MENU

Lenka Cinta Batik Indonesia

Konser The TING TINGS di Festival SOULNATION

RS Music Biz: Bangun Bisnis Musikmu Sendiri!

Saykoji Anti-Malaysia???

Lady GaGa Memiliki 2 Alat Kelamin?
INDONESIA UNITE: Persatuan Indonesia Generasi Baru
Para personil AAR akan menginap di Marriot/Ritz
WRANGLER SMILE PARTY '09:

Sandhy Sondoro: Pengamen Jerman yang Sukses asal Indonesia
OK. VIDEO "Comedy": Siap untuk Tertawa?


PAGE: | | | |

 ABOUT

LENKA

"Lenka Cinta Batik Indonesia"

 

Lenka dengan batik yang di-upload di twitter-nya

 

Kedatangan Lenka Kripac pada event FINAL REGIONAL LA LIGHTS INDIEFEST di JCC HALL B, Jakarta pada 10 Oktober 2009 membawa cerita tersendiri tentang penyanyi/musisi pelantun lagu "The Show" dan "Trouble is a Friend" ini. Dalam suatu kesempatan, Sony Music memberikan cinderamata berupa gaun batik backless motif pekalongan warna merah marun dan selendang sutra batik warna senada. Pemberian kenang-kenangan ini tentunya disertai pesan sponsor bahwa batik itu asli Indonesia dan baru saja diakui oleh UNESCO sebagai warisan budaya dunia.  

Lenka pun dengan senang hati menerimanya. Dan ia pun bercerita bahwa ia sudah mengenal batik sejak masih abg. “Waktu jaman teenage hippie dulu, saya pernah membeli seragam batik pramugari Garuda di pasar loak. Dan saya memadankannya dengan celana jeans. Keren sekali deh,” katanya dengan mata berbinar-binar.

Maka di twitter-nya pun ia langsung menulis status "Jumpin on my bed in my Indonesian Batik!" dan terpampang fotonya yang sedang meloncat-loncat dengan gembira di atas tempat tidur. Dengan gaun dan selendang batik itu, ia hadir di acara meet & greet dan press conference. Dan dengan antusias ia menceritakan bagaimana cintanya dengan batik Indonesia.

Tak hanya itu, ia pun mengenakan selendang batik suteranya itu yang dipadukan dengan tube dress saat membuka konsernya. Dengan lagu Trouble Is A Friend, Lenka melompat dari sisi panggung satu ke sisi panggung berikutnya sambil melambai-lambaikan selendangnya itu. Dia menjadi ratu panggung sejati dengan sambutan penonton yang luar biasa.

Setelah menuntaskan 8 lagu dengan tembang penutup "We Will Not Grow Old", Lenka pun mengundurkan diri dari panggung. Menjelang pamit, ia pun masih sempat menyempatkan diri memuji selendang yang ia kenakan. “You know what, I’ll be wearing it like a lady,” katanya dengan tersenyum sampil memperlihatkan lesung pipinya yang dalam.

Ah Lenka, senang deh kamu cinta dengan batik Indonesia.

 

Songlist Lenka di LA INDIEFEST 2009:

1. Trouble is a Friend, 2. Knock Knock, 3. Bring Me Down, 4. Don’t Let Me Fall, 5. The Show, 6. Wrote Me, 7. Dangerous and Sweet, 8. We Will Not Grow Old

 

Sumber: Milis | photo: Lenka doc.

 NEWS

The TING TINGS

"Konser The TING TINGS di Festival SOULNATION"

The TING TINGS akhirnya fix masuk dalam jadwal Festival SOULNATION - yang sebelumnya nama ben indie-pop/alternative dance tersebut bertengger di wishlist. Ben berformat duo personil; Jules De Martino (dram, gitar lead, vokal, piano) & Katie White (vokal utama, gitar, bas dram, bas gitar) ini dikonfirmasikan akan tampil di hari pertama Festival SOULNATION bertempat di Istora Senayan, Jakarta bersama ben mancanegara lainnya; ARRESTED DEVELOPMENT, CORPORATE LO-FI, LAURA IZIBOR, TORTURED SOUL, DJ SPOOKY.

Meski The TING TINGS tergolong pendatang baru dan baru memiliki 1 album "We Started Nothing" namun seabgreg penghargaan berhasil mereka raih. Juga album & singgel-nya menjadi charted nomor satu di Inggris. Sampai-sampai singgel video "That's Not My Name" sendiri dibikin 3 versi.

Hanya saja untuk menyaksikan performance duo rock asal Inggris tersebut, pengunjung harus menambah tiket sebesar Rp 225.000,- dari harga tiket perharinya yaitu 250.000,- (mengenai presale dan harga lengkap tiket, cek di sini).

Festival SOULNATION yang digelar selama 2 hari tersebut nantinya akan membangun 7 panggung. Sedang format panggung dari The TING TINGS sendiri kabarnya standar aja dengan konsep festival.

 

Posted: Jurnallica (5/10) | photo: IST

 PRODUCT

RS Music Biz

"Bangun Bisnis Musikmu Sendiri!"

 

“Sekali terjun ke industri musik, jadilah musisi yang memahami seluk beluk industrinya. Jangan setengah-setengah!”, begitulah kuotasi dari seorang pengarang lagu legendaris, James F. Sundah yang tertera di lipatan sampul depan buku. Lantas, bagaimana caranya? Pertanyaan sederhana pun muncul – meski praktiknya tidak sederhana. Sebagai panduan praktis dan mendasar - agar jalan prosesnya lebih mudah, Rolling Stone Indonesia (RSI) menerbitkan sebuah buku ROLLING STONE MUSIC BIZ "Manual Cerdas Menguasai Bisnis Musik" [188 halaman/Penerit Bentang Pustaka] untuk para calon musisi, penyanyi, anak ben, manajer artis, road manager, label rekaman, produser, dsb yang ingin bergelut di dunia musik.

Sampai detik ini, kita masih menemukan fenomena anak ben yang dijadikan masa transisi belaka. Entah karena mandeg atau memang kurang wawasan sehingga merasa berjalan statis tanpa ada feedback yang mencukupi. Begitupun para musisi yang secara tak sadar tidak mendapatkan hak-hak yang seharusnya diterima karena perlakuan otoritas industri musik. Dan hal ini sudah berlangsung sejak lama. Dengan hadirnya buku ini, setidaknya para musisi/pekerja musik (khususnya di tanah air) bisa lebih melek lagi.

Sesuai judulnya, materi buku sebenarnya rangkuman dari rubrik "Music Biz" di majalah Rolling Stone Indonesia yang digagas oleh salah satu editornya Wendi Putranto aka Wenz Rawk sejak 2007. Dalam buku, penulis menyajikan pemahaman mendasar mulai dari pemilihan nama & imej ben, hak kekayaan intelektual, manajer, label & produser rekaman, promosi, serta masih banyak aspek bisnis musik lainnya. Bahkan buku ini  juga menguak "rahasia perusahaan" yang selama ini ditutup-tutupi. Dengan keterbukaan informasi, siapapun bisa melakukan bisnis musik sendiri secara "teach by learning" tanpa harus mengalami "teach by doing". Dan juga para musisi/pekerja musik, sudah saatnya bukan menjadi "sapi perah" atas industri musik dan bermental ketergantungan. Educate yourself!

Demi mensosialisasikan buku yang baru diterbitkan 10 Oktober 2009, RSI mengadakan tur workshop ROLLING STONE MUSIC BIZ ON CAMPUS di 7 kampus terkemuka di 7 kota Indonesia mulai 12 Oktober s/d 9 November 2009. Selama workshop akan terdiri dari keynote speaker, diskusi panel, plus live performance dari beberapa artis independen lokal.

 

Posted: Jurnallica.

 ABOUT

Saykoji dis "Negri Jiran"

"SAYKOJI Anti-MALAYSIA ???"

 

Maraknya pemberitaan media mengenai pengklaiman budaya Indonesia atas Malaysia turut mengundang reaksi rapper Saykoji. Namun pelantun hit "Online" ini menyikapinya tanpa emosi. Berusaha kreatif & santun tanpa harus mendiskreditkan nama "negeri jiran" tersebut. Saykoji percaya bahwa itu semua hanyalah ulah sebagian oknum di negeri seberang, bukan Malaysia secara keseluruhan.

Sebelum masalah curi karya menyengit, Saykoji sendiri pernah mengalami satu lagunya "Copy My Style" yang dijiplak rapper Malaysia, Joe Farizal pada Oktober 2008. Akhirnya lagu tersebut di-edit sesi liriknya dan di remix ulang menjadi lagu versi baru "Copy My Style (Again)" sebagai sikap 'dis' Saykoji pada Malaysia. 

            Lagu "Copy My Style (Again)" yang baru digarap seminggu lalu (tepatnya 25 Agustus  2009) bisa di donlod gratis dan tidak dikomersilkan dalam format apapun (CD/RBT). Sesuai pernyataan Saykoji: "Ini lagu kebanggaan untuk bangsa, jadi jangan diduitin."

 

[ Download lagu | Baca liriknya ]

 ABOUT

"Lady GaGa Memiliki 2 Alat Kelamin?"

 

Dunia rock star adalah dunia yang penuh sensasi. Begitupun ulahnya Lady GaGa. Pendatang baru biduanita yang selalu tampil dengan fashion unik & sensasional ini kembali mengejutkan banyak orang saat ia memperlihatkan sebuah 'batang' yang bergerak di bawah pakaiannya dalam sebuah konser.

Hal ini berkaitan dengan pernyataan yang menghebohkan bahwa dirinya adalah seorang "hermaphrodite" (memiliki 2 kelamin-red) seperti yang dikutip dalam blog pada akhir 2008; "Its not something that I'm ashamed of, just isn't something that I go around telling everyone. Yes. I have both male and female genitalia, but I consider myself a female."

Namun banyak pihak curiga kalau pernyataan di blog tersebut bukanlah ditulis Lady GaGa. Menanggapi pertanyaan para presenter, GaGa mengatakan; "Kamu tau, ini terlalu malas buat saya untuk dibahas." Karena baginya itu merupakan gosip konyol. "Saya seorang musisi berbakat dan saya lebih baik bicara tentang fans dan musik saya dibandingkan rumor bodoh." Jadi, sudah diyakinkan bahwa Lady GaGa bukanlah seorang hermaphrodite seperti yang dirumorkan banyak media internasional belakangan ini.

 

Posted: Jurnallica | photo: IST.

 REVIEW

INDONESIA UNITE

Minggu, 16 Agustus 2009 @ Rolling Stone Live Venue, Jl. Ampera Raya #16, Jakarta Selatan

 

“Persatuan Indonesia Generasi Baru”

 

Bila mengingat bagaimana bang-sa ini meraih kemerdekaan atas penjajahan Belanda, rasanya tak mungkin bila bukan bermodal persatuan. Namun berjalannya umur histori, nilai persatuan sekan menjadi semakin krusial.

Jargon-jargon tersebut akhirnya kembali diteriakkan oleh generasi kini. Salah satu wujudnya adalah INDONESIA UNITE, yaitu sebuah gerakan/pernyataan sikap kaum muda Indonesia modern yang memiliki kecintaan dan semangat persatuan Indonesia. Uniknya lagi, ide ini muncul pertamakali dalam pertemuan kawan-kawan muda di salah satu jejaring sosial maya (www.twitter.com) paska pemboman Hotel Ritz Carlton dan JW Marriot sebulan lalu. "Kami tidak ingin Indonesia di-intimidasi", tegas Glenn Fredly - seorang penyanyi Indonesia yang juga tergabung.

            Indonesia Unite terdiri dari berbagai kalangan profesi yang merasa dirinya "terpanggil". Mulai dari seorang web desainer hingga musisi. Seperti pengakuan Glenn; "karena ini gerakan tanpa komando." Dan kontribusi pun bisa disalurkan sesuai profesi yang sudah ditekuni sebelumnya. Seperti Rama yang kesehariannya di bidag teknologi media, ia membuat situs resmi www.indonesiaunite.com sebagai forum serta wadah ide/saran untuk mempererat hubungan komunikasi anggota didalamnya.

Layaknya bola salju yang menggelinding, gerakan ini semakin membesar baik di dunia maya maupun nyata. Ide pun terus berkembang ke divisi lain, salah satunya dengan menggagas konser musik yang diadakan di Rolling Stone Live Venue pada 16 Agustus 2009. Dimulai jam 5 sore lewat konfresensi pers, dilanjutkan pertunjukan musik yang diisi beberapa ben/musisi (yang kabarnya) tampil secara sukarela, a.l.: Glenn Fredly, Humania, RAN, The Upstairs, Barry Likumahuwa Project, Ras Muhammad, Ecoutez, Endah & Rhesa, Kwaci, Zigaz, Tarian Papua. Berbagai kelas kalangan turut hadir dalam acara ini, mulai dari Karang Taruna Cirendeu hingga Menkokestra lengkap dengan pidatonya.

Acara ini juga disokong oleh Green Music Foundation yang menjembatani Indonesia Unite kepada pemerintah untuk memperkenalkan gerakan baru oleh generasi muda agar tidak dianggap sebagai suatu gerakan terselubung. Karena konser ini bertujuan sebagai output demi memperkuat dan menyebarkan semangat Indonesia Unite.

Sebagai gerakan baru, lantas apa langkah selanjutnya? Pertanyaan ini tentu sudah dipikirkan jauh-jauh hari oleh Glenn. Semoga Indonesia Unite bukanlah letupan-letupan euphoria belaka. Meski rencana belum realis, tapi sudah ada aksi positif yang dilakukan. Setidaknya, tidak ada kata terlambat untuk berjuang.

 

Report & photo: Jurnallica (19/08).

 NEWS

Konser The All-American Rejects di Indonesia

"Para personil AAR akan menginap di Marriot/Ritz"

Sukses menggelar konser MAE (Virginia, Amerika Serikat), promoter anyar NADA PROMOTAMA kembali mempersembahkan konser ben mancanegara. Kali ini berkesempatan memanggil ben rock/post-punk Amerika, The ALL-AMERCAN REJECTS. Dalam negoisasi singkat, promoter di Jakarta pada 17 Agustus mendatang bertepatan dengan Hari Raya Kemerdekaan Indonesia.

Isu pemboman yang terjadi awal bulan lalu di JW Marriot-Carlton Ritz sempat membuat perhitungan bagi musisi luar untuk bertandang ke Indonesia selain persoalan travel warning. Namun, hal itu belum tentu berlaku juga bagi semuanya. Bahkan ben Tyson Ritter cs. ini bodo amat mengenai hal itu, dan ingin sekali tur ke Indonesia. Gilanya lagi, para personil AAR akan menginap di TKP Pemboman tersebut. Hell yeah!

Report & photo: Jurnallica (7/08).

 LAUNCHING

WRANGLER SMILE PARTY '09

Kamis, 30 Juli 2009 @ Rolling Stone Live Venue, Jl. Ampera Raya #16, Jakarta Selatan

“Senyum sebagai Perubahan”

 

Salah satu produk jeans, Wrangler Indonesia menghadirkan program baru bertitel "Wrangler Smile Campaign" sebagai kampanye untuk menciptakan dunia (khususnya Indonesia) menjadi lebih baik melalui senyum. Dipilih konsep "senyum" karena hal tersebut paling mendasar dari kehidupan manusia. Meski sederhana, senyum dapat mengubah mood orang lain serta sekeliling kamu merasa nyaman. Apalagi, senyum kan ibadah lho!

Berawal dari peluncuran facebook Wrangler pada awal Februari 2009 sambil mengadakan kompetisi desain "Wrangle Smile T-shirt". Ternyata antusias para fans Wrangler mengundang banyak minat. Dalam periode 1,5 bulan (1 Februari - 21 Maret) terkumpul sebanyak 96 kontestan. Empat desain yang terpilih dari tiga pemenang juga diproduksi dan dijual di kounter/showroom Wrangler terdekat.

Bila ada pepatah senyum memiliki satu gerakan namun sejuta makna, lalu apa makna yang dihadirkan dari "Wrangler Smile Campaign"? Ada muatan visi sosial di program ini yang mana sebagian hasil penjualan produk Wrangler Smile T-shirt dan campaign/program akan disumbangkan bagi orang yang tidak mampu di Indonesia melalui sebuah yayasan sosial.

Maka, salah satu cara untuk mensosialisaikan program ini, Wrangler juga mengadakan pentas musik "Wrangle Smile Party" yang menghadirkan 2 ben indie lokal yang di-endorse Wrangler selama tahun 2009, yaitu Monkey To Millionaire dan Pee Wee Gaskins, sekaligus sebagai ikon Wrangler di Indonesia. Selain itu, 2 ben lainnya; Efek Rumah Kaca dan Santamonica turut memeriahkan acara yang dimulai jam 8 malam di Rolling Stone Live Venue, kemarin (30/07). Bahkan saat performance ERK dan MTM, terdapat sisipan catwalk dari beberapa model yang mempromosikan produk-produk terbaru Wrangler.

Sebagian hasil acara ini (digabung dengan sebagian hasil penjualan Smile T-shirt) nantinya akan didonasikan pada Habitat For Humanity Indonesia (HFHI), yaitu sebuah organisasi non-profit yang berdedikasi untuk mengurangi tunawisma serta rumah miskin melalui pembangunan rumah sederhana, layak huni & terjangkau bagi keluarga-keluarga berpendapatan rendah, atau bagi keluarga yang terkena bencana alam. Tentunya sokongan dari Wrangler Smile sangat bermanfaat bagi organisasi yang sudah berdiri sejak 1997 ini. Dan Wrangler sebagai salah satu partner bisa berpartisipasi untuk mewujudkan cita-cita mulia tersebut. Direktur HFHI, Tri Budiardjo juga menyatakan; "Ini membuktikan bahwa fashion, gaya hidup, dan generasi muda bisa dihubungkan dengan kegiatan-kegiatan sosial." Semoga orientasi positif seperti Wrangler dapat diteladani oleh produk-produk lainnya.

 

Report & photo: Jurnallica (31/07).

 PROFILE

Sandhy Sondoro

“Pengamen Jerman yang Sukses asal Indonesia”

 

Perawakannya yang mungil tak dikira mampu menyihir para juri NEW WAVE 2009 - sebuah ajang kompetisi bakat internasional/ kontes pop terbesar di Latvia (Eropa Timur) - yang seketika meloloskannya ke babak final. Pagelaran musik yang setiap tahunnya ditonton jutaan pemirsa di Eropa dan dihadiri bintang tamu seperti Robin Gibb, Joe Cocker, Al Jarreau itu, siap dikejutkan oleh kualitas suara Sandhy Sondoro, pria kelahiran Jakarta yang sudah hampir dua puluh tahun hidup di kota Hi-Tec, Berlin, Jerman. Kerabat-kerabat musisi dari kalangan kulit hitam di kota multi-ras itu kerab menjulukinya "Indo-nigger" karena khas vokalnya yang begitu "hitam" dan jarang dimiliki penyanyi-penyanyi dari benua Asia.

Debut albumnya "Why Don’t We" mengukuhkan keberadaan dan kualitas dirinya sebagai pendatang luar di belantika musik di Jerman yang juga diapresiasi oleh banyak kalangan di benua biru. Kini single terbarunya, “Shine” hasil kolaborasi dengan duo DJ Ibiza, Dublex Inc terus menapaki posisi atas airplay & chart radio di kota-kota besar Eropa; Berlin, Austria, Madrid, dan Paris.

Sandhy Sondoro yang mengidolai (almarhum) Benyamin S. ini sudah lama memulai karir musik profesionalnya. Namun baru banyak dikenal publik Jerman setelah tampil di salah satu acara televisi nasional Jerman ProSieben yaitu "TV Total" (2007) - acara milik entertainer gaek Jerman, Stefan Raab yang mencari bakat-bakat baru di dunia musik. Sandhy Sondoro secara mengesankan tampil di acara itu, meski pada akhirnya hanya bertengger di lima besar babak akhir. Masyarakat luas mulai mengenalnya sebagai "one of a kind" dilihat dari perawakan Asia-nya dengan karakter suaranya yang soulfull, meledak-ledak namun juga sangat fleksibel memberinya banyak julukan, salah satunya adalah "Ben Harper of Jakarta". Undangan showcase di TV mulai banyak dihadirinya. Tawaran manggung di se-antero Eropa Tengah yang dijalaninya pun menghimpun banyak fans yang membuatnya semakin yakin akan dunia yang dijalaninya. Karena sebelum itu semua, cerita panjang perjalanan karir musik Sandhy Sondoro banyak diisi oleh hari-hari penuh perjuangan.

Datang ke Berlin dengan status college student yang membiayai hidupnya sendiri, memaksanya harus fokus terhadap kuliahnya di jurusan Interior Design. Kecintaannya pada musik dan keharusan bertahan hidup sambil menyelesaikan kuliah dijalaninya sebagai musisi jalanan. Bernyanyi di trotoar hingga ke subway sekalipun adalah keseharian seorang Sandhy Sondoro. Lagunya yang cukup terkenal, “Down on the Street” merupakan detil soundtrack kehidupannya yang di-asah lewat pengalamnnya berjam session dengan musisi-musisi lain di sebuah jazz bar di jantung kota Berlin. Kemampuannya menulis, mengaransemen, dan menyanyikan lagu, cukup disegani oleh kalangan musisi papan atas Jerman, sebut saja Gregor Meyle. Berbagai panggung prestis semacam "House of World Cultures" atau "Museum Isle" di Berlin juga pernah disinggahinya.

Untuk itu pula pada Agustus 2008 lalu KBRI Jerman menganugerahinya "Satya Lencana Karya Satya". Menarik untuk menyimak perjalanan karir musik Sandhy Sondoro di negeri orang yang secara tidak sengaja menyeret nama Indonesia, negara asalnya yang kini diharumkannya lewat banyak prestasi. Pada akhirnya Agustus 2009, Sandy meraih peringkat nomor satu dalam ajang New Wave 2009. Bahkan 11 juri dari 12 orang serentak memberinya nilai 10. Sejak awal penampilan, Sandhy memang sudah memikat hati para juri NEW WAVE dan diprediksikan bakal meraih juara pertama di kompetisi tahun ini.

 

www.myspace.com/sandhysondoro | www.sandhysondoro.net

 EXHIBITION

OK. VIDEO "Comedy"

28 Juli - 9 Agustus 2009 @ Galeri Nasional Indonesia (depan Stasiun Gambir), Jakarta

“Siap untuk Tertawa?”

 

OK. Video adalah festival video internasional dua tahunan yang dimulai sejak 2003. Memasuki periode ke-4, OK. Video kembali dengan mengambil tema "Komedi" (Comedy). Menyorot peristiwa 2 tahun ke belakang yang dianggap pengada penuh komedi, baik dari permasalahan kota, politik, kekuasaan, modernitas, teknologi, ekonomi, tradisi, agama, media, budaya pop, seni, apapun yang mencangkup kehidupan. Sebagai cara berkomunikasi, komedi dianggap memiliki cara tersendiri dan telah menemani masyarakat sejak lampau, dari komedi yang menggunakan medium tubuh hingga kini dalam bahasa audio-visual.

 

Sejak awal kemunculannya, salah satu program RuangRupa ini terus melonjak setiap tahunnya, baik dari jumlah karya yang masuk, liputan media, sponsor, dan jumlah pengunjung. Untuk proyek OK. Video Comedy saja, juri merampung 300-an kiriman video karya, yang kemudian dirampingkan (baca: seleksi) menjadi 95 video (35 seniman, 31 negara). Bedanya hasil pameran kali ini dengan sebelumnya, terdapat sesi kompetisi dan juga karya seniman undangan yang nantinya juri akan memberi award bagi pemenang, namun bukan berupa uang.

 

Berbicara tentang komedi, tentu berbicara hal yang mendundang gelak tawa. Artinya, komedi bukanlah bahasa universal. Karena setiap negara (bahkan setiap daerah pun) mempunyai selera humor yang berbeda-beda dengan kadar yang berbeda pula. Lantas yang menjadi pertanyaan, apabila karya yang dipamerkan tidak mengundang syarat tersebut, apakah karya video bisa dikatakan berhasil?

 

Maka untuk berpartisipasi dalam festival yang dikabarkan pameran video terbesar di Asia Tenggara (khususnya Indonesia) ini, publik bisa mengunjungi mulai dari pembukaan pada 28 Juli 2009 (jam 7 malam) diikutsertakan pameran pada 29 Juli - 9 Agustus 2009 (jam 10 pagi - 8 malam), bertempat di Galeri Nasional Indonesia (depan Stasiun Gambir) dengan kurator Aminuddin TH Siregar. Dan pastinya acaranya ini gratis, segratis kamu tertawa.

 

Posted: Jurnallica (27/07)

Page: 1 | 2 | 3 | 4 | 5 | 6 | 7 | 8 | 9 | 10 | 11 | 12 | 13 | 14 |15 | More...