●
UNDER THE BIG BRIGHT YELLOW SUN: Perpaduan
Seni Musik dan Seni Lukis
●
CHILDREN OF BODOM: Pindah Tempat, Rubah Harga
Tiket
●
ANTHRAX: Siap Mengguncang Jakarta
●Maher Zain "Live in Jakarta"
●
DJAKARTA ARTMOSPHERE: Amunisinya Lebih
Beringas!
●
OBSCURA: Jenius Death Metal
●
Sophie Ellis-Bextor [Live @ Java Soulnation
2011]
●
LMFAO [Live @ Java Soulnation 2011]
●
Nelly [Live @ Java Soulnation 2011]
●
SUICIDE SILENCE: Metalheads Serba Bisa
Setelah sukses
dengan split-album “We Sit Under the Big Bright Yellow Sun in the
Sparkle Afternoon” (Loudforgoodness Records, 2010) bersama ben
shoegaze/pop Bandung, Sparkle Afternoon,
Under The Big Bright Yellow Sun
(UTBBYS) dalam waktu dekat akan meluncurkan album penuh perdana.
Sebagai
proyek perdana dari salah satu EO anyar, Show Nation akan
menyelenggarakan konser ben heavy metal legendaris asal
Finlandia, CHILDREN OF BODOM (COB) di Jakarta pada 15 November 2011. Konser COB
yang bertajuk “The Ugly
World Tour 2011”
ini merupakan rangkaian tur dunia mereka dalam mempromosikan album
terbaru, “Relentles Reckless Forever”
(Spinefarm Recs).
Lebih
baik terlambat daripada tidak sama sekali. Pameo tersebut sepertinya
sedang menggambarkan dunia konser hari ini. Belakangan, satu per
satu artis/grup legendaris mancanegara mulai berdatangan ke Indonesia —meski mereka tampil
bukan di masa keemasan lagi. Begitu juga dengan ANTHRAX, ben legendaris heavy metal
yang telah berkibar selama 30 tahun ini akan “mengguncang” [baca:
live] Jakarta untuk pertamakalinya pada 10 Desember 2010.
Maher Zain "Live in Jakarta" Minggu,
9 Oktober 2011 @ Istora Senayan, Jakarta, Indonesia
"Semoga Berkah"
Dominasi wanita berjilbab (tidak seperti biasanya) memadati ruang
Istora Senayan malam itu (9/10). Acaranya bukanlah tabligh akbar
ataupun tahlilan massal, melainkan suatu jamaah yang ingin
menyaksikan konser Maher Zein. Meski hadir terkemas sebagai penyanyi
reliji, magnet pria tampan asal Swedia tersebut cukup dahsyat.
Setelah
sukses dua penyelenggaraan sebelumnya, Djakarta Artmosphere kembali lagi
untuk kali ketiga. Tahun ini, gegap gempita penyelenggaraan konser dua
generasi ini akan berlangsung pada 22 Oktober 2011. Seperti yang
sudah-sudah, Djakarta Artmosphere tahun ini kembali mengusung tema
yang sama; Perbenturan musisi dua generasi yang dicampuradukkan di satu panggung pertunjukan.
Embel-embel pada suatu genre musik seyogyanya diperlukan untuk mempraktiskan identitas
musikal dari sebuah grup. Jika Anda bermain death metal,
apapun tambahan labelnya, tetap Anda adalah ben death metal.
Tidak sekedar mencantumkan label “technical”
telah menunjukkan kalau Anda yang paling skillfull atau sok
cool. Simpelnya, kalau memang bagus pasti
kami puji. Sebaliknya, jika buruk, maka jangan sakit hati kalau kami caci
maki.
Sophie Ellis-Bextor
[Live @ Java Soulnation 2011]
Minggu,
25 September 2011 @ Istora Senayan, Jakarta, Indonesia
"Molek & Mempesona"
Meski
Festival Java Soulnation 2011 hari ke-3 (25/09) tidak terdapat “special
show”, bukan berarti tidak ada penampilan yang spesial dari line-ups
artis di hari itu. Justru, di luar ekspektasi, show biduanita pop asal
Inggris, Sophie Ellis-Bextor adalah show dengan penonton terbanyak yang
berjejal ke seluruh ruang Istora —baik festival
maupun tribun—
dibandingkan “special
show” dua hari sebelumnya.
LMFAO
[Live @ Java Soulnation 2011] Sabtu,
24 September 2011 @ Istora Senayan, Jakarta, Indonesia
"Everyday Shufflin"
Raja pesta will.i.am dari The Black Eyed Peas merasa heran melihat dunia
malam hari ini yang dipenuhi massa pra-dewasa. Kehadiran mereka juga
memiliki tujuan yang sama: berpesta! Jika esensi Festival Java
Soulnation 2011 adalah “party”, maka klimaksnya terdapat di hari
ke-2. Selain momennya bertepatan malam minggu, bobot headlinernya
pun adalah para penghentak lantai dansa.
Nelly
[Live @ Java Soulnation 2011] Jumat,
23 September 2011 @ Istora Senayan, Jakarta, Indonesia
"Dilema"
Jika konsep
termutakhir Festival
Java Soulnation adalah menyajikan apa yang sedang hype,
rasanya menghadirkan Nelly —di
hari pertama (23/09) sebagai special show—
cukup kontras. Generasi yang dibesarkan MTV satu dekade lalu pasti familiar dengan hit
‘Dilema’ milik rapper yang selalu menempel solatip putih di pipi
kirinya.
SUICIDE
SILENCE, ben deathcore terbaik Amerika hari ini baru saja
melangsungkan tur Indonesia pada medio September 2011 sekaligus promo
album terbaru/ke-3 “The Black Crown”
—album yang membuat
mereka naik tahta.
Tanpa diduga, di balik kehingarbingarannya, mereka mengaku juga mampu membuat lagu
hip-hop. “Kami bisa
melakukan apa saja,” kata Dan enteng.