya mengenai konser, bisa cek di www.javamusikindo.com.

Posted: Jurnallica (26/02) | Photo: TBS.doc

 UPCOMING

"NIRVANA: Ini Bukan Lagi Soal Nihilisme"

 

NIRVANA, betapapun fatal paham nihilisme yang disebarkannya ke penjuru dunia, tetap saja dipuja. Dulu, sekarang, dan sepertinya juga nanti.

Jika Johnny Rotten, sebagai perwakilan punk yang sudah karatan, punya nihilisme, maka Kurt Cobain, sebagai perwakilan grunge yang sedikit lebih modern, berdiri di ujung spektrum yang sungguh bertolak belakang, dengan nihilismenya sendiri. Johnny, sang bapak, memiliki kecenderungan untuk menghancurkan apa yang melintas di depan matanya. Sementara Kurt, sang anak, justru mengharapkan semua yang lewat di depan matanya menghancurkan dirinya. Mempermalu-kannya. Membuatnya menjadi pecundang sejati.

Tepat nihilisme semacam itulah yang sangat sulit dipahami orang awam, hingga saat ini. Adalah rahasia umum bahwa sebagian besar pemujanya pun memaksakan diri menelan, mencerna, untuk kemudian menjadi seperti. Maka lihatlah apa yang kemudian terjadi.

Kurt Cobain ditemukan meninggal pada 8 April 1994. Bunuh diri karena merasa jutaan penggemarnya, orang-orang yang semestinya paling mengenal dirinya, ternyata salah memahami pemikirannya, membuatnya teralienasi, dan kehilangan energi dalam menikmati musik, serta seluruh proses penciptaannya. Dia memutuskan untuk berhenti menjadi false icon. Selamanya.

(Selengkapnya baca di sini)

 NEWS

Angels & Airwaves

"Rilis Album Baru Gratis Bertepatan Hari Valentine"

ANGELS & AIRWAVES (AVA) merilis album ketiga bertitel "LOVE" yang bertepatan dengan Hari Valentine, setelah tertunda sejak Natal 2009. Namun terselip kabar suka maupun duka dari AVA. Kabar sukanya, album yang berisi 11 lagu ini dibagikan GRATIS! Bahkan 2 hari lebih awal dari jadwal perilisan, Fuel.tv memberikan link download gratis untuk seluruh dunia. Namun bagi mereka yang memberikan donasi, fuel.tv akan memberikan bonus lagu eksklusif "Hallucination" (Mark Hoppus Octopus Remix) sebagai tanda terimakasih.

Sedang kabar dukanya, setelah merilis album "LOVE", ben yang dianggap "brainchild"-nya Tom DeLonge (vokal & gitar) itu dirumorkan BUBAR yang mana hal tersebut dikaitkan dengan reuni Tom dengan Blink-182. Diperkuat penyataan Tom dalam blog Modlife pada 10 Februari kemarin: "Angels and Airwaves is never going to go away". Bahkan, sang penabuh dram Atom Willard telah bergabung dengan Social Distortion sejak April 2009.

Baru-baru ini AVA telah melangsungkan shooting untuk klip "Hallucination". Single pertama ini lebih dulu diedarkan gratis pada 23 Desember 2009. Untuk fisik album berformat CD dirilis menyusul; berisi 11 lagu yang sama dengan tambahan 30 menit musik ekstra dari film LOVE. Sementara, bagi yang ingin menikmati album "LOVE" versi digital, dapat mengunduhnya di sini.

LOVE tracklist:
1. Et Ducit Mundum Per Luce
2. The Flight of Apollo
3. Young London
4. Shove
5. Epic Holiday
6. Hallucinations
7. The Moon Atomic (...Fragments and Fictions)
8. Clever Love
9. Soul Survivor (...2012)
10. Letters to God, Part II
11. Some Origins of Fire
Bonus track:
12. Hallucinations (Mark Hoppus Octopus Remix)

 

Posted: Jurnallica (15/02)

 ABOUT

Konser TRIVIUM:

"Satu Lagu Sepuluh Ribu"

 

Kemarin (4/02), secara resmi TRIVIUM mengumumkan dramer terbaru, Nick Augusto yang mengantikan Travis Smith. Mengenai hal ini, vokalis/gitaris Matt Heafy dengan bangga berkomentar: "Permainan dram Nick sangat teknikal dan ber-macam-macam dan ia membawa suatu enerji yang hebat untuk band."

Kedahsyatan pukulan Nick bisa disimak nanti pada lagu terbaru "Shattering the Skies Above". Yang mana lagu tersebut akan disertakan dalam EP "God of War, Blood & Metal" yang dirilis secara digital. Termasuk sebuah cover dari "Slave New World"-nya SEPULTURA. Bersama Nick, ben yang telah menelurkan 4 album itu sudah merekam 2 lagu baru.

Kini, TRIVIUM sedang mempersiapkan rangkaian terakhir tur promo "Shogun" (2008, Roadrunner Records). Dengan formasi terbaru; Matt Heafy (vokal, gitar), Corey Beaulieu (gitar, vokal), Paolo Gregoletto (bas, beking vokal), dan Nick Augusto (dram) akan tampil pertama kalinya pada konser di Tennis Indoor, Jakarta, 11 Februari besok. Menurut promoter JAVA Musikindo, ben metalcore asal Orlando, Florida - Amerika Serikat itu akan menggeber sebanyak 25 lagu dalam repertoarnya nanti.

Bila dibuat perbandingan, dengan harga tiket Rp 250.000,- (festival) berarti kamu cuma membayar Rp 10.000,- untuk menyaksikan konser TRIVIUM per-lagunya. Tapi, nontonnya ngga bisa diketeng lah!

Posted: Jurnallica (6/02)

 ABOUT

NAVICULA

"Metropolutan Tour!"

 

Ini adalah tur pertama kita di 2010, setelah tahun-tahun sebelumnya kelelahan gentayangan, jadi gelandangan rock n' roll menyusuri Jawa Dwipa meniti jalur Anyer-Penarukan. Batere sudah di-recharge, birahi sudah di ubun-ubun, string baru sudah disetem, lagu-lagu baru sudah direkam, para wanita sudah dititip di rumah ortunya. Selanjutnya adalah panggung live, yang melengkapi gairah kita sebagai anak band!

Jadilah waktu yang kita rindu itu; rindu dengan scene & komunitas yang membuat kita berarti, rindu dengan microphone & ampli berkarat yang mengejek nyali, rindu dengan ruangan asap-sesak-keringat yang menari, rindu dengan noise-feedback yang merobek sanubari, rindu berteriak seperti babi, rindu dengan berkumpul-hanya musik-ngobrol-minum-tidur bersama-main yang murni. Kita berlari… Jauh dari rutinitas di rumah-kantor-utang-piutang sehari-hari. Kita akan meloncat dari satu panggung ke panggung lain. Tidak mikirin hal lain selain main.

Arrgghhh, tunggu kawan aku kenal tempat ini, kota tempat kita manggung kemarin. Di Metropolutan ini kita pernah terjebak banjir dan macet parah, menahan kencing berjam-jam, dalam sesaknya taxi di selangkangan, kaki gedung pongah yang siap menginjak-injak kaum minoritas.

Tapi kita rindu semua kekacauan ini, semua polusi, semua politisi. Di balik semua ini, ada magnet yang membuat kita girang bukan kepalang untuk datang. Magnet itu berasal dari komunitas loyal kota ini yang tak pernah mati. Untuk menjaga api cinta pertama yang terlanjur melekat di hati, mengibarkan idealisme abadi; GRUNGE!

Terima kasih untuk para punggawa Grunge Jakarta, Bogor, Tangerang, Bekasi, Bandung, & sekitar yang tetap menjaga Grunge tetap bernyawa dan berbahaya. Senang bertemu lagi!


Silakan download gratis single terbaru Navicula: "Metropolutan" di sini.

 
NAVICULA "Metropolutan Tour" Schedule:
Feb 18 - The Beat Rock Fest Jakarta @ Hard Rock Cafe Jakarta
Feb 19 - Grunge Gods @ Rossi Music, Fatmawati
Feb 20 - JFCC Charity Jam @ Colors Cafe
Feb 21 - (tba)
Feb 25 - Metropolutan @ Mario's Place
Feb 28 - (tba)

 
Words
: Robi Navicula

 ABOUT

"Lautan Sumpah Serapah dari Metalheads Indonesia

di Webzine Internasional"

 

Biasanya, pada halaman media online terdapat boks peninggal pesan atau biasa disebut "comment". [Hanya saja model begitu tak dipakai di media online ini hehe-red]. Dan pesan yang (biasanya) berguna sebagai wadah peninggal kesan menjelma menjadi suatu forum bebas, pedas, & keras.

Adalah hasil interview METAL MANIACS (via imel) dengan salah satu ben Indonesia yang mengaku bergenre "Black Metalcore", yaitu MELODY MAKERS [MM]. Sebagai catatan, Metal Maniacs adalah sebuah majalah metal dunia sejak 1989 (yang kini bermutasi menjadi webzine) dan MM adalah ben Indonesia yang pertama kali diwawancarainya.

Tentu menjadi kebanggaan tersendiri bagi sebuah grup yang diekspos media internasional. Sayangnya, ada beberapa poin dalam interview tersebut yang dinilai para metalheads kalau MM telah berdusta dan hal tersebut dianggap mencorengkan permusikan Indonesia, khususnya black metal. Akhirnya, wacana pun merembet ke persoalan lain, mulai dari sebutan genre musik yang dianggap mengada-ada, kostum ben black metal dengan style Harajuku, sampai belahan poni miringnya. Yang tak kalah hebohnya lagi adalah rumor sogokan MM untuk menjadi ben pembuka ARCH ENEMY pada 28 Oktober 2009 silam.

Pada urutan "comment" dua puluh pertama memang berisi pujian meski diduga pujian tersebut dilakukan oleh kerabat (bahkan personil MM) sendiri. Mulai urutan ke-21 hingga kesekian seribu adalah polemik panas yang dimaksud. Baik pihak yang berposisi penengah hingga media & organizer yang pernah terlibat juga kena imbasnya. Bahkan, untuk para komentator yang bentrok pun berujung saling caci-maki. Walah!

Selain komentar berbahasa Indonesia (hingga bahasa Sunda), kalimat yang digunakan pun begitu kasar dan vulgar. Para komentator seolah tak sadar bahwa boks "comment" yang diisinya itu adalah webzine asal New York City, Amerika Serikat. Dan lagi, pihak Metal Maniacs sama sekali tak menghapus satupun "comment", meski pihak redaksi tak mengerti artinya. Jadinya, yang comment semakin merajalela.

Hingga berita ini diangkat, isi komen terus bertambah walau interview MM telah dilakukan beberapa bulan lalu (tahun 2009). Tercatat sesi "comment" interview MM merupakan komen terpanjang dibandingkan postingan Metal Maniacs lainnya. Sangking panjangnya, pernah kami copy-paste seluruh "comment" ke versi Words (Letter, Times New Roman, 12 pt), ternyata total komen menumpuk sebanyak 300 halaman. Heelll!!!

Meski pihak Melody Makers telah mengklarifikasi pernyataan atas interview tersebut, tetap saja seperti tak digubris dan cercaan "comment" makin meletup-letup. Sampai web Rolling Stone Indonesia memposting isu ini, sesi komen yang bernada negatif pun terus berlanjut dan seolah menolak excuse. Yah, mau gimana lagi, seperti pepatah; "nasi sudah menjadi bubur".

Posted: Jurnallica

 HISTORY

Bob Marley

"Nabi Reggae"

 

HISTORY

Terlahir dengan nama Robert Nesta Marley pada Februari 1945 di St. Ann, Jamaika, Bob Marley berayahkan seorang kulit putih dan ibu kulit hitam. Pada 1950-an Bob beserta keluarganya pindah ke ibu kota Jamaika, Kingston. Di kota inilah obsesinya terhadap musik serta profesi menemukan pelampiasan. Waktu itu Bob banyak mendengarkan musik R&B dan soul, yang kemudian hari menjadi inspirasi irama reggae, melalui siaran radio Amerika. Selain itu, di jalanan Kingston dia menikmati hentakan irama Ska dan Steadybeat dan kemudian coba memainkannya sendiri di studio-studio musik kecil di Kingston.

Bersama Peter McIntosh dan Bunny Livingston, Marley membentuk The Wailing Wailers dan sempat merilis album (1963) dengan hit "Simmer Down". Lirik lagu mereka banyak berkisah tentang “rude bwai” (rude boy), anak-anak muda yang mencari identitas diri dengan menjadi berandalan di jalanan Kingston. The Wailing Wailers bubar pada pertengahan 1960-an dan sempat membuat penggagasnya patah arang hingga memutuskan berkelana di Amerika.

Pada April 1966, Bob kembali ke Jamaika, bertepatan dengan kunjungan HIM Haile Selassie I —raja Ethiopia– ke Jamaika untuk bertemu penganut Rastafari. Kharisma sang raja membawa Bob menjadi penghayat ajaran Rastafari di tahun 1967. Dan bersama The Wailer, band baru Bob yang dibentuk setahun kemudian bersama dua personil lawas Mc Intosh dan Livingston, ia menyuarakan nilai-nilai ajaran Rasta melalui reggae. Penganut Rastafari lantas menganggap Bob menjalankan peran profetik sebagaimana para nabi, menyebarkan inspirasi, dan nilai Rasta melalui lagu-lagunya.

(Baca selengkapnya di sini)

 NEWS

James Owen Sullivan

"Maut Menjemput The Rev"

 

James Owen Sullivan alias "The Rev" sang penggebuk dram ben heavy metal AVENGED SEVENFOLD (A7X) ditemukan dalam kondisi tak bernyawa di rumahnya sendiri di Huntington Beach, California, Senin (28/12) pukul 1 siang setempat.

Penyebab kematian The Rev masih terus diselidiki. Menurut Letnan Polisi John Domingo mengabarkan, bahwa kematian The Rev terjadi secara alami. Artinya, The Rev memang ditak-dirkan mati muda di usianya yang ke-28.

Kabar duka tersebut tentu mensontakkan seluruh personil A7X serta fan-nya di seluruh dunia. Dari laman resmi A7X mengungkapkan; "Jimmy bukan hanya salah satu dramer dunia terbaik, tapi yang  sangat terpenting, dia adalah teman dan saudara terbaik kami." Ucapan bela-sungkawa dari fans hingga kini terus mengalir deras menghiasi dinding myspace A7X.

Untuk mati muda tentu siapa yang mau? Namun penentuan takdir jauh lebih berkuasa. Or a good boy, die young?... Selamat jalan The Rev.

Posted: Jurnallica | photo: IST

 ABOUT

"Persembahan Navicula untuk Prita"

 

Koin-koin keadilan untuk Prita bak gelin-dingan bola salju yang kian membesar setiap harinya. Dukungan dari lapisan masyarakat terus berdatangan demi terkumpulnya dana sebesar 204 juta rupiah tersebut.

Para musisi/pekerja seni Indonesia pun turut andil yang mengadakan acara penggalang dana. Lain pula cara yang dilakukan NAVICULA. Jemaat grunge psychedelic Pulau Dewata ini akan merekam single baru, "Mafia Medis" yang rencana rilis sebelum 20 Desember 2009.

Sejak mengibarkan NAVICULA, personil Robi (vokal & gitar), Danki (gitar), Made (bas), Gembull (dram) sangat lekat menyuarakan tema 'hijau', perdamaian global, serta senantiasa kritik sosial yang tak lunturnya mewarnai planet bumi ini. Rencananya, lagu "Mafia Medis" untuk didonlod gratis. Hanya saja, NAVICULA mentitahkan bagi yang mendonlod agar turut menyumbang – jika mampu – demi pembebasan Prita.

Kasus Prita hanyalah selembar korban dari kisah tebal ketidakadilan sistem negara hukum rimba ini. Sudah saatnya, membabat kebusukan dunia medis tanah air. Kasus Prita membuat para dokter serakah mengukur sendiri denyut jantungnya yang berdetak kencang... Makan tuh sumpah hippokrates!

Posted: Jurnallica (11/12)

Page: 1 | 2 | 3 | 4 | 5 | 6 | More...